10 Oktober 2023

Pahami 6 Dampak Orang Tua yang Selalu Menyalahkan Anak

Berdampak besar hingga dewasa, lho Moms

Si Kecil mungkin saja melakukan kesalahan dalam hidupnya. Namun, apakah Moms tahu bagaimana dampak orang tua yang selalu menyalahkan anak?

Di luar sana masih banyak orang tua yang membenarkan penggunaan sikap menyalahkan sebagai pola asuh mereka pada Si Kecil.

Hukuman dianggap sebagai salah satu dasar dari pola asuh yang dapat membentuk anak menjadi sosok yang baik.

Meski tidak melulu salah, sangat penting untuk dipahami bahwa menyalahkan anak dapat memberikan dampak jangka panjang.

Salah satu dampak yang mungkin dirasakan adalah anak bisa berubah menjadi sosok yang agresif.

Selain itu, orang tua yang selalu menyalahkan anak juga dapat memberikan efek yang kurang baik untuk tumbuh kembang Si Kecil.

Sebelum menerapkan pola asuh yang tidak baik, Moms perlu menyimak dampak dari orang tua yang selalu menyalahkan anak di bawah ini.

Baca Juga: Mengenal Pola Asuh Permisif dan Dampak Buruknya pada Anak

Dampak Orang Tua yang Selalu Menyalahkan Anak

Kebiasaan orang tua yang selalu menyalahkan anak ini dapat memberikan dampak negatif pada tumbuh kembang Si Kecil.

Berikut ini beberapa dampak orang tua yang selalu menyalahkan anaknya.

1. Anak Menjadi Tidak Percaya Diri

Anak Kurang Percaya Diri
Foto: Anak Kurang Percaya Diri (Freepik.com/freepik)

Salah langkah mengasuh anak dapat memiliki konsekuensi jangka panjang.

Seperti halnya adalah penggunaan label negatif dan rasa malu yang berlebihan pada Si Kecil.

Karena pola asuh yang buruk juga dapat menyebabkan anak memiliki rasa percaya diri yang rendah.

Mengutip dari Healthline, kebiasaan pemberian label negatif pada anak dapat berpengaruh pada pembentukan diri negatif yang sudah berlangsung lama.

Rasa malu adalah emosi yang kuat dan mungkin tertanam dalam jiwa serta perasaan diri anak.

Sehingga Si Kecil mungkin takut untuk mengekspresikan perasaan yang tengah ia rasakan.

Ketika orang tua sering menyalahkan anak, ini membuat Si Kecil juga tidak memiliki kekuatan dan keberanian untuk tampil di depan orang.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Child Psychology and Psychiatry menemukan bahwa anak-anak yang menjadi korban pola asuh yang salah di rumah memiliki harga diri yang jauh lebih rendah daripada teman sebayanya.

2. Depresi

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Adolescent Research, gaya pengasuhan dapat berdampak langsung pada harga diri dan risiko anak terhadap depresi.

Dijelaskan pula ketika orang tua sangat mengontrol, anak-anak berisiko lebih besar mengalami depresi dan tidak melihat diri mereka secara positif.

Mereka juga menunjukkan lebih banyak tanda-tanda depresi dan memiliki pandangan negatif tentang hubungan keluarga mereka.

Bukan tanpa sebab, anak yang menjadi korban kerap melihat contoh yang kurang baik dari orang tuanya.

Baca Juga: Mengenal 4 Manfaat Positive Attention dan Perannya Dalam Pola Asuh Balita

3. Masalah Kekerasan dan Perilaku

Anak Laki-laki Marah
Foto: Anak Laki-laki Marah (Freepik.com/user3802032)

Menurut sebuah penelitian American Journal of Orthopsychiatry menemukan bahwa jika anak-anak menjadi korban kekerasan di rumah, mereka cenderung menunjukkan perilaku kekerasan di lingkungan sekolah.

Selain itu, anak yang terbiasa menjadi korban di rumah akan memiliki amarah yang terpendam.

Orang tua yang selalu menyalahkan anak juga membuat ia mudah merasakan marah dan masalah perilaku dibandingkan teman sebayanya.

Dalam jangka panjang, jika dibiarkan Si Kecil dapat menjadi pelaku pelecehan dan perundungan orang lain dengan cara yang sama seperti saat mereka disalahkan di rumah.

Ketika anak-anak mengalami masalah di rumah mereka biasanya menunjukkan pertumbuhan yang lebih...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb