Pasca Melahirkan

30 September 2021

Panduan Ibu Menyusui dan Memompa ASI, Penting Memilih Pompa ASI yang Berkualitas!

Sering mempompa ASI dapat perbanyak produksi ASI, lho
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Adeline Wahyu

Saat ini, kesadaran para Moms memberikan ASI eksklusif kepada Si Kecil semakin tinggi. Hal ini dikarenakan ASI mengandung nutrisi dan antibodi yang berfungsi meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi.

World Health Organization (WHO) menyarankan para Moms untuk memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi.

Sayang, di tengah niat baik ini, ada hal-hal yang dapat menggagalkan program ASI eksklusif walaupun Moms sudah melakukan upaya mulai dari menjaga pola makan hingga rutin memompa ASI.

Untuk menanganinya, Moms perlu mengetahui panduan menyusui dan memompa ASI yang baik dan benar di bawah ini.

Baca Juga: Pentingkah Konsumsi ASI Booster dalam Pola Makan Ibu Menyusui? Simak Jawabannya Ini!

Panduan Menyusui

posisi menyusui.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Menyusui membutuhkan pengetahuan tentang keterampilan, posisi, serta teknik yang aman dan benar. Banyak faktor yang menjadi penyebab gagalnya pemberian ASI eksklusif. Karenanya, penting bagi ibu menyusui dan calon ibu menyusui untuk mengetahui posisi dan teknik yang benar sehingga Si Kecil tetap nyaman selama menyusui.

Berikut ini panduan menyusui yang baik dan benar:

1. Persiapkan Sebelum Melahirkan

Salah satu penyebab utama dari kegagalan menyusui adalah minimnya informasi mengenai proses menyusui.

Tidak hanya persalinan, proses menyusui juga sebaiknya disiapkan sejak masa awal masa kehamilan agar proses tersebut akan berjalan lancar.

Moms bisa pergi ke konselor laktasi untuk mendapatkan dasar-dasar menyusui, seperti teknik memijit payudara agar ASI lancar, posisi menyusui yang benar, hingga waktu yang tepat untuk bayi disusui.

Sebuah penelitian Journal of Human Lactation membuktikan bahwa, rata-rata para Ibu menyusui yang berkonsultasi pada konselor laktasi lebih berhasil memberikan ASI eksklusif untuk Si Kecil dibandingkan yang tidak berkonsultasi.

2. Lakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD)

Setelah bayi lahir, Moms bisa menyusui dengan proses Inisiasi Menyusui Dini (IMD). IMD adalah mendekatkan Si Kecil ke tubuh Moms terlebih dahulu sebelum mulai menyusui.

Proses ini dapat mendukung dan melancarkan proses menyusui ASI eksklusif ke depannya karena ada interaksi antarkulit langsung antara ibu dan bayi.

Selama proses IMD, bayi dapat mulai menghafal fitur wajah Moms, sembari mencocokkan suara dengan wajah tersebut sebagai ibunya.

Si kecil juga mulai mengandalkan indra penciumannya untuk mengarahkan dirinya menemukan puting dari aroma kulit Ibu.  Bayi baru lahir juga memiliki indra perasa yang sangat sensitif terhadap rasa ASI.

Baca Juga: Moms Wajib Tahu, Ini Dia Tips Memilih Bra Menyusui

3. Cari Tahu Posisi Menyusui yang Benar

Menerapkan posisi menyusui yang benar tidak hanya sekadar membantu Si Kecil agar lebih mudah saat menyusu. Tetapi juga menemukan posisi nyaman yang dapat mencegah ibu menyusui mengalami masalah, seperti pegal dan nyeri punggung. Posisi yang tepat dan nyaman sangat memungkinkan untuk memudahkan produksi ASI yang semakin banyak.

Umumnya, posisi menyusui yang baik adalah posisi di mana kepala bayi harus lebih tinggi dibandingkan tubuhnya, hal ini dimaksudkan agar bayi lebih mudah menelan.

Moms dapat menyangga dengan tangan ataupun mengganjal dengan bantal. Kemudian, tempatkan hidung bayi sejajar dengan puting. Hal ini akan mendorong bayi membuka mulutnya.

Bila menggunakan pompa ASI, botol tipe Natural / Wide neck sangat membantu karena memiliki dot yang menyerupai puting sehingga bayi tidak bingung puting / nipple confusion saat mengonsumsi ASI hasil memompa dengan pompa ASI.

4. Waktu Menyusui

Sebagian ibu menyusui sering merasa cemas melihat Si Kecil yang menyusu hanya sebentar atau justru bahkan terlalu lama.

Sebenarnya, tahapan setiap anak dalam menyusu tentu berbeda, sehingga waktu mereka saat menyusu pun tidaklah sama.

Berikut adalah waktu menyusui, dikutip dari Very Well Family

● Bayi yang baru lahir akan menyusu setiap 2-3 jam sekali dan akan menyusu selama 10 -15 menit di setiap sisi payudara.

● Usia 3-4 bulan biasanya butuh sekitar 5-10 menit untuk mengosongkan payudara dan mendapatkan semua ASI yang dibutuhkannya.

● Usia 6-9 bulan lebih banyak waktu menyusu saat tidur di malam hari, sebab sudah mulai mengonsumsi makanan padat dan minum dari cangkir.

5. Kosongkan Payudara

Pada ibu menyusui, yang perlu diketahui juga adalah ASI yang tertinggal di dalam payudara dapat menyebabkan susu menggumpal dan menyumbat kelenjar ASI.

Akibatnya ASI menjadi sulit dikeluarkan dan payudara pun membengkak serta berisiko menyebabkan mastitis atau infeksi payudara. Jika sudah terjadi tidak menutup kemungkinan, produksi ASI akan terhenti.

Oleh sebab itu, penting bagi ibu menyusui secara bergantian memberi ASI antara payudara kanan dan kiri. Ibu menyusui juga bisa memompa ASI untuk mengosongkan payudaranya.

Baca Juga: Bayi Bingung Puting? Jangan Sedih, Gunakan Cup Feeder!

Tips Sukses Memompa ASI untuk Ibu Menyusui

memompa asi.png

Foto: honeykidsasia.com

Menyusui bayi langsung dari payudara menjadi cara paling efektif yang dipilih para Moms. Namun, ada kalanya ibu menyusui tidak bisa memberikannya secara langsung dan harus memompa ASI.

Terlebih jika Moms merupakan seorang ibu pekerja atau memiliki jumlah ASI yang kurang / berlebih.

Nah, berikut ini tips memompa ASI yang benar agar hasilnya berlimpah:

1. Rileks dan Nyaman

Banyak para ibu menyusui yang merasa takut mencoba memompa ASI. Hal ini justru membuat dirinya stres dan cemas berlebihan yang akhirnya menghambat kemampuan tubuh untuk melepaskan cairan ASI, lho.

Sebaiknya, carilah tempat yang tenang sehingga dapat menciptakan suasana rileks dan nyaman. Saat sedang mengeluarkan ASI, tariklah napas dalam-dalam secara perlahan agar dapat menciptakan suasana tenang lainnya, Moms juga bisa memerah sambil mendengarkan musik favorit atau menonton film, dalam keadaan nyaman seperti bersandar di kursi atau sofa.

2. Minum Banyak Cairan

Sangat penting bagi ibu menyusui untuk selalu terhidrasi dengan baik. Pasalnya, ASI sebagian besar terdiri dari air sehingga saat Moms minum banyak air dapat melancarkan ASI.

Melansir The Journal of Perinatal Education, ibu menyusui membutuhkan sekitar 16 gelas air per hari, yang bisa berasal dari makanan, minuman, dan air minum, yang akan digunakan tubuh untuk memproduksi ASI.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Botol Susu Bayi Berkualitas, Sudah Pakai?

3. Mengompres Payudara dengan Air Dingin

Saat memompa ASI para Moms biasanya mengalami beragam masalah seputar payudara. Salah satu masalah adalah payudara bengkak.

Mengompres payudara dengan air dingin berfungsi untuk mengurangi rasa sakit bengkak pada payudara yang terkena infeksi. Moms bisa menggunakan kol dingin, gel dingin, ataupun es batu yang dibalut dengan handuk.

Hindari mengompres payudara dengan es batu secara langsung karena justru akan membuat pembuluh darah kaget.

4. Sering Memompa ASI

Moms, semakin sering memompa, maka ASI yang dihasilkan akan lebih banyak, terutama jika ibu menyusui menggunakan pompa ASI atau breast pump berkualitas tinggi yang memiliki fitur teknologi terdepan.

Misalnya, jika Moms bekerja full time, luangkan waktu sekitar 15 menit setiap beberapa jam selama hari kerja. Akan lebih baik jika kedua payudara dipompa secara bersamaan.

Moms juga bisa memompa ASI di antara waktu menyusui, seperti 30-60 menit setelah menyusui atau setidaknya 1 jam sebelum menyusui. Dengan begini, pasokan ASI bayi akan kembali tersedia untuk waktu menyusui selanjutnya.

5. Pilih Pompa ASI yang Berkualitas

Pompa ASI yang berkualitas juga berperan dalam memperlancar ASI, lho. Dengan menggunakan pompa ASI, Moms tetap bisa memberikan nutrisi terbaik tanpa harus menyusui langsung tanpa hambatan.

Pada dasarnya, ada dua macam pompa ASI yang dijual di pasaran, yaitu pompa ASI manual dan elektrik.

Kedua jenis pompa ASI ini sebenarnya sama-sama menjadi alat untuk mempermudah proses memerah ASI. Hanya saja, setiap alat memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing sehingga sebelum Moms membelinya harus mengecek dengan teliti.

Baca Juga: 7 Cara Sukses ASI Eksklusif Ibu Bekerja, Patut Dicoba!

Philips Avent Breast Pump, Pompa ASI Berkualitas yang Nyaman #TemanBaikBunda

Untuk menjawab berbagai kebutuhan Moms, pompa ASI Philips Avent hadir sebagai #TemanBaikBunda dalam menghadirkan pompa ASI berkualitas.

Produk pompa ASI Philips Avent memiliki 2 macam, yaitu elektrik dan manual. Semuanya memiliki bantalan pijat dengan tekstur selembut beludru yang terasa hangat di kulit dan dirancang untuk meniru isapan bayi sehingga membantu merangsang aliran ASI.

Bila biasanya pompa ASI harus digunakan dalam keadaan tubuh yang tegak atau condong ke depan, tidak dengan pompa ASI Philips Avent yang memiliki desain khusus yang ergonomis sehingga bisa memompa ASI dalam keadaan bersandar di sofa atau kursi favorit dengan santai dan nyaman.

Pompa ASI Philips Avent elektrik dilengkapi 3 setelan untuk memompa yang dapat diatur untuk mengatur aliran ASI yang dibutuhkan. Manfaat penting lainnya, saat menggunakan pompa ASI Philips Avent tidak mengeluarkan suara berisik sehingga Moms bebas memerah ASI saat Si Kecil tidur tanpa membangunkannya.

Pompa ASI Philips Avent elektrik juga mudah dibongkar pasang dan dibersihkan sehingga lebih terjamin kehigienisannya.

Daya hisapnya kuat, mudah digunakan, dan mudah dibawa ke mana pun.

Menariknya, kedua pompa ASI Philips memberikan garansi selama 2 tahun dan apabila mengalami kerusakan akan diganti baru, lho.

Jadi, pastikan Moms memilih pompa ASI yang berkualitas dan nyaman seperti pompa ASI Philips Avent, ya!

(ADV)

  • https://www.who.int/health-topics/breastfeeding
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1595116/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26644419/
  • https://www.verywellfamily.com/breastfeeding-4157387
  • https://www.healthline.com/health/breastfeeding/11-benefits-of-breastfeeding

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait