Pernikahan & Seks

4 Maret 2021

Berbagai Fakta Seputar Penis Ereksi yang Dads Wajib Tahu!

Ada banyak fakta seputar penis ereksi yang mungkin Dads belum mengetahuinya berikut ini!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Intan Aprilia

Daftar isi artikel

Meskipun banyak orang yang relatif akrab dengan penis dan keunikannya, nyatanya ada lebih banyak informasi tentang penis yang mungkin belum Dads ketahui sepenuhnya. Apalagi hal yang berkaitan dengan penis ereksi dan berbagai informasi tentang gangguan yang menyebabkan penis tak bisa mempertahankan ereksi, informasi seperti ini sebetulnya penting untuk diketahui.

Seperti apa pun bentuk dan ukuran penis seseorang, penis mungkin merupakan salah satu organ tubuh yang cukup unik.

Namun, Dads tak boleh menyepelekan fungsinya, karena ia adalah bagian penting untuk kelangsungan hidup manusia.

Baca Juga: Benarkah Ada Cara Memperbesar Penis? Ini Fakta Medisnya!

Fakta Seputar Penis Ereksi

Ada banyak sekali fakta seputar penis ereksi yang mungkin belum Dads ketahui. Berikut ini adalah beberapa faktanya:

1. Penis Pertama Kali Ereksi Sejak dalam Kandungan

Di dalam kandungan, saat penis sudah siap, penis bayi juga bisa ereksi. Biasanya bayi keluar dari rahim saat ereksi.

Bahkan sebelum kelahiran, pemindaian ultrasound terkadang menunjukkan janin dengan ereksi yang terbentuk sempurna.

Menurut sebuah penelitian dari Journal of Neonatology yang diterbitkan pada tahun 1991, ereksi janin paling sering terjadi selama tahap tidur random eye movement (REM) dan itu bisa terjadi beberapa kali setiap jam.

Tidak ada yang tahu pasti mengapa dan untuk apa penis janin bisa ereksi. Namun, para ahli menduga bahwa itu mungkin hanya cara tubuh manusia menguji berbagai hal dan menjaganya agar tetap berjalan dengan benar.

2. Ukuran Penis Adalah Dua Kali Lebih Panjang dari yang Dikira

Banyak pria yang mungkin terhibur dan merasa lega dengan fakta ini karena memang sebenarnya penis seorang pria lebih panjang dari yang terlihat. Namun, sekitar setengah dari panjangnya disimpan di dalam tubuh.

Penis tetap terhubung dengan seluruh anatomi. Penis memiliki beberapa bagian, seperti corpus cavernosum dan corpus spongiosum yang sangat megah dan meluas hingga ke daerah panggul, membentuk semacam bentuk bumerang.

3. Tak Ada Korelasi Ukuran Jempol Kaki dan Ukuran Penis

Fakta lainnya adalah, menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal BJU International, tidak ada korelasi antara ukuran sepatu dan panjang penis.

Meskipun penelitian yang lebih tua menemukan bahwa panjang penis terkait dengan tinggi dan panjang kaki, itu adalah hubungan yang lemah, dan penulis menyimpulkan sendiri bahwa tinggi dan ukuran kaki tidak akan berfungsi sebagai penggambaran ukuran panjang penis seseorang.

International Journal of Impotence Research juga menerbitkan sebuah laporan yang mengamati korelasi lain.

Mereka menyimpulkan bahwa dimensi penis secara signifikan berkorelasi dengan usia, tinggi, dan panjang jari telunjuk, tetapi tidak dengan ukuran kaki.

Baca Juga: Jangan Lakukan 3 Hal Ini Jika Penis Suami Kecil

4. Alasan Penis Ereksi di Pagi Hari

Alasan Penis Ereksi Saat Pagi

Foto: miro.medium.com

Kebanyakan pria mengalami 3–5 ereksi setiap malam dan kebanyakan selama tahap tidur REM, seperti halnya pada anak laki-laki dalam kandungan.

Morning wood atau yang juga disebut penis nokturnal, masih belum jelas mengapa bisa terjadi. Namun, satu teori mengatakan bahwa hal itu mungkin membantu mencegah mengompol karena penis ereksi menghambat buang air kecil.

Kandung kemih penuh diketahui merangsang saraf di daerah yang mirip dengan yang terlibat dalam ereksi.

Namun, karena wanita mengalami sesuatu yang serupa yakni pembengkakan klitoris di malam hari, pencegahan mengompol mungkin bukanlah jawaban keseluruhan.

Penjelasan potensial lainnya adalah bahwa tidur REM terkait dengan mematikan sel-sel yang memproduksi noradrenalin di locus coeruleus, yang ada di batang otak.

Sel-sel ini menghambat tekanan penis. Jadi, dengan mengurangi hambatan tersebut, penis menjadi ereksi.

Apa pun alasan di balik ereksi nokturnal, mereka dapat berguna sebagai alat diagnosis.

Jika seorang pria mengalami kesulitan untuk mencapai ereksi saat bangun tetapi menjadi ereksi saat ia tidur, itu merupakan indikasi bahwa ada masalah psikologis, bukan masalah fisik.

Namun, jika dia tidak mengalami ereksi saat tidur, masalahnya mungkin terkait kondisi fisik.

5. Meski Sudah Meninggal, Penis Seseorang Juga Bisa Ereksi

Salah satu fakta yang cukup mengejutkan adalah, seseorang masih bisa mengalami ereksi saat ia sudah wafat, dan ini adalah terakhir kalinya penis ereksi. Kondisi ini paling umum terjadi pada pria yang meninggal karena gantung diri.

Ilmuwan percaya bahwa itu mungkin karena tekanan dari jerat di otak kecil. Namun, ereksi setelah kematian juga telah dilaporkan terjadi pada seseorang yang meninggal akibat luka tembak di kepala, kerusakan pembuluh darah utama, dan keracunan.

6. Penis Bisa Patah

Informasi tentang penis ereksi yang penting untuk Dads ketahui adalah kenyataan bahwa ia bisa patah. Dads mungkin meragukan fakta ini karena pada dasarnya tidak ada tulang di penis.

Namun, penis masih bisa patah dan paling sering terjadi selama hubungan seks yang kuat. Kondisi ini juga bisa terjadi pada pria yang jatuh dari tempat tidur karena ereksi.

Patah tulang penis, seperti yang diketahui, sebenarnya adalah pecahnya selubung fibrosa dari corpora cavernosa, yaitu jaringan yang menjadi ereksi saat membengkak dengan darah.

Untungnya, hal ini tidak sering terjadi dan, jika ditangani dengan cepat, fungsi penis sepenuhnya dapat dipulihkan.

Jika ini terjadi, jangan biarkan rasa malu menguasai dan segera pergi ke rumah sakit dan dapatkan pertolongan sesegera mungkin.

Dalam sebuah penelitian di Hindawi yang menyelidiki 42 kasus patah tulang penis, posisi paling "berbahaya" saat berhubungan seksual yang bisa sebabkan penis patah adalah posisi woman on top.

Baca Juga: 5 Jenis Latihan Olahraga Agar Lebih Menikmati Posisi Seks Woman on Top

7. Ejakulasi Tidak Dikontrol Otak

Ejakulasi Tak Dikontrol Otak

Foto: womanistic.net

Kebanyakan pria memiliki sedikit kendali atas kapan tepatnya mereka berejakulasi. Ini sebagian karena ejakulasi tidak melibatkan otak.

Sinyal untuk ejakulasi berasal dari generator ejakulasi tulang belakang. Wilayah di sumsum tulang belakang ini mengoordinasikan fungsi yang diperlukan.

Tentu saja, otak yang lebih tinggi memiliki beberapa masukan untuk masalah ini, seperti memikirkan hal lain adalah cara yang terkenal untuk menunda ejakulasi. Namun, secara umum ejakulasi sepenuhnya dikendalikan dari tulang belakang.

8. Kondisi saat Penis Ereksi

Saat penis ereksi, penis bisa mengarah ke segala arah. Lurus ke depan, kiri atau kanan, atas atau bawah, dan tidak ada benar atau salah.

Tidak ada yang namanya sudut yang unik dan sangat sedikit penis yang lurus. Jadi, Dads tak perlu khawatir jika penis yang ereksi tidak lurus. mereka bisa melengkung ke segala arah. Kurva hingga 30 derajat masih dianggap normal.

Selain itu, sebuah penelitian dari The Journal of Sexual Medicine yang dilakukan terhadap 274 pria menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antara panjang penis yang sedang lembek dan ukuran ereksinya kelak.

Beberapa mulai kecil dan berakhir besar (grow-er), sementara beberapa sudah berukuran besar saat lembek dan hanya tumbuh sedikit saat ereksi (show-er).

Karena beberapa bahkan kecil meski sudah ereksi, dan beberapa yang besar ketika lembek bisa menjadi jauh lebih besar.

Baca Juga: 5 Area Sensitif Pria dan Cara Menstimulasinya Agar Makin Bergairah

Itulah beberapa informasi tentang penis ereksi yang didasarkan pada penelitian ilmiah.

Jadi, kini Dads bisa mengenal lebih mengenal tentang penis sendiri dan tak perlu lagi memikirkan mitos-mitos yang menyesatkan mengenai penis ereksi di luar sana.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait