26 Agustus 2022

Ini Berbagai Jenis Penyakit Kulit dan Cara Mengatasinya

Biasanya obat, salep atau perubahan gaya hidup bisa mengatasinya

Penyakit kulit adalah kondisi yang bisa mempengaruhi kulit.

Penyakit ini dapat menyebabkan ruam, peradangan, gatal atau perubahan kulit lainnya.

Beberapa kondisi kulit mungkin bersifat genetik, tetapi beberapa kebiasaan kurang sehat juga bisa menyebabkan kondisi kulit lainnya.

Beberapa perawatan penyakit kulit mungkin bisa dilakukan, seperti pemberian obat-obatan, krim atau salep, atau perubahan gaya hidup.

Apa itu Penyakit Kulit?

penyakit kulit
Foto: penyakit kulit

Foto Ilustrasi Penyakit Kulit (Orami Photo Stock)

Kulit adalah organ besar yang menutupi dan melindungi tubuh.

Kulit pun memiliki banyak fungsi, misalnya:

  • Menahan cairan dan mencegah dehidrasi.
  • Membantu kita merasakan sensasi, seperti suhu atau rasa sakit.
  • Menjauhkan atau melindungi dari bakteri, virus, dan penyebab infeksi lainnya.
  • Menstabilkan suhu tubuh.
  • Menyintesis (membuat) vitamin D sebagai respons terhadap paparan sinar matahari.

Nah, penyakit kulit mencakup kondisi yang menyumbat, mengiritasi, atau mengganggu kulit.

Seringkali, penyakit kulit menyebabkan ruam atau perubahan lain pada penampilan kulit.

Jenis Penyakit Kulit yang Paling Umum

Beberapa penyakit kulit tergolong ringan, namun ada juga yang menyebabkan gejala parah.

Beberapa penyakit kulit yang paling umum termasuk:

  • Jerawat, folikel kulit tersumbat yang menyebabkan minyak, bakteri dan penumpukan kulit mati di pori-pori.
  • Alopecia areata, kerontokan rambut di bagian-bagian kecil.
  • Dermatitis atopik (eksim), kulit kering dan gatal yang menyebabkan pembengkakan, pecah-pecah atau bersisik.
  • Psoriasis, kulit bersisik yang mungkin membengkak atau terasa panas.
  • Fenomena Raynaud, penurunan aliran darah secara berkala ke jari tangan, jari kaki, atau bagian tubuh lainnya, menyebabkan mati rasa atau perubahan warna kulit.
  • Rosacea, kemerahan, kulit tebal dan jerawat, biasanya di wajah.
  • Kanker kulit, pertumbuhan sel-sel kulit abnormal yang tidak terkendali.
  • Vitiligo, bercak kulit yang kehilangan pigmen.

Baca Juga: 10 Manfaat Shea Butter untuk Kesehatan Kulit, Bisa Mengembalikan Elastisitas Kulit

Jenis Penyakit Kulit yang Langka

penyakit kulit
Foto: penyakit kulit

Foto Ilustrasi Penyakit Kulit Langka (Orami Photo Stock)

Banyak penyakit kulit langka bersifat genetik, artinya Moms atau Dads mungkin mewarisinya dari orang tua.

Beberapa penyakit kulit langka antara lain:

  • Prurigo aktinik (AP), ruam gatal sebagai respons terhadap paparan sinar matahari.
  • Argyria, perubahan warna kulit karena penumpukan perak di tubuh.
  • Chromhidrosis, keringat berwarna.
  • Epidermolisis bulosa, kelainan jaringan ikat yang menyebabkan kulit rapuh sehingga mudah melepuh dan robek.
  • Ichthyosis harlequin, bercak atau pelat tebal dan keras pada kulit yang muncul saat lahir.
  • Iktiosis pipih, lapisan kulit seperti lilin yang mengelupas dalam beberapa minggu pertama kehidupan, memperlihatkan kulit merah bersisik.
  • Necrobiosis lipoidica, ruam pada tungkai bawah yang dapat berkembang menjadi bisul (luka).

Penyebab Penyakit Kulit

Faktor gaya hidup tertentu dapat menyebabkan perkembangan penyakit kulit.

Kondisi kesehatan yang mendasarinya juga memengaruhi kulit.

Nah, penyebab umum penyakit kulit meliputi:

  • Bakteri terperangkap di pori-pori atau folikel rambut.
  • Kondisi yang memengaruhi tiroid, ginjal, atau sistem kekebalan tubuh.
  • Kontak dengan pemicu lingkungan, seperti alergen atau kulit orang lain.
  • Genetika
  • Jamur atau parasit yang hidup di kulit.
  • Obat-obatan, seperti yang mengobati penyakit radang usus (IBD).
  • Virus.
  • Diabetes.
  • Paparan sinar matahari.

Baca Juga: 10 Tips Mudah Perawatan Kulit Bayi Baru Lahir, Bantu Cegah Iritasi Kulit!

Gejala Penyakit Kulit

penyakit kulit
Foto: penyakit kulit

Foto Ilustrasi Gejala Penyakit Kulit (Orami Photo Stock)

Gejalanya bisa bervariasi, tergantung pada kondisi apa yang dimiliki.

Perubahan kulit tidak selalu karena penyakit kulit.

Misalnya, Moms mungkin mengalami lecet karena memakai sepatu yang tidak pas.

Namun, ketika perubahan kulit muncul tanpa penyebab yang diketahui, itu mungkin terkait dengan kondisi yang mendasarinya.

Umumnya, penyakit kulit dapat menyebabkan:

  • Bercak kulit yang berubah warna (pigmentasi abnormal).
  • Kulit kering.
  • Luka terbuka, lesi atau borok.
  • Kulit mengelupas.
  • Ruam, mungkin disertai rasa gatal atau nyeri.
  • Benjolan berwarna merah, putih atau berisi nanah.
  • Kulit bersisik atau kasar.

Baca Juga: 6 Cara Perawatan Kulit Anak, agar Kulit Si Kecil Selalu Sehat dan Lembap

Cara Diagnosis Penyakit Kulit

Sering kali, dokter dan perawat dapat mendiagnosis penyakit kulit dengan memeriksa kulit secara visual.

Namun, jika mereka melihat kulit tidak memberikan jawaban yang jelas, penyedia dapat menggunakan tes seperti:

  • Biopsi, membuang sepotong kecil kulit untuk diperiksa di bawah mikroskop.
  • Kultur, mengambil sampel kulit untuk menguji bakteri, jamur atau virus.
  • Tes tempel kulit, menerapkan sejumlah kecil zat untuk menguji reaksi alergi.
  • Pemeriksaan sinar hitam (wood light test), menggunakan sinar ultraviolet (UV) untuk melihat pigmen kulit lebih jelas.
  • Diascopy, menekan slide mikroskop terhadap patch kulit untuk melihat apakah kulit berubah warna.
  • Dermoskopi, menggunakan perangkat genggam yang disebut dermatoskop untuk mendiagnosis lesi kulit.
  • Tes Tzanck, memeriksa cairan dari lepuh untuk memeriksa herpes simpleks atau herpes zoster.

Baca Juga: 5 Mitos Soal Kulit Wajah dan Tips Merawat Kulit Agar Selalu Sehat

Cara Mengobati Penyakit Kulit

Cara Mengobati Penyakit Kulit.jpg
Foto: Cara Mengobati Penyakit Kulit.jpg (Orami Photo Stock)

Foto Ilustrasi Krim Kulit (Orami Photo Stock)

Banyak penyakit kulit merespon dengan baik terhadap pengobatan.

Tergantung pada kondisinya, dokter kulit (dokter spesialis kulit) dapat merekomendasikan pengobatan seperti:

  • Antibiotik.
  • Antihistamin.
  • Pelapisan ulang kulit dengan laser.
  • Krim, salep atau gel obat.
  • Pelembap.
  • Obat oral (diminum).
  • Pil steroid, krim atau suntikan.
  • Prosedur operasi.

Moms juga dapat mengurangi gejala kondisi kulit dengan melakukan perubahan gaya hidup, seperti:

  • Hindari atau batasi makanan tertentu, seperti gula atau susu, jika petugas kesehatan menyarankannya.
  • Belajar mengelola stres.
  • Praktekkan kebersihan yang baik, termasuk perawatan kulit yang tepat.
  • Hindari penggunaan alkohol berlebihan dan merokok.

Cara Mencegah Penyakit Kulit

Beberapa penyakit kulit tidak dapat dicegah.

Misalnya yang disebabkan oleh genetik, karena tidak ada cara untuk mengubah genetika.

Ambil langkah-langkah untuk menghindari penyakit kulit menular.

Moms dapat mencegah penyakit kulit menular atau mengurangi gejalanya dengan cara, seperti:

  • Hindari berbagi peralatan, barang pribadi atau kosmetik.
  • Desinfeksi benda-benda yang digunakan di ruang publik, seperti peralatan olahraga.
  • Minum banyak air dan mengonsumsi makanan bergizi.
  • Batasi kontak dengan bahan iritan atau bahan kimia keras.
  • Tidur tujuh sampai delapan jam per malam.
  • Gunakan pelindung matahari untuk mencegah kulit terbakar dan kerusakan akibat sinar matahari lainnya.
  • Cuci tangan secara teratur dengan sabun dan air.

Baca Juga: 3 Perubahan Kulit Setelah Melahirkan

Itulah ulasan lengkap mengenai penyakit kulit.

Jika merasakan gejalanya, sebaiknya segera temui dokter sebelum gejalanya bertambah parah, ya!

  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21573-skin-diseases
  • https://www.healthline.com/health/skin-disorders
  • https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/ss/slideshow-common-adult-skin-problems
  • https://www.niams.nih.gov/health-topics/skin-diseases
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/316622

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.