21 Desember 2023

House of Raminten, Restoran Legendaris Autentik di Jogja

Kental unsur budaya dan tradisi Jawa

Saat berwisata di Jogja, jangan lupa mampir ke restoran legendaris bernama House of Raminten.

Saking populernya, restoran ini bisa dibilang setara dengan ikon kuliner dan wisata Jogja lainnya lho, Moms.

Salah satu alasannya adalah karena restoran ini mengusung konsep yang sangat unik.

Ditambah lagi ada aneka menu tradisional jawa yang tentunya sangat lezat dan otentik.

Mau tahu lebih lanjut tentang restoran House of Raminten? Yuk simak pembahasannya, Moms!

Baca juga: 8 Tempat Wisata Malioboro dan Sekitarnya, Wajib Dikunjungi

Sejarah dan Sosok di Balik House of Raminten

Sejarah dan Sosok di Balik House of Raminten
Foto: Sejarah dan Sosok di Balik House of Raminten (indozone.id)

Sebelum mengulik lebih lanjut isi dari restoran House of Raminten, Moms tentu penasaran, siapa sih Raminten itu?

Mengapa namanya dijadikan nama restoran legendaris ini?

Jawaban dari pertanyaan itu bisa Moms temukan ketika berkunjung ke restoran ini.

Saat melangkahkan kaki memasuki area dalam restoran, Moms akan menjumpai aneka perabotan antik bernilai seni dan sebuah patung.

Patung ikonik tersebut adalah patung wanita paruh baya yang memakai baju kebaya, bawahan kain jarik, dan sanggul rambut yang besar.

Ditambah seulas senyum yang memancarkan wibawa dan aura kecantikan luar biasa.

Patung tersebut adalah representasi dari Raminten, yakni pemilik restoran legendaris ini.

Sosok di balik restoran House of Raminten ini adalah Hamzah Sulaeman.

Ia adalah anak bungsu dari pendiri Grup Mirota, Hendro Sutikno (Tan Kiem Tik) dan Tini Yuniati (Nyoo Tien Nio).

Sebagai anak, Hamzah meneruskan usaha bisnis keluarga, yaitu restoran ini.

Namun, selain wujud tanggung jawab sebagai penerus, Hamzah memang memiliki ketertarikan tinggi terhadap kegiatan seni budaya tradisional.

Di dunia seni, Hamzah memulai karier sebagai pemain ketoptak komedi dan wayang orang.

Dari sinilah ia tercetus untuk memerankan sosok Raminten, perempuan Jawa paruh baya yang hobi menari dan nyinden.

Karakter Raminten ini pun sukses dibawakannya dalam acara televisi lokal yang berjudul Pengkolan.

Karena antusiasme masyarakat setempat akan karakter Raminten yang jenaka, karakter ini pun menjadi semakin popuer.

Hamzah akhirnya memiliki banyak langganan kegiatan pentas dan hiburan.

Karakter Raminten itulah yang juga menginspirasi Hamzah untuk membuka usaha.

Awalnya, usaha yang dibuka Hamzah adalah toko batik bernama Mirota Batik (sekarang Hamzah Batik) di Malioboro.

Lalu pada 2008, setelah puluhan tahun menekuni bisnis batik dan kegiatan seni budaya, Hamzah pun membuka usaha restoran.

Restoran yang dibukanya juga didasarkan pada karakter Raminten dan disematkan pula nama karakter itu dalam nama restorannya.

Tak ingin jauh-jauh dari nilai tradisional Jawa, restoran yang didirikan Hamzah ini juga memiliki konsep dan gaya tradisional Jawa-Jogja.

Meski bergaya restoran, tempat makan ini terkenal akan harganya yang terjangkau lho, Moms.

Baca juga: Wisata Taman Langit Pangalengan, Spot Kemah Hits di Bandung

House of Raminten bisa dibilang memiliki konsep yang berbeda dari restoran lain yang mungkin Moms...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb