Jalan-jalan

15 November 2021

Mengenal Sejarah Angkringan yang Jadi Tempat Makan Fenomenal

Siapa yang pertama kali membuat ide angkringan dan apa filosofinya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Merna
Disunting oleh Debora

Moms pernah makan di angkringan?

Angkringan menjadi tempat makan fenomenal yang populer di Yogyakarta.

Saking populernya, angkringan selalu menjadi daya tarik bagi para wisatawan asing dan mancanegara.

Kita bisa dengan mudah menjumpai pedagang angkringan yang berjualan di sepanjang jalanan setapak atau trotoar yang ada di Yogyakarta.

Konsep tempat makan ini dinilai unik dan sangat cocok dengan masyarakat Indonesia.

Hal inilah yang membuat angkringan tetap dikenal hingga sekarang.

Baca Juga: 11+ Menu dan Sate Angkringan, Wajib Dicoba!

Sejarah Angkringan

Cikal Bakal Angkringan

Foto: www.kompas.com

Jika menilik sejarah angkringan, tempat makan ini sebenarnya sudah lama ada dan menjadi budaya serta tradisi secara turun-temurun yang tak lekang oleh waktu.

Dilansir dari kompas.com, angkringan sudah ada sejak tahun 1930-an.

Meski populer di Yogyarakarta, tempat makan ini sebenarnya diciptakan oleh seorang laki-laki yang bernama Eyang Karso Dikromo dari Desa Ngerangan, Klaten.

Dirinya lebih akrab dipanggil dengan nama Jukut.

Awalnya, Eyang Karso Dikromo yang suka berganti-ganti profesi ini mulai tertarik dengan bisnis makanan.

Ketika ia berusia 15 tahun, Eyang Karso Dikromo pergi merantau ke daerah Solo.

Perantauannya ke Solo ini dikarenakan ingin merubah nasib.

Ayahnya meninggal dunia sehingga ia sebagai anak tertua harus menghidupi keluarganya.

Di Solo, Eyang Karso Dikromo bertemu dengan Mbah Wiryo.

Keduanya pun bekerjasama untuk membuat bisnis makanan yang nantinya akan dikenal sebagai cikal bakal angkringan.

Munculnya Ide Membuat Angkringan

Pedagang Angkringan Jaman Dulu

Foto: voi.id

Awalnya, angkringan bukanlah seperti apa yang kita saat ini.

Eyang Karso dan Mbah Wiryo membuat makanan terikan.

Terikan ini adalah makanan dari Jawa Tengah yang terbuat dari bahan dasar aneka protein yang dimasak dengan kuah kental.

Mereka berdua menjual makanan ini di malam hari karena pada masa itu belum banyak yang berjualan makanan saat malam hari.

Selama berjualan, Eyang Karso dan Mbah Wiryo ini perlahan menambah menu makanan dan minuman yang dijual.

Keduanya mendapat ide menjajakan minuman seperti wedang jahe, teh manis panas, kopi panas, hingga aneka minuman kesehatan tradisional lainnya yang bisa dikonsumsi untuk menghangatkan tubuh di malam hari.

Berhubung ada banyak orang yang mampir untuk menikmati minuman saja tanpa ingin menyantap terikan.

Eyang Karso dan Mbah Wirso pun memiliki ide untuk menyajikan menu jajanan atau camilan kampung.

Misalkan saja pisang rebus, pisang goreng, singkong goreng, ubi goreng, dan lain sebagainya.

Membuat hidangan istimewa kampung atau yang disingkat dengan nama HIK menjadikan angkringan mulai dikenal oleh masyarakat Jawa Tengah.

Baca Juga: 10 Makanan Khas Solo yang Enak Disantap dan Cocok Jadi Oleh-oleh

Asal Mula Nama Angkringan

Angkringan

Foto: angkringanmbahbejo.blogspot.com

Nama angkringan berasal bahasa Jawa, yaitu angkring yang artinya adalah alat dan tempat jualan makanan keliling.

Jadi pada masa awal berjualan, Eyang Karso dan Mbah Wirso memilih untuk menjajakan makanannya dengan menggunakan gerobak pikul.

Bentuk gerobak pikul merupakan sebuah gerobak yang di bagian kanan dan kirinya terdapat gerobak kecil dengan ukuran sedang yang bagian atasnya diberi sebuah pikulan dari bahan kayu.

Dengan adanya pikulan ini, maka pedagang bisa dengan mudah membawa barang dagangan mereka sambil berkeliling.

Seiring dengan berjalannya waktu, angkringan tak lagi dijual dengan cara dipikul, tetapi dijual dengan bentuk gerobak dengan dua roda disampingnya.

Hal ini terjadi pada sekitar tahun 1970-an.

Jadi, konon katanya seorang pedagang pernah kesandung dan ketumpahan air panas dari gerobak yang ia pikul.

Gerobak pikul pun beralih menjadi gerobak dorong pada tahun 1980-an hingga sekarang.

Selain bisa membuat keselamatan lebih aman, peralihan gerobak angkringan ini juga dilakukan supaya barang dagangan bisa lebih banyak dibawa dan nantinya orang-orang bisa dengan lebih leluasa untuk bersantap.

Baca Juga: 10+ Makanan Khas Jogja Paling Ikonik dengan Citarasa Pilihan

Mengapa Angkringan Lebih Populer di Yogyakarta?

Angkringan

Foto: kompas.com

Selama ini kita memang menganggap kalau angkringan asalnya dari Yogyakarta.

Namun, ada banyak perdebatan yang terjadi kalau sebenarnya konsep tempat makan ini berasal dari Solo karena kemunculan pertamanya ada di Solo.

Ada juga yang meyakini kalau angkringan asalnya dari Klaten karena orang yang pertama kali mempelopori angkringan asalnya dari Desa Ngerangan yang ada di Klaten.

Usut punya usut, ternyata ada alasan mengapa angkringan lebih populer di Yogyakarta dan menjadi ikon dari kota tersebut.

Pada tahun 1950-an tempat makan ini sudah menyebar ke seluruh daerah yang ada di Jawa Tengah, termasuk Yogyakarta.

Di Yogyakarta inilah pedagang angkring mengalami masa kejayaannya.

Hal ini dikarenakan kota Yogyakarta memiliki banyak pelajar mahasiswa yang sering mampir ke angkringan di malam hari untuk mengisi perut mereka sambil mengobrol.

Baca Juga: 23 Wisata Jogja Terhits yang Wajib Dikunjungi!

Selain mahasiswa, ada wisatawan juga yang paling sering mampir ke tempat makan ini.

Menu angkringan yang banyak dan harganya yang murah meriah menjadi alasan bagi mahasiswa dan wisawatan untuk datang ke sana.

Salah satu menu yang paling populer di sana adalah nasi kucing.

Nasi kucing adalah kuliner yang di dalamnya terdapat nasi dan lauk pauk.

Lauk pauknya bisa berupa orak tempe, telur balado, sambal goreng kentang ati, dan lain sebagainya.

Keunikan dari nasi kucing adalah ukurannya yang kecil sehingga mirip dengan porsi makanan kucing.

Biasanya orang akan membeli 2-3 nasi kuning untuk memenuhi porsi makan normal.

Tak hanya nasi kucing, ada beragam jenis sate yang juga menjadi makanan kesukaan yang banyak dicoba oleh pembeli.

Ada sate usus, telur puyuh, ati ampela, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Ini 13+ Tempat Wisata Solo yang Patut Dikunjungi Saat Liburan

Filosofi Angkringan

Angkringan

Foto: etnis.id

Angkringan sebenarnya memiliki filosofi unik yang bisa dikatakan menjadi salah satu alasan terbesar mengapa tempat makan ini hingga sekarang masih saja disukai oleh masyarakat Indonesia.

Tempat ini selalu yang menyajikan HIK ini dinilai sebagai tempat yang egaliter.

Egaliter bermakna kesetaraan derajat sosial seseorang dengan orang lain.

Jadi kalau kita lihat, siapa saja bisa menyantap makanan yang ada di tempat makan ini.

Pembeli yang datang tanpa membeda-bedakan strata sosial bisa menikmati makanan mereka sambil bebas mengobrol hingga larut malam meski tak saling kenal. Bahan obrolannya bisa beragam.

Mulai dari perbincangan mengenai sosial, ekonomi, hingga politik.

Coba saja Moms perhatikan saat berada di tempat makan ini, orang-orang pasti akan suka sekali mengobrol satu sama lain dan suasananya juga sangat akrab.

Faktor inilah yang membuat angkringan cocok didatangi oleh siapa saja.

Menjadi tempat makan yang legendaris dan sudah menjadi budaya khas masyarakat Jawa Tengah, Moms sendiri sudah pernah mampir ke angkringan belum?

Kalau sudah pernah, apa menu kesukaan Moms?

  • https://www.kompas.com/food/read/2020/09/01/210900375/sejarah-angkringan-dari-desa-ngerangan-klaten-kini-populer-di-yogyakarta?page=all
  • https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4629155/awal-mula-munculnya-angkringan-warung-nasi-kucing-dengan-harga-sangat-terjangkau
  • https://borobudurnews.com/asal-usul-angkringan-hingga-sego-kucing-dan-kopi-jos/
  • https://www.yukepo.com/hiburan/indonesiaku/bukan-sekedar-nasi-kucing-sejarah-angkringan-ini-memiliki-filosofi-mendalam-khas-jawa/
  • https://voi.id/memori/54642/menelusuri-sejarah-angkringan-hingga-asal-imej-surga-kuliner-murah-bagi-yogyakarta
  • https://food.detik.com/info-kuliner/d-4699385/sejarah-dan-fakta-unik-angkringan-kuliner-ndeso-yang-populer-hingga-kini
  • https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4629155/awal-mula-munculnya-angkringan-warung-nasi-kucing-dengan-harga-sangat-terjangkau#
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait