Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Kehamilan | Jan 17, 2018

Apa Risiko Naik Motor Saat Hamil? Ini 3 Tipsnya Agar Tetap Aman

Bagikan


Kalau kita perhatikan, sekarang ini banyak wanita yang memilih untuk bepergian menggunakan motor. Mengendarai motor memang praktis, karena bisa menghindari macet dan lebih cepat sampai ke tujuan.

Akan tetapi, bagaimana bila ibu hamil yang mengendarai motor? Apakah boleh dan tidak memiliki risiko? Yuk, simak uraian di bawah ini.

Risiko naik motor

Foto: pinterest.com

Mungkin menjadi pertanyaan banyak orang, apa saja risiko bila ibu hamil mengendarai atau dibonceng naik motor? Berikut di antaranya:

1. Kurang aman

Ketika ibu hamil naik motor, perangkat keamanan yang tersedia adalah hanya helm. Alat ini hanya untuk melindungi bagian kepala untuk antisipasi bila terjadi kecelakaan atau terjatuh. Namun, bagaimana dengan tubuh Moms? Bagaimana pula dengan janin yang ada di kandungan?

Patut kita akui bahwa pengamanan di kendaraan motor sangatlah minim. Motor tidak dilengkapi atau tidak ada pengamanan bagi tubuh. Motor tidak memiliki sabuk pengaman atau kantung udara seperti mobil.

Tentunya, akan sangat berbahaya bagi ibu maupun janin, bila terjadi hal yang tak diinginkan ketika mengendarai motor. Risiko terjatuh dari motor hingga terluka bisa terjadi pada ibu hamil, baik sebagai pengemudi maupun hanya dibonceng.

2. Kurang keseimbangan

Mengemudikan motor butuh keterampilan menyeimbangkan dengan baik. Pasalnya, bila motor melaju kurang seimbang atau tidak stabil, berisiko besar untuk terjatuh. Nah, ibu hamil mengalami penambahan beban pada tubuhnya. Tentunya hal itu mempengaruhi kemampuan keseimbangan dan stabilitasnya.

Ibu hamil juga bisanya tidak seimbang saat berjalan, ketidakstabilan tersebut makin bertambah saat berkendara di motor. Maka sangat berisiko saat ibu hamil mengendarai motor dan tidak mampu menguasai keseimbangan tubuhnya.

Baca juga: Kenapa Ibu Hamil Tidak Dianjurkan Tidur Telentang?

3. Risiko guncangan

Jalanan yang rusak atau sarana lalu lintas yang buruk tentu memengaruhi perjalanan seseorang ketika mengemudikan motor, begitupun bagi ibu hamil. Guncangan akan terjadi saat motor melintas di jalan yang rusak itu. Akibatnya, sangat berisiko bagi kondisi rahim. Bila kehamilan masih dalam rentang trimester pertama, berisiko fatal yaitu menimbulkan keguguran. Selain melalui jalanan rusak, pengereman yang mendadak juga dapat menimbulkan guncangan yang keras.

Tips aman naik motor

Foto: pinterest.com

Pada situasi tertentu, ibu hamil mau tak mau harus mengendarai motor. Lalu, bagaimana caranya agar tetap aman naik motor?

1. Perhatikan kecepatan motor

Pastikan ibu hamil mengendarai motor dengan kecepatan rendah atau pelan-pelan. Tak perlu buru-buru dan mengebut. Dengan melaju pelan dan berhati-hati, bahaya yang mungkin terjadi bisa diantisipasi.

2. Perhatikan posisi duduk

Keselamatan berkendara motor setidaknya dipengaruhi oleh keamanan dan kenyamanan saat mengemudi. Karena itu, pastikan ibu hamil duduk dengan nyaman. Sebaiknya hindari posisi duduk menyamping bila hendak dibonceng. Pasalnya, keseimbangan motor bisa berkurang.

Baca juga: Menyetir Saat Hamil? Ini yang Perlu Moms Tahu

3. Hindari jalan berlubang

Hindari jalanan yang rusak berlubang karena bisa menimbulkan guncangan yang keras pada bagian perut Moms. Bila tak ada pilihan lain, lalui jalanan rusak itu dengan pelan dan hati-hati. Tentu akan lebih aman bila memilih jalan yang bagus dan mulus.

Selalu hati-hati dalam berkendara ya, Moms!

(HIL)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.