24 November 2023

Mengenal 3 Rumah Adat Sulawesi Tengah dan Keunikannya

Tidak hanya kaya akan flora dan faunanya saja
  • Struktur Bangunan Rumah Adat Lobo

Struktur dan pembagian bangunan dari rumah adat Lobo ini diatur semaksimal mungkin agar bisa menyesuaikan dengan fungsinya yang serbaguna.

Bangunan ini dibuat memiliki zonasi vertikal yang dibagi menjadi 3 bagian berbeda.

Bagian bawah atau disebut juga sebagai dalika pada posisi tengah bangunan digunakan untuk masyarakat umum duduk dan mengatur makan dan minum.

Kemudian, di atas dalika terdapat tempat yang disebut sebagai kanavari atau tempat bagi para bangsawan untuk duduk.

Lalu bagian terakhir yang terdapat pada rumah adat Lobo adalah sebuah dapur mini yang disebut juga sebagai puavhua.

Rumah adat Sulawesi Tengah ini dibangun dengan menggunakan tumpuan yang terbuat dari kayu bolanoa yang bundar dan ditumpuk secara melintang.

Susunan kayu tersebut menentukan keseimbangan dari bangunan.

Lalu pada setiap pertemuan antara kayu akan diikat kuat dengan menggunakan tali rotan untuk memastikan agar bangunan tidak bergerak.

Baca Juga: 10+ Manfaat Sunscreen, Bukan Cuma Melindungi Kulit dari Matahari!

  • Keunikan Rumah Lobo Khas Sulawesi Tengah

Setiap rumah adat tentu mempunyai keunikannya masing-masing, sama halnya juga dengan rumah adat Lobo khas Sulawesi Tengah ini.

Seperti yang sudah disebutkan secara singkat di atas, rumah adat ini seringkali digunakan sebagai tempat untuk melakukan balai rapat dari tetua adat.

3. Rumah Souraja

Rumah Adat Souraja
Foto: Rumah Adat Souraja (Pinterest.com)

Rumah Souraja merupakan salah satu warisan budaya rumah adat Suku Kaili Sulawesi Tengah.

Rumah Souraja adalah rumah panggung seluas 368 meter persegi yang konstruksinya terbuat dari kayu.

Rumah Souraja disebut juga dengan Banua Oge atau Banua Mbaso dan didirikan oleh Raja Palu Jodjokodi sekitar tahun 1892, dengan tujuan sebagai tempat tinggal keluarga raja.

  • Struktur Bangunan Rumah Souraja

Rumah adat Sulawesi Tengah Souraja ini merupakan bangunan panggung yang memanfaatkan kayu sebagai konstruksi utamanya.

Lengkap juga dengan paduan arsitektur Bugis dan Kaili.

Rumah adat ini memiliki luas keseluruhan sebesar 32 x 11.5 meter dan mempunyai tiang sebanyak 28 buah pada bangunan induknya.

Bangunan induk dari rumah Souraja ini juga terbagi menjadi 4 bagian, yaitu:

  1. Gandaria atau serambi sebagai ruang tunggu untuk tamu.
  2. Lonta Karavana atau ruang depan berfungsi sebagai tempat menerima tamu untuk kaum laki dalam pelaksanaan upacara adat.
  3. Lonta Tatangana atau ruang tengah sebagai tempat musyawarah bagi raja dan tokoh adat lainnya.
  4. Lonta Rarana atau ruang belakang dimanfaatkan sebagai tempat makan bagi Raja dan keluarganya.
  • Keunikan Rumah Souraja Sulawesi Tengah

Rumah Souraja memiliki atap yang berbentuk seperti piramida segitiga.

Pada bagian depan dan belakang dari atap tersebut akan ditutup dengan papan yang dihiasi dengan ukiran yang disebut sebagai panapiri.

Kemudian, pada ujung bubungan bagian depan dan belakang juga akan diletakkan mahkota yang mempunyai ukiran atau disebut sebagai bangko.
Baca Juga: 8 Cara Setting YouTube untuk Anak untuk Batasi Tontonannya

Itu dia Moms tiga macam rumah adat Sulawesi Tengah yang mungkin belum Moms ketahui. Semoga dapat menambah informasi, ya!

  • https://jadesta.kemenparekraf.go.id/atraksi/rumah_adat_kabasaloan_lampa
  • https://pariwisataindonesia.id/ragam/3-rumah-adat-dari-sulawesi-tengah/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb