Kesehatan

1 Juni 2021

10 Rekomendasi Produk Salep Kurap Ini, Dijamin Ampuh!

Ampuh usir kurap hingga ke akar
placeholder

Foto: shutterstock.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Karla Farhana

Kurap merupakan salah satu penyakit kulit yang mengganggu serta membuat tidak percaya diri. Umumnya penyakit ini diobati dengan salep kurap.

Melansir Skinmed Journal, kurap (tinea corporis) adalah infeksi jamur yang menyerang lapisan atas kulit. Ini disebabkan oleh dermatofita, sekelompok jamur yang menginfeksi lapisan paling atas kulit dan bertanggung jawab atas banyak infeksi kulit jamur serupa.

Kurap menular dan dapat ditularkan melalui kontak dekat dengan orang yang terinfeksi atau benda yang terinfeksi seperti seprai, sisir atau handuk. Itu dapat terjadi di mana saja di tubuh, seperti batang tubuh, lengan, kaki dan kepala.

Pengobatan kurap tergantung pada lokasinya di tubuh dan seberapa serius infeksinya. Beberapa bentuk kurap dapat diobati tidak menggunakan resep, tetapi bentuk kurap lainnya membutuhkan pengobatan dengan resep obat antijamur.

Jika Moms memiliki kurap yang masih ringan, Moms bisa menggunakan salep tanpa resep dokter.

Namun, Moms harus perhatikan kandungan di dalamnya, karena salah memilih dapat menyebabkan kulit alergi.

Agar tidak salah memilih salep kurap, yuk simak rekomendasi produk salep kurap di bawah ini.

Baca Juga: Apa Perbedaan Kadas, Kurap, Kudis, dan Panu? Jangan Tertukar ya!

Rekomendasi Produk Salep Kurap

Kurap biasanya diobati dengan produk antijamur yang mudah dioleskan dalam salep.

Salep kurap mengobati akar penyebab infeksi kurap. Kebanyakan produk salep kurap bisa dibeli tanpa resep dokter dan mudah diaplkasikan

1. Kalpanax Krim (Rp13.000)

Kalpanax Krim.jpg

Salep kurap yang pertama adalah kalpanax krim.

Kalpanax krim dapat mengatasi infeksi kulit akibat jamur, seperti kurap, panu, dan kutu air.

Salep ini mengandung bahan utama, yaitu miconazole nitrate yang bekerja dengan mencegah perkembangan jamur pada kulit. Bahan lainnya seperti asam benzoat, asam salisilat, dan sulfur dapat mengurangi rasa gatal akibat jamur.

Kalpanax krim bisa dibeli tanpa menggunakan resep dokter.

Jika Moms mengalami indikasi hipersensitif atau alergi hindari penggunaan produk ini ya, karena bisa memberika efek samping yang cukup serius.

2. Salep Canesten (Rp40.000)

Canesten.jpg

Canesten mengandung clotrimazole yang digunakan untuk membantuk mengobati infeksi kulit, seperti kurap, gatal, ruam popok, kutu air, dan kandidiasis.

Salep kurap ini juga bisa mengobati panu, infeksi jamur yang menyebabkan penggelapan kulit leher, dada, lengan, atau kaki.

Kandungan clotrimazole merupakan golongan obat antijamur yang bekerja dengan mencegah pertumbuhan jamur.

Jika Moms sedang hamil atau menyusui, sebelum memakai obat ini konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, ya, Moms.

3. Thecort (Rp80.000)

Thecort.jpg

Salep kurap selanjutnya adalah Thecort.

Produk ini mengandung miconazole dan hydrocortisone yang dapat mengobati infeksi kulit seperti panu, kadas, kurap, gatal-gatal dan infeksi akibat pertumbuhan jamur pada kulit.

Thecort juga dapat membantu mengobati infeksi jamur yang menyebabkan perubahan warna, penggelapan kulit leher, dada, lengan atau kaki.

Salep kurap ini bekerja dengan mencegah pertumbuhan jamur pada kulit dan membantu mengobati gejala berupa peradangan yang disebabkan pertumbuhan jamur.

Moms hati-hati ya, produk ini termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter.

Baca Juga: Cara Mengobati Kurap pada Kulit Anak

4. Mycoral (Rp13.200)

Mycoral.jpg

Mycoral merupakan obat anti jamu sistemik yang digunakan untuk mengobati kurap di kulit.

Produk ini juga berperan sebagai anti jamur pada kulit dan selaput mukosa, infeksi dermatofita pada kulit atau kuku tangan, dan kandidiasis.

Kandungan ketoconazole bekerja terutama dengan menghambat enzim sitokrom. Enzim ini berperan dalam jalur biosintesis sterol yang mengarah dari lanosterol ke ergosterol.

Moms jangan gunakan salep ini pada mata, dan ketika sedang hamil maupun menyusui, ya.

5. Fungiderm (Rp 23.400)

Fungiderm.jpg

Fungiderm bermanfaat untuk mengobati infeksi jamur di kulit dan kuku. Beberapa penyakit yang bisa diatasi dengan salep ini, yaitu kutu air, kurap, panu, kadas, dan infeksi jamur pada kuku.

Produk ini mengandung bahan aktif clotrimazole. Clotrimazole bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan jamur.

Jangan menggunakan salep panu ini jika Moms memiliki alergi terhadap clotrimazole, serta obat anti jamur golongan azole, ketoconazole, atau miconazole.

Cara penggunaanya dengan mengoleskan salep ini pada area yang terkena kurap 2-3 kali sehari selama 10-14 hari secara teratur.

6. Terbinafine (Rp52.400)

Terbinafine.jpg

Salep kurap ini mampu mengobati infeksi jamur pada kuku, kulit, dan kulit kepala. Terbinafine direkomendasikan sebagai salep yang mengobati kutu air, panu, dan kurap.

Terbinafine juga digunakan untuk mengobati infeksi jamur di folikel rambut kulit kepala pada anak-anak yang berusia minimal 4 tahun.

Terbinafine bekerja dengan cara mengganggu pembentukan sterol, yang berperan penting untuk menjaga keutuhkan membran sel jamur. Dengan begitu, dinding sel akan melemah dan jamur akan mati.

Moms cukup oleskan sebanyak 1–2 kali sehari pada bagian yang terinfeksi.

Baca Juga: Kandidiasis, Jamur Vagina yang Pengaruhi Kesuburan?

7. Neo Ultrasiline (Rp 10.495)

Neo Ultrasiline.jpg

Produk ini merupakan obat anti jamur yang digunakan terutama kandidiasis dan pitiriasis versicolor.

Neo ultrasiline cream mengandung zat aktif clotrimazole. Cara kerja kandungan ini adalah berikatan dengan fosfolipid dalam membran sel yang mengubah permeabilitas dinding sel dan menghambat pertumbuhan jamur.

Oleskan Neo Ultrasiline krim, sebanyak 2-3 kali sehari selama 2-4 minggu.

Jika Moms mengidap hipersensitif, sebelum menggunakan salep ini ada baiknya konsultasikan terlebih dahulu ke dokter, ya.

8. Daktarin (Rp 34.800)

Daktarin.jpg

Daktarin mengandung zat aktif Miconazole Nitrate 2%. Zat ini bekerja dengan menghancurkan bakteri dan jamur penyebab infeksi.

Maka dari itu, salep ini bisa mengatasi penyakit infeksi kulit, seperti kurap.

Daktarin juga bisa digunakan untuk mengobati infeksi kulit yang disebabkan oleh tinea capitis di kulit kepala, leher, hingga badan.

Kandungan lainnya yang ada di salep ini adalah miconazole. Kandungan ini berfungsi untuk mengatasi mikosisi dengan infeksi sekunder bakteri, seperti ruam popok.

Moms cukup oleskan 2 kali sehari pada area yang terinfeksi selama 2-6 minggu.

9. Qumixin Rugao (Rp13.000)

Qumixin Rugao.jpg

Salep kurap ini dipercaya ampuh mengatasi infeksi jamur. Selain itu Qumixin Rugao juga dapat mengobati gatal-gatal, alergi, dan biang keringat.

Kelebihan lainnya adalah produk ini dapat mengurangi jerawat hingga menghilangkan bekas jerawat, lho Moms.

Cara menggunakannya cukup mudah, yaitu oleskan 2-3 kali sehari pada area kulit yang terinfeksi.

Baca Juga: Infeksi Jamur pada Puting saat Menyusui, Bagaimana Mengatasinya?

10. Salep 88 ( Rp10.200)

Salep 88.jpg

Salep kulit 88 mengandung salicylic acid, benzoic acid dan sulfur praecipitatum. Salep ini digunakan untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh jamur serta infeksi bakteri ringan seperti panu, kudis, kurap dan kutu air.

Produk ini dapat meringankan rasa gatal yang timbul sekaligus membasmi jamur dan bakteri yang menginfeksi.

Salep kulit 88 juga melindungi bagian kulit yang terkena infeksi dari kotoran dan air.

Produk ini sangat cocok digunakan untuk beraktivitas di daerah tropis dan kondisi yang basah & lembab.

Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Penyakit Kutu Air

Itu dia Moms rekomendasi produk salep kurap yang dapat Moms coba. Produk salep kurap di atas juga dapat ditemukan di apotik, jadi Moms tidak perlu susah-susah mencari.

https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16282753/

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait