26 Maret 2019

Satu Hal Ini Sering Terlupakan Saat Melakukan Tes Kesuburan

Tahukah Moms, hal apa yang sering terlupakan saat melakukan tes kesuburan?

Setelah lebih dari setahun menjalani program hamil, Moms tidak juga menunjukkan tanda-tanda kesuburan. Padahal, Moms dan Dads masih termasuk dalam kategori usia subur.

Bila sudah begitu, langkah yang perlu Moms dan Dads lakukan selanjutnya adalah berkonsultasi dengan dokter kandungan.

Pada tahap ini, biasanya dokter akan meminta Moms melakukan tes kesuburan.

Namun, Moms perlu tahu bahwa ada hal yang seringkali terlupakan saat tes kesuburan: Dads tidak melakukan tes kesuburan.

Kenapa Pria Harus Tes Kesuburan Juga?

26922292 ml
Foto: 26922292 ml

Foto: capertoninfertility.com

Saat membicarakan kesuburan, umumnya perhatian pasangan maupun dokter tertuju pada pihak perempuan saja.

Satu hal yang terlupa saat tes kesuburan adalah meminta suami melakukan tes kesuburan juga. Sebab penyebab pasangan susah punya anak tidak selalu berasal dari sisi perempuan.

Dalam situs Mayo Clinic disebutkan bahwa sekitar 15 persen pasangan di dunia mengalami masalah infertilitas sehingga sulit punya anak.

Dari jumlah tersebut, sebanyak sepertiganya disebabkan oleh infertilitas pada pria.

Menurut Melissa Esposito, M.D., ahli endokrinologi reproduksi bersertifikat di Shady Grove Fertility Center di Washington, D.C. seorang pria disebut mengalami masalah infertilitas bila saluran reproduksi dan spermanya memiliki kemampuan terbatas dalam menyebabkan kehamilan.

Baca Juga: 5 Masalah Kesehatan yang Paling Sering Membuat Perempuan Susah Hamil

Faktor Infertilitas Pria

infertile couple
Foto: infertile couple

Foto: fertilityarticles.com

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan Dads memiliki masalah infertilitas, Moms, di antaranya:

  • Varikokel, yaitu pembengkakan pada pembuluh darah vena dalam skrotum. Kondisi ini menyebabkan suhu di sekitar organ reproduksi pria meningkat sehingga mengganggu produksi sperma dan kesuburannya.
  • Penyumbatan di salah bagian sistem reproduksi pria yang mendukung pelepasan sperma, seperti epididimis, dapat menyebabkan infertilitas.
  • Masalah pada sperma, seperti produksi sperma rendah atau bentuk sperma tidak normal.
  • Konsumsi obat-obatan, seperti steroid anabolik, obat antihipertensi, antidepresan, obat kanker, dan terapi hormon diyakini berperan dalam menyebabkan infertilitas pada pria.
  • Gangguan ejakulasi, seperti impotensi atau ejakulasi retrograd (ejakulasi kering) yang menghambat sperma mencapai sel telur.
  • Gangguan imunologi, seperti gangguan endokrin atau antibodi antisperma yang mencegah sperma menembus sel telur di saluran genital perempuan.

Baca Juga: 9 Kebiasaan yang Dapat Mengganggu Kesuburan Pria

Ira Sharlip, MD, guru besar urologi klinis di University of California, Fakultas Kedokteran San Francisco mengatakan, infertilitas pada pria seringkali tidak menimbulkan gejala.

Jika ini yang terjadi, Dads pun kemungkinan tidak menyadari bahwa ia memiliki gangguan kesuburan.

Tes kesuburan pada pria biasanya dilakukan dengan cara menganalisis sperma. Dads akan diminta untuk memberikan sampel sperma yang kemudian akan dites di laboratorium.

Tes juga meliputi volume ejakulasi, konsentrasi sperma, motilitas (seberapa baik pergerakan) sperma, morfologi (ukuran dan bentuk) sperma.

Baca Juga: Hati-hati! Ini 3 Jenis Makanan yang Dapat Mengancam Kesuburan

Itulah hal yang sering terlupakan saat melakukan tes kesuburan. Jadi, jangan dari satu sisi saja, ya, Moms.

(AN)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.