Karier & Keuangan

8 Maret 2021

Segala Hal Tentang Zakat Mal, Sudah Tahu Moms?

Zakat adalah salah satu rukun Islam yang menjadi pondasi kokoh untuk iman seseorang
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Lolita
Disunting oleh Amelia Puteri

Zakat, termasuk zakat mal, adalah salah satu rukun Islam yang menjadi pondasi kokoh untuk iman seseorang.

Sebagai muslim yang baik dan taat, tentu kita diajarkan untuk mengamalkan rukun Islam dalam kehidupan di dunia. Bahkan amalan rukun Islam ini tercantum dalam hadist riwayat Bukhari (HR Bukhari).

"Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra., ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Islam dibangun atas lima: Bersaksi bahwasanya tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji, dan puasa ramadhan." (HR. Bukhari).

Baca Juga: Tata Cara Membayar Zakat Fitrah Menurut Ajaran Islam

Zakat merupakan rukun Islam yang wajib dilakukan bagi mereka yang mampu dan memenuhi syarat.

Dengan berzakat, tak hanya sebagai cara untuk menyalurkan rezeki bagi mereka yang membutuhkan, namun juga untuk membersihkan harta.

Hal ini pun dijelaskan dalam Alquran Surat At-Taubah ayat 103 yang menjelaskan bahwa," Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. At-Taubah: 103).

Jika Moms ingin mencari tahu lebih jelas tentang zakat mal, simak penjelasannya lebih lanjut berikut ini.

Pengertian, Jenis dan Syarat Zakat Mal

zakat mal

Foto: Orami Photo Stocks

Ada dua jenis zakat dalam Islam yakni zakat fitrah dan zakat mal.

Melansir dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), mal atau maal berasal dari bahasa Arab yang berarti harta atau kekayaan yang diinginkan manusia untuk disimpan atau dimiliki.

Agar Moms lebih paham mengenai pengertian hingga syarat zakat mal, berikut penjelasannya.

1. Pengertian Zakat Mal

Sementara itu, menurut Islam, harta adalah sesuatu yang boleh dimiliki dan dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan.

Zakat mal berarti segala jenis harta yang cara mendapatkannya secara substansi maupun zat, tidak bertentangan dengan ketentuan agama.

Contoh zakat mal ialah kekayaan yang disimpan dalam bentuk uang, emas, surat berharga, penghasilan profesi, aset perdagangan, hasil barang tambang, hasil laut, hasil sewa aset dan lainnya.

Baca Juga: Gaya Mengatur Keuangan Berdasarkan Zodiak Anda

2. Jenis-jenis Zakat Mal

Zakat mal terbagi menjadi beberapa jenis. Dalam kitab Fiqh uz-Zakah oleh Syaikh Dr. Yusuf Al-Qardhawi, dijelaskan bahwa zakat mal meliputi:

  • Zakat simpanan emas, perak, dan barang berharga lainnya;
  • Zakat atas aset perdagangan;
  • Zakat atas hewan ternak;
  • Zakat atas hasil pertanian;
  • Zakat atas hasil olahan tanaman dan hewan;
  • Zakat atas hasil tambang dan tangkapan laut;
  • Zakat atas hasil penyewaan aset;
  • Zakat atas hasil jasa profesi;
  • Zakat atas hasil saham dan obligasi.

Hal serupa juga diuraikan dalam UU No 23 Tahun 2011, mengenai jenis-jenis zakat mal termasuk di antaranya:

  • Emas, perak, dan logam mulia lainnya;
  • Uang dan surat berharga lainnya;
  • Perniagaan;
  • Pertanian, perkebunan, dan kehutanan;
  • Peternakan dan perikanan
  • Pertambangan;
  • Perindustrian;
  • Pendapatan dan jasa; dan
  • Rikaz.

3. Syarat Zakat Mal

Setelah mengetahui jenis-jenis zakat mal, kini Moms juga haru paham apa saja syarat seseorang wajib menunaikan zakat mal. Adapun syarat harta yang wajib dibayarkan zakat mal ialah:

  • Kepemilikan penuh
  • Harta halal dan diperoleh secara halal
  • Harta yang dapat berkembang atau diproduktifkan (dimanfaatkan)
  • Mencukupi nishab
  • Bebas dari utang
  • Mencapai haul
  • Atau dapat ditunaikan saat panen

Baca Juga: Bagaimana Cara Membicarakan Keuangan dengan Pasangan?

Cara Menghitung Zakat Mal

zakat mal

Foto: Orami Photo Stocks

Nah, setelah memahami pengertian, jenis, hingga memenuhi syarat wajib membayar zakat mal, langkah berikutnya ialah menghitung jumlah atau besaran uang yang harus dibayarkan untuk zakat mal.

Namun, terlebih dahulu Moms harus mengetahui berapa nishab zakat mal?

Menurut BAZNAS, nishab zakat mal sebesar 85 gram emas per tahun dengan kadar zakat penghasilan senilai 2,5 %. Sehingga, rumus zakat mal ialah 2,5% x jumlah harta yang dimiliki selama 1 tahun.

Contoh:

Ibu A memiliki harta yang tersimpan selama setahun berupa emas, perak, atau uang senilai Rp 100 juta.

Apabila harga emas saat ini mengikuti harga Buy Back ialah Rp 971 ribu/gram, maka nishab zakat dari harta tersebut adalah Rp 82.535.000,-.

Dengan demikian, ibu A wajib menunaikan zakat. Lalu, zakat yang wajib dibayarkan oleh ibu A ialah:

2,5 % x Rp 100 juta= Rp 2,5 juta

Secara garis besar, cara menghitung zakat mal disesuaikan dengan harga emas setiap terbaru setiap tahunnya.

Moms bisa menyalurkan zakat ini ke lembaga penyalur zakat yang terpercaya seperti BAZNAS, kitabisa.com, Dompet Dhuafa, dan e-commerce lainnya.

Baca Juga: 3 Financial Planner yang Rajin Sharing tentang Keuangan Keluarga

Golongan yang Berhak Menerima Zakat Mal

zakat mal

Foto: Orami Photo Stocks

Setelah menunaikan zakat, maka zakat tersebut akan diberikan kepada delapan golongan yang berhak menerima zakat mal dan zakat fitrah.

Penerima zakat pun tidak boleh sembarangan atau salah sasaran. Hal tersebut dijelaskan dalam Alquran Q.S At-Taubah ayat 60:

"Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mualaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." Berikut ini daftar delapan golongan penerima zakat.

1. Fakir (Al-Fuqara)

Fakir adalah golongan yang diutamakan untuk memperoleh zakat. Fakir berarti orang yang tidak memiliki harta, bahkan kesulitan dan tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan pokok dalam hidupnya.

2. Miskin (Al-Masakin)

Golong miskin adalah mereka yang penghasilannya tidak bisa memenuhi kebutuhan dasar.

Menurut sejumlah ulama, kelompok miskin masuk dalam kategori kaum yang status ekonominya buruk dan tidak memiliki aset untuk mencapai bahkan suplus dari nishab.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Aplikasi Pengatur Keuangan Keluarga

3. Budak (Fir-Riqab)

Zakat ini diberikan untuk membantu umat Islam agar bisa terbebas dari perbudakan.

Sebab, hingga kini masih banyak umat muslim yang tinggal di negara-negara miskin dan terpaskan menderita perbudakan ekonomi oleh tuan tanah ataupun perusahaan dengan mengeksploitasi sumber daya alam dan manusia.

4. Orang yang Terlilit Utang (Al-Gharimin)

Gharimin dijelaskan sebagai orang yang terlilit utang untuk mencukupi kebutuhan pribadi dan sosial. Namun, hal ini tidak berlaku bagi mereka yang berhutang untuk perbuatan maksiat.

Contoh dari golongan yang telilit hutang ini ialah memberikan bantuan untuk renovasi masjid dan sekolah.

Mereka yang termasuk dalam golongan inilah penerima zakat yang tidak punya cukup uang untuk membiayai kebutuhan dasar dan tidak bisa membayar utang.

5. Mualaf (Al-Mu'allafat-Qulubuhum)

Mualaf juga termasuk dalam golongan penerima zakat. Hal ini dilakukan sebagai cara untuk membantu menguatkan iman dan takwa bagi para mualaf.

Selain itu, zakat tersebut juga diberikan sebagai salah satu cara menunjukkan solidaritas kepada sesama muslim.

6. Fisabilillah

Fisabilillah adalah sekelompok orang yang sedang berjuang di jalan Allah untuk menegakkan Islam demi tujuan yang benar.

Salah satu golongan yang termasuk dalam Fisabilillah ialah orang-orang yang berdakwah maupun individu yanng menybarkan dan menyiarkan ajaran Islam di daerah terpencil.

Baca Juga: 9 Larangan Saat Haid Menurut Islam dan Kesehatan, Wajib Tahu!

7. Musafir (Ibnas-Sabil)

Musafir merupakan mereka yang meninggalkan atau sedang berada jauh dari rumah karena suatu kegiatan yang tidak memiliki cukup uang untuk kembali ke rumah atau meneruskan perjalanan.

Salah satu contoh musafir yang mendapatkan zakat mal ialah para pengungsi.

8. Amil Zakat (Al-'Amilina 'Alayha)

Amil zakat ialah petugas yang mengumpulkan, mengelola, menjaga, dan membagikan zakat kepada ketujuh golongan lainnya. Para petugas ini juga berhak menapatkan zakat.

Itulah pengertian, jenis, syarat, hingga cara menghitung zakat mal yang baik dan benar. Apabila Moms memiliki pertanyaan seputar zakat mal bisa langsung mengonsultasikan hal itu kepada ulama setempat atau bertanya langsung ke BAZNAS melalui sosial media.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait