04 April 2024

Mengenal Septic Tank: Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya

Kenali kegunaan dari septic tank

1. Melebihi Batas Normal

Setiap tangki tentu memiliki batas normal.

Jika penampungan sudah melebihi batas normal, inilah yang disebut tangki septik penuh.

Apabila tangki sudah memenuhi batas normal, akan berisiko air limbah yang bermasalah.

Baca Juga: Cara Mencuci Baju untuk Menghindari Kontaminasi COVID-19

2. Adanya Penumpukan Lumpur

Penumpukan lumpur adalah masalah yang kerap dijumpai bagi yang memiliki septic tank.

Lumpur yang menumpuk dan terjebak dalam saluran berisiko mampet.

Jadi, lumpur harus dibuang untuk memudahkan air limbah mengalir ke daerah drainase.

3. Over Filled Tank atau Tangki Penuh

Kondisi tangki yang berhenti menerima air, sudah dipastikan tangki dalam keadaan terlalu penuh.

Jika tangki berhenti menerima air limbah, maka air kembali naik ke permukaan dan menyebabkan air meluap atau meluber.

Baca Juga: 10+ Manfaat Bermain Bulu Tangkis, Mau Mencoba?

Septic Tank Harus Ada Lubang Udara

Ilustrasi Septic Tank
Foto: Ilustrasi Septic Tank (Pexels.com/Tom Fisk)

Saat kosong, tangki septik hanya berisikan udara.

Jika tidak ada lubang udara, udara terperangkap di dalam tangki.

Lalu, jika tangki terisi limbah dan limpasan air, udara perlu mengalir ke suatu tempat.

Apabila tidak ada tempat mengalir bagi udara, maka tekanan yang ditimbulkan akan menghentikan aliran limbah.

Inilah mengapa ventilasi yang tepat pada tangki sangat penting, ya!

Semua gas dan udara yang ada di dalam tangki harus dibuang.

Hal ini juga memungkinkan untuk menghilangkan bau apabila tidak memiliki lubang udara atau ventilasi yang baik.

Baca Juga: Menengok Indahnya Arsitektur dan Filosofi Rumah Adat Joglo

Septic Tank Konvensional

Ilustrasi Septic Tank Konvensional
Foto: Ilustrasi Septic Tank Konvensional (Pca.state.mn.us)

Simak cara kerja septic tank konvensional berikut ini:

  1. Semua air akan mengalir keluar dari rumah melalui 1 pipa drainase utama ke septic tank.
  2. Tangki septik berfungsi menahan air limbah yang lama untuk kemudian limbah menjadi padatan dan mengendap di dasar, lalu membentuk lumpur.
  3. Sementara, minyak dan lemak mengapung ke atas dalam bentuk buih. Umumnya, septic tank berbentuk T untuk mencegah buih dan lumpur mengalir ke saluran pembuangan.
  4. Air limbah cair (efluen) kemudian keluar dari tangki ke saluran pembuangan atau drainfield.
  5. Drainfield adalah galian dangkal, tertutup yang dibuat di tanah tak jenuh.
  6. Air limbah yang sudah diolah sebelumnya dibuang melalui pipa yang membuat air limbah tersaring melalui tanah.
  7. Tanah menerima, mengolah, dan menyebarkan air limbah yang akhirnya dibuang ke air tanah.
  8. Jika saluran kelebihan beban dan terlalu banyak cairan, akan berisiko banjir.
  9. Proses terakhir, air limbah meresap ke dalam tanah dan menghilangkan bakteri coliform dan virus berbahaya.

Sebagai informasi, bakteri coliform bisa masuk ke dalam usus manusia atau hewan berdarah panas.

Jika sudah masuk ke usus manusia, maka sudah terjadi kontaminasi tinja.

Nah, jadi septic tank yang benar mencegah penyakit sekaligus menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan.

Itu dia informasi seputar septic tank, semoga bermanfaat!

  • https://www.epa.gov/septic/how-septic-systems-work
  • https://www.dtox.org/blog/what-is-a-septic-tank-and-how-does-it-work
  • https://www.dtox.org/blog/7-signs-your-septic-tank-is-full-needs-to-be-emptied
  • https://www.nexgenseptics.com/why-proper-ventilation-is-important-for-septic-systems/
  • https://www.wrenvironmental.com/septic-tank-vent-faqs/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb