14 September 2023

Sinopsis Buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat, Unik!

Belajar mengabaikan hal-hal yang tidak penting

Buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat bisa menjadi salah satu bacaan yang cocok mengisi akhir pekan Moms.

Meski judulnya terkesan nyeleneh atau tidak serius, siapa sangka bahwa ceritanya mengandung banyak hikmah yang bisa dipetik.

Novel ini cocok untuk Moms yang ingin belajar lebih menerima setiap kesulitan yang datang.

Penasaran dengan isi ceritanya? Simak sinopsis selengkapnya, yuk!

Baca Juga: Ternyata Ini Dia 18 Manfaat Menjadi Orang Humoris, Moms

Informasi Buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat

Buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat
Foto: Buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat (Grasindo.id)

Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat adalah novel karya seorang narablog terkenal bernama Mark Manson.

Buku ini merupakan karya pertamanya yang terbit pada 2018 dan dibaca oleh lebih dari 2 juta pasang mata.

Sebelumnya, Manson terkenal dengan tulisan-tulisan ajaibnya yang mampu menggiring pembaca agar bisa mengenali diri sendiri.

Kini, ia kembali menuangkan buah pikirannya yang hebat di dalam buku self-improvement ini.

Di Indonesia, novel dengan judul asli The Subtle Art of Not Giving A F-ck diterjemahkan dengan apik oleh F. Wicaksono.

Baca Juga: Lirik Lagu Seven Jungkook, Ada Terjemahan Bahasa Indonesia

Dalam versi terjemahan bahasa Indonesia-nya, buku ini juga memiliki tagline tambahan, yaitu “pendekatan yang waras demi menjalani hidup yang baik”.

Dari judul dan tagline-nya saja, Moms mungkin sudah bisa menebak bahwa buku ini berisi cara-cara jitu untuk menjalani hidup bahagia dengan cara sederhana.

Meski terdiri dari 246 halaman, rasanya tak begitu sulit untuk membacanya hingga akhir dalam waktu singkat.

Bukan tidak mungkin juga jika novel ini akan habis dilahap dalam satu kali duduk.

Pasalnya, momen perbincangan yang serius dan mendalam dari Manson dibalut dengan selipan humor yang menghibur dan kekinian.

Alur ceritanya yang seru dan bikin penasaran dijamin membuat Moms tak ingin berhenti membacanya.

Baca Juga: Memahami Manfaat Nasal Spray, Cari Tahu Juga Risiko dan Efek Sampingnya

Sinopsis Novel Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat

Wanita Membaca Buku
Foto: Wanita Membaca Buku

Novel berjudul Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat dilatarbelakangi oleh kisah nyata Charles Bukowski yang memiliki masa lalu yang kelam. 

Dunianya lekat dengan kebiasaan mabuk-mabukan, berjudi, mempermainkan banyak wanita, suka berutang, hingga bersikap kasar terhadap orang lain.

Dibalik perilakunya yang negatif, ia memendam cita-cita untuk menjadi seorang penulis terkenal.

Sayangnya, dunia seakan tak mengamini doanya. 

Karyanya selalu ditolak di setiap penerbit, jurnal-jurnal, hingga surat kabar.

Pihak penerbit menganggap tulisannya terlalu kasar dan tak bermoral sehingga tak panas untuk diterbitkan.

Baca Juga: 11 Rekomendasi Buku Self Improvement Terbaik dan Inspiratif

Namun, ia memilih untuk tidak menyerah begitu saja dan terus menulis hingga mengarang puisi.

Memang, kesuksesan tak mesti diraih di usia belia.

Buktinya, keseriusan Bukowski dalam berkarya sukses membuatnya meraih jabatan editor sebuah majalah di usia 50 tahun.

Dari perjalanan berharga ini, ia baru menyadari bahwa 30 tahun hidupnya terbuang sia-sia hanya untuk kesenangan duniawi.

Bukowski pun sukses menelurkan judul novel pertama post office ‘Didedikasikan untuk tak seorang pun”.

Seakan membayar jutaan penolakan yang diterimanya dulu, kini ia justru menginjak popularitas lebih dari yang ia bayangkan.

Meski hidup dengan kesuksesan, tak serta merta mengubah kebiasaannya yang menjadi seorang pemabuk, pengguna obat terlarang, hingga bermain wanita.

Ya, kesuksesan tak lantas membuat hidupnya menjadi lebih baik.

Baca Juga: Macam-Macam Hobi Anak Remaja, Bermanfaat bagi Pengembangan Diri!

Menurutnya, bersikap cuek dan masa bodoh adalah dua cara termudah untuk meningkatkan harapan hidup.

Ia percaya bahwa hidup akan selalu dipenuhi oleh masalah yang tak ada habisnya.

Bagaimanapun caranya, setiap masalah yang datang harus dipandang sebagai momen untuk menjadikannya lebih kuat.

Itulah sebabnya, bersikap bodo amat adalah kunci untuk menyelamatkan diri dari keputusasaan.

Dari rentetan cerita Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat, pembaca akan mengingat bahwa masalah datang untuk dihadapi.

Dengan kata lain, tak perlu diambil pusing atau menghabiskan waktu untuk menyalahkan diri sendiri karenanya.

Baca Juga: 15 Jenis Ikan Konsumsi, Ada Ikan Air Tawar dan Air Laut!

Hikmah dan Makna Cerita

Ilustrasi Bangkit dari Keterpurukan
Foto: Ilustrasi Bangkit dari Keterpurukan (Shutterstock.com)

Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat menggambarkan seorang petarung yang berhasil meraih mimpinya setelah menghadapi banyak rintangan.

Secara garis besar, novel terbitan PT. Gramedia Widiasarana Indonesia ini bisa menjadi inspirasi bahwa wajar untuk sesekali bersikap masa bodoh.

Lewat jalan cerita yang dikemas apik, karakter Bukowski yang kuat dan keras kepala seakan mengajarkan untuk tidak ambil pusing terhadap setiap kegagalan dan kesulitan yang dialami.

Dengan cara merelakan dan tak memikirkannya dalam-dalam, ia justru bisa bertahan, bersyukur, dan menerima keadaan seburuk apa pun.

Cerita dalam novel Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat membuktikan bahwa sebetulnya tidak masalah untuk sesekali bersikap cuek atau tak peduli.

Justru dengan cara tersebut, Bukowski sudah berhasil memutus rantai lingkaran setan yang merugikan dan berbalik menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Baca Juga: 9 Wisata Bandar Lampung, Kunjungi Bukit Aslan, Moms!

Selain itu, ada pelajaran lain yang juga bisa dipetik dari buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat, antara lain:

Dari kisah jatuh bangun Manson dalam menjalani hidup, Moms bisa belajar bahwa setiap orang berhak...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb