Scroll untuk melanjutkan membaca

RUPA-RUPA
13 November 2022

Bahan Viscose untuk Membuat Pakaian: Kelebihan, Kekurangan, dan Cara Merawatnya

Bahan viscose memiliki kelebihan dan juga kekurangan saat digunakan
Bahan Viscose untuk Membuat Pakaian: Kelebihan, Kekurangan, dan Cara Merawatnya

Bahan viscose merupakan kain yang sudah digunakan sejak akhir 1800-an. Bahan ini memiliki ciri lembut dan ringan, sehingga disukai oleh Moms untuk membuat baju atau jilbab.

Kain ini sebenarnya berasal dari pohon.

Akan tetapi, banyak orang percaya proses pembuatannya tidak ramah lingkungan seperti kebanyakan jenis rayon lainnya.

Pasalnya, produksi bahan viscose menggunakan bahan kimia konsentrasi tinggi yang berbahaya untuk alam sekitar.

Jurnal American Public Health Association menjelaskan, bahan kimia yang tinggi dalam bahan viscose dapat memberikan efek negatif pada pegawai pabrik yang memproduksinya.

Baca Juga: Tips Memilih Pakaian Anak sesuai dengan Cuaca

Pengertian Bahan Viscose

Gaun Bahan Viscose

Foto: Gaun Bahan Viscose (Pinterest.com/luvletteofficial)

Viscose adalah jenis kain rayon semi-sintetis yang terbuat dari pulp kayu.

Kain ini sering digunakan sebagai pengganti sutra, karena memiliki drape dan kesan halus yang mirip dengan bahan mewah.

Istilah "viscose" mengacu secara khusus pada larutan pulp kayu yang diubah menjadi kain.

Viscose pertama kali diproduksi pada tahun 1883 sebagai sutra buatan yang lebih murah.

Baca Juga: Hilang Seketika! Ini Cara Menghilangkan Jamur pada Pakaian

Kelebihan Bahan Viscose

Dress Bahan Viscose

Foto: Dress Bahan Viscose (Pinterest.com/ELAGIAOFFICIAL)

Bahan viscose merupakan pilihan terbaik saat Moms mencari bahan ringan dengan detail mewah yang ramah di kantong.

Kain satu ini dapat dipadukan dengan bahan lainnya, seperti katun, polyester, atau spandex.

Tak berhenti sampai di situ, masih banyak kelebihan bahan viscose yang perlu Moms ketahui, yaitu:

1. Mudah Menyerap Keringat

Bahan viscose memiliki tekstur yang lembut, serbaguna, dan mudah menyerap keringat.

Tampilannya yang mengilap seperti sutra dapat memberikan kesan mewah saat Moms menggunakannya.

Kain ini juga sangat nyaman saat digunakan sebagai pakaian karena ringan dan cocok digunakan saat santai.

2. Harga Terjangkau

Apakah Moms yang ingin tampil dengan gaun atau blouse mewah, tetapi tidak mau merogoh kocek dalam?

Nah, bahan viscose adalah pilihan yang tepat.

Kesan mengkilap yang diberikan kain ini saat diubah menjadi pakaian akan memberikan sentuhan mewah layaknya kain sutra.

Selain itu, kain ini dapat menyerap keringat sehingga sangat nyaman saat digunakan.

3. Tidak Mudah Pudar

Selain memberikan kesan mewah, bahan viscose juga dapat menahan pewarnaan meski telah lama digunakan.

Jadi, Moms tidak perlu ragu untuk menggunakan pakaian dengan bahan viscose berulang kali.

Sebab, warnanya tidak akan pudar atau terlihat kusam.

4. Cocok Digunakan untuk Cuaca Panas

Bahan viscose mudah menyerap, sehingga tidak mudah menempel pada tubuh Moms.

Hal ini membuatnya sempurna digunakan cuaca panas.

Pakaian yang dibuat dari bahan viscose cepat menyerap air dan keringat sehingga sering digunakan pakaian olahraga.

Baca Juga: 10+ Tips Jemur Pakaian saat Musim Hujan, Efektif Keringkan Baju!

Kekurangan Bahan Viscose

Di samping dari berbagai kelebihan yang ada, bahan viscose juga memiliki kekurangan.

Jadi, perhatikan hal berikut ini saat memutuskan untuk membeli bahan viscose:

1. Tidak Ramah Lingkungan

Salah satu kekurangan bahan viscose adalah tidak ramah lingkungan.

Sebab, saat proses pembuatannya menggunakan bahan kimia dan melepaskan asap beracun.

Hal ini pun menjadi perhatian banyak pihak lho Moms.

Apalagi beberapa peneliti menyebut bahwa selama proses pembuatannya mengganggu kesehatan para pekerjanya.

2. Mudah Menyusut

Kekurangan bahan viscose berikutnya adalah mudah menyusut, khususnya saat dicuci menggunakan air panas.

Kualitas bahan ini juga dapat memudar dan memburuk jika dijemur di bawah sinar matahari langsung.

Jika Moms tidak mengeringkan dengan sempurna, bahan ini juga mudah terkena jamur dan seratnya menjadi lemah.

Bahan ini juga sangat mudah kusut.

3. Tidak Digunakan untuk Perabot Rumah Tangga

Bahan viscose yang sudah digunakan tidak dapat digunakan untuk perabotan rumah tangga, termasuk seprai atau sarung bantal.

Sebab, bahan ini tidak bisa kembali ke bentuk aslinya setelah diregangkan.

Kain ini juga bukan jenis yang sangat kuat seperti kain katun atau lainnya.

4. Mudah Terkena Noda

Sifat bahan yang mudah menyerap air membuatnya mudah terkena noda.

Jadi, saat menggunakannya Moms harus berhati-hati saat mengonsumsi makanan tertentu karena dapat meninggalkan noda permanen pada pakaian.

Baca juga: Mengenal Kain Tenun Tanimbar, Kain Khas Maluku yang Bernilai Tinggi

Proses Pembuatan Bahan Viscose

Bahan Viscose

Foto: Bahan Viscose (Pinterest.com/ELAGIAOFFICIAL)

Viscose pertama kali diproduksi pada tahun 1883 sebagai alternatif yang terjangkau untuk sutra alam.

Kain serbaguna ini, sering dikenal sebagai sutra buatan, ditemukan di lapisan jaket, t-shirt, pakaian kerja, gaun modis, dan tunik.

Fleksibilitasnya terlihat karena sangat cocok saat dipadukan dengan bahan lain, seperti kain katun dan polyester.

Apakah Moms penasaran dengan cara pembuatan kain viscose?

Nah, simak berikut ini langkah-langkahnya:

  1. Serpihan kayu dilarutkan dalam bahan kimia seperti natrium hidroksida, membuat bubur kayu berwarna kecokelatan.
  2. Bubur kayu yang mengandung selulosa ini kemudian dilarutkan dalam soda api, mengubahnya menjadi larutan alkali. Proses ini menghilangkan semua kotoran dari larutan, menjadikannya bahan baku yang bersih untuk kain.
  3. Larutan alkali ditekan di antara rol, menghilangkan kelebihan cairan, membentuk lembaran yang ditekan.
  4. Lembaran yang ditekan ini kemudian diparut menjadi remah-remah.
  5. Remah-remah dicampurkan dengan karbon disulfida.
  6. Remah-remah yang diolah dilarutkan dalam bahan kimia seperti asam sulfat, menciptakan larutan kental.
  7. Kain “viscose” atau proses viscose dari pembuatan rayon mendapatkan namanya dari larutan kental ini.
  8. Solusi kental disaring untuk menghilangkan elemen yang tidak larut.
  9. Selanjutnya adalah degassing, diperlukan untuk menghilangkan gelembung-gelembung udara yang terperangkap dalam larutan yang dapat menyebabkan titik-titik lemah pada serat.
  10. Kemudian melalui pemintal, mesin yang membuat filamen (serat seperti benang tipis), serat selulosa yang diregenerasi kemudian dipintal menjadi benang untuk ditenun atau dirajut menjadi kain viscose.

Cara Merawat Bahan Viscose

Kain viscose perlu perawatan yang ekstra, sebab mudah menyerap sehingga mudah terkena noda permanen.

Selain itu, kain ini juga mudah meregang dan menjadi jauh lebih lemah saat basah.

Pastikan Moms mencuci kain ini dengan air dingin agar warnanya tidak mudah luntur. Gunakan detergen ringan dan usapkan dengan lembut ke kain.

Jangan peras dengan kuat karena dapat membuatnya meregang. Kemudian, bilas dan jemur kain hingga kering.

Itulah berbagai informasi yang perlu Moms pahami seputar kain bahan viscose.

Semoga membantu Moms dalam memilih jenis kain yang tepat, ya!

  • https://www.masterclass.com/articles/fabric-guide-what-is-viscose-understanding-viscose-fabric-and-how-viscose-is-made#what-are-the-characteristics-of-viscose
  • https://amerisleep.com/blog/what-is-viscose/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6137800/