30 Mei 2024

Strepsil Permen Pelega Tenggorokan dan Batuk, Melegakan!

Cocok saat tenggorokan terasa gatal

Sering dijumpai di apotek atau minimarket, Strepsil adalah permen yang dapat dikonsumsi untuk meredakan sakit tenggorokan.

Permen pelega tenggorokan ini juga membantu meringankan batuk dan peradangan akibat luka di tenggorokan dan mulut.

Diformulasikan dengan aneka rasa, permen Strepsil juga bisa membantu mengurangi bau mulut yang tidak sedap.

Baca Juga: Benarkah Obat Rhinos Dilarang? Ini Fakta dan Kebenarannya!

Manfaat dan kegunaan permen Strepsil adalah untuk melegakan tenggorokan yang sakit akibat infeksi.

Permen ini juga dapat digunakan untuk meredakan batuk, karena bisa membuat tenggorokan terasa lebih nyaman.

Di setiap butirnya, Strepsil mengandung bahan aktif dichlorobenzyl alcohol 1,2 mg dan amylmetacresol 600 mcg.

Dichlorobenzyl alcohol adalah senyawa antiseptik ringan dengan spektrum luas yang meredakan infeksi bakteri dan virus.

Terutama yang berhubungan dengan infeksi mulut dan tenggorokan.

Senyawa ini juga mampu memblokir kanal natrium sehingga memiliki sifat seperti anestesi lokal.

Inilah yang membuat senyawa ini dapat meredakan rasa sakit dan peradangan di mulut dan tenggorokan.

Sementara itu, amylmetacresol merupakan senyawa antibakteri dan antivirus yang bekerja dengan cara yang mirip, seperti dichlorobenzyl alcohol.

Efektivitas permen yang mengandung dichlorobenzyl alcohol dan amylmetacresol, seperti Strepsil telah dibuktikan melalui berbagai penelitian.

Salah satunya yang diterbitkan di International Journal of General Medicine pada tahun 2018.

Dalam penelitian ini, para peneliti melakukan pengamatan terhadap 7 spesies bakteri yang terkait dengan faringitis atau radang tenggorokan.

Hasilnya, permen yang mengandung dua bahan tersebut membantu mengurangi perkembangan bakteri di tenggorokan hingga 99,9%.

Permen Strepsil juga pernah diteliti efektivitasnya mengurangi nyeri tenggorokan pasca operasi atau post operative sore throat (POST).

Penelitian yang dilakukan para peneliti dari Universitas Padjajaran ini dipublikasikan dalam Jurnal Anestesi Perioperatif pada 2014.

Penelitian ini melibatkan 66 pasien di Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa pemberian Strepsil sebelum operasi dengan anestesi umum, dapat mengurangi kejadian dan keparahan POST.

POST atau nyeri tenggorokan pasca operasi terjadi karena iritasi dan inflamasi lokal.

Terutama di daerah faring, laring, dan trakea akibat trauma pemasangan pipa endotrakeal.

Baca Juga: 5 Penyebab Tenggorokan Kering dan Obat Alaminya

Dosis dan Cara Penggunaan Strepsil

Dosis dan Cara Penggunaan Strepsil
Foto: Dosis dan Cara Penggunaan Strepsil (Mydr.com.au)

Permen Strepsil tersedia dalam banyak varian rasa dan bisa dibeli dengan bebas tanpa resep dokter.

Sebenarnya, tidak ada dosis spesifik dalam menggunakan Strepsil.

Namun, untuk melegakan tenggorokan pada orang dewasa dan anak berusia di atas 6 tahun, disarankan mengkonsumsi 1 butir setiap 2-3 jam.

Strepsil sebaiknya tidak dikonsumsi melebihi 12 butir dalam sehari.

Lebih jelasnya, kita bisa membaca aturan pakai yang tertera pada kemasan permen Strepsil, atau konsultasikan pada dokter.

Konsumsilah permen Strepsil dengan cara dihisap secara perlahan hingga larut seluruhnya di dalam mulut.

Agar kualitas dan efektivitas permen ini tetap terjaga, simpanlah di suhu ruangan, di bawah 30 derajat celsius.

Baca Juga: 3 Pilihan Obat Telinga Berair, Harus Disesuaikan dengan Penyebabnya!

Perhatian dan Peringatan Penggunaan Strepsil

Perhatian dan Peringatan Penggunaan Strepsil
Foto: Perhatian dan Peringatan Penggunaan Strepsil (Static.onecms.io)

Meski termasuk obat bebas dan tidak ada dosis yang spesifik, tetap ada hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mengkonsumsi Strepsil.

Berikut ini di antaranya:

  • Jangan konsumsi Strepsil jika memiliki alergi atau hipersensitif terhadap kandungan amylmetacresol ataupun dichlorobenzyl alcohol.
  • Jika sedang mengalami sakit gigi atau gigi berlubang, hindari konsumsi Strepsil yang mengandung gula. Pilihlah varian yang bebas gula.
  • Strepsil tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh anak di bawah usia 6 tahun, atau yang memiliki riwayat intoleransi fruktosa.
  • Hentikan konsumsi Strepsil jika mengalami reaksi alergi seperti pembengkakan dan rasa gatal di bibir, mulut atau tenggorokan.

Moms mungkin bertanya-tanya, apakah boleh Strepsil dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?

Sebenarnya, belum diketahui secara pasti kandungan bahan aktif dalam permen ini dapat membahayakan janin atau ibu hamil.

Namun, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, konsultasikan terlebih dahulu pada dokter, sebelum mengonsumsi permen ini.

Terutama jika Moms berencana untuk menggunakan permen ini secara rutin.

Belum diketahui juga apakah kandungan bahan dalam Strepsil dapat masuk ke dalam ASI pada ibu menyusui.

Jadi, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu pada dokter sebelum mengkonsumsinya.

Sebab, Strepsil bukanlah permen biasa. Meski bentuknya permen, ini termasuk dalam golongan obat.

Dengan kandungan bahan aktif yang mungkin bisa berbahaya bagi beberapa orang.

Baca Juga: 7 Obat Alami untuk Mengatasi Sakit Tenggorokan

Strepsil sangat jarang menimbulkan efek samping, selama dikonsumsi sesuai aturan penggunaan.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.