Bayi

BAYI
27 Agustus 2020

Cari Tahu Jenis-Jenis Suara Bayi Menangis di Sini

Salah satu suara bayi saat nangis yang bisa dikenali adalah merengek saat merasa lelah
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Dina Vionetta

Jika Moms baru memiliki bayi baru lahir, butuh waktu lama sebelum Si Kecil mulai belajar berbicara. Jadi sampai Si Kecil bisa melakukannya, Moms bisa menebak-nebak keinginannya dengan mengartikan berbagai jenis tangisannya. Percaya atau tidak, suara tangisan bayi bisa memberi tahu Moms banyak hal.

Meskipun bayi tidak dapat berbicara, Si Kecil mampu memberikan beberapa petunjuk untuk membantu Moms memahami apa yang diinginkannya. Karena tidak bisa benar-benar memberi tahu apa yang dibutuhkan dengan kata-kata, bayi mengandalkan serangkaian suara rengekan, tangisan, dan jeritan untuk menarik perhatian Moms. Tapi, semua suara bayi nangis itu tidak diciptakan sama.

Dikutip dari jurnal di National Center of Biotechnology Information, menangis dapat memberikan bukti tentang kondisi metabolisme dan neurologis bayi. Namun, menangis berlebihan dapat memicu masalah makan pada bayi dan depresi pada orang tua. Kerentanan pada orang tua akan membuat hasil yang merugikan lebih mungkin terjadi.

Bayi yang tak henti-hentinya menangis bisa membuat Moms panik, apalagi jika tidak tahu alasan di balik tangisnya. Biasanya, Moms dengan spontan menggendong bayi. "Ini adalah mitos bahwa Anda dapat mengetahui apa yang salah dengan suara tangisan. Bayi seperti alarm asap: Anda tidak tahu apakah Anda membakar roti panggang atau apakah seluruh rumah terbakar," kata Harvey Karp, M.D., dokter anak di Los Angeles dan penulis The Happiest Baby on the Block.

Bayi cenderung memiliki tangisan yang berbeda untuk mengekspresikan kebutuhan atau emosi yang berbeda. Bayi juga menggunakan tangisannya untuk berkomunikasi dengan Moms. Meskipun Moms mungkin mengalami masalah saat mencoba mengartikannya, membutuhkan beberapa waktu untuk bisa memahami arti dari suara tangisan bayi dan itu adalah perjalanan yang akan menyenangkan sekaligus menimbulkan kekhawatiran.

Meski begitu, menangis adalah keadaan yang normal pada bayi. Bahkan, bayi harus menangis saat pertama kali dilahirkan. "Menangis adalah jenis perilaku normal pada bayi. Bayi menangis seperti burung terbang: Itu bagian dari makhluk kita," kata Marc Weissbluth, M.D., seorang dokter anak terkenal di Chicago dan penulis Healthy Sleep Habits, Happy Child.

Berikut ini adalah beberapa catatan untuk membantu Moms dalam mengetahui apa yang mungkin dikatakan oleh bayi saat menangis:

Baca Juga: Bayi Sering Menangis? Redakan dengan Teknik 5S

Arti Tangisan Bayi

Suara Bayi Nangis -1

Foto: Orami Photo Stock

Moms akan membutuhkan banyak waktu untuk membedakan beberapa jenis suara yang dikeluarkan oleh bayi saat menangis. Jika sudah mulai mengenalinya, Moms bisa dengan mudah mengatasi masalah atau keinginan bayi.

Lapar

Jika merasa lapar , suara bayi saat menangis akan bernada rendah, ritmis, berulang-ulang, dikombinasikan dengan sinyal lain seperti mencari payudara, gerakan menghisap dengan lidah, menampar bibir, atau memasukkan jari ke dalam mulut .

Cepat tanggapi tangisan lapar ini agar bayi tidak terlalu kesal. Jika bayi kesal dan mulai menghirup udara berlebih saat menyusu, bayi mungkin akan memasukkan banyak gas ke perut yang menyebabkan muntah. Ini mungkin akan menyebabkan lebih banyak tangisan lagi.

Jika ragu, anggaplah bayi menangis karena lapar dan tawarkan ASI atau susu formula. "Jika dia tidak memiliki waktu setidaknya dua jam untuk mencerna formula, memberinya lebih banyak dapat menyebabkan dia tidak senang dan tidak nyaman," kata Deana Andersen-Tennant, seorang postpartum doula di Portland, Oregon.

Baca Juga: Tips Agar Bayi Tidak Menangis Saat Mandi

Lelah atau Tidak Nyaman

Suara tangisan bayi saat sedang lelah atau merasa tidak nyaman akan terdengar seperti tangisan cengeng, sengau, terus menerus yang membangun intensitas seperti saat merasa ngantuk, suara tangisan bayi biasanya disertai dengan menguap, menggosok mata, atau menarik telinga.

Solusinya, cobalah untuk memeriksa popoknya jiak mulai kotor dan bantu bayi tidur sebanyak yang dia butuhkan. Atau cek juga pakaiannya, siapa tahu bayi merasa tidak nyaman atau kepanasan . Selain itu, pastikan suasana rumah dalam kondisi yang nyaman dan sunyi untuk membuat bayi tenang.

“Cobalah untuk membedong bayi untuk membantunya tidur lebih nyenyak di malam hari. Biasanya, sembilan dari 10 bayi merasa nyaman dengan saat dibedong,” kata Deana.

Selain itu, jika Moms cukup yakin bahwa bayi lelah namun tampak gelisah saat dipeluk, turunkan dia. "Bayi yang terlalu lelah terkadang hanya ingin dibaringkan dan dibiarkan tidur," kata Deana.

Muak

Bersiaplah untuk suara tangisan bayi yang rewel dan terdengar cengeng. Bayi mungkin mencoba memalingkan kepala atau tubuhnya dari pemandangan atau suara yang terlalu merangsang atau mengganggunya.

Saat Moms mengenali tangisan ini, cobalah untuk menjauhkan bayi dari kebisingan, gerakan, rangsangan visual, atau apa pun yang membuatnya stres. Lingkungan yang lebih tenang, white noise dari kipas angin atau penyedot debu, atau rekaman suara alam, seperti ombak laut, dapat membuatnya rileks.

Pertimbangkan juga mungkin bayi sedang merasa kedinginan, meski berada dalam ruangan. Pertahanan terbaik Moms adalah mendandaninya berlapis-lapis. "Jika kepala atau wajahnya tidak terasa hangat, maka kenakan topi pada bayi Anda," saran Deanda.

Baca Juga: Yuk Moms, Cek Frekuensi Bayi Menangis yang Wajar

Bosan

Suara menangis pada bayi ini dimulai dengan desahan saat bayi mencoba untuk mendapatkan interaksi yang baik, kemudian berubah menjadi rewel ketika perhatian yang diharapkan tidak didapatkan, kemudian berkembang menjadi tangisan marah yang bergantian dengan rengekan.

Cobalah untuk menggendong atau main besama bayi saat Moms mendengarkan suara menangis bayi dengan tanda ini. Biasanya, tangisannya akan segera berhenti saat mulai mendapatkan perhatian.

“Dalam kasus bayi yang bosan, tunda respons beberapa detik atau satu menit. Di dalam beberapa minggu pertamanya, anak Anda membutuhkan banyak perhatian. Tetapi itu tidak berarti Anda harus segera menanggapi setiap suara yang dia buat. Anda sedang mengajarkan bayi untuk mampu menenangkan diri sendir,” jelas Marc.

Kolik

Biasanya, saat merasa kolik bayi akan mengeluarkan suara menangis dengan jeritan yang intens, disertai dengan gerakan gelisah. Kolik sering terjadi pada sore atau malam hari, dan bisa berlangsung selama berjam-jam. Biasanya puncaknya akan terjadi sekitar 6 minggu setelah lahir dan hilang pada saat bayi berusia 3 sampai 4 bulan.

Meskipun sulit untuk menenangkan bayi yang kolik, Mosm dapat mencoba posisi yang menenangkannya seperti membaringkannya tengkurap di lengan bawah atau di atas lutut, menopang kepalanya dan menggosok punggungnya. Moms juga dapat mencoba meletakkannya di punggungnya dan mendorong lututnya ke atas perutnya selama 10 detik, kemudian melepaskan dan mengulanginya, dengan harapan dapat mengeluarkan gas yang dianggap sebagai penyebab kolik.

"Orang tua yang tidak pernah memiliki bayi kolik tidak akan menyadari bagaimana hal itu benar-benar dapat merusak Anda. Ini sangat, sangat sulit,” jelas Harvey.

Baca Juga: Bayi Menangis saat Tidur? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sakit

Suara tangisan bayi saat sakit akan terdengar seperti rengekan lembut yang lemah dan terdengar sengau, dengan nada yang lebih rendah daripada tangisan ‘nyeri’ atau ‘kelelaha karena seolah-olah bayi tidak memiliki energi untuk memompa volume. Jika Moms mencurigai bayi sakit, waspadalah terhadap gejala tambahan yang membahayakan seperti demam, diare, sembelit, muntah, ruam, dan sebagainya.

Bayi terkadang merasakan sakit, dan seringkali Moms tidak perlu mengkhawatirkannya. Tetap saja, penting untuk memercayai insting. Jika Moms terus khawatir, jangan ragu untuk menghubungi dokter. “Jika Anda akan berada dalam situasi yang Anda tahu akan menyebabkan bayi Anda sakit seperti mendapatkan vaksin atau disuntik, berikan dot selama prosedur,” jelas Deandra.

Tips Menghadapi Tangisan Bayi

Suara Bayi Nangis -2

Foto: Orami Photo Stock

Ada saat-saat ketika bayi terlihat tidak dapat dihibur, terutama jika sedang mengalami sakit perut . Meskipun dikatakan bahwa menangis selama berjam-jam setiap hari tampaknya tidak akan menyakiti bayi, hal itu tentu saja membuat Moms khawatir.

Mendengarkan suara tangisan bayi bisa membuat kesal dan memicu kecemasan. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Moms mengatasi tangisan bayi, dilansir American Academy of Pediatrics (AAP):

  • Tarik napas dalam-dalam. Ingatkan diri Moms bahwa tangisan bayi tidak akan bertahan selamanya. Jika kolik, biasanya akan sembuh dengan sendirinya sekitar usia 3 bulan.
  • Istirahat. Mintalah bantuan dari Dads, anggota keluarga tepercaya, teman, atau baby sitter sehingga Moms dapat meluangkan waktu untuk menenangkan diri. Saat beristirahat, cobalah menghilangkan stres dengan beberapa teknik relaksasi, seperti meditasi atau yoga, atau cukup mandi air hangat.
  • Jagalah kesehatan. Pastikan Moms makan makanan sehat, berolahraga, dan mendapatkan kualitas tidur yang cukup. Merawat diri sendiri dengan baik akan membantu Moms merawat bayi dengan lebih baik.
  • Ketahui batasan. Jika tangisan bayi benar-benar mengganggu dan Moms khawatir akan kehilangan kendali, taruh bayi di tempat yang aman, seperti boks dan pindahlah ke ruangan lain sehingga Moms dapat menenangkan diri.
  • Membedong . Bedong bayi dengan selimut atau kain tipis untuk memberikan rasa aman.
  • Tengkurapkan. Banyak bayi tidak senang jika menangis saat telentang, jadi pegang bayi Moms dengan posisi miring atau tengkurap.
  • Shuusing . Harvey percaya bahwa mengeluarkan suara menenangkan akan membuat bayi tenang seperti di dalam rahim . “Lakukan shuusing kuat-kuat di telinga bayi, bahkan sekeras tangisan bayi," kata Harvey.
  • Berayun. Sangga kepala bayi, ayunkan di lengan atau di perangkat mekanis seperti ayunan.
  • Mengisap. Setelah bayi tenang, tawarkan jari, payudara, atau dot untuk diisap. “Ini akan menjadi lapisan gula pada kue yang menenangkan," kata Harvey.

Merasa tidak mungkin menghentikan suara tangisan bayi? Para ahli mengatakan sebagian kecil tangisan tidak dapat dihibur. "Bahkan jika Anda mencoba semua yang terlintas dalam pikiran, jangan berasumsi bahwa Anda dapat berhenti menangis," kata Dr. Ron Barr, PhD, seorang ahli menangis dan profesor di departemen pediatri di University of British Columbia.

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan oleh Journals Plos, menyebutkan bahwa respons orang tua dan mekanisme menggunakan pembedongan, suara, dan gerakan dengan segera akan menyebabkan timbal balik apada bayi. Ini memiliki implikasi klinis yang penting untuk menenangkan bayi yang rewel dan menangis.

Sudah mengetahui jenis suara bayi saat menangis? Kini saatnya Moms mempraktikannya.

Artikel Terkait