23 Februari 2023

Bruntusan pada Bayi, Wajarkah? Ini Cara Mengatasinya!

Simak cara berikut ini yuk, Moms!

Apakah Moms sering mendapati bruntusan pada bayi dan kerap menimbulkan kekhawatiran? Tenang, Moms.

Bayi bruntusan merupakan sesuatu yang umum terjadi dan salah satunya disebabkan oleh jerawat bayi.

Dilansir dari Mayo Clinic, jerawat bayi bisa terjadi pada bayi baru lahir, biasanya muncul di wajah, seperti pipi, hidung, dan dahi. Umumnya bersifat sementara dan tidak perlu dikhawatirkan.

Meskipun ini tidak berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya, ada beberapa hal penting yang perlu Moms ketahui dalam merawat wajah bayi yang sedang bruntusan.

Apa saja? Yuk, simak penjelasan bruntusan pada bayi di bawah ini!

Baca Juga: 14 Manfaat Asam Jawa, Bisa Tingkatkan Imun dan Bikin Glowing

Ciri-ciri Bruntusan pada Bayi

Ilustrasi Bayi Bruntusan
Foto: Ilustrasi Bayi Bruntusan (Orami Photo Stocks)

Setiap kondisi tentunya memiliki gejala atau ciri-ciri ya, Moms.

Nah, untuk mengetahui bruntusan pada bayi, Moms bisa mengenalinya lewat tanda berikut,

  • Tampak seperti bintik merah kecil
  • Bisa terasa gatal atau tanpa rasa gatal
  • Biasanya akan muncul di daerah lipatan, seperti leher, ketiak, paha, punggung, dan dada
  • Bisa timbul di wajah, seperti hidung, pipi, dagu, dan jidat.

Selain berwarna merah, jerawat ini juga bisa timbul berwarna putih atau kuning layaknya jerawat pada orang dewasa.

Bahkan tidak jarang bisa menimbulkan rasa sakit.

Seperti yang Moms ketahui, jerawat sendiri kadang bisa timbul dengan rasa sakit sehingga tentu saja jika bayi menjadi rewel.

Gejala bruntusan pada bayi bisa berkembang pada waktu 2 minggu hingga 4 minggu, tapi ada juga yang sudah muncul ketika baru lahir akibat hormon ibu.

Gejala bruntusan pada bayi ini sama seperti jerawat pada umumnya, bisa bertahan dalam beberapa minggu atau bahkan bisa lebih hingga berbulan-bulan tergantung dari ukuran jerawat.

Baca Juga: 15+ Rekomendasi Mainan Anak 1 Tahun, Bantu Tumbuh Kembangnya

Penyebab Bruntusan pada Bayi

Ilustrasi Bayi Bruntusan
Foto: Ilustrasi Bayi Bruntusan (Orami Photo Stocks)

Dilansir dari What to Expect, penyebab bruntusan pada bayi tentunya hampir sama dengan jerawat pada orang dewasa.

Penyebab utamanya adalah hormon.

“Bruntusan pada bayi disebabkan karena kondisi hormon pada bayi yang masih belum seimbang karena terpengaruh hormon ibu," jelas dr. Robert Soetandio, Sp.A, M.Si.Med, sebagai dokter Spesialis Anak RS Pondok Indah, Bintaro Jaya.

Sebagai informasi, bruntusan pada bayi baru lahir terjadi karena hormon yang disebabkan oleh ibu, jadi bukan karena hormon bayi itu sendiri.

Maka bisa dikatakan jerawat pada bayi tidak bisa sepenuhnya dihindari.

Terlebih, pori-pori pada kulit bayi belum sepenuhnya berkembang, sehingga berisiko masuknya kotoran.

Ketika kotoran masuk, tentunya kotoran ini akan berkembang dan menyisakan noda di lapisan kulit yang lama kelamaan akan berubah menjadi jerawat.

Seperti yang Moms ketahui, kulit bayi sangat sensitif sehingga banyak hal bisa menjadi faktor penyebab bayi bruntusan.

"Beruntusan sering terjadi pada bayi baru lahir karena kulit bayi yang masih sensitif, terutama saat cuaca panas yang membuat bayi jadi lebih mudah berkeringat," tutur dr. Robert Soetandio.

Baca Juga: Obstructive Sleep Apnea, Masalah Henti Pernapasan Saat Tidur

Cara Menghilangkan Bruntusan pada Bayi

Bayi Tidur
Foto: Bayi Tidur

Jerawat pada bayi tidak hanya membuat bayi tidak nyaman, tapi berisiko menimbulkan bekas ketika Si Kecil bertumbuh.

Tentu Moms tidak mau hal ini terjadi bukan?

Nah, untuk menghilangkannya, Moms bisa melakukan beberapa cara seperti berikut ini.

1. Memperhatikan Kesehatan Kulit Bayi

Hal pertama yang harus Moms perhatikan, yaitu kesehatan atau kondisi kulit Si Kecil.

Pastikan Moms memperhatikannya secara rutin agar bisa mencegah bruntusan pada kulit bayi.

Contohnya pada saat kulit bayi sedang berkeringat.

Jika terlihat muncul keringat, segeralah untuk membersihkan area yang terkena keringat, khususnya di bagian tubuh yang ada lipatannya.

Segera bersihkan area tersebut untuk meminimalisir munculnya bruntusan pada kulit.

Selain itu, jangan lupa juga untuk menjaga kulit agar tidak lembap dan senantiasa kering.

2. Kompres Menggunakan Air Dingin

Cara lain yang bisa Moms untuk menghilangkan bruntusan pada bayi, coba aplikasikan yaitu dengan menggunakan kompres dingin.

Untuk melakukannya, silahkan Moms menyediakan es batu terlebih dahulu.

Kemudian, balut es batu tersebut dengan menggunakan kain kasa yang halus atau handuk bersih.

Setelah siap, silahkan Momskompreskan pada bagian kulit Si Kecil.

Pastikan juga melakukannya secara perlahan-lahan agar Si Kecil tidak kaget karena kain kompres yang dingin.

Baca Juga: 10+ Manfaat Buah Manggis untuk Ibu Hamil, Menyehatkan Janin!

3. Memandikannya dengan Air Hangat

Selain mengompresnya dengan air dingin, Moms juga bisa memandikan Si kecil dengan air hangat.

Cara mempersiapkannya pun mudah. Cara ini juga bagus untuk mengatasi bruntusan yang lebih parah.

Memandikan Si Kecil dengan air hangat tanpa menggunakan sabun.

Setelah selesai mandi, keringkan bagian tubuh Si Kecil yang terkena bruntusan dengan menggunakan handuk.

4. Rutin Membersihkan Area Lipatan Tubuh Bayi

Bruntusan pada bayi yang umum terjadi biasanya muncul di bagian tubuh yang ada lipatannya.

Itulah kenapa, Moms harus rutin membersihkan area lipatan tersebut.

Pastikan area lipatan tersebut tidak terlalu lembap dan tetap kering untuk mencegah bruntusan.

5. Memilih Lotion yang Tepat

Ada banyak jenis lotion untuk bayi yang ada di pasaran.

Pastikan bunda memilihnya secara cermat.

Terlebih jika Si Kecil sedang mengalami bruntusan yang artinya, kondisi kulitnya sangat sensitif.

Baca Juga: Paranoid: Gejala, Faktor Risiko, Diagnosis, dan Pengobatannya

Cara Mencegah Bruntusan pada Bayi

Bayi yang sehat, tentu membuat Moms bahagia.

Jadi, untuk menghindari Si Kecil dari risiko penyakit dan masalah kulit lainnya, simak di bawah ini sebagai metode pencegahan.

1. Jaga Kebersihan Wajah Bayi

Anak Cuci Muka
Foto: Anak Cuci Muka

“Hal terbaik yang harus dilakukan saat bayi bruntusan adalah menjaga wajahnya tetap bersih,” kata Dr. Susan Bayliss, dokter kulit anak di Rumah Sakit Anak St. Louis, seperti dikutip dari situs MSN.com.

Menerapkan cara menjaga kebersihan yang umum juga akan membantu, seperti mencuci wajah bayi setiap hari menggunakan air hangat.

Sabun dan krim dengan bahan yang lembut juga dapat membantu.

Menurut Dr. Susan, bruntusan pada bayi biasanya akan hilang tanpa pengobatan pada usia tiga atau empat bulan.

2. Hindari Penggunaan Produk dengan Bahan yang Keras

Produk yang mengandung retinoid, yang terkait dengan vitamin A atau erythromycin, umumnya digunakan untuk mengatasi jerawat pada orang dewasa.

Namun, situs kesehatan Healthline menyebutkan bahwa produk-produk tersebut biasanya tidak dianjurkan untuk bayi.

Selain itu, jangan gunakan sabun beraroma atau produk sabun lain yang mengandung bahan kimia berlebihan.

Hal ini karena dapat semakin memperburuk bruntusan pada wajah bayi.

Baca Juga: 12 Manfaat Muay Thai, Tak Sekadar Menyehatkan Tubuh

3. Jangan Menggosok Kulit Bayi

Ilustrasi Bayi Pakai Skincare
Foto: Ilustrasi Bayi Pakai Skincare (Orami Photo Stock)

Menggosok kulit bayi menggunakan handuk ketika bayi bruntusan dapat semakin memperburuk kondisi kulit.

Healthline menyarankan untuk menyapukan handuk dengan lembut ke wajah bayi dengan gerakan memutar.

Sementara cara aman untuk mengeringkan wajah bayi setelah dicuci adalah dengan menepuk-nepuk wajah bayi menggunakan handuk bayi yang berbahan lembut.

4. Jaga Kelembapan Wajah Bayi dengan Minyak Kelapa

Dalam laman situs New Idea dikatakan bahwa beberapa tetes minyak kelapa dapat membantu menjaga kelembapan wajah bayi yang sedang bruntusan.

Minyak kelapa juga dinilai lebih aman digunakan sebagai pengganti krim atau pelembab yang mengandung bahan kimia keras untuk kasus standar bruntusan pada bayi.

Oleskan sedikit minyak kelapa ke cotton bud dan oleskan dengan lembut ke wajah bayi.

Baca Juga: Cara Adopsi Anak di Indonesia, dari Syarat hingga Biaya

5. Hindari Pakaian yang Terlalu Tebal dan Berlebihan, Terutama di Cuaca Panas

Bayi
Foto: Bayi

Kondisi kulit bayi dapat semakin memburuk dengan memakaikan pakaian yang terlalu tebal atau berlapis-lapis.

Mama Natural menyebutkan jika semakin banyak panas pada kulit bayi dapat menyebabkan keringat dan iritasi yang berlebihan.

Bahkan hal ini juga dapat memicu biang keringat dan menyebabkan perkembangbiakan bakteri pada kulit bayi.

Moms tidak perlu cemas, jerawat ini tidak akan menimbulkan komplikasi lain pada kulit bayi.

Tapi jika jerawat bertahan selama lebih dari 3 bulan, Moms perlu waspada.

Selain itu jika Si Kecil mengalami kondisi rewel dan menunjukkan tanda-tanda tidak nyaman, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Moms, jangan sembarangan mengoleskan krim atau obat-obatan lainnya yang tidak diketahui manfaat medisnya, ya, karena berisiko memperburuk kondisi kulit bayi.

  • https://www.whattoexpect.com/first-year/baby-care/baby-skin-care/infant-acne.aspx
  • https://www.healthline.com/health/childrens-health/baby-acne#symptoms
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/baby-acne/symptoms-causes/syc-20369880

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.