Bayi

13 September 2020

Bayi Mengeluarkan Suara Saat Tidur Apakah Normal?

Cari tahu mengapa bayi mengeluarkan suara saat tidur di sini
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Ada yang mengatakan bahwa ‘tidur seperti bayi’ adalah hal yang menyenangkan dan menenangkan. Namun ternyata, hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Kemungkinan, Moms akan menghadapi kenyataan bahwa bayi, terutama bayi baru lahir, tidak benar-benar tidur sepanjang malam.

Selain itu, saat tidur juga bayi mengeluarkan yang tidak terduga, seperti mendengus, berdeguk, bersin, mencicit, dan merintih. Semua gerakan dan suara yang keluar saat bayi tidur mungkin akan terdengar mengkhawatirkan. Namun, pada umumnya hal ini adalah sesuatu yang sehat dan normal.

Chris Minogue, seorang perawat mothercraft mengatakan, suara bayi saat tidur tidak selalu menimbulkan kekhawatiran.

“Bayi baru lahir yang bising benar-benar normal. Mereka meregang dan tumbuh dan membuat banyak suara yang belum pernah Anda dengar sebelumnya, terutama jika ini adalah bayi pertama Anda," jelasnya.

Dasar-dasar Tidur pada Bayi

Bayi Mengeluarkan Suara Saat Tidur Apakah Normal? -1

Foto: Orami Photo Stock

Bayi baru lahir bernapas melalui hidung, dan saluran udara kecil bayi berarti tidak ada banyak ruang untuk mengeluarkan suara. Bayi juga secara alami juga mengalami kegelisahan saat tidur.

Tentu ada beberapa menit dan jam ketika bayi tidur nyenyak. Namun, sebagian besar waktu bayi yang baru lahir memiliki siklus, dari gelisah ringan, kemudian diam dan tenang, dari tenang ke keras, dari gurgly dan mendengus ke melengking dan mendengkur, dan kembali lagi, dilansir Sleep Foundation.

Bayi baru lahir memiliki siklus tidur, diantaranya;

  • Tidur Gelisah. Suara dan gerakan tidur bayi baru lahir adalah hasil dari sistem saraf dan refleks bayi yang belum matang. Irama yang disebut sirkadian ini tidak berkembang sampai sekitar usia enam minggu, yang berarti siklus tidur bayi memiliki sedikit keteraturan, dilansir Oxford Academic.
  • REM Sleep Lebih Aktif. Sampai sekitar usia enam bulan, bayi menghabiskan setidaknya 50% dari waktunya dalam gerakan mata cepat (REM), lebih dikenal sebagai tidur aktif, menurut Journal of Clinical Sleep Medicine. Selama tidur REM, bayi berada dalam keadaan tidur yang lebih ringan, lebih aktif, detak jantung dan pernapasan lebih cepat, dan mata yang bergerak di bawah kelopak mata. Selama keadaan REM, bayi mungkin bergerak bersama dengan mimpi mereka atau hanya karena aktivitas yang terjadi di otak mereka. Semua gerakan ini bisa menimbulkan suara, dari geger hingga rengekan, bersamaan dengan mimpinya.
  • Memiliki Banyak Transisi Tidur. Siklus tidur bayi hanya sekitar 50 menit, dengan banyak transisi seperti fase cahaya, tidur dalam, mimpi, dan kembali lagi. Siklus tidur diperpanjang hingga 90 menit pada usia prasekolah.

Suara Bayi Saat Tidur yang Khas

Bayi Mengeluarkan Suara Saat Tidur Apakah Normal?

Foto: Orami Photo Stock

Bukan hanya bolak-balik, menyusu, menendang, menggapai-gapai, merintih atau menangis yang membuat bayi baru lahir jadi sangat berisik. Karena sistem pernapasan dan pencernaannya juga belum matang dan masih berkembang, Moms pasti akan mendengar beberapa suara yang aneh dan tak terduga.

"Bayi yang baru lahir memiliki torsi kecil dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya dan mereka juga belum memiliki mobilitas. Ini berarti bahwa gas dari menyusui dan berbaring terlentang dapat terperangkap," jelasnya.

Ada beberapa suara bayi saat tidur yang akan Moms dengar, misalnya;

  • Suara Pernapasan. Newborn mungkin mengeluarkan suara pernapasan aneh saat tidur, menurut Seattlechildrens.org. Namun, ini bukan kondisi yang harus dikhawatirkan.
  • Suara gemericik di tenggorokan. Bayi baru lahir tidak memiliki mekanisme menelan yang sempurna pada awalnya, ini mengakibatkan adanya suara tersebut di tenggorokan sebagai proses menyempurnakan cara menelan.
  • Bagian hidung tersumbat. Jarang bayi baru lahir mengalami pilek. Namun, jika hidung bayi terdengar seperti tersumbat, alasannya karena bayi lebih banyak bernapas dari hidungnya dan bukan dari mulut untuk membuat proses menyusui lebih mudah. Pernapasan hidung akan terdengar berisik karena saluran hidung bayi memiliki pelindung lendir. Ditambah lagi, sistem pernapasannya belum sepenuhnya berkembang.
  • Bersin / mendengus / berderak / bersiul: Bayi juga sering mengeluarkan suara ini saat tidur. Kecenderungan ini semakin besar sekitar enam bulan.
  • Batuk: Bayi baru lahir juga sering batuk saat tidur. Alasannya bisa jadi karena batuk pada susu, air liur, atau lendir. Jika merasa khawatir atau batuk berlanjut, Moms dapat menyendawakan bayi atau dengan lembut menekan punggungnya untuk membantu membersihkan paru-paru.

Cara Mengatasi Bayi Mendengkur

Ada beberapa cara sederhana yang bisa Moms lakukan untuk mengurangi masalah suara bayi saat tidur.

1. Sesuaikan Posisi Tidur Bayi

5 cara mengatasi bayi mendengkur saat tidur 1

Foto: romper.com

Cobalah ubah posisi bayi ketika tidur. Kebanyakan bayi cenderung bersuara ketika mereka tidur dengan posisi telentang atau tengkurap.

Para ahli menganggap bahwa tidur menyamping dapat membantu untuk menghentikan dengkuran pada beberapa bayi. Akan tetapi, mengingat posisi tidur yang disarankan dan aman untuk mencegah SIDS pada bayi dari American Academy of Pediatrics (AAP) adalah posisi menyamping.

Maka Moms dapat menyiasatinya dengan memiringkan kepala Si Kecil pada satu sisi dan perhatikan apakah cara ini dapat membantu. Jika cukup membantu, jangan lupa untuk sering mengubah sisi kemiringannya.

Sedikit menundukkan kepala bayi menggunakan bantal di bawah kasur, juga bisa membantu melancarkan pernapasan dan membantunya tidur lebih nyenyak.

2. Bersihkan Hidung Bayi dengan Nasal Spray

5 cara mengatasi bayi mendengkur saat tidur 2

Foto: verywellhealth.com

Dengan persetujuan dokter anak, semprotan hidung merupakan cara untuk membuka saluran hidung bayi yang bersuara ketika tidur dan membantunya bernapas lega. Membersihkan hidung bayi dengan semprotan hidung khusus bayi (salty nasal spray) bisa membantu bayi untuk bernapas lebih mudah.

Ada obat semprot hidung bayi yang sudah dijual bebas di sebagian besar apotek (disarankan dibuat sendiri karena kemungkinan kontaminan dalam air) yang hanya memerlukan dua sampai tiga tetes larutan garam sekali sehari pada hidung bayi.

Bayi mungkin tidak menyukainya di awal, namun mereka akan bisa mendapatkan tidur yang lebih nyenyak dan Moms pun bisa beristirahat lebih tenang.

Selain membelinya di apotek, Moms juga dapat membuat semprotan sendiri dengan menambahkan seperempat sendok teh garam ke dalam air murni dengan takaran 8 ons cairan. Namun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter dahulu ya Moms. Moms juga harus memasukkan beberapa tetes saline setiap hari ke hidung bayi yang kotor atau tersumbat.

Baca Juga : Si Kecil Tidak Mau Tidur di Boks Bayi, Bagaimana Mengatasinya?

3. Gunakan Nasal Aspirator

bayi ngorok

Foto: Orami Photo Stock

Sebuah aspirator hidung pada dasarnya adalah kebalikan dari semprotan hidung. Alih-alih memasukkan sesuatu untuk mengendurkan lendir yang berlebih dalam hidung anak, Moms bisa menggunakan aspirator hidung untuk menyedot lendir keluar dan mengurangi suara bayi saat tidur.

Hal ini mungkin terlihat menjijikkan, tapi jika buah hati kita bisa merasa lebih baik dengan nasal aspirator dan menjernihkan napas bayi yang baru lahir itu, rasanya tidak apa-apa ya Moms.

4. Gunakan Alat Uap

5 cara mengatasi bayi mendengkur saat tidur 3

Foto: motherhow.com

Alergi musiman atau hidung tersumbat karena pilek dapat menyebabkan suara bayi saat tidur. Menggunakan alat penguap (vaporizer atau humidifier) bisa membantu meringankan hidung tersumbat dan suara yang timbul saat ia tidur di malam hari.

Namun, perhatikan bahwa menggunakan vaporizer kabut panas bisa menyebabkan uap terbakar. Jadi pastikan vaporizer yang Moms gunakan mempunyai pengaturan dingin untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

5. Hilangkan Alergen di Kamar Bayi

5 cara mengatasi bayi mendengkur saat tidur 4

Foto: flickr.com

Pastikan kamar bayi bersih dan bebas dari debu dalam usaha mencegah pilek, hidung tersumbat, dan masalah pernapasan lainnya yang dapat memicu suara bayi saat tidur. Jangan gunakan karpet tebal yang dapat menjadi sarang debu ya Moms.

Baca Juga : Bolehkah Bayi Tidur dengan Posisi Tengkurap?

Jika suara bayi saat tidur terdengar tidak normal dan berlangsung lebih lama, ada baiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait