Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Sex & Relationship | Aug 21, 2018

Suka Duka Tinggal di Rumah Mertua

Bagikan


Pernikahan bukan cuma soal resepsi. Ada kehidupan panjang setelah itu yang harus Moms rencanakan bersama calon suami, termasuk di mana Moms dan suami akan tinggal selepas menikah.

Sebagian pengantin baru sudah langsung pindah ke rumah sendiri yang sudah dimiliki sejak masih lajang, namun kebanyakan mengontrak atau tinggal bersama orang tua atau mertua dengan alasan masing-masing.

Nah, tinggal di rumah mertua ini yang seru untuk dibahas. Sebelum Moms memutuskan tinggal serumah dengan mertua atau terpisah, baca dulu suka dan dukanya:

Asyiknya tinggal di rumah mertua:

  • Hemat biaya hidup. Dengan ‘menumpang’ di rumah orang tua, Moms tidak perlu membayar uang sewa kontrakan, sehingga Moms bisa menabung untuk membayar DP rumah
  • Ada yang membantu menjaga anak. Ini penting saat Moms sudah memiliki anak, terutama jika Moms dan suami sama-sama bekerja. Daripada membayar babysitter, Moms bisa menghemat uang dan lebih percaya jika menitipkan anak pada orang tua atau mertua sendiri.
  • Jika suami sedang dinas ke luar kota atau luar negeri, Mamatidak kesepian
  • Ada orang yang bisa dimintai pendapat, nasihat, dan pertolongan
  • Moms berkesempatan mengurus orang tua atau mertua lebih lama, terutama jika mereka sudah sepuh. Moms juga tak perlu merasakan kangen berat dengan orang tua seperti pasangan yang tinggal jauh dari orang tuanya.

 

 Sumber foto: Moms's Health

Tapi, tinggal serumah dengan mertua juga kadang tak asyik:

  • Privasi minim. Pengantin baru yang sedang hangat-hangatnya biasanya lengket seperti perangko  dan senang bereksplorasi seks. Tapi, di rumah mertua, Moms tentu merasa canggung saat akan bermesra-mesraan.
  • Konflik dengan pasangan tentu tidak dapat dihindari. Tapi, kalau tinggal di rumah mertua, Moms harus menahan diri. Kalau mertua sudah campur tangan, bisa-bisa mereka malah secara tidak obyektif membela anaknya sendiri yang tak lain adalah suami Moms.
  • Beda generasi, beda pula metode pengasuhan anaknya. Berbagai ilmu parenting yang Moms pelajari dari buku, Internet, atau bahkan seminar bisa jadi percuma kalau anak lebih banyak menghabiskan waktu bersama mertua yang memiliki pola pengasuhan berbeda.
  • Urusan sehari-hari seperti memasak dan bersih-bersih bisa jadi penyebab konflik Moms dengan mertua, lho. Sebagai menantu, Moms perlu belajar mengalah dan bersabar.
  • Andapun tidak bebas membuat keputusan sendiri
Baca juga: Menghadapi Mertua yang Suka Ikut Campur

 

 Sumber foto: mommyish

Hal-hal yang perlu Moms pertimbangkan:

  • Konflik sesekali wajar terjadi saat tinggal bersama orang lain. Hidup bersama orang tua sendiri saja bisa ribut, apalagi jika tinggal bersama mertua yang baru kita kenal setelah dewasa.
  • Jika saat Moms dan suami pacaran dulu hubungan Moms dengan ayah dan ibu mertua tampak baik-baik saja, belum tentu demikian setelah Moms tinggal dalam satu atap. Karena lebih sering bertemu, karakter masing-masing akan lebih terlihat, dan hal ini bisa jadi penyebab konflik
  • Mungkin Moms mempertimbangkan untuk tinggal sementara di rumah mertua atau orang tua sampai Moms dan suami punya rumah sendiri. Namun, perlu Moms tahu bahwa terkadang mencari rumah yang sesuai keinginan dan budget tidaklah sebentar. Sebelumnya, Moms juga perlu waktu untuk menabung demi DP rumah dan belum tentu KPR Anda langsung disetujui.
  • Moms bisa mempertimbangkan tinggal serumah dengan ayah dan ibu mertua jika area Moms dan mertua terpisah. Misalnya, lantai satu adalah ‘daerah kekuasaan’ mertua, sedangkan lantai dua sepenuhnya milik Moms dan suami. Atau, jika Moms tinggal di paviliun. Dengan demikian, masing-masing tetap punya area pribadi meski tinggal berdekatan.
Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.