Pasca Melahirkan

29 Oktober 2021

Bolehkah Suntik KB saat Haid? Ini Jawaban Ahli!

Pertanyaan bolehkah suntik KB saat haid biasanya dikaitkan dengan kondisi beberapa Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Bagi Moms yang akan memilih KB suntik, ada beberapa pertanyaan yang menyertai, seperti bolehkah suntik KB saat haid?

Sebab jika melihat kebiasaan Moms yang memilih KB IUD, pemasangannya dilakukan saat hari-hari terakhir haid karena dianggap tidak akan terlalu sakit.

Baca Juga: 6 Tips Program Hamil setelah KB, Yuk Cari Tahu, Moms!

Mengenal Suntik KB

efek-samping-kb-suntik.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Sebelum mengetahui jawaban atas pertanyaan bolehkah suntik KB saat haid, ada baiknya Moms mengetahui terlebih dahulu mengenai salah satu alat kontrsepsi ini.

Suntik KB adalah metode pengendalian kelahiran melalui suntikan kepada perempuan. Ini adalah hormon buatan manusia, medroksiprogesteron, yang mirip dengan hormon progesteron alami.

Biasanya, perempuan akan mendapatkan suntikan di lengan atau pantat. Ini akan bekerja hingga 12 hingga 14 minggu dan Moms harus mendapatkannya setiap 12 minggu untuk mendapatkan perlindungan penuh.

Cara kerja suntuk KB ini akan dilakukan di kelenjar pituitari, menyebabkan ovarium berhenti mengirimkan telur.

Sebab tanpa telur, seorang perempuan tidak bisa hamil. Ini juga mengubah lapisan rahim dan lendir di leher rahim. Ini membuat sperma lebih sulit mencapai sel telur yang mungkin dilepaskan.

Perubahan siklus menstruasi adalah efek samping yang paling umum. Setelah satu tahun penggunaan, sekitar 50% perempuan akan berhenti mendapatkan waktu menstruasinya.

Jika ini terjadi pada Moms, siklus menstruasi akan kembali ketika Moms berhenti mendapatkan suntikan KB ini.

Meski begitu, Moms bisa segera hamil setelah 3 sampai 4 bulan setelah suntikan terakhir. Tetapi beberapa perempuan membutuhkan beberapa bulan untuk hamil setelah berhenti menggunakan alat kontrasepsi ini.

Baca Juga: 10 Cara Menurunkan Berat Badan Akibat KB Suntik, Bisa Dicoba!

Meski secara umum suntik KB aman bagi kebanyakan perempuan. Tetapi Moms tidak boleh mendapatkannya jika memiliki:

  • Pendarahan vagina tanpa penyebab yang jelas
  • Penyakit hati
  • Kanker payudara
  • Pembekuan darah

Sebenarnya, ada beberapa risiko kecil yang harus Moms perhatikan saat memutuskan untuk mendapatkan perlindungan kehamilan dari suntik KB.

Salah satunya adalah ada risiko kecil dari infeksi di tempat suntikan. Termasuk kasus yang sangat jarang terjadi, beberapa orang mungkin memiliki reaksi alergi terhadap suntikan.

Menggunakan suntik KB juga akan mempengaruhi kadar estrogen alami, yang dapat menyebabkan penipisan tulang, tetapi tidak meningkatkan risiko patah tulang.

Ini bukan masalah bagi kebanyakan perempuan, karena tulang menggantikan dirinya sendiri ketika menghentikan suntikan dan kemungkinan tidak menyebabkan masalah jangka panjang.

Terkadang dokter mungkin menyarankan Moms berhenti mendapatkan suntik KB setelah 2 tahun penggunan, sehingga tidak ada efek jangka panjang pada tulang.

Baca Juga: 7 Aplikasi Menghitung Masa Subur Gratis, Bisa untuk Program Hamil dan KB!

Bolehkah Suntik KB saat Haid?

suntikan kb.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Dilansir National Health Service (NHS), suntik KB 99% lebih dari efektif untuk mencegah kehamilan.

Elsevier Science mencatat, hasil penelitian menegaskan bahwa suntik KB merupakan metode kontrasepsi yang sangat efektif.

Suntik KB juga sangat cocok untuk Moms yang sedang menyusui dan bahkan bisa menjadi metode kontrasepsi juga karena menjadi pilihan populer untuk ibu menyusui di Cina.

Suntik KB dapat dilakukan selama 8 atau 13 minggu, sehingga Moms tidak perlu memikirkan kontrasepsi setiap hari atau setiap kali akan berhubungan seksual.

Ini sangat berguna bagi Moms yang sulit mengingat untuk minum pil pada waktu yang sama setiap hari. Selain itu, suntuk KB baik untuk Moms yang tidak bisa menggunakan kontrasepsi yang mengandung estrogen.

Meski begitu, terdapat beberapa efek samping penggunaannya seperti mencakup penambahan berat badan, sakit kepala, perubahan suasana hati, nyeri payudara dan haid yang tidak teratur.

Melihat hal tersebut, sebenarnya bolehkah suntik KB saat haid? Sebenarnya, Moms dapat melakukan suntik KB kapan saja selama siklus menstruasi dan selama tidak hamil.

Bahkan, suntik KB saat haid pada 5 hari pertama periode menstruasi, ini akan sangat efektif untuk mencegah kehamilan.

Moms dapat mendapatkan ksuntik KB kapan saja setelah melahirkan, jika Moms tidak sedang menyusui. Jika Moms sedang menyusui, biasanya suntik KB akan diberikan setelah 6 minggu.

Jika Moms mulai suntik KB pada atau sebelum hari ke-21 setelah melahirkan, Moms akan segera terlindungi dari kehamilan.

Jika Moms memulai suntikan setelah hari ke-21, Moms harus menggunakan kontrasepsi tambahan, seperti kondom selama 7 hari berikutnya.

Perhatikan, Moms lebih mungkin mengalami pendarahan berat dan tidak teratur jika melakukan suntik KB beberapa minggu pertama setelah melahirkan.

Meski begitu, secara umum suntik KB ini aman untuk Moms yang sedang menyusui. Jika memilih kontrasepsi ini, segera konsultasi dengan dokter.

Karena pertanyaan bolehkah suntik KB saat haid telah mendapat jawaban yang jelas, Moms dapat leluasa melakukannya tanpa rasa khawatir.

  • https://www.nhs.uk/conditions/contraception/contraceptive-injection/
  • https://www.webmd.com/sex/birth-control/birth-control-depo-provera
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11024223/#:~:text=The%20results%20of%20this%20study,continuation%20rate%20can%20be%20achieved.
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait