14 Juli 2022

Bacaan Surat At Taubah Ayat 119 Lengkap dengan Tulisan Arab Latin, dan Artinya

Ini menjadi salah satu ayat Alquran yang mengingatkan pentingnya kejujuran

Selalu memegang teguh kejujuran menjadi pokok utama dari surat At Taubah ayat 119. Sebab, orang beriman yang jujur bahkan dijanjikan untuk masuk surga oleh Allah SWT.

Selain itu, sebagaimana arti surat At Taubah yakni tobat, dalam surat ini banyak diulang kata tobat. Yakni terdapat pada ayat 3, ayat 5, ayat 11, ayat 27, ayat 74, ayat 104, ayat 112 dan 117.

Secara keseluruhan, ayat 119 ini juga tergolong madaniyah, yakni turun setelah Rasulullah hijrah ke Madinah. Surat ini juga mengingatkan tentang pentingnya hidup berjamaah.

Baca Juga: Wajib Tahu, Ini 10 Adab Buang Air dalam Islam

Bacaan Surat At Taubah Ayat 119 Beserta Asbabun Nuzulnya

Surat At Taubah Ayat 105 -1
Foto: Surat At Taubah Ayat 105 -1 (Sumber: Yatlunahu.com)

Foto ilustrasi surat At Taubah (Sumber: Orami Photo Stock)

Berikut ini bacaan surat At Taubah ayat 119 dalam tulisan Arab, latin dan artinya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

(Yaa ayyuhal ladziina aamanut taqullooha wa kuunuu ma’ash shoodiqiin)

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.” (QS At Taubah: 119)

Asbabun nuzul atau sebab-sebab turunnya ayat ini berkaitan dengan dua ayat sebelumnya. Dari ayat 117-119, ada pembahasan tentang tobatnya Ka’ab bin Malik, Murarah bin Rabi’ dan Hilal bin Umayyah.

Mereka tidak ikut Perang Tabuk. Ka’ab bin Malik sebenarnya telah mempersiapkan kendaraan perang dan perbekalan. Namun, ia malah menunda-nunda.

Setelah beberapa hari dan pasukan muslim sudah jauh, Ka’ab tidak juga berangkat. Ia merasa sedih dan kesedihan itu semakin kuat ketika terdengar kabar Rasulullah dalam perjalanan pulang dari Perang Tabuk.

Ka’ab sempat terpikir untuk berbohong. Namun begitu terdengar Rasulullah SAW telah dekat, hilang rencana itu. Diriya sadar, meksi berbohong tetap saja Allah SWT akan mengungkap kebohongannya.

Ketika Rasulullah SAW tiba di Masjid dan selesai salat dua rakaat, orang-orang munafik yang tidak ikut berperang segera mendatangi beliau. Mereka mengemukakan alasan dengan berdusta agar dimaafkan.

Rasulullah SAW pun tidak menghukum mereka. Namun, Ka’ab tidak mengemukakan alasan apa pun. Ia mengakui dirinya bersalah tidak berangkat. Kemudian Beliau mendiamkannya.

Beliau menyatakan bahwa Ka’ab telah berkata jujur dan memintanya pergi hingga Allah SWT menurunkan keputusan-Nya.

Keputusan itu pun turun berupa Iqab atau sanksi atas Ka’ab, Murarah dan Hilal yakni tidak diajak berkomunikasi oleh kaum muslimin selama 50 hari.

Pada 10 hari terakhir, istrinya pun dilarang komunikasi. Ka’ab merasa bumi menjadi sangat sempit. Ia seakan hidup sendiri tanpa teman dan saudara.

Di hari ke-50, Allah SWT menurunkan Surat At Taubah ayat 117-119. Isinya, Allah SWT menerima tobat mereka dan menyerukan untuk tetap jujur serta membersamai orang-orang yang benar dan jujur.

Baca Juga: Mengenal Muhasabah, Introspeksi Diri yang Dianjurkan dalam Islam

Tafsir Surat At Taubah Ayat 119

Keutamaan Syarifah Berdasarkan Alquran dan Hadis, Umat Muslim Wajib Tahu!
Foto: Keutamaan Syarifah Berdasarkan Alquran dan Hadis, Umat Muslim Wajib Tahu!

Foto ilustrasi membaca Alquran bersama (Sumber: Orami Photo Stock)

Dirangkum dari berbagai sumber trafsir, inilah tafsir surat At Taubah ayat 119:

1. Perintah untuk Bertakwa

Ketika menafsirkan ayat ini, Sayyid Qutb menuliskan dalam Tafsir Fi Zhilalil Qur’an menjelaskan mengenai asbabun nuzul dari ayat ini.

Dan untuk menekankan arti kejujuran yang tampak dalam kisah tiga orang yang tak ikut perang, datanglah seruan bagi seluruh orang yang beriman untuk bertakwa kepada Allah.

Allah SWT memerintah orang-orang yang beriman untuk bertakwa karena taqwa itulah yang akan membawa keberuntungan, dan juga menjadi kunci untuk masuk surga. Rasulullah SAW bersabda:

اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ

Artinya: “Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada.” (HR Tirmidzi)

Secara umum, takwa adalah menjalankan perintah-perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya. Ini dilakukan saat sedang sendiri maupun saat bersama orang lain.

2. Pentingnya Kejujuran

Buya Hamka mengatakan, kejujuran kadang-kadang meminta pengorbanan dan penderitaan. Tetapi mereka yang bertahan pada kejujuran. Mereka tetap mengambil pihak dan memilih hidup bersama dalam daftar orang yang benar dan jujur.

Saat orang membiasakan kejujuran, akan ada banyak mendapat banyak kebaikan yang menghampiri, hingga dijanjikan untuk masuk surga jika benar-benar melakukannya dengan ikhlas. Rasulullah SAW bersabda:

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ

Artinya: “Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantar ke surga.” (HR Bukhari dan Muslim)

Selain itu, jujur adalah karakter dari orang yang beriman, karena mereka tidak mungkin memiliki sifat pembohong. Mereka selalu diliputi oleh kebaikan, yang menjauhkan dari kebohongan.

3. Berada dengan Orang-Orang yang Jujur

Memiliki kejujuran juga harus dipelihara, salah satunya dengan berada di lingkungan orang-orang yang jujur. Karena, orang beriman dan bertakwa selalu memegang kebenaran dan kejujuran.

Oleh karena itu, Sayyid Qutb dan Buya Hamka dalam tafsirnya menegaskan makna ini dengan diserukan untuk bertaqwa kepada Allah SWT dan selalu bersama orang-orang yang benar.

Baca Juga: Hukum Meniup Makanan dalam Islam, Wajib Tahu!

Kandungan Surat At Taubah Ayat 119

Meredam amarah menurut pandangan Islam 1.png
Foto: Meredam amarah menurut pandangan Islam 1.png

Foto ilustrasi sedang bertasbih (Sumber: Orami Photo Stock)

Dari penjelasan tafsir tersebut, terdapat kesimpulan kandungan dari isi kandungan Surat At Taubah ayat 119, yakni:

  • Allah SWT memerintahkan orang-orang yang beriman untuk bertakwa. Yakni selalu berusaha menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
  • Allah SWT memerintahkan orang-orang yang beriman untuk jujur, baik dalam perkataan maupun perbuatan.
  • Jujur adalah tanda keimanan dan bukti ketakwaan.
  • Allah SWT memerintahkan orang-orang yang beriman bersama orang-orang yang jujur.
  • Ayat ini juga mengisyaratkan pentingnya berjamaah, atau bersama dengan orang-orang yang berpegang pada kebenaran dan kejujuran.

Semoga dengan mengetahui arti, tafsir, dan kandungan surat At Taubah ayat 119 ini dapat meneguhkan karakter kejujuran dan ketakwaan pada umat Islam.

  • https://bersamadakwah.net/surat-at-taubah-ayat-119/
  • https://webmuslimah.com/isi-kandungan-surat-at-taubah-ayat-119/
  • https://worldquran.com/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.