Trimester 1

11 Januari 2021

5+ Tanda Hamil saat Menyusui Bayi, Salah Satunya Moms Merasa Sangat Lapar!

Bisa saja ada tanda hamil saat menyusui bayi yang terlewat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Setelah mengalami ‘roller coaster’ selama 9 bulan kehamilan dan sedang menikmati momen menyusui bayi saat ini, sepertinya Moms akan menunda dahulu untuk kembali hamil.

Sepertinya akan banyak ibu yang berpikir untuk membuat jarak antara bayi yang sedang disusui dengan anak berikutnya.

Bagaimana jika muncul tanda hamil saat menyusui bayi? Apa yang harus dilakukan untuk memastikannya? Daripada menduga-duga dan memunculkan kekhawatiran, ada baiknya untuk mengetahui hal-hal seputar tanda hamil saat menyusui bayi di bawah ini.

Baca Juga: Hamil Saat Masih Menyusui, Amankah?

Adakah Kemungkinan Hamil saat Menyusui?

Tanda Hamil Saat Menyusui Bayi -1

Foto: Orami Photo Stock

Banyak yang merasa bahwa memberikan ASI eksklusif adalah salah satu bentuk KB alami. Namun, apakah bentuk kontrasepsi ini cukup aman?

Menurut Office of Population Affair, dari 100 perempuan yang menggunakan metode ini dengan benar selama 6 bulan pertama setelah melahirkan, hanya 1 atau 2 di antaranya yang bisa hamil.

Namun, metode ini juga memiliki beberapa persyaratan untuk dilakukan agar tidak menemukan tanda hamil saat menyusui bayi, yakni:

  • Praktikkan keperawatan eksklusif. Itu berarti Moms harus sama sekali tidak memberikan makanan padat atau susu formula selama 6 bulan pertama
  • Perawatan sesuai permintaan. Ikuti arahan bayi dan biarkan Si Kecil menyusu kapan pun bayi inginkan. Susui bayi setidaknya setiap 4 jam di siang hari dan setiap 6 jam di malam hari. Pemompaan bukanlah pengganti yang memadai saat menggunakan metode ini
  • Hindari menggunakan empeng. Sebaliknya, biarkan bayi memuaskan kebutuhan isapnya dengan meringkuk dan membiarkannya menyusu.
  • Biasanya, metode ini efektif jika tidak menstruasi selama melakukan ASI ekslusif. Itulah yang menjadikan ini sebagai bentuk pengendalian kelahiran sementara
  • Perhatikan saat bayi mencapai usia 6 bulan dan mulai makan makanan padat, karena peluang ovulasi akan meningkat. Penelitian IPPM Medical Buletin menunjukkan bahwa dengan memasukkan makanan secara perlahan dan mengurangi waktu menyusui secara bertahap, Moms mungkin dapat mendorong ovulasi lebih lama. Namun, diperlukan penelitian terbaru.
  • Hati-hati saat kembali bekerja. Studi Clinical Trial menunjukkan bahwa perempuan yang kembali bekerja dan menggunakan metode ASI ekslusif dengan cara memompa ASI, lebih mungkin hamil daripada ibu yang tidak bekerja dan menggunakan metode yang sama.

Baca Juga: Menyusui saat Hamil, Wajib Konsumsi 4 Nutrisi Makanan Agar ASI Lancar Ini!

Amankah Menyusui saat Hamil?

Tanda Hamil Saat Menyusui Bayi -2

Foto: Orami Photo Stock

Moms mungkin bertanya-tanya tentang keamanan menyusui saat hamil. “Sangat mungkin untuk terus menyusui saat hamil,” jelas Dr Samantha Radford, Ph.D., seorang ahli kimia dengan fokus pada kesehatan masyarakat, dikutip Romper.

Moms tidak perlu terlalu khawatir tentang ini karena ini bukan masalah dalam kehamilan yang sehat. Menyusui dapat melepaskan hormon oksitosin yang menyebabkan kontraksi rahim.

Namun, karena hormon dilepaskan dalam jumlah yang sangat kecil, juga sangat kecil kemungkinannya untuk menyebabkan kontraksi yang dapat menyebabkan persalinan prematur.

Kontraksi ringan seperti itu tidak berbahaya bagi janin dan juga tidak menjadi penyebab keguguran. Namun, ada beberapa kasus di mana dokter mungkin menyarankan untuk berhenti menyusui. Biasanya alasannya adalah:

  • Dalam beberapa kasus terdapat resiko keguguran
  • Jika ada inkompetensi serviks yang didokumentasikan
  • Setelah trimester kedua kehamilan, saat kebutuhan bayi dalam kandungan meningkat secara signifikan dan dapat dengan mudah membuat lelah
  • Selama trimester terakhir, saat rangsangan pada puting dapat menyebabkan kontraksi

Jika menemui tanda hamil saat menyusui bayi, penting untuk mempertimbangkan kebutuhan diri, bayi yang disusui dan janin dalam kandungan. Keputusan apakah sebaiknya melanjutkan menyusui atau tidak adalah sesuatu yang harus dibuat setelah mengevaluasi semua aspek.

Baca Juga: Waspadai Tanda Kehamilan Berupa Bercak Darah

Tanda Hamil saat Menyusui Bayi

Tanda Hamil Saat Menyusui Bayi -3

Foto: Orami Photo Stock

Karena kemungkinan untuk hamil masih ada meski memberikan ASI ekslusif sebagai metode kontrasepsi, ada baiknya Moms untuk mengetahui tanda hamil saat menyusui bayi, di antaranya:

1. Haus yang Berlebihan

Moms mungkin mulai merasa sangat haus. Ini merupakan tanda hamil saat menyusui bayi yang perlu Moms sadari.

Sebenarnya, ini biasa terjadi selama menyusui karena bayi akan mengonsumsi sebagian besar cairan yang Moms minum. Tetapi, jika Moms hamil, rasa haus tersebut akan semakin meningkat. Karena bukan hanya bayi, tetapi juga janin yang juga membutuhkannya.

2. Kelelahan

Tanda hamil saat menyusui bayi selanjutnya adalah kelelahan. Moms cenderung merasa lelah saat beraktivitas sekecil apa pun. Misalnya, hanya menyapu area rumah.

Jika biasanya rasa kelelahan seperti ini akan terjadi menjelang akhir trimester pertama, namun ini bisa menjadi tanda hamil saat menyusui yang akan sangat dirasakan.

3. Payudara Lebih Lembut dan Terasa Sakit

Ini adalah salah satu tanda hamil saat menyusui bayi yang akan terasa. Jika Moms tiba-tiba mengalami peningkatan sensitivitas pada puting atau mendapati puting sangat nyeri dan sakit setelah menyusui, Moms mungkin perlu melakukan tes kehamilan.

4. Produksi ASI Berkurang

Tanda hamil saat menyusui bayi selanjutnya adalah produksi ASI berkurang. Ini biasanya terjadi setelah sekitar dua bulan kehamilan tetapi juga dapat terjadi pada tahap awal kehamilan.

“Anda mungkin mengalami penurunan suplai ASI, bahkan selama awal kehamilan,” kata Dr. Samantha.

Selain itu, rasa ASI juga kemungkinan besar akan berubah jika sedang hamil. Ini mungkin terlihat ketika bayi menolak untuk menyusu atau tampaknya menyusu dengan ragu-ragu. Beberapa bayi mungkin juga mulai menyapih diri dari ASI sebagai akibat dari perubahan ini.

5. Kram

Tanda hamil saat menyusui bayi selanjutnya adalah kram. Kram pada perut yang terjadi jika sedang hamil bisa sangat parah. Ini mungkin terasa seolah-olah Moms akan memasuki waktu menstruasi yang biasa, tetapi itu tidak pernah terjadi dan hanya kram yang berlanjut.

Ini bisa jadi indikator kuat kemungkinan hamil, apalagi jika dibarengi dengan bercak saat menyusui.

6. Mual atau Morning Sickness

Tanda hamil saat menyusui bayi lainnya adalah adanya kemungkinan mual dan morning sickness yang lebih besar daripada biasanya. Moms harus segera mengaatasi jika hal ini terjadi, karena akan berpengaruh pada kesehatan Moms, bayi, dan janin.

6. Selalu Merasa Lapar

Sebagai ibu menyusui, rasa lapar pasti telah meningkat secara signifikan. Tetapi jika tiba-tiba ada lonjakan tingkat rasa lapar yang disertai dengan beberapa gejala kehamilan lainnya, maka kemungkinan besar hal tersebut adalah tanda hamil saat menyusui bayi.

Baca Juga: 3 Hal yang Perlu Dipersiapkan untuk Menyusui Sejak Masa Kehamilan

Tips untuk Moms yang Sedang Hamil saat Menyusui

Tanda Hamil Saat Menyusui Bayi -4

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms mengenali tanda hamil saat menyusui bayi dan berniat akan melakukan tandem nursing, ada beberapa tips sederhana yang akan membantu memastikan bahwa bayi, janin dan Moms teap sehat. Yakni:

1. Konsumsi Makanan Seimbang

Ini agar memastikan kebutuhan nutrisi harian terpenuhi. Moms juga harus mengonsumsi vitamin prenatal dan menambahkan setidaknya 500 kalori ke asupan makanan harian.

Ini karena janin membutuhkan setidaknya 300 kalori untuk tumbuh dengan baik. Sisanya penting untuk mencegah gangguan suplai ASI.

2. Istirahat yang Cukup

Tingkat energi cenderung jauh lebih rendah daripada selama kehamilan biasa. Ini karena tubuh terlibat dalam perkembangan janin dan juga menyusui bayi. Dan ini akan cenderung membuat Moms merasa mudah lelah tanpa melakukan banyak hal.

3. Tetap Terhidrasi

Penting untuk tetap terhidrasi setiap saat. Saat hamil, ini menjadi lebih penting karena dehidrasi dapat menyebabkan pusing dan merusak pertumbuhan janin. Jadi, pastikan Moms banyak minum air putih, jus buah, milkshake, dan cairan sehat lainnya setiap hari.

4. Pastikan Melakukan Perawatan Puting yang Tepat

Peningkatan kadar hormon terutama estrogen dan progesteron, bisa membuat puting perih. Menyusui juga dapat membuat puting menjadi kering atau pecah-pecah yang rawan infeksi.

Menggunakan pelindung puting atau salep khusus yang ditujukan untuk tujuan tersebut mungkin dapat membantu.

5. Menyapih Jika Diperlukan

Jika menemukan gejala kehamilan yang memburuk atau menyebabkan rasa sangat tidak nyaman yang berdampak buruk pada kesehatan, Moms mungkin ingin mempertimbangkan untuk segera menyapih Si Kecil.

Caranya, Moms bisa mengurangi jumlah waktu menyusui, mulai mengenalkan susu formula, dan menambah waktu bersama untuk meningkatkan bonding untuk memenuhi kebutuhan emosional bayi.

Lakukan beberapa antisipasi saat menemukan tanda hamil saat menyusui bayi, salah satunya dengan mengeceknya dengan testpack. Sebab, hal itu akan menentukan apakah menyusui akan diteruskan atau tidak demi keamanan Moms, bayi dan janin.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait