26 Oktober 2022

6 Penyebab Cedera Tendon Achilles, Salah Satunya Pemakaian High Heels!

Intensitas olahraga yang terlalu tinggi juga bisa jadi penyebabnya

Tendon achilles merupakan bagian tubuh yang sangat penting bagi atlet.

Bahkan, jika bagian tubuh ini mengalami cedera, hal ini bisa memengaruhi kariernya di dunia olahraga.

Tendon achilles adalah pita jaringan berserat yang menghubungkan otot-otot di betis ke tumit.

Jaringan inilah yang membuat seseorang bisa melompat, berlari, dan berjalan.

Mengutip dari Hopkins Medicine, jaringan ini menjadi tumpuan dalam beraktivitas sehari-hari.

Moms mungkin pernah mendengar mitos Yunani mengenai Achilles Heel.

Ksatria terkuat pada perang Trojan ini bahkan bisa kalah ketika bagian tumitnya dipanah.

Nah, ternyata memang sepenting itu peran tendon achilles. Yuk, kenali lebih jauh jaringan di bagian kaki ini!

Baca Juga: Tendinitis, Kondisi saat Tendon Mengalami Peradangan dan Terasa Nyeri

Penyebab Cedera Tendon Achilles

Pemakaian High Heels Menjadi Penyebab Cedera Tendon Achilles
Foto: Pemakaian High Heels Menjadi Penyebab Cedera Tendon Achilles (Orami Photo Stock)

Luka pada tendon cukup umum terjadi.

Jika tendon mengalami cedera ringan atau sedang, biasanya akan terasa seperti nyeri dan kekakuan yang membakar di kaki.

Namun, jika tendon achilles sampai robek sebagian atau seluruhnya, rasa sakitnya tentu akan lebih parah.

Mengutip dari WebMD, salah satu jenis cedera jaringan ini disebut tendinitis achilles.

Ini merupakan kondisi ketika beberapa bagian tendon mengalami peradangan.

Tendinitis acilles terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu tendinitis achilles non-insersional dan tendinitis achilles insersional.

Pada tendinitis achilles non-insersional, serat di tengah tendon mengalami pecah, membengkak, dan menjadi tebal.

Sementara pada tipe insersional, tendon bisa masuk ke tulang tumit yang menyebabkan taji tulang atau osteofit.

Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab tendon achilles cedera, yaitu:

1. Olahraga Terlalu Berat

Olahraga memang baik untuk tubuh, tetapi jika ingin meningkatkan intensitasnya, sebaiknya lakukan secara bertahap, ya Moms.

Jika intensitas olahraga naik secara drastis, tentu akan memengaruhi tendon achilles karena bebannya bertambah.

Apalagi jika Moms berlari di daerah berbukit, hal ini akan rentan memicu mikrotrauma berulang yang dapat menyebabkan cedera simtomatik.

Baca Juga: Makan Sebelum Olahraga vs Setelah Olahraga, Lebih Baik Mana?

2. Panjang Kaki yang Berbeda

Panjang kaki kanan dan kaki kiri bisa berbeda, lho Moms.

Meski hanya berbeda beberapa milimeter, risiko cedera tendon achilles tetap ada.

3. Mengenakan High Heels

Buat Moms yang senang memakai high heels atau sepatu hak tinggi, Moms harus lebih berhati-hati.

Pasalnya, keseringan pakai high heels berisiko memperpendek tendon achilles.

Maka itu, cobalah sesekali menggunakan sepatu hak rendah atau flat shoes agar kaki bisa “bernapas” juga.

4. Pertambahan Usia

Seiring bertambahnya usia, terutama di atas 30 tahun, tendon bisa lebih rentan terhadap cedera.

Hal ini karena terjadi penurunan suplai darah ke tendon ketika usia mulai menua.

Baca Juga: 10 Jenis Sepatu Wanita, Nyaman dan Tetap Gaya!

5. Antibiotik

Konsumsi antibiotik jenis tertentu bisa meningkatkan risiko cedera tendon untuk sementara waktu.

Beberapa jenis antibiotik fluoroquinolone yang dapat memicu risiko cedera adalah ciprofloxacin, gemifloxacin, atau levofloxacin.

6. Arthritis

Beberapa jenis arthritis tertentu dapat meningkatkan risiko cedera tendon achilles.

Jenis arthritis tersebut antara lain ankylosing spondylitis, yakni kondisi peradangan yang menyebabkan celah antara ruas tulang belakang tertutup.

Risiko cedera juga meningkat pada kondisi psoriatic arthritis, radang sendi yang terjadi pada pengidap psoriasis.

Gejala Cedera Tendon Achilles

Ilustrasi Cedera Tendon Achilles
Foto: Ilustrasi Cedera Tendon Achilles (Freepik.com/stefamerpik)

Mengutip Health Direct, beberapa gejala tendon achilles mengalami cedera antara lain:

  • Bagian belakang tumit terasa lemah atau kaku, mungkin lebih terasa pada pagi hari dan berangsur membaik saat tendon digerakkan perlahan.
  • Pembengkakan di area tendon.
  • Kekuatan kaki dan gerakan mengalami penurunan.

Jika tendon achilles robek sepenuhnya, gejalanya bisa seperti terkena sebuah tendangan atau pukulan yang mengenai bagian belakang pergelangan kaki.

Akibatnya, penderita bisa mengalami kesulitan berjalan.

Baca Juga: Kondisi Kuku Orang Sakit Jantung dan Tanda Lainnya di Kulit, Tangan dan Kaki yang Perlu Diperhatikan

Pengobatan Tendon Achilles Cedera

Gips untuk Terapi Cedera Tendon Achilles
Foto: Gips untuk Terapi Cedera Tendon Achilles (Freepik.com/pvproductions)

Ketika sudah telanjur mengalami cedera pada jaringan ini, Moms mungkin bertanya-tanya tentang pengobatannya. Apakah bisa sembuh?

Kabar baiknya, cedera pada tendon achilles bisa disembuhkan, namun butuh waktu yang cukup lama.

Mengutip UT Southwestern Medical Center, hal ini karena tendon tidak mendapatkan suplai darah yang signifikan.

Tendon berbeda dengan jaringan otot lainnya yang mendapat suplai darah cukup.

Padahal, darah berfungsi untuk memberikan cairan dan nutrisi penting untuk penyembuhan.

Semakin sedikit darah yang dikirim, semakin lama pula waktu yang dibutuhkan jaringan untuk sembuh.

Apalagi ukuran tendon achilles yang cenderung tipis, maka masa pemulihan bisa memakan waktu lebih lama.

Baca Juga: 9 Titik Akupuntur Kaki untuk Mengurangi Pegal hingga Sakit Kepala

Jika kondisinya sudah parah, penderita akan mengalami kesulitan berjalan pada beberapa minggu awal pemulihan.

Pengobatan tendon achilles cedera tergantung pada banyak faktor, termasuk tingkat keparahan cedera.

Jika tidak membutuhkan pembedahan, pasien biasanya akan dipasangkan gips di bagian kaki dan pergelangan kaki.

Biasanya, hal ini juga diimbangi dengan terapi fisik supaya robekan di tendon achilles bisa sembuh dengan sendirinya.

Namun pada kasus yang lebih serius, dokter biasanya merekomendasikan prosedur pembedahan.

Supaya itu tidak terjadi, ada beberapa hal yang bisa Moms lakukan untuk mencegah cedera pada bagian tendon achilles, yaitu:

  • Lakukan pemanasan sebelum berolahraga, senam, atau gerakan berulang lainnya.
  • Tingkatkan aktivitas atau intensitas olahraga secara perlahan, bukan sekaligus.
  • Kenakan sepatu yang tepat saat beraktivitas. Hindari penggunaan sepatu hak tinggi terlalu sering.
  • Hindari berolahraga di permukaan tanah atau lantai yang tidak rata.
  • Hentikan aktivitas yang menyebabkan rasa sakit.

Baca Juga: 7+ Jenis Penyakit Kelainan Otot, Waspadai Penyebabnya Moms

Itu dia seluk beluk mengenai cedera tendon achilles. Berolahraga itu baik, tetapi jangan lupa pemanasan dan jangan memaksakan diri, ya Moms!

  • https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/achilles-tendon-injuries
  • https://www.webmd.com/fitness-exercise/guide/achilles-tendon-injury
  • https://www.sports-health.com/sports-injuries/ankle-and-foot-injuries/causes-and-risk-factors-achilles-tendon-damage
  • https://www.healthdirect.gov.au/achilles-tendon
  • https://utswmed.org/medblog/achilles-tendon-injuries-rehab/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb