Kesehatan

KESEHATAN
21 Desember 2020

Ternyata, Ini Penyebab Seringnya Lutut Berbunyi Gemeretak

Bisa jadi karena terlepasnya udara yang terperangkap dalam cairan sendi secara tiba-tiba
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Moms mungkin penah mendengar letupan, benturan, dan derak sesekali saat Moms menekuk atau meluruskan lutut, atau saat kita berjalan biasa, bahkan mungkin saat naik atau turun tangga.

Dokter menyebut suara berderak ini sebagai crepitus (KREP-ih-dus) atau atau krepitasi.

Salah satu penjelasan mengapa hal ini terjadi adalah osteoartritis, tetapi ada banyak penyebab lainnya. Dalam kebanyakan kasus, lutut berbunyi bukanlah masalah.

Namun, jika Moms juga mengalami nyeri, maka mungkin ingin mempertimbangkan untuk meminta dokter memeriksa lutut kita.

Krepitasi di lutut berbeda dengan krepitasi atau berderak di paru-paru, yang bisa jadi pertanda adanya masalah pernapasan.

Lalu, apa yang menjadi penyebab lutut berbunyi? Cari tahu penjelasannya berikut ini, Moms.

Baca Juga: 11 Penyebab Lutut Sakit, Cari Tahu Moms!

Penyebab Lutut Berbunyi saat Ditekuk

lutut berbunyi

Foto: Orami Photo Stock

Lutut berbunyi bisa terjadi karena berbagai alasan, selain osteoartritis. Berikut beberapa penyebab lutut Moms bisa berbunyi.

1. Gelembung Gas

Seiring waktu, gas dapat menumpuk di area sekitar sendi, membentuk gelembung kecil di cairan sinovial. Saat Moms menekuk lutut, beberapa gelembung tersebut akan pecah dan menyebabkan lutut berbunyi.

Hal ini normal dan terjadi pada semua orang dari waktu ke waktu dan tidak menimbulkan rasa sakit.

2. Ligamen

Ligamen dan tendon di sekitar sendi lutut dapat meregang sedikit saat melewati benjolan kecil yang bertulang. Saat mereka kembali ke tempatnya, Moms mungkin mendengar suara klik di lutut.

3. Ketidakstabilan Patellofemoral

Tubuh setiap orang sedikit berbeda. Berbagai jaringan dan komponen yang menyusun lutut berbeda-beda antar individu, baik sejak lahir atau karena usia, cedera, atau peristiwa kehidupan.

Lutut Moms mungkin lebih tertekuk daripada lutut orang lain, atau tempurung lutut kita mungkin bergerak lebih bebas. Perbedaan ini mungkin membuat lutut satu orang lebih berisik daripada lutut orang berikutnya.

Kondisi ini yang menyebabkan lutut berbunyi lebih sering.

Baca Juga: Penyebab Kaki Kram saat Hamil

4. Cedera

Krepitasi juga bisa disebabkan oleh trauma. Jatuh di lutut dapat menyebabkan kerusakan pada tempurung lutut atau bagian lain dari sendi lutut.

Krepitasi bisa menjadi tanda kerusakan berikut ini.

  • Meniscus tears , cukup umum terjadi pada orang yang berolahraga, jogging, atau lari. Robekan meniskus dapat menyebabkan krepitasi saat sendi bergerak.
  • Chondromalacia patella, terjadi ketika Moms mengalami kerusakan pada tulang rawan di bawah permukaan yang menutupi tempurung lutut. Kita mungkin merasakan nyeri tumpul di belakang tempurung lutut, biasanya disebabkan oleh penggunaan berlebihan atau cedera.
  • Sindrom patellofemoral, atau lutut pelari, dimulai saat Moms memberi terlalu banyak tekanan pada patela. Ini terjadi sebelum kerusakan terjadi pada permukaan sendi patela, dan dapat menyebabkan chondromalacia patella. Ini bisa melibatkan deritan dan gesekan yang menyakitkan yang dapat kita lihat atau dengar saat Moms menggerakkan lutut.

5. Radang Sendi

Osteoartritis dapat terjadi pada semua usia, tetapi biasanya dimulai ketika orang berusia 50-an.

Kondisi ini juga dikenal sebagai artritis "keausan", osteoartritis biasanya memengaruhi sendi yang paling sering Moms gunakan dan yang menahan beban, seperti lutut.

Pada osteoartritis, tekanan mekanis dan perubahan biokimia bergabung untuk menghancurkan tulang rawan yang menjadi bantalan sendi dari waktu ke waktu.

Hal ini menyebabkan peradangan dan nyeri, dan sendi bisa berderak, dan mungkin lutut berbunyi. Jika Moms mengalami krepitasi disertai nyeri, ini bisa menjadi tanda osteoartritis.

6. Tempurung Lutut

Dari segi anatomi, tempurung lutut kita ditahan di atas sendi lutut oleh otot, tendon, dan ligamen. Jika jaringan lunak ini menjadi lebih ketat di satu sisi lutut lebih dari yang lain, tempurung lutut dapat ditarik keluar dari posisi sejajar saat Moms bergerak, menimbulkan suara.

Baca Juga: Ketahui Penyebab dan Cara Penanganan Lutut Bengkak Berikut Ini!

Kedua penyebab ini cukup normal dan terjadi pada semua orang setiap hari.

Menekan tempurung lutut tidak sering menyakitkan dan orang terbiasa menjalaninya selama bertahun-tahun. Mendengar suara-suara yang tidak biasa dari lutut dapat membuat orang khawatir, karena Momstakut akan yang terburuk ketika kita tidak dapat melihat apa yang terjadi di dalam. Jangan panik! Bunyi ini tidak selalu berarti kerusakan.

7. Operasi

Terkadang, bisa terjadi lutut berbunyi lebih berisik setelah operasi. Ini mungkin karena perubahan kecil yang terjadi selama prosedur itu sendiri atau, dalam kasus penggantian sendi, fitur-fitur sendi baru.

Namun, seringkali, suara tersebut sudah ada sebelumnya, tetapi orang mungkin lebih memperhatikannya setelah operasi karena mereka lebih teliti selama periode pasca operasi.

Meskipun hal ini dapat mengkhawatirkan, penelitian dari Brazilian Journal of Physical Therapy, untuk hampir 5.000 orang menyimpulkan bahwa lutut berbunyi setelah penggantian lutut tidak memengaruhi pandangan jangka panjang atau kualitas hidup orang setelah 3 tahun.

Kapan Harus Khawatir tentang Lutut Berbunyi

lutut berbunyi

Foto: Orami Photo Stock

Krepitasi di lutut sering terjadi dan biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Tidak perlu khawatir tentang terjadinya lutut berbunyi.

Namun, jika Moms merasakan nyeri yang terkait dengan suara berderak dan meletus, ini bisa menandakan adanya masalah:

  • gejala umum osteoartritis (OA)
  • kemungkinan gejala rheumatoid atau artritis menular
  • mungkin menyertai beberapa jenis cedera lutut

Temui dokter Moms sesegera mungkin jika lutut berbunyi, berderak, dan sakit.

Baca Juga: Bunyi 'Grok grok' pada Napas Bayi, Apa Penyebabnya?

Mengatasi Lutut Berbunyi

lutut berbunyi

Foto: prevention.com

"Pada umumnya apabila sendi/tulang berbunyi tidak disertai dengan keluhan lain maka kemungkinan penyebabnya adalah karena terlepasnya udara dalam cairan sendi atau karena ligamen yang tegang sehingga Moms tidak perlu khawatir akan hal ini. Sendi/tulang yang berbunyi juga tidak memerlukan penanganan khusus," jelas dr. Ayu Andrian dari meetdoctor.com

Apabila Moms masih khawatir, maka bisa berkonsultasi dengan dokter orthopedi.

Namun jika sendi/tulang berbunyi disertai dengan keluhan nyeri, bengkak, panas, sulit digerakkan, ada perubahan/benjolan, dan keluhan lainnya, sebaiknya Moms memeriksakan diri ke dokter.

Hal ini agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya sehingga kita bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga: Kelainan Bentuk Kaki Anak X atau O, Ketahui Penanganannya

Biasanya para dokter akan menyarankan untuk:

  • menjaga berat badan
  • olahraga teratur, seperti jalan kaki, berenang, atau tai chi
  • menggunakan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)
  • obat resep, termasuk suntikan steroid ke dalam sendi
  • menerapkan kompres panas dan es untuk mengurangi peradangan
  • terapi fisik dan latihan untuk memperkuat otot-otot yang menopang sendi dan meningkatkan rentang gerak
  • terapi perilaku kognitif

Tapi ada beberapa hal juga yang wajib Moms perhatikan, seperti:

  • Hindari membebani lutut dan bahu.
  • Kurangi olahraga fitness yang terlalu berat pada lutut dan bahu.
  • Gunakan pelindung lutut dan bahu saat berolahraga.
  • Gunakan sepatu yang nyaman dan tas yang nyaman.
  • Hindari membawa tas yang terlalu berat.
  • Apabila disertai nyeri, berikan obat anti nyeri topikal / oles dan anti nyeri oral / minum.
  • Mandi dengan air hangat.

Dalam beberapa kasus, pembedahan atau penggantian sendi mungkin diperlukan. Meditasi juga dapat meredakan rasa sakit dan dapat meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

Vitamin yang Bisa Dikonsumsi untuk Lutut Berbunyi

cara mengatasi lutut berbunyi

Foto: iloveadog.com.au

Obat-obatan alami dan perawatan untuk nyeri sendi tersedia di toko obat, toko makanan kesehatan, dan online. Pilihannya meliputi:

  • kurkumin
  • resveratrol
  • boswellia (kemenyan)
  • tincture dan teh herbal tertentu

Ingatlah bahwa hanya sedikit yang terbukti efektif secara klinis, dan beberapa mungkin memiliki efek samping.

Suara derak dan bunyi di lutut Moms biasanya tidak perlu dikhawatirkan, dan kebanyakan orang tidak memerlukan perawatan.

Akan tetapi, jika Moms mengalami nyeri atau gejala lain dengan lutut berbunyi, ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter.

Baca Juga: 4 Manfaat Kaus Kaki Kompresi Selama Kehamilan, Patut Dicoba

Olahraga, diet, dan manajemen berat badan adalah cara-cara untuk menjaga kesehatan sendi lutut dan mencegah masalah di masa depan.

Mereka juga dapat membantu Moms mengelola gejala dan memperlambat kerusakan pada lutut kita jika Moms memang menderita osteoartritis.

Itu dia Moms beberapa hal yang perlu Moms ketahui mengenai lutut berbunyi. Jangan terlalu khawatir jika tidak disertai dengan rasa sakit. Namun, Moms perlu waspada jika lutut berbunyi dan terasa sakit ya.

Artikel Terkait