Kesehatan

2 November 2020

Nyeri saat Haid, Kenali Jenis dan Cara Mengatasinya

Ada dismenore primer dan sekunder
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Moms pasti sudah cukup akrab dengan dismenore. Nyeri saat haid atau yang dikenal juga sebagai dismenore tersebut seringkali bikin Moms tidak dapat beraktivitas normal.

Biasanya, nyeri haid terjadi pada saat hari pertama menstruasi, kemudian mereda pada hari kedua dan ketiga.

Meskipun mengalami nyeri saat haid adalah sesuatu yang normal, bagi sekitar 10 persen perempuan rasa sakit yang dialami cukup parah.

"Nyeri haid, normal terjadi pada siklus haid dan semakin mereda dengan bertambahnya usia. Nyeri haid yang tidak normal apabila sudah berlebihan atau sampai mengganggu aktivitas dalam 3 kali siklus haid," jelas dr. M. Charnaen Ibrahim, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Pondok Indah – Bintaro Jaya.

Baca Juga: Nyeri Saat Menstruasi? Konsumsi 5 Makanan yang Bisa Menenangkan Perut Ini!

Nah, tahukah Moms kalau nyeri saat haid terbagi atas dua tipe?

JoAnn V. Pinkerton , MD dari University of Virginia Health System, seperti dikutip dari MSD Manual menyebutkan, nyeri saat haid terbagi atas dismenore primer dan dismenore sekunder.

Apa yang dimaksud dengan kedua hal di atas dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk kita simak, Moms!

Jenis Nyeri Saat Haid atau Dismenore

Untuk lebih memahami tentang nyeri saat haid yang Moms, simak ulasan di bawah ini.

1. Dismenore Primer

sanescohealth.com.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Dismenore primer merupakan nyeri saat haid yang bukan diakibatkan kelainan ginekologis. Hal tersebut merupakan proses menstruasi yang normal.

Nyeri haid ini diduga dikarenakan kontraksi rahim dan kurangnya aliran darah ke sejumlah organ tubuh.

Rasa sakit biasanya dimulai ketika menstruasi mulai (atau sebelum) dan berlanjut selama 1-2 hari pertama.

Rasa sakitnya berupa nyeri perut bagian bawah yang dapat menjalar ke punggung atau paha. Ada kemungkinan pula mengalami kelelahan, mual, muntah, diare, nyeri pinggang, atau sakit kepala.

Dismenore primer adalah jenis nyeri saat haid yang paling umum, dialami lebih dari 50 persen perempuan.

Pada sekitar 5 -15 persen perempuan mengalami dismenore primer dengan gejala kram cukup parah sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Biasanya dismenore primer dialami oleh remaja dan perempuan di usia 20-an awal.

Saat beranjak dewasa, khususnya setelah kehamilan, rasa nyeri akibat dismenore primer cenderung berkurang.

Dilansir dari Department of Health & Human Services, Victoria, Australia, berikut beberapa cara mengatasi dismenore primer:

  • Obat pereda nyeri, seperti paracetamol
  • Rajin olahraga dan menjaga gaya hidupp sehat
  • Memberi kehangatan pada bagian yang nyeri dengan kompres atau botol berisi air hangat
  • Bed rest dalam satu atau dua hari pertama menstruasi

Baca Juga: Migrain Saat Menstruasi, Kenapa Bisa Terjadi?

2. Dismenore Sekunder

2 Ovulasi dan Menstruasi.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Dismenore sekunder adalah nyeri saat haid yang berkaitan dengan kelainan ginekologis.

HealthEngine menyebutkan dismenore sekunder biasa terjadi pada perempuan di atas 30 tahun. Rasa nyerinya bahkan berlangsung 3-4 hari sebelum haid, dan semakin parah saat haid berlangsung.

Beberapa gejala dismenore sekunder lainnya adalah nyeri saat berhubungan seksual, siklus menstruasi tidak teratur, darah yang berlebihan, dan berdarah saat berhubungan seks.

Dismenore sekunder dapat disebabkan oleh sejumlah kondisi, di antaranya:

  • Adanya fibroid atau tumor jinak yang berkembang atau menempel di dalam dinding rahim
  • Adenomyosis atau jaringan yang melapisi rahim mulai tumbuh di dalam dinding ototnya
  • Endometriosis atau fragmen dari lapisan endometrium yang ditemukan pada organ panggul lainnya
  • Penyakit radang panggul (PID)
  • Kista atau tumor ovarium
  • Penggunaan alat kontrasepsi (IUD)

Sebagian besar gangguan ini dapat diatasi dengan pengobatan atau operasi. Jika Moms mengalami dismenore dengan nyeri saat haid berlebih ada baiknya untuk periksakan ke dokter untuk mengetahui jenis dismenore yang dialami dan penanganan yang tepat ya.

Cara Mengatasi Nyeri saat Haid

Menurut dr. Ibrahim, nyeri haid dapat mempengaruhi kesuburan, apalagi apabila penyebabnya adalah endometriosis, adenomiosis, atau mioma uteri. Oleh karena itu jika merasakannya harus segera di atasi.

"Mengonsumsi obat anti nyeri seperti ibuprofen, cox 2 inhibitor, dengan relaksasi bisa membantu mengatasi nyeri saat haid," tutur dr. Ibrahim.

Tapi Moms juga mengatasinya dengan cara-cara alami lho. Bagaimana caranya? Yuk kita simak.

1. Melakukan Kompres Hangat

nyeri saat haid

Foto: strutyours.com

Menempatkan botol air panas atau lap kain hangat di perut dapat mengendurkan otot dan meredakan nyeri saat haid.

Panas membantu otot rahim dan sekitarnya untuk rileks, yang dapat meredakan kram dan ketidaknyamanan.

Moms juga dapat meletakkannya di punggung bawah untuk menghilangkan sakit punggung. Pilihan lainnya adalah berendam dalam air hangat, yang dapat membantu mengendurkan otot-otot di perut, punggung, dan kaki.

Baca Juga: Menstruasi Moms Tidak Normal? Kenali dan Pahami Dampaknya untuk Kesehatan

2. Olahraga Ringan

Meskipun olahraga mungkin menjadi hal terakhir yang disukai banyak wanita saat mengalami kram, olahraga dapat meredakan nyeri saat haid

Olahraga berat mungkin tidak bermanfaat jika seseorang kesakitan, tetapi peregangan ringan, berjalan-jalan, atau yoga dapat membantu. Olahraga juga melepaskan endorfin, yang merupakan pereda nyeri alami.

3. Orgasme

nyeri saat haid

Foto: Orami Photo Stock

Orgasme adalah obat yang bagus untuk nyeri saat haid. Mirip dengan olahraga, orgasme melepaskan banyak endorfin dan hormon lain yang menghilangkan rasa sakit, membantu seseorang merasa lebih baik.

4. Akupunktur

Penelitian telah menunjukkan bahwa akupunktur dapat meredakan nyeri saat haid. Perawatan ini dapat mengurangi peradangan, selain melepaskan endorfin dan membantu kita merasa rileks.

Seseorang lebih mungkin mendapat manfaat dari kursus akupunktur yang berkelanjutan daripada satu sesi.

5. Melakukan Pijat

mengatasi nyeri saat haid

Foto: Orami Photo Stock

Memijat perut sendiri juga dapat mengendurkan otot panggul dan meredakan nyeri saat haid.

Moms dapat dengan lembut mengoleskan minyak pijat, losion tubuh, atau minyak kelapa ke kulit kita yang nyeri.

Baca Juga: Ketahui Manfaat Pijatan untuk Ringankan Neuropati

6. Mengoleskan Minyak Esensial

Penelitian dari Evidence-based Complementary and Alternative Medicine: eCAM membandingkan pereda nyeri haid setelah pijat perut pada dua kelompok siswa perempuan. Satu kelompok dipijat dengan hanya menggunakan minyak almond, sedangkan kelompok lainnya dipijat menggunakan campuran minyak esensial yang terdiri dari kayu manis, cengkih, lavender, dan mawar dalam basis minyak almond.

Para peneliti menemukan bahwa kelompok yang menggunakan minyak esensial merasakan kelegaan yang lebih signifikan dari nyeri haid daripada yang tidak.

Kita dapat mencoba menambahkan beberapa tetes setidaknya satu dari minyak esensial ini ke minyak pembawa untuk pijat perut yang efektif.

7. Minum Teh Herbal

cara mengatasi nyeri saat haid

Foto: Orami Photo Stock

Teh herbal bersifat hangat dan menenangkan, dan dalam beberapa kasus, herbal itu sendiri juga dapat bermanfaat.

Beberapa produsen memasarkan teh khusus, seperti teh kamomil, dandelion, raspberry merah, dan adas, untuk meredakan nyeri saat menstruasi.

Itu dia Moms beberapa cara yang dapat digunakan untuk meredakan nyeri saat haid. Moms juga bisa mencegahnya sebelum hal ini terjadi.

"Cara mencegah nyeri saat haid adalah mencari tahu penyebab nyeri dan setelah itu terapi sesuai penyebab yang telah diketahui dari diagnosis dokter," ujar dr. Ibrahim.

Jadi jangan dibiarkan dan segera obati ya Moms!

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait