28 Oktober 2022

Kenali Treponema Pallidum, Bakteri Bahaya Penyebab Sifilis

Pelajari terkait bakteri ini dan bahayanya bagi kesehatan

Jika mendengar istilah Treponema pallidum, Moms pasti sangat asing dan tidak mengetahuinya.

Namun, bagaimana dengan penyakit sifilis atau raja singa?

Dari informasi di atas, tentu bertanya bakteri Treponema pallidum menyebabkan penyakit apa?

Bakteri tersebut menjadi sumber penyebab sifilis.

Sifilis adalah penyakit kelamin atau yang dalam istilah bahasa Indonesia disebut raja singa.

Seperti apa bakteri ini dan mengapa Treponema pallidum merugikan manusia?

Baca Juga: Benarkah Riwayat Infeksi Menular Seksual Bikin Susah Hamil?

Mengenal Bakteri Treponema Pallidum

Bentuk bakteri treponema pallidum
Foto: Bentuk bakteri treponema pallidum (iStockphoto.com)

Pada dasarnya, bakteri Treponema pallidum adalah bakteri spirocaheta atau spiroket.

Hal tersebut disebabkan bentuk dari bakteri ini yang seperti spiral dan berlekuk-lekuk.

Dilansir dari Britannica, bakteri ini termasuk dalam jenis bakteri gram negatif, yang menjadi bakteri parasit obligat (atau bakteri yang tidak bisa hidup di luar tubuh/inang).

Maka dari itu, berkaitan dengan penularan bakteri Treponema pallidum atau penularan penyakit sifilis, hanya terjadi dengan penularan langsung melalui dua cara.

Penularan Melalui Hubungan Seksual

Pertama penularan melalui hubungan seksual, dan penularan melalui pertukaran cairan tubuh.

Pertukaran cairan tubuh bisa terjadi melalui luka kecil pada permukaan kulit yang langsung melakukan kontak dengan cairan tubuh yang terinfeksi bakteri ini.

Salah satu penularan melalui pertukaran cairan tubuh dapat terjadi dengan penggunaan jarum suntik yang sama dengan seseorang yang terinfeksi bakteri Treponema pallidum.

Penularan pada Bayi

Penularan kedua, yaitu penularan bakteri ini pada bayi.

Bayi bisa lahir dengan keadaan mengidap penyakit sifilis karena telah terinfeksi bakteri ini.

Terdapat dua cara bayi yang lahir bisa mengidap sifilis karena tertular bakteri ini.

Pertama, saat bayi masih dalam bentuk janin di dalam rahim, kedua ketika proses melahirkan melalui vagina.

Lantas, bagaimana dengan respon tubuh terhadap bakteri Treponema pallidum?

Bakteri ini memicu respon imun yang luar biasa di dalam tubuh.

Respon yang terjadi tentu berbeda-beda, sesuai dengan fase-fase penyakit sifilis.

Respon tubuh yang paling parah ketika bakteri ini berhasil merambat dan masuk ke otak manusia.

Pada dasarnya, otak adalah bagian vital tubuh yang sulit ditembus oleh benda asing, termasuk virus dan bakteri.

Jika infeksi bakteri ini masuk ke otak, maka besar kemungkinan sulit mengobatinya.

Jika bakteri Treponema pallidum menginfeksi otak, maka menjadi pemicu komplikasi infeksi otak yang membuat tubuh menurun drastis.

Maka dari itu, penting segera melakukan pengobatan jika telah terinfeksi bakteri satu ini.

Baca Juga: 10 Jenis Penyakit Menular Seksual serta Gejalanya, Termasuk Sifilis dan Herpes

Penyakit Sifilis Akibat Bakteri Treponema Pallidum

Tes darah penyakit sifilis
Foto: Tes darah penyakit sifilis (iStockphoto.com)

Dilansir dari National Library of Medicine, dalam sejarahnya penyakit sifilis adalah penyakit seksual yang menular.

Gejalanya terlihat dari kulit dan membran mukus organ genital dan mulut.

Pertama kali, infeksi penyakit sifilis diumumpkan di Eropa pada abad ke-16.

Infeksi ini masuk ke Eropa atas dugaan banyaknya orang yang melakukan penjelajahan dunia.

Mengingat pada abad ke-16 banyak dilakukan pelayaran oleh bangsa Eropa yang menghasilkan daerah-daerah jajahan di Asia, Afrika, dan Amerika oleh bangsa-bangsa Eropa.

Pada tahun 1490-an, penyakit sifilis sempat menjadi pandemi hingga dapat dikendalikan diumumkan sebagai endemi di Benua Eropa.

Semua hal tersebut disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.

Sementara itu, pasien yang tertular bakteri Treponema pallidum menunjukan gejala dengan lima tahapan.

Adapun tahapannya, yaitu:

  • Sifilis Primer

Menunjukkan gejala munculnya luka setelah 10-90 hari setelah bakteri masuk dalam tubuh.

Untuk memulihkan gejala tahap ini, dibutuhkan waktu sekitar 3 hingga 6 minggu.

  • Sifilis Sekunder

Terjadi beberapa minggu setelah luka menghilang dan munculnya ruang di bagian tubuh, biasanya muncul di bagian telapak tangan dan kaki.

Selain itu, gejala tahap ini disertai dengan sakit flu, rasa lelah, sakit kepala, nyeri sendi, dan demam.

  • Sifilis Laten

Gejala ini berbahaya, karena terjadi tanpa gejala sama sekali.

Namun, dalam 12 bulan pertama, infeksi masih bisa diatasi.

Jika tidak, akan beralih menjadi gejala sifilis tersier.

Baca Juga: Ceftriaxone, Antibiotik Atasi Infeksi Bakteri dan Menular Seksual

  • Sifilis Tersier

Ini merupakan tahapan yang paling berbahaya.

Gejala yang muncul pada tahapan ini, yaitu berdampak pada mata, jantung, otak, pembuluh darah, tulang, persendian, dan organ hati.

Bahkan bisa dapat menyebabkan kebutaan, penyakit jantung, hingga stroke.

  • Sifilis Kongenital

Gejala ini jika terjadi pada ibu hamil, maka janin di dalamnya bisa tertular infeksi.

Risiko ini bisa dikurangi, bukan diobati.

Namun dilakukan sebelum masa kehamilan mencapai 4 bulan.

Tentu ini perlu melakukan cek secara rutin.

Komplikasi dari Bakteri Treponema Pallidum

Tes HIV
Foto: Tes HIV (Orami Photo Stock)

Adapun komplikasi yang terjadi ketika sifilis akibat Treponema pallidum yang perlu diketahui, yaitu:

  • Munculnya bencolan kecil atau tumor, yang berkembang pada kulit, tulang, hati atau organ dalam tubuh lainnya.
  • Masalah nuerologis seperti meningitis, gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, demensia, disfungsi seksual pada pria, dan inkontinesia urine.
  • Masalah kardiovaskular, yang terjadi pembangkakan aorta atau arteri utama dalam tubuh dan pembuluh darah. Kondisi ini juga bisa merusak jantung.
  • Terinfeksi HIV, komplikasi ini dapat terjadi pada orang dewasa.
  • Komplikasi pada kehamilan dan persalinan, yang meningkatkan risiko keguguran, bayi lahir dengan keadaan meninggal atau bayi meninggal beberapa hari setelah kelahirannya.

Baca Juga: Infeksi Streptococcus, Kondisi Radang Tenggorokan yang Sangat Menular

Terdapat pencegahan penyakit sifilis yang dapat dilakukan, terutama agar terhindar dari penyakit ini.

Tindakan pencegahan yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Menghindari konsumsi alkohol, narkoba dan obat-obatan yang dilarang keras.
  • Tidak berganti-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seksual atau juga tidak melakukan kontak seksual dalam waktu yang lama (disarankan konsultasi dengan dokter).
  • Biasakan menggunakan alat kontrasepsi saat berhubungan seksual, terutama jika dilakukan bersama dengan orang asing yang tidak dikenal.

Baca Juga: Berikut Ini 4 Fase Gejala Sifilis yang Muncul Berangsur-angsur Jika Tidak Diobati

Nah, itulah penjelasan bakteri Treponema pallidum yang menjadi penyebab utama penyakit sifilis yang merugikan.

Semoga penjelasan di atas menambah wawasan bagi Moms sehingga lebih berhati-hati lagi, ya!

  • https://www.britannica.com/science/Treponema-pallidum
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK7716/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb