Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
07 Juni 2022

Ketahui 6 Penyebab Tulang Ekor Sakit saat Hamil

Salah satu rasa tidak nyaman yang hampir semua ibu hamil alami.
Ketahui 6 Penyebab Tulang Ekor Sakit saat Hamil

Salah satu rasa tidak nyaman dan sakit yang hampir dialami oleh semua calon ibu adalah tulang ekor sakit saat hamil, yang biasanya disebabkan karena tekanan berlebih atau tidak teratur.

Menurut The Ochsner Journal, tulang ekor adalah struktur tulang segitiga kecil yang terletak di antara bokong bagian atas.

Tulang ini menstabilkan postur duduk, dan sebagian besar otot, tendon, dan ligament melewati tulang ekor.

Beberapa wanita hamil mungkin mengalami rasa sakit ini karena berbagai alasan.

Namun, jika rasa sakitnya menetap selama beberapa hari apakah berbahaya? Mari simak penjelasannya di bawah ini.

Baca Juga: 9 Manfaat Suplemen Kolagen dan Rekomendasi Produk Terbaik yang Bisa Dipilih

Apakah Berbahaya Tulang Ekor Sakit saat Hamil?

tulang ekor sakit saat hamil

Foto: tulang ekor sakit saat hamil (Orami Photo Stocks)

Foto: Orami Photo Stock

Tulang ekor sakit saat hamil adalah salah satu yang sering dikeluhkan oleh ibu hamil terutama dibawah 20 minggu pada kehamilan pertama dan tidak berbahaya.

Dilansir The Bump, selama kehamilan, hormon-hormon relaxin dan sejenisnya memang membuat ligamen menjadi lunak, dengan tujuan untuk mempersiapkan kelahiran.

Ligamen sendiri adalah penghubung antar tulang, sehingga saat tulang Moms mulai rileks, itu menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan.

Selain itu, ada faktor lain yang menyebabkan nyeri pada tulang ekor saat hamil.

Misalnya saja, bayi di dalam kandungan memberi banyak tekanan pada tulang ekor.

Hal itu disebabkan karena tulang ekor berada tepat di belakang rahim, sehingga saat bayi tumbuh dan membesar, tulang-tulangnya akan mendorong tulang ekor Moms.

Dilansir dari Mayo Clinic, sakit punggung saat hamil dianggap berbahaya jika disertai dengan pendarahan pada vagina, demam, atau rasa perih saat buang air kecil.

Hal ini menunjukkan adanya infeksi saluran kemih yang bisa mengakibatkan kelahiran prematur.

Jika Moms sudah merasakan tulang ekor sakit saat hamil yang sangat parah dan tidak ada yang bisa dilakukan lagi untuk meredakannya, segera pergi ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: 7 Aplikasi Menghitung Masa Subur Gratis, Bisa untuk Program Hamil dan KB!

Penyebab Tulang Ekor Sakit saat Hamil

tulang ekor sakit saat hamil

Foto: tulang ekor sakit saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Keluhan nyeri pinggang bawah atau nyeri panggul pada ibu hamil sering kali sebenarnya adalah nyeri tulang ekor.

Semua keluhan nyeri tersebut akan berangsur-angsur hilang setelah melahirkan.

Berikut ini beberapa penyebab tulang ekor sakit saat hamil, yaitu:

1. Perubahan Hormon

Perubahan hormon menjadi salah satu penyebab tulang ekor sakit saat hamil.

Sebab, ketika hamil, tubuh Moms memproduksi lebih banyak hormon relaksin.

Hormon tersebut berfungsi untuk melenturkan jaringan antar sendi. 

Ketika hormon ligamen bekerja, maka tulang panggul Moms merenggang dan tulang ekor pun bergerak.

Tentu saja kondisi ini membuat tulang ekor terasa sakit.

Tapi, kondisi ini tidak berbahaya karena hormon ligamen bermanfaat untuk memudahkan proses persalinan. 

Perubahan hormon juga menyebabkan Moms mengalami konstipasi atau sulit buang air besar (BAB).

Kondisi ini juga menjadi salah satu penyebab tulang ekor menjadi sakit. 

2. Pertumbuhan Janin

Si Kecil yang Moms kandung akan tumbuh besar setiap bulannya.

Terutama pada waktu trimester kedua dan ketiga, bayi akan mulai mendorong tulang yang berada tepat di belakang rahim.

Nah, dorongan dari Si Kecil inilah yang membuat tulang ekor sakit saat hamil.

Bahkan, rasa sakitnya akan terus meningkat sampai persalinan.

Baca Juga: Mengenal Serba-serbi Tentang Fisioterapi, Sudah Tahu Moms?

3. Aktivitas Berat

Berbagai macam aktivitas ringan akan terasa berat saat persalinan semakin dekat.

Misalnya, jalan kaki, duduk, atau bahkan berdiri.

Berbagai macam aktivitas ini bisa memberikan tekanan pada tulang ekor sehingga menimbulkan rasa sakit.

Jika kondisi tulang ekor sakit saat hamil tidak tertahankan, sebaiknya Moms segera berkunjung untuk datang ke dokter kandungan dan berkonsultasi.

Ditambah lagi, dokter dapat memberikan penanganan terbaik untuk mengatasi tulang ekor saat hamil.

4. Penekanan Saraf

Melansir StatPearls Journal, saraf sciatica adalah percabangan saraf dari tulang belakang yang berjalan melalui bokong dan turun ke ekstremitas bawah.

Saat kehamilan, saraf sciatica bisa teriritasi dan menyebabkan nyeri pada tulang ekor.

Umumnya ini terjadi karena ukuran rahim yang membesar dan menekan saraf sciatica.

Selain merasakan nyeri tulang ekor saat hamil, tak jarang ada beberapa gejala lain yang menyertai seperti rasa panas di kaki, bokong, dan punggung bawah, serta nyeri yang tajam.

5. Kontraksi

Tulang ekor sakit saat hamil bisa juga menunjukkan Moms mengalami kontraksi, terutama jika sudah mendekati tanggal persalinan. 

Tak hanya nyeri tulang ekor saja, umumnya disertai dengan nyeri di seluruh perut dan punggung bawah yang intensitas dan frekuensinya semakin sering.

Selain itu, muncul lendir darah dan bahkan air ketuban yang merembes.

6. Pelvic Girdle Pain (PGP)

Pelvic girdle pain (PGP) adalah kondisi nyeri pada daerah panggul yang bisa terasa hingga ke daerah lain, termasuk tulang ekor, bokong, hingga kaki.

Akibatnya, ibu hamil akan merasa kesakitan dan tidak nyaman. 

Kondisi ini disebabkan oleh semakin bertumbuhnya rahim karena janin semakin besar hingga karena sendi panggul mengalami pergerakan yang tidak stabil.

Baca Juga: Begini Cara Rapid Test Sendiri di Rumah untuk Tahu Positif atau Negatif Covid-19

Pengobatan Rumahan Tulang Ekor Sakit saat Hamil

Sakit Tulang Ekor Saat Hamil

Foto: Sakit Tulang Ekor Saat Hamil

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun tidak ada obat untuk rasa sakit ini, beberapa latihan peregangan sederhana dapat membantu mengurangi rasa sakit sampai batas tertentu.

Tetapi, disarankan untuk berbicara dengan dokter kandungan sebelum melakukan olahraga apapun selama kehamilan.

Sebelumnya, Moms membutuhkan matras yoga untuk melakukan rutinitas peregangan ini dengan nyaman:

1. Cat-Cow Pose

Peregangan ini dengan lembut menguatkan punggung bagian bawah dan panggul.

Ini juga meningkatkan mobilitas tulang belakang dan menghilangkan tekanan dari tulang ekor Moms.

Otot berfungsi: Kemiringan panggul ini menggerakkan tulang belakang dengan menggunakan otot lengan, perut, dan punggung. Caranya:

  • Mulailah merangkak, dengan telapak kaki rata (jari kaki tidak terselip).
  • Jaga bahu langsung di pergelangan tangan dan pinggul langsung di atas lutut Moms.
  • Saat Moms menarik napas, jatuhkan perut, biarkan lengkungan punggung tetapi tetap pundak berguling ke belakang dan ke bawah. Ini Cow.
  • Saat mengeluarkan napas, tekan ke dan putar punggung bagian atas. Ini Cat.
  • Terus bergerak menghirup dan menghembuskan napas. Ulangi 10 kali.

2. Renang

Berenang di punggung dengan gerakan paha minimal mengurangi ketegangan punggung.

Ini bisa menjadi latihan yang baik untuk melawan nyeri tulang ekor selama kehamilan.

Namun, ikuti saran dokter kandungan sebelum memilih untuk berenang, dan pastikan Moms masuk ke kolam yang bersih dan higienis.

Baca Juga: Serba-Serbi Wisata Mangrove PIK, Menikmati Keindahan Hutan di Tengah Kota!

3. Cat-Cow Standing

Cara ini pada dasarnya adalah peregangan di atas, tetapi sudah selesai berdiri.

Ini menggerakkan tulang belakang secara berbeda dan memberi Moms sedikit lebih banyak mobilitas dalam peregangan itu sendiri.

Hal ini benar-benar dapat membantu menemukan apa yang Moms butuhkan untuk tubuh.

Peralatan yang dibutuhkan: dinding kokoh

Otot bekerja: semua otot sama seperti Cat-Cow, ditambah otot glutes dan kaki

  • Mulailah berdiri dengan kaki sedikit lebih lebar dari lebar pinggul, sekitar 2 kaki dari dinding.
  • Tekan tangan ke dinding setinggi bahu, dan saat mulai menurunkan tangan, turunkan kaki Moms ke belakang.
  • Moms ingin membuat "L" dengan tubuh.
  • Jika merasa lebih baik tetap sedikit lebih tinggi, tidak apa-apa untuk tetap di sana, selama Moms merasa stabil.
  • Saat menarik napas, jatuhkan perut. Biarkan punggung melengkung, seperti pada Cow.
  • Saat mengeluarkan napas, tekan dinding dan putar punggung bagian atas .
  • Bergantian melengkung dan membulatkan punggung Anda 10 kali.

4. Berjalan

Berjalan mungkin melepaskan tekanan dari tulang ekor dan juga membantu mencegah kenaikan berat badan.

Dipercayai bahwa ibu hamil berjalan teratur selama setidaknya 30 menit akan meringankan otot-otot tegang di daerah panggul juga.

5. Downward Dog Pose

Pose ini akan membantu meregangkan dan menguatkan punggung bagian bawah, punggung kaki, dan membantu memperpanjang tulang belakang.

Otot bekerja: otot kaki, trisep, paha depan

  • Mulai dengan merangkak di matras, selipkan jari-jari kaki ke bawah. Tarik napas dan angkat pinggul dengan lembut saat mendorong ke tangan.
  • Menghembuskan. Moms bisa sedikit menggerakkan tangan atau kaki jika terasa lebih nyaman. Saat dalam posisi yang nyaman, tekan secara merata ke 10 jari.
  • Pedalilah kaki di sini jika Moms suka, atau cukup rentangkan tumit ke tanah.
  • Pertahankan bahu Moms terhubung ke sendi mereka, punggung bagian atas melebar, dan tulang belakang memanjang. Jaga kesadaran di sini agar tidak membiarkan punggung membungkuk.

Catatan: Ini adalah pose inversi. Hindari di akhir trimester ketiga (setelah minggu ke 33) kecuali Moms berbicara dengan dokter dan melakukan latihan yoga aktif sebelum hamil.

6. Pakai Ikat Pinggang Khusus Ibu Hamil (Maternity Belt)

Bumil juga bisa menggunakan ikat pinggang khusus ibu hamil untuk membantu mengatasi rasa sakit pada tulang ekor.

Penggunaan ikat pinggang ini dapat mengurangi tekanan pada tulang ekor akibat bertambahnya berat badan saat hamil.

Berkurangnya tekanan dapat meredakan rasa sakit tulang ekor.

Baca Juga: 8 Jenis Lensa Kacamata, Tak Hanya Minus, Plus, dan Silinder Saja, Lho!

Biasanya, dokter mungkin meresepkan fisioterapi untuk mengurangi nyeri tulang.

Namun, dilansir dari Medline Plus, dalam beberapa kasus, acetaminophen bisa menjadi pereda nyeri yang efektif.

Tapi ingat untuk terus berkonsultasi sebelum meminumnya.

Bila sakit berlanjut, dokter akan menyuntikan anestesi local atau pereda rasa sakit.

Tetapi, minta saran dokter sebelum memulai opsi perawatan.

Walaupun memiliki rasa sakit ini mungkin terasa luar biasa, seseorang dapat dengan mudah mengelola rasa sakit melalui olahraga teratur dan dengan mempertahankan gaya hidup sehat.

Berita baiknya adalah bahwa rasa sakit pada akhirnya akan mereda setelah kehamilan.

Kehamilan adalah waktu yang diberkati dalam kehidupan wanita dan dia harus lebih berhati-hati agar dia tetap sehat dan nyaman.

Perubahan kecil dalam diet dan rutinitas sehari-hari, mengadopsi postur tidur yang benar dan mempertahankan waktu olahraga dapat mengubah jalurnya sama sekali.

Dokter selalu merekomendasikan bahwa wanita hamil tetap pada gaya hidup sehat yang disadari.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK482431/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3963058/
  • https://www.healthline.com/health/pregnancy/tailbone-pain#TOC_TITLE_HDR_1
  • https://parenting.firstcry.com/articles/tailbonecoccyx-pain-during-pregnancy-a-quick-guide/
  • https://www.whattoexpect.com/pregnancy/pregnancy/how-to-relieve-tailbone-pain-during-pregnancy/
  • https://www.healthline.com/health/pregnancy/pregnancy-swimming#safety
  • https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/pregnancy/art-20046080