Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
03 Oktober 2022

Mengenal Virus Nipah, Ancaman Wabah Baru bagi Kesehatan

Virus ini diketahui menular dari hewan ke manusia.
Mengenal Virus Nipah, Ancaman Wabah Baru bagi Kesehatan

Virus nipah merupakan salah satu virus berbahaya yang digadang-gadang dapat menyebabkan pandemi baru.

Virus satu ini disebut-sebut juga dapat menyebabkan gejala penyakit yang berbahaya hingga menyebabkan kematian.

Untuk mengetahui asal usul, penularan, gejala, dan pengobatan virus nipah, Moms bisa menyimak ulasan berikut!

Baca Juga: 5 Penyakit Hewan yang Disebabkan oleh Virus dan Bisa Menular ke Manusia!

Asal Mula Virus Nipah

Asal mula virus nipah

Foto: Asal mula virus nipah (Freepik.com)

Infeksi virus Nipah adalah penyakit zoonosis, artinya penularan dapat terjadi dari hewan ke manusia. Virus dapat menginfeksi berbagai macam hewan dan menyebabkan penyakit serta risiko kematian pada manusia.

Dikutip dari jurnal Tropical Medicine and Infectious Disease, virus Nipah atau NiV pertama muncul di Malaysia pada 1998.

Inang virus ini adalah hewan kelelawar buah jenis Pteropus sp yang kerap ditemukan di negara tropis.

Selanjutnya, World Health Organization menemukan wabah virus Nipah muncul di Bangladesh dan India.

Penularan terjadi akibat konsumsi buah-buahan serta produk buah (seperti jus) yang terkontaminasi urine atau air liur dari kelelawar buah yang terinfeksi.

Kelelawar buah yang terinfeksi dapat menyebarkan virus ke manusia atau hewan lain, seperti babi.

Kendati demikian, sebagian besar infeksi yang diidap manusia disebabkan oleh kontak langsung dengan hewan babi yang sakit atau jaringan yang terkontaminasi virus.

Penularan diperkirakan terjadi melalui kontak terhadap sekresi dari babi atau jaringan hewan yang sakit.

Apabila berkontak lewat cairan, urine, atau kotoran hewan yang terinfeksi, manusia bisa ikut terpapar dan terinfeksi virus. Setelah terpapar, virus NiV pun bisa menyebar antar manusia.

Menurut informasi dari laman BBC, ilmuwan menyimpulkan kondisi kekeringan kebakaran hutan memicu kelelawar jadi terusir paksa.

Kelelawar pun akan bermukim di pepohonan buah dekat pemukiman warga atau peternakan. Kelelawar yang merasa terancam dapat melepaskan virus dan patogen tersebut dapat berpindah ke babi.

Babi yang terinfeksi dapat menularkan virus nipah ke peternak dan akhirnya menyebar menjadi wabah penyakit.

Gejala dan Tanda Infeksi Virus Nipah

Gejala Infeksi Virus Nipah

Foto: Gejala Infeksi Virus Nipah (Freepik.com)

Dilansir dari Infeksi Emerging Kementerian Kesehatan Indonesia, gejala infeksi virus ini bervariasi. Mulai dari gejala yang ringan, infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), hingga fatal.

Masa inkubasi (mulai dari virus masuk ke dalam tubuh hingga menimbulkan infeksi gejala) virus NiV berkisar antara 4-14 hari. Namun, masa inkubasi virus Nipah di dalam tubuh juga bisa memakan waktu lebih lama.

Orang yang terinfeksi awalnya menunjukkan gejala, seperti:

  • Demam.
  • Flu.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri otot.
  • Muntah.
  • Sakit tenggorokan.

Virus ini juga dapat menyebabkan pusing, mengantuk, gangguan kesadaran, dan tanda yang menunjukkan tubuh mengalami ensefalitis akut.

Infeksi virus nipah yang parah dapat menyebabkan kejang yang berlanjut hingga koma dalam 24-48 jam dan berisiko menyebabkan kematian.

Baca Juga: Cytomegalovirus, Golongan Virus Herpes yang Bertahan Lama dalam Tubuh

Diagnosis Virus Nipah

Diagnosis virus nipah

Foto: Diagnosis virus nipah (Pixabay.com)

Infeksi virus Nipah dapat didiagnosis selama sakit atau setelah pemulihan. Tes untuk mendiagnosis infeksi virus ini dilakukan dengan pengujian laboratorium menggunakan real time polymerase chain reaction (RT-PCR).

Tes RT-PCR dilakukan dengan usap tenggorokan dan hidung, cairan serebrospinal, urine, dan darah.

Kemudian, dokter juga dapat melakukan pengujian antibodi menggunakan enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA).

Diagnosis infeksi virus Nipah dapat menjadi sulit karena pasien yang terinfeksi umumnya tidak menimbulkan gejala yang spesifik.

Maka itu, bila mengalami gejala infeksi NiV, tinggal di area peternakan, atau berada di area dengan kasus penyakit yang tinggi, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan dini.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan peluang pemulihan, mencegah penularan ke orang lain, dan untuk mengelola upaya respons wabah.

Baca Juga: Seru! Ini Deretan Film Tentang Virus yang Sempat Viral

Pengobatan dan Pencegahan

Pengobatan Virus Nipah

Foto: Pengobatan Virus Nipah (Pixabay.com)

Hingga kini, belum obat yang secara spesifik mengobati infeksi virus NiV. Oleh sebab itu, pengobatan penyakit ini simtomatis dan suportif, yaitu bersifat mengatasi dan meredakan gejala.

Pengobatan termasuk istirahat dan memberikan hidrasi yang cukup bagi tubuh.

Infeksi virus Nipah dapat dicegah melalui:

  • Mengonsumsi daging hewan secara matang, cuci tangan, mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, melakukan etika batuk atau bersin, dan istirahat cukup.
  • Tidak mengonsumsi tanaman buah yang menjadi makanan kelelawar di sekitar peternakan.
  • Menghindari kontak dengan hewan ternak yang kemungkinan terinfeksi
  • Mencuci dan mengupas buah secara menyeluruh. Hindari mengonsumsi buah yang memiliki sudah digigit oleh kelelawar
  • Tidak memburu, menangkap, dan mengonsumsi hewan liar.
  • Mengonsumsi daging hewan secara matang
  • Menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi, termasuk cairan tubuhnya.
  • Menunda perjalanan pada wilayah yang saat ini terjadi wabah. Jika tidak memungkinkan, perhatikan risiko dan anjuran pemerintah wilayah/negara tujuan.

Infeksi virus NiV dapat dicegah dengan menghindari berkontak langsung dengan babi atau kelelawar.

Masyarakat juga tidak tidak meminum nira mentah yang berisiko terkontaminasi oleh kelelawar yang terinfeksi.

Baca Juga: Infeksi Virus, Cari Tahu Jenis hingga Cara Mengatasinya

Siapa yang Berisiko Terinfeksi?

Virus Nipah

Foto: Virus Nipah (Freepik.com)

Siapapun yang tinggal atau mengunjungi wilayah yang diketahui telah melaporkan transmisi penyakit virus nipah. Selama adanya wabah, kelompok yang berisiko tinggi terinfeksi adalah

  • Peternak hewan.
  • Tenaga kesehatan
  • Anggota keluarga atau orang lain yang berhubungan dekat dengan orang/hewan yang terinfeksi.
  • Pelayat yang memiliki kontak langsung dengan tubuh jenazah

Hingga kini, belum ditemukan kasus penyakit virus nipah di Indonesia.

Kendati begitu, Moms, Dads, dan seluruh lapisan masyarakat dianjurkan tetap waspada sembari menerapkan pencegahan dan melakukan pola hidup sehat.

  • https://www.bbc.com/future/article/20210106-nipah-virus-how-bats-could-cause-the-next-pandemic
  • https://www.who.int/health-topics/nipah-virus-infection#:~:text=Nipah%20virus%20infection%20is%20a,from%20person%2Dto%2Dperson.
  • https://infeksiemerging.kemkes.go.id/penyakit-virus/penyakit-virus-nipah
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8005932/