2-3 tahun

8 November 2021

Asam Lambung pada Anak Naik? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya!

Awas, bayi dan anak-anak juga bisa mengalami gejala asam lambung naik
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Karla Farhana

Asam lambung pada anak bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Untuk itu, Moms perlu mengetahui apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya.

Mengenai asam lambung, dr. Frieda Handayani Kawanto, Sp.A (K), Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastroenterologi Hepatologi Anak RS Pondok Indah - Bintaro Jaya pun menjelaskan mengenai apa itu asam lambung dan penyebabnya.

Lambung berisi asam hidroklorik, asam kuat yang membantu memecah dan mencerna makanan serta melindungi lambung terhadap serangan bakteri tidak baik. Dinding lambung memiliki perlindungan dan sudah beradaptasi terhadap asam lambung yang sifatnya kuat, namun kerongkongan belum terproteksi sehingga mudah lecet (erosi) akibat paparan asam lambung yang naik ke kerongkongan,” jelas dr. Frieda.

Refluks atau aliran balik asam lambung menuju kerongkongan terjadi apabila cincin otot kerongkongan bawah melemah sehingga aliran asam terjadi.

Cincin otot yang dinamakan sfingter gastroesofageal, biasanya berfungsi sebagai katup yang membiarkan makanan masuk dari kerongkongan ke lambung.

Apabila katup ini lemah dan tidak berfungsi baik, maka isi lambung dapat mengalir balik ke kerongkongan dan menyebabkan:

  • Nyeri ulu hati
  • Nyeri dada
  • Rasa ingin muntah di tenggorokan

Baca Juga: 4 Penyakit Ini Ternyata Muncul karena Gangguan Asam Lambung

Refluks asam lambung pada anak dapat disebabkan kelainan bawaan seperti hiatus hernia.

Namun demikian sebagian besar disebabkan pola hidup dan pola makan yang bermasalah. Faktor risiko terjadinya refluks asam lambung adalah:

  • Obesitas
  • Terpapar asap rokok
  • Kurang aktivitas fisik
  • Obat-obatan seperti obat asma dan antialergi

Nah, apakah akhir-akhir ini Si Kecil mengeluh perut dan tenggorokannya tidak enak? Apakah Si Kecil jadi susah makan?

Hati-hati, Moms. Keluhan-keluhan tersebut bisa menjadi pertanda asam lambung pada anak.

Gejala asam lambung pada anak bisa berbeda-beda, tergantung dari usianya dan seberapa parah kondisi pencernaannya.

Untuk mengetahui lebih jelas apa saja gejala asam lambung pada naik anak dan bagaimana cara mengatasinya, simak di bawah ini ya, Moms.

Baca Juga: Cara Mencegah GERD (Penyakit Lambung) Pada Anak

Gejala Asam Lambung pada Anak

crying_baby_bottle.jpg.653x0_q80_crop-smart.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Tak cuma pada orang dewasa, gejala asam lambung naik juga bisa dirasakan oleh bayi dan balita.

Gejala akan muncul bila isi perut buah hati Moms naik lagi menuju kerongkongan (esofagus).

Melansir dari John Hopkins Medicine, bayi di bawah 2 tahun terbilang cukup sering mengalami masalah ini.

Sementara, National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases mengungkapkan, gejala asam lambung pada anak bayi dan balita antara lain:

  • Muntah
  • Batuk-batuk seperti mau muntah, terutama di malam hari
  • Susah bernapas
  • Susah menelan makanan (melepeh makanan)
  • Kehilangan nafsu makan atau tidak mau menyusui
  • Rewel atau menangis ketika mau makan
  • Berat badan turun

Perhatikan berbagai gejala asam lambung pada anak ini tidak kunjung membaik setelah lebih dari seminggu. Moms perlu membawa Si Kecil ke dokter untuk diperiksa.

Baca Juga: Mengatasi Heartburn dan 3 Manfaat Lain Madu untuk Kesehatan Ibu Hamil

Gejala pada Anak Usia Sekolah

anak sering mengeluh sakit perut hero banner magz (1510x849)

Foto: Orami Photo Stock

Gejala asam lambung naik bisa muncul juga pada anak usia sekolah hingga remaja.

Umumnya ciri-ciri asam lambung pada anak usia sekolah sama dengan pada bayi dan balita.

Johns Hopkins Hospital menyebutkan bahwa penyebab asam lambung pada anak di antaranya adalah:

  • Makanan asam
  • Makanan berlemak
  • Obesitas
  • Beberapa jenis obat
  • Menjadi perokok pasif

Akan tetapi, Moms bisa mengenali gejala asam lambung pada anak naik lainnya seperti:

  • Bau mulut yang tak sedap
  • Mual
  • Sering bersendawa
  • Nyeri di dada, kerongkongan, atau ulu hati
  • Sesak napas atau napas berbunyi lirih seperti peluit (mengi)
  • Gigi mudah rusak
  • Merasakan asam di mulut
  • Sering mengeluh sakit perut, begah, atau keluhan lainnya seputar pencernaan

Cara Mengatasi Asam Lambung pada Anak

asam lambung pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Jangan panik ketika Si Kecil menunjukkan gejala asam lambung naik. Ada beberapa hal yang bisa Moms lakukan untuk meredakan gejala tersebut.

Lagi-lagi, cara mengatasinya berbeda-beda, tergantung usia dan kondisi Si Kecil.

American Academy of Pediatrics (AAP) menyebutkan, pola makan anak sangat berpengaruh pada kesehatan pencernaan. Selain itu, penyebab lainnya adalah:

  • Makanan besar (large meal)
  • Makanan yang sangat asam atau sangat pedas
  • Minuman bersoda dan berkafein

Lantas, bagaimana cara menanganinya?

1. Jangan Biarkan Perut Anak Kosong

Saat asam lambung menyerang, jangan biarkan perut anak kosong karena Si Kecil bisa merasakan perih di perut bahkan sampai ulu hati.

Nah, supaya Si Kecil tidak merasa kesakitan, selalu pastikan perutnya terisi dengan makan-makanan yang bergizi ya, Moms.

2. Berikan Makan 2-3 Jam Sekali

Cara mengatasi asam lambung pada anak berikutnya adalah memberikan makanan dengan sering.

Tidak perlu dalam porsi besar, yang penting adalah perut sering diisi makanan. Frekuensi makan yang meningkat ini dibutuhkan agar perut Si Kecil tidak kosong.

Setelah makan pun, jangan biarkan ia melakukan aktivitas yang terlalu banyak agar perutnya tidak sakit.

Ajak Si Kecil untuk duduk tegak selama beberapa saat setelah makan agar makanan bisa dicerna dengan baik.

Baca Juga: GERD, Gangguan Pencernaan yang Mirip Serangan Jantung

3. Hindari Makanan dan Minuman Ini

Walaupun harus sering diberikan makan, bukan berarti semua makanan dan minuman aman dikonsumsi saat sedang mengalami gangguan asam lambung, lho.

Berikut ini makanan dan minuman yang harus dihindari bila asam lambung pada anak menyerang:

  • Buah yang asam (jeruk dan lemon)
  • Cokelat
  • Makanan dan minuman yang mengandung kafein
  • Makanan yang berminyak dan berlemak
  • Bawang putih dan bawang bombay
  • Makanan pedas
  • Saus tomat dan saus cabai
  • Permen pedas

4. Gunakan Bantal Kepala

Walaupun biasanya Si Kecil biasa tidur tanpa bantal, tapi saat asam lambung menyerang usahakan agar ia tidur dengan bantal kepala.

Bantal kepala berfungsi untuk mengangkat bagian dada dan kepala lebih tinggi sehingga gas dari lambung tidak naik.

Dengan begini, Si Kecil tidak akan mengalami sesak dada dan sakit kepala saat bangun tidur nanti.

Baca Juga: Mengatasi Heartburn dan 3 Manfaat Lain Madu untuk Kesehatan Ibu Hamil

5. Ajak Anak untuk Rajin Bergerak

Setelah asam lambung pada anak sudah sembuh, untuk menghindari gejala kembali terulang, ajak ia untuk lebih banyak bergerak ya, Moms.

Jangan lupa untuk membatasi penggunaan gagdet agar anak bisa bermain hal-hal lain yang membutuhkan banyak pergerakan.

Dengan lebih banyak bergerak, energi anak jadi lebih banyak terbuang sehingga anak bisa merasakan lapar dan tidak telat makan lagi.

Baca Juga: Benarkah Kopi Memicu Maag? Ini 7 Cara Minum Kopi Agar Tidak Sakit Perut

Poin penting lain yang perlu Moms perhatikan adalah:

  • Jangan sembarangan memberikan obat asam lambung pada bayi, balita, atau anak usia sekolah
  • Jauhkan anak dari asap rokok
  • Jaga berat badan anak agar tetap sehat dan ideal
  • Segera bawa anak ke dokter bila ia muntah dalam jumlah banyak, sesak napas parah, atau susah makan

Nah, itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang asam lambung pada anak.

Jika Si Kecil menunjukkan gejala asam lambung pada anak naik, jangan ragu untuk konsultasikan dengan dokter, ya.

  • https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/abdominal/Pages/GERD-Reflux.aspx
  • https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/gerd-gastroesophageal-reflux-disease-in-children
  • https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/acid-reflux-ger-gerd-infants/symptoms-causes
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait