Kesehatan

17 September 2021

Ragam Vitamin Tulang untuk Anak Agar Tumbuh Sehat dan Kuat, Catat Moms!

Vitamin tulang untuk anak ialah vitamin D dan kalsium
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Lolita
Disunting oleh Amelia Puteri

Pertumbuhan tulang anak terjadi sejak mereka berusia dini. Oleh sebab itu, pertumbuhan tulang ini harus diimbangi dengan asupan nutrisi, dan kalsium, serta vitamin tulang untuk anak yang baik.

Makanan terbaik untuk tulang yang kuat dan sehat ialah kalsium dan vitamin D. Dalam hal ini, kalsium berfungsi untuk mendukung kepadatan tulang dan kekuatan tulang.

Sedangkan vitamin D berperan untuk meningkatkan penyerapan kalsium dan pertumbuhan tulang. Tak hanya itu, ada sejumlah vitamin tulang untuk anak lainnya yang juga penting jadi perhatian.

Meski begitu, asupan vitamin D dan kalsium ini penting sebagai asupan pada awal kehidupan anak. Selain itu, juga bermanfaat untuk kesehatan tulang ketika mereka lanjut usia.

Salah satu penyakit yang mengintai apabila tidak mendapatkan cukup vitamin untuk tulang anak ialah berisiko terkena penyakit osteoporosis.

Sebaliknya, jika Moms rajin memberikan si kecil kalsium hingga vitamin untuk tulang anak, maka dapat memperlambat penyakit hingga mencegah patah tulang.

Umumnya, anak-anak hingga orang dewasa berusia 50 tahun memerlukan 1.000 mg kalsium dan 200 unit internasional (IU) vitamin D setiap harinya.

Sementara itu, orang dewasa di atas usia 500 tahun dianjurkan mengonsumsi 1.200 mg kalsium dan 400-600 IU vitamin D sehari agar tulang lebih kuat dan sehat.

Baca Juga: 3 Jenis Spina Bifida, Cacat Lahir pada Tulang Belakang

Makanan Tinggi Kalsium dan Vitamin untuk Tulang Anak

vitamin tulang anak

Foto: Orami Photo Stocks

Kebutuhan kalsium dan vitamin tulang untuk anak ini dapat dipenuhi melalui asupan makanan harian.

Lalu, apa saja makanan tinggi kalsium dan vitamin tulang untuk anak yang baik untuk pertumbuhan tulang? Sayuran sangat kaya vitamin untuk tulang anak.

Sayuran merupakan salah satu sumber vitamin C terbaik yang dapat merangsang produksi sel dan pembentukan tulang.

Selain itu, beberapa penelitian yang dilakukan oleh The Journal of Bone and Mineral Research (JBMR®) menunjukkan bahwa efek antioksidan vitamin C dapat melindungi sel-sel tulang dari kerusakan.

Sayuran juga dapat meningkatkan kepadatan tulang yang juga dikenal sebagai bone destiny. Kepadatan tulang adalah ukuran jumlah kalsium dan mineral lain yang ditemukan di tulang.

Baik osteopenia (massa tulang rendah) dan osteoporosis (tulang rapuh) adalah kondisi yang ditandai dengan kepadatan tulang yang rendah.

Asupan tinggi sayuran hijau dan kuning telah dikaitkan dengan peningkatan mineralisasi tulang selama masa kanak-kanak dan pemeliharaan massa tulang pada orang dewasa.

Makan banyak sayuran juga bermanfaat bagi wanita lansia.

Sebuah penelitian pada wanita berusia di atas 50 tahun menemukan bahwa mereka yang paling sering mengonsumsi bawang bombay ketika masih anak-anak memiliki risiko osteoporosis 20% lebih rendah, dibandingkan dengan wanita yang jarang memakannya.

Salah satu faktor risiko utama osteoporosis pada lansia adalah peningkatan pergantian tulang, atau proses penguraian dan pembentukan tulang baru.

Dalam studi tiga bulan, wanita yang mengonsumsi lebih dari sembilan porsi brokoli, kubis, peterseli atau tanaman lain yang tinggi antioksidan pelindung tulang mengalami penurunan pergantian tulang.

Baca Juga: Cara Mencukupi Kebutuhan Vitamin D Anak untuk Pertumbuhan Tulang

Vitamin Tulang untuk Anak

tulang anak

Foto: Orami Photo Stocks

Selain itu, terdapat sejumlah vitamin tulang untuk anak lainnya yang baik untuk pertumbuhan tulang anak.

Nah, dalam artikel ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai ragam vitamin yang baik untuk pertumbuhan tulang anak. Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Baca Juga: Tulang Rusuk Belakang Sakit, Jangan Dianggep Sepele!

1. Protein

Mendapatkan cukup protein penting untuk kesehatan tulang. Faktanya, sekitar 50% tulang terbuat dari protein. Tidak heran hal ini juga menjadi vitamin tulang untuk anak.

Para peneliti telah melaporkan bahwa asupan protein yang rendah menurunkan penyerapan kalsium dan juga dapat mempengaruhi tingkat pembentukan dan kerusakan tulang.

Namun, kekhawatiran juga telah dikemukakan bahwa diet tinggi protein melarutkan kalsium dari tulang untuk melawan peningkatan keasaman dalam darah.

Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa wanita yang lebih tua, khususnya, tampaknya memiliki kepadatan tulang yang lebih baik ketika mereka mengonsumsi protein dalam jumlah yang lebih tinggi.

Dalam sebuah studi observasional besar selama enam tahun terhadap lebih dari 144.000 wanita pascamenopause, asupan protein yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko patah tulang lengan bawah yang lebih rendah dan kepadatan tulang yang secara signifikan lebih tinggi di pinggul, tulang belakang, dan tubuh secara keseluruhan.

Terlebih lagi, diet yang mengandung persentase kalori yang lebih besar dari protein dapat membantu menjaga massa tulang selama penurunan berat badan.

Dalam studi satu tahun, wanita yang mengonsumsi 86 gram protein setiap hari dengan diet kalori terbatas kehilangan lebih sedikit massa tulang dari area lengan, tulang belakang, pinggul, dan kaki dibandingkan wanita yang mengonsumsi 60 gram protein per hari.

Baca Juga: Seperti Apa Tahapan Perkembangan Tulang Anak?

2. Kalsium

Kalsium adalah mineral terpenting untuk kesehatan tulang, dan merupakan mineral utama sebagai vitamin tulang untuk anak.

Karena sel-sel tulang tua terus-menerus dipecah dan diganti dengan yang baru, penting untuk mengonsumsi kalsium setiap hari untuk melindungi struktur dan kekuatan tulang.

RDI untuk kalsium adalah 1.000 mg per hari untuk kebanyakan orang, meskipun remaja membutuhkan 1.300 mg dan wanita yang lebih tua membutuhkan 1.200 mg.

Namun, jumlah kalsium yang sebenarnya diserap tubuh bisa sangat bervariasi.

Oleh karena itu, yang terbaik adalah menyebarkan asupan kalsium sepanjang hari dengan memasukkan satu makanan berkalsium tinggi dari daftar ini setiap kali makan.

Ini juga yang terbaik untuk mendapatkan kalsium dari makanan daripada suplemen.

Sebuah studi 10 tahun baru-baru ini terhadap 1.567 orang menemukan bahwa meskipun asupan kalsium yang tinggi dari makanan menurunkan risiko penyakit jantung secara keseluruhan.

Mereka yang mengonsumsi suplemen kalsium memiliki risiko 22% lebih besar terkena penyakit jantung.

Baca Juga: 14 Manfaat Buah Kolang-kaling untuk Kesehatan, Bisa Menguatkan Tulang

3. Vitamin D dan Vitamin K

Vitamin D dan vitamin K merupakan vitamin tulang untuk anak yang sangat penting untuk membangun tulang kuat. Vitamin D memainkan beberapa peran dalam kesehatan tulang, termasuk membantu tubuh menyerap kalsium.

Dianjurkan mencapai tingkat darah minimal 30 ng/ml, untuk melindungi terhadap osteopenia, osteoporosis dan penyakit tulang lainnya.

Memang, penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak dan orang dewasa dengan kadar vitamin D rendah cenderung memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah dan lebih berisiko keropos tulang daripada orang yang mendapatkan cukup vitamin D.

Sayangnya, kekurangan vitamin D sangat umum terjadi bahkan memengaruhi sekitar satu miliar orang di seluruh dunia.

Si kecil bisa mendapatkan cukup vitamin D melalui paparan sinar matahari dan sumber makanan seperti ikan berlemak, hati dan keju.

Namun, banyak orang perlu melengkapi hingga 2.000 IU vitamin D setiap hari untuk mempertahankan tingkat optimal. Vitamin K2 mendukung kesehatan tulang dengan memodifikasi osteocalcin, protein yang terlibat dalam pembentukan tulang.

Baca Juga: Mengenal Craniosynostosis, Kelainan Tulang Tengkorak pada Bayi

Dua bentuk vitamin K2 yang paling umum adalah MK-4 dan MK-7.

MK-4 ada dalam jumlah kecil di hati, telur dan daging. Makanan fermentasi seperti keju, asinan kubis dan produk kedelai yang disebut natto mengandung MK-7.

Sebuah penelitian kecil pada wanita muda yang sehat menemukan bahwa suplemen MK-7 meningkatkan kadar vitamin K2 dalam darah lebih dari MK-4 (35).

Melansir dari Randomized Controlled Trial, menunjukkan bahwa suplementasi dengan salah satu bentuk vitamin K2 mendukung modifikasi osteocalcin dan meningkatkan kepadatan tulang pada anak-anak dan wanita pascamenopause.

Dalam sebuah penelitian terhadap wanita berusia 50-65 tahun, mereka yang menggunakan MK-4 mempertahankan kepadatan tulang, sedangkan kelompok yang menerima plasebo menunjukkan penurunan kepadatan tulang yang signifikan setelah 12 bulan.

Itulah vitamin tulang untuk anak yang sebaiknya dikonsumsi secara rutin agar anak sehat dan tidak berisiko osteoporosis, keroposan, tulang, hingga patah tulang yang membahyakan kesehatan anak.

  • https://www.healthline.com/nutrition/build-healthy-bones#TOC_TITLE_HDR_6
  • https://journals.lww.com/menopausejournal/pages/default.aspx
  • https://journals.lww.com/menopausejournal/pages/default.aspx
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait