Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Bayi | May 29, 2018

Wajib Tahu, Arti 7 Jenis Tangisan Bayi dan Cara Tepat Menenangkannya

Bagikan


Wajib Tahu, Arti 7 Jenis Tangisan Bayi dan Cara Tepat Menenangkannya

Tentu tak bisa dipungkiri jika bayi baru lahir sangat sering menangis. Sebab hanya lewat tangisan itulah cara ia mengungkapkan keinginan, perasaan, kebutuhan atau sesuatu yang sedang dialaminya. Lucunya, jenis tangisan bayi tersebut punya arti bermacam-macam.

Boleh jadi Moms bingung bagaimana cara mengatasinya, terlebih bagi ibu yang baru pertama kali memiliki bayi. Moms mungkin panik ketika sudah segala cara dilakukan, tapi bayi tetap saja menangis, bahkan semakin kencang suaranya.  

Baca Juga : Stop Bilang 'Anak Laki-Laki Enggak Boleh Nangis', Lebih Baik Lakukan 3 Cara Ini

Ya, menangis adalah cara bayi berkomunikasi. Apa saja arti tangisan bayi? Berikut di antaranya:

1. Bayi merasa lapar

Nah, penyebab paling umum bayi menangis adalah karena merasa lapar atau haus. Terutama pada bayi baru lahir, sistem pencernaannya masih belum matang sehingga belum dapat menampung makanan dalam jumlah yang banyak dan tak bisa bertahan lama dalam perut.

Alhasil, bayi jadi mudah lapar. Bila bayi menangis karena lapar, sebaiknya Moms segera menyusuinya. Berilah ASI sesering mungkin sesuai keinginannya. Nah, inilah yang disebut dengan ASI on-demand.

Baca Juga : 5 Mitos dan Fakta Seputar Larangan Menyusui

2. Bayi perlu ganti popok

Bayi menangis kemungkinan karena tak nyaman dengan popok yang digunakannya. Boleh jadi popok sudah penuh atau basah dengan air kemih atau tinja. Bila popok belum terlalu basah mungkin bayi tidak langsung menangis.

Cobalah periksa popoknya bila memang basah segera ganti. Bila tak langsung diganti dikhawatirkan menimbulkan iritasi dan tentu saja membuat bayi tak nyaman.

Baca Juga : 5 Alasan Untuk Memilih Popok Sekali Pakai Dibanding Popok Kain

3. Bayi mengantuk

Bila orang dewasa mengantuk, tentu tak perlu menangis ya Moms. Tinggal masuk kamar mandi dan merebahkan diri di atas kasur. Berbeda dengan bayi. Kalau ia mengantuk atau ingin tidur, bisa jadi diawali dengan menangis.

Kenapa demikian? Boleh jadi posisinya belum nyaman sehingga tak bisa langsung terlelap dan jadi sulit tidur padahal sudah ngantuk berat.

Selain itu, mungkin suasana di sekitarnya terasa berisik sehingga ia ‘protes’ dengan cara menangis. Tanda lain bahwa ia mengantuk adalah ketika ia tak tertarik untuk diajak main, menguap, mengucek matanya, atau matanya tampak berkaca-kaca.

Bila itu yang Moms perhatikan, segera bawa ke kamar tidurnya, ciptakan suasana kamar yang tenang dan nyaman, temani ia hingga lelap ya Moms.

Baca Juga : 10 Foto Lucu Ini Membuktikan Jika Mengantuk Anak-Anak Bisa Tidur Di Mana Saja

4. Bayi kedinginan atau kepanasan

Mungkin masih banyak yang tak menyadari bahwa bayi terutama yang baru lahir masih sensitif dengan lingkungan sekitarnya. Ia belum bisa tahan dengan suhu yang dingin atau panas.

Alhasil, sebagai reaksinya adalah menangis. Coba Moms pegang perutnya. Jika perutnya terasa dingin, selimuti tubuhnya. Bila bayi merasa kedinginan tak apa-apa mengenakan pakaian lebih dari satu lapis.

Dengan begitu, ia akan merasa hangat. Seballiknya, bila perutnya terasa panas, buka atau lepas selimutnya mungkin karena kegerahan. 

5. Bayi ingin diperhatikan

Boleh jadi Si Kecil menangis karena merasa kurang diperhatikan atau ingin disentuh. Cobalah peluk, gendong atau menghiburnya dengan sesuatu yang memancing ia tertawa. Dengan sentuhan fisik mungkin tangisnya akan reda.

Kenapa? Karena ia mendapatkan rasa nyaman dan diperhatikan oleh orang terdekatnya. Memeluk bayi meski sederhana tapi efeknya bisa luar bisa. Bayi akan merasa nyaman ketika mendengar detak jantung Moms, ia merasa hangat dan mungkin senang mencium aroma tubuh Moms.

6. Bayi mengalami sakit

Waspada Moms bila Si Kecil menangis karena sakit. Bagaimana ciri-ciri? Selain mungkin tampak demam, ketika bayi sedang tidak sehat ia akan menangis dengan suara yang lemah dari biasanya atau bahka ia lebih jarang menangis. Moms pastinya lebih bisa merasakan bila Si Kecil sakit.

Selain sedang dalam kondisi tidak sehat, ketika tumbuh gigi juga bayi biasanya menangis. Ia merasa tidak nyaman dengan proses tumbuh gigi yang terasa ‘gatal’ dan mungkin sedikit nyeri.

Nah, jika tangisan Si Kecil disertai gejala lain misalnya demam atau diare, sebaiknya Moms segera bawa ia ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

7. Bayi mengalami kolik

Adakalanya bayi menangis dalam waktu-waktu tertentu, misalnya sore dan malam hari. Ini wajar terjadi dan bukan berarti ada suatu masalah pada Si Kecil. Boleh jadi Moms sudah berusaha menghibur dan memberikan kebutuhannya, membuat ia merasa nyaman, tapi  tetap saja ia menangis tiada henti.

Bahkan, bisa berlangsung dalam waktu lama hingga wajahnya memerah dan tampak kelelahan. Kemungkinan tangisan ini pertanda ia mengalami kolik. Kolik bisa berkaitan dengan masalah pada perut karena alergi atau intoleransi susu.

Namun, ada juga yang mendefinisikan kolik sebagai cara bayi untuk mengungkapkan pengalamannya pada hari tersebut.

Baca Juga : Bukan Cengeng, Menangis Ternyata Punya Banyak Manfaat Menyehatkan

Lalu, apa yang harus dilakukan ketika bayi menangis? Yang jelas tak perlu panik. Berikut ini beberapa upaya yang bisa Moms lakukan:

  • Gendong dan peluk bayi agar ia merasa nyaman dan tenang. Cobalah periksa popoknya apakah sudah basah dan penuh dengan feses. Bila itu yang terjadi, segera ganti popoknya.
  • Cobalah untuk menyusuinya. Boleh jadi ia merasa lapar/haus apalagi bila terakhir menyusui adalah tiga jam yang lalu.
  • Bila popok tidak basah dan tak mau menyusu, mungkin ia mengantuk. Cobalah untuk menggendong dan mengayunnya dengan perlahan. Atau, ajak ia ke kamar tidurnya. Nyanyikan lagu dengan suara lembut. Kalau ia kemudian tertidur, berarti memang menangis karena mengantuk.
  • Cobalah menghibur bayi dengan bermain cilukba atau membuat raut wajah yang lucu sehingga ia tertawa. Menghibur juga salah satu cara agar bayi berhenti menangis.
  • Bayi suka dengan sentuhan. Cobalah pijat dengan perlahan. Upaya ini bisa membuatnya tenang dan merasa nyaman.

(LMF)

Sumber: webmd.com, whattoexpect.com, babycenter.com

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.