Kesehatan

23 Januari 2021

Kapan Waktu Terbaik untuk Minum Vitamin C?

Saat dikonsumsi pada waktu yang tepat, maka manfaatnya jadi lebih optimal
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Intan Aprilia

Di tengah pergantian musim, tubuh memerlukan asupan yang tepat untuk menjaga kekebalan sistem tubuh. Oleh karena itu, kini suplemen harian juga sudah menjadi hal yang umum untuk dikonsumsi.

Salah satu produk suplemen yang paling banyak dikonsumsi dan dipasarkan adalah vitamin C (ascorbic acid atau asam askorbat).

Mengutip Mayo Clinic, nutrisi ini adalah nutrisi super untuk tubuh, dengan manfaat yang sangat besar untuk sistem kekebalan, kulit, dan tulang.

Hebatnya lagi, vitamin V juga dikenal efektif menangkal infeksi, mempercepat pemulihan, dan sarat dengan sifat antioksidan.

Dengan begitu banyak manfaat yang dikemas dalam satu dosis suplemen vitamin C, penting bagi Moms untuk mengonsumsinya dengan cara yang benar. Salah satunya adalah memilih waktu yang tepat untuk minum vitamin C.

Simak ulasan mengenai kapan waktu terbaik minum vitamin C dan berbagai informasi seputarnya berikut ini!

Baca Juga: Berapa Dosis Vitamin C yang Dibutuhkan Tubuh Dalam Sehari?

Kapan Waktu Terbaik Minum Vitamin C?

Kapan Waktu Terbaik Minum Vitamin C.jpg

Foto: freepik.com

Setiap vitamin akan bekerja dengan cara yang berbeda. Ini berarti bahwa beberapa orang memiliki pertimbangan khusus tentang cara meminumnya dan apakah diperbolehkan mengonsumsinya bersamaan dengan makanan tertentu atau tidak.

Meskipun penelitian memiliki beberapa rekomendasi untuk mencegah efek samping, sains umumnya tidak mendukung rekomendasi khusus untuk mengonsumsi vitamin pada waktu tertentu.

Para ahli sebenarnya menyarankan agar Moms menghindari suplemen sama sekali dan lebih memilih sumber nutrisi tertentu dari pola makan seimbang.

Namun, jika suplemen vitamin diperlukan, Moms harus dapat menyesuaikannya ke dalam jadwal harian. Untungnya, pengaturan waktu untuk suplementasi sebagian besar fleksibel.

Jika bertanya kapan waktu terbaik minum vitamin C, maka Moms harus mengetahui dulu sifat dari vitamin C itu sendiri.

Vitamin C tergolong dalam vitamin yang larut dalam air, sehingga ia paling baik diserap saat perut kosong. Itu berarti meminumnya di pagi hari, 30 menit sebelum makan, atau dua jam setelah makan.

Tak hanya vitamin C, semua vitamin B, dan folat (asam folat) juga larut dalam air. Tubuh akan mengambil jumlah vitamin yang dibutuhkannya dan membuang sisanya melalui urin. Karena tubuh tidak menyimpan vitamin ini, ada baiknya mengonsumsinya secukupnya saja.

Mengutip U.S. Office of Dietary Supplements jumlah vitamin C harian yang direkomendasikan adalah 90 miligram untuk pria dewasa dan 75 miligram untuk wanita dewasa melalui berbagai sumber setiap hari.

Sementara untuk anak-anak 9 sampai 13 tahun, mereka membutuhkan 45 miligram per hari, dan remaja usia 14 hingga 18 tahun adalah sebanyak 65 miligram per hari. Untuk perokok, mereka membutuhkan tambahan 35 miligram vitamin C per hari.

Baca Juga: Makanan yang Mengandung Lebih Banyak Vitamin C dibanding Jeruk

Siapa yang Disarankan untuk Konsumsi Suplemen Vitamin C?

Siapa yang Butuh Vitamin C.jpg

Foto: freepik.com

Setelah tahu waktu terbaik minum vitamin C, Moms juga mungkin bertanya siapa saja yang disarankan untuk mengonsumsi suplemen vitamin C.

Karena tubuh tidak memproduksi vitamin C, Moms perlu mendapatkannya dari makanan atau suplemen.

Vitamin C ditemukan dalam buah jeruk, beri, kentang, tomat, paprika, kubis, brokoli, dan bayam. Sementara dalam suplemen paling sering dijual dalam bentuk kapsul dan tablet kunyah.

Kebanyakan orang mendapatkan cukup vitamin C dari makanan sehat. Namun, beberapa orang juga lebih rentan untuk alami kekurangan vitamin C, misalnya:

  • Perokok aktif atau perokok pasif.
  • Memiliki kondisi gastrointestinal tertentu atau jenis kanker tertentu.
  • Sedang menjalani diet ketat dan tidak secara teratur memasukkan buah dan sayuran.

Kekurangan vitamin C yang parah dapat menyebabkan penyakit yang disebut scurvy, yang menyebabkan anemia, gusi berdarah, memar, dan penyembuhan luka yang buruk.

Jika Moms mengonsumsi vitamin C karena sifat antioksidannya, perlu diingat bahwa suplemen mungkin tidak menawarkan manfaat yang sama seperti antioksidan alami dalam makanan.

Baca Juga: 11 Sumber Vitamin C untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh saat Pandemi Corona

Manfaat Konsumsi Suplemen Vitamin C

Manfaat Konsumsi Suplemen Vitamin C.jpg

Foto: freepik.com

Satu kondisi yang pasti bisa diobati vitamin C adalah penyakit scurvy. Namun, menurut penelitian dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diperkirakan 7,1 persen dari populasi Amerika Serikat dapat diklasifikasikan sebagai kekurangan vitamin C.

Selain itu, vitamin C dipercaya oleh beberapa orang untuk membantu dalam pengobatan atau pencegahan berbagai penyakit, termasuk pilek, asma, bronkitis, kanker, nyeri kronis, katarak, gastritis, glaukoma, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, osteoartritis, dan penyakit Parkinson.

Meskipun bukti yang mendukung klaim ini umumnya lemah, ada beberapa temuan yang menjanjikan dalam beberapa tahun terakhir.

1. Atasi Flu Biasa

Manfaat vitamin C dalam melawan flu biasa lebih banyak diperkirakan daripada yang dibuktikan oleh penelitian.

Menurut tinjauan tahun 2007 dari beberapa penelitian yang melibatkan 11.306 peserta dan diterbitkan dalam Cochrane Database System Review suplemen vitamin C tidak mengurangi tingkat masuk angin pada peserta dibandingkan dengan populasi umum.

Dengan itu, penulis mencatat bahwa vitamin C berpotensi bermanfaat bagi atlet performa atau orang yang tinggal di iklim yang sangat dingin.

Sebuah tinjauan tahun 2013 dari Finlandia menyimpulkan bahwa vitamin C tidak dapat mencegah flu, tetapi dapat mempersingkat durasinya hingga sekitar 8 persen pada orang dewasa dan 14 persen pada anak-anak dengan dosis harian 1.000 hingga 2.000 miligram.

2. Melawan Pengurangan Kemampuan Penglihatan

Ada beberapa bukti bahwa suplemen vitamin C dapat memperlambat perkembangan degenerasi makula, kelainan mata terkait penuaan yang ditandai dengan kehilangan penglihatan.

Sebuah studi tahun 2001 di Archives of Ophthalmology melaporkan bahwa orang-orang yang berisiko tinggi terkena penyakit yang mengonsumsi 500 miligram vitamin C per hari, bersama dengan beta-karoten, vitamin E, dan seng, memperlambat perkembangan degenerasi makula sebesar 25 persen dan kehilangan ketajaman visual sebesar 15 persen.

Sebuah tinjauan tahun 2014 dari Tufts University juga menyimpulkan bahwa mengonsumsi 135 miligram vitamin C setiap hari dapat mencegah jenis katarak tertentu dan bahwa dosis setidaknya 363 miligram dapat mengurangi risiko pengembangan katarak tidak kurang dari 57 persen.

3. Atasi Tekanan Darah Tinggi

Manfaat vitamin C dalam mengobati hipertensi (tekanan darah tinggi) telah lama disebut-sebut, meskipun efek sebenarnya tidak sekuat yang diperkirakan.

Menurut sebuah studi tahun 2012 dari Johns Hopkins University, vitamin C dosis tinggi, sekitar 500 miligram setiap hari hanya menghasilkan sedikit penurunan tekanan darah sistolik (atas) tetapi memiliki efek minimal pada tekanan darah diastolik (bawah).

Sementara para ilmuwan belum menemukan alasannya, diperkirakan bahwa vitamin C dosis tinggi memiliki efek diuretik ringan yang mendorong pembuangan cairan berlebih dari tubuh. Ini dapat membantu menurunkan tekanan di dalam pembuluh darah.

4. Cegah Kanker

Makan makanan yang kaya buah dan sayuran dapat menurunkan risiko berbagai jenis kanker, seperti kanker payudara, usus besar, dan paru-paru.

Namun, belum jelas apakah efek perlindungan ini terkait dengan kandungan vitamin C dalam makanan.

Baca Juga: Begini Dosis Vitamin C untuk Ibu Hamil yang Aman dan Cocok

Itu dia beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang waktu terbaik minum vitamin C dan berbagai manfaatnya bagi kesehatan.

Ketika dikonsumsi dengan dosis yang tepat, suplemen vitamin C oral umumnya dianggap aman. Namun, mengonsumsi terlalu banyak vitamin C dapat menyebabkan efek samping, termasuk:

  • Mual, muntah dan diare.
  • Maag.
  • Kram perut atau kembung.
  • Kelelahan dan mengantuk, atau terkadang insomnia.
  • Sakit kepala.
  • Kulit memerah.

Pada beberapa orang, suplemen vitamin C oral dapat menyebabkan batu ginjal, terutama bila dikonsumsi dalam dosis tinggi.

Penggunaan suplemen vitamin C oral jangka panjang lebih dari 2.000 miligram sehari meningkatkan risiko efek samping yang signifikan.

Selain itu, sampaikan kepada dokter jika Moms sedang mengonsumsi vitamin C sebelum menjalani tes medis apa pun.

Pasalnya, kadar vitamin C yang tinggi dapat mengganggu hasil tes tertentu, seperti tes tinja untuk tes skrining darah atau glukosa.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait