30 Oktober 2017

10 Makanan dan Minuman Ini Berbahaya untuk Bayi!

Jangan-jangan Mama pernah memberikannya sebagai MPASI?

Pola makan memiliki peran besar dalam proses tumbuh kembang bayi. Gizi dalam asupan sehari-hari memiliki hubungan yang sangat erat dengan kesehatan sekaligus kecerdasan anak. Oleh karena itu, saat pola makan anak tidak tercapai dengan baik, perkembangannya juga akan terganggu.

Selama ini, Mama mungkin selalu fokus mencari berbagai informasi mengenai makanan yang baik untuk diberikan kepada bayi. Terutama saat si kecil sudah waktunya mendapatkan makanan pendamping asi (MPASI).

Namun, sadarkah Mama bahwa ada beberapa makanan dan minuman yang justru berbahaya jika diberikan kepada si kecil? Apa sajakah makanan dan minuman yang berbahaya untuk bayi tersebut?

Dikutip dari rubrik Spesialis Gizi Anak Klikdokter, berikut 10 makanan dan minuman yang menjadi pantangan untuk bayi.

1. Kulit Ayam

kulit ayam
Foto: kulit ayam

Daging ayam memang memiliki kandungan lemak yang rendah. Namun, ada satu bagian tubuhnya yang memiliki kadar kolesterol tinggi, yakni kulit ayam. Karena itu, kulit ayam kurang baik dikonsumsi bayi.

2. Madu

madu
Foto: madu

Madu bisa dimanfaatkan sebagai pemanis alami untuk menghindarkan anak dari gula. Akan tetapi, perlu Mama ketahui bahwa madu mengandung spora bakteri yang berfungsi untuk memproduksi bakteri Clostridium botulinum. Bayi yang mengonsumsi madu bisa mengalami botulisme. Karena itu, madu baru boleh dikonsumsi oleh anak di atas satu tahun.

3. Daging Tetelan dan Kikil

kikil
Foto: kikil

Baik daging tetelan maupun kikil sama-sama kaya akan kandungan asam amino yang tidak bisa dicerna oleh tubuh, apa lagi oleh tubuh bayi yang sistem pencernaannya belum sempurna.

4. Buah-buahan Asam

buah asam
Foto: buah asam

Buah dengan cita rasa yang terlalu asam juga kurang baik dikonsumsi bayi. Buah seperti lemon, kiwi, dan stroberi akan membuat sistem pencernaan bayi yang belum sempurna bisa terganggu.

5. Jeroan Sapi

jeroan
Foto: jeroan (Orami Photo Stock)

Jeroan sapi mengandung kadar kolesterol yang tinggi, sehingga tidak baik dikonsumsi oleh bayi. Bukan hanya tidak boleh dikonsumsi oleh bayi, jeroan juga tidak baik sering-sering dikonsumsi oleh orang dewasa.

6. Makanan Olahan dengan Tambahan Bahan Pengawet

sosis
Foto: sosis (Orami Photo Stock)

Nugget, sosis, dan daging asap berbahaya bagi bayi karena mengandung garam dan zat kimia yang berbahaya bagi tubuh si kecil.

7. Ikan Laut

ikan laut
Foto: ikan laut

Pernahkah Mama bertanya-tanya mengenai boleh atau tidaknya memberikan ikan sebagai makanan pendamping ASI untuk si kecil? Pada dasarnya ikan bisa menyebabkan reaksi alergi pada sebagian bayi, sementara sistem kekebalan tubuhnya masih belum terbentuk secara sempurna untuk mengatasi reaksi alergi tersebut.

Karena itu, jika Mama ingin memberikan ikan laut untuk si kecil, silahkan konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Terutama saat Mama merasa si kecil menunjukkan reaksi alergi terhadap jenis makanan tertentu.

8. Penguat Rasa

msg
Foto: msg

Mama mungkin sangat bersemangat menyiapkan sendiri makanan pendamping ASI untuk si kecil. Namun, jangan pernah menambahkan penguat rasa semacam MSG ke dalam makanan si kecil. Monosodium glutamat yang ada di dalam bumbu penyedap tidak baik bagi kesehatan bayi.

9. Pemanis Buatan

pemanis buatan
Foto: pemanis buatan

Pemanis buatan seperti sakarin menjadi penyebab utama batuk pada anak. Selain itu, mannitol dan sorbitol, pemanis buatan yang biasa ditemukan dalam produk bebas gula lainnya akan menyebabkan diare pada bayi. Oleh karena itu, minuman berbahaya untuk bayi bisa dikatakan termasuk produk minuman yang diproduksi dengan tambahan pemanis buatan.

10. Kol dan Lobak

kol
Foto: kol

Sebaiknya Mama menghindari kol dan lobak dalam makanan bayi, karena kedua makanan tersebut mengandung gas. Dikhawatirkan saat mengonsumsinya, perut bayi menjadi kembung.

Wah, tidak disangka jika 10 makanan dan minuman yang disebutkan di atas berbahaya untuk bayi, ya, Ma? Pernah terpikir untuk memberikan beberapa makanan di atas kepada si kecil?

(RGW)

Foto: Shutterstock

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.