Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Health | Apr 23, 2018

14 Pertanyaan Paling Banyak Ditanyakan Seputar Vaksin dan Jawabannya

Bagikan


Apakah Moms masih ragu menjalani vaksinasi untuk diri sendiri dan anak? Padahal vaksinasi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan lho.

Menurut World Health Organization (WHO), vaksinasi dapat mencegah penularan dan infeksi penyakit, memperpanjang harapan hidup, juga bisa menghemat biaya pengobatan.

Bagi Moms yang masih ragu, berikut 14 pertanyaan paling banyak ditanyakan seputar vaksin dan jawabannya!

1. Apa akibatnya bila jadwal vaksin anak saya tidak lengkap dan tidak beraturan?

Jawab:

Anak dengan riwayat vaksinasi yang tidak lengkap dan tidak beraturan maka anak rentan terhadap beragam penyakit menular yang bisa berakibat fatal bagi anak. Jadi anak perlu untuk segera dilakukan vaksinasi ulang.

2. Apakah vaksin dapat menyebabkan autis?

Jawab:

Hubungan vaksin dan autisme tidak terbukti hingga sekarang. Beragam penelitian dilakukan oleh tenaga medis di seluruh dunia bahkan juga dilakukan di negara-negara di Asia.

Didapatkan bahwa vaksin aman dan tidak ada hubungannya dengan penyebab autisme. Singkatnya, vaksin tidak menyebabkan autisme pada anak dan vaksin aman bagi anak.

3. Bagaimana cara mengetahui vaksin asli dan palsu?

Jawab:

Selalu pastikan Moms untuk mengecek nomor batch (nomor kode produksi) produk vaksin, kelengkapan kemasan vaksin dan segel kemasan vaksin.

Baca juga: Kemudahan Imunisasi dengan Vaksinasi ke Rumah, Seperti Apa?

4. Apakah aman jika saya dan anak saya memperoleh lebih dari satu macam vaksin dalam sekali suntik?

Jawab:

Pemberian beberapa vaksin sekaligus dalam satu hari adalah aman. Namun, bagi kenyamanan anak, saat ini tersedia produk vaksinasi kombinasi (vaksin kombo) yang sudah mengandung 6 macam kandungan vaksinasi untuk 6 penyakit anak yang mematikan.

Jadi hanya dengan 1 kali suntik, anak sudah terlindungi 6 jenis penyakit yang mematikan.

5. Bagaimana jika tekanan darah saya sedang tinggi, apakah boleh divaksin?

Jawab:

Tekanan darah bukanlah parameter untuk menentukan pemberian vaksin. Pengukuran tekanan darah dikatakan tinggi atau lebih dari normal bisa hasil pengukuran didapatkan lebih dari 120/80 mmHg.

Selain itu, dokter yang datang akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum dilakukan penyuntikkan.

6. Apakah vaksin benar-benar memberikan perlindungan pada setiap penyakitnya?

Jawab:

Rata-rata semua vaksin akan memberikan efektivitas perlindungan sampai dengan lebih dari 90% jika vaksin tersebut diberikan sesuai dengan jadwal dan dosis pemberian juga optimal.

Efektivitas perlindungan beberapa vaksin akan menurun seiring dengan waktu, sehingga butuh untuk dosis booster. Beberapa vaksin yang perlu di-boost rutin sesuai jadwal booster misalnya, Hepatitis B, Varicella/cacar air, Typhoid, Japanese Encephalitis, dan Tetanus Difteri Pertusis.

7. Bagaimana jika pegal pada tangan saya tidak hilang selama sebulan atau lebih setelah divaksin? Apakah berbahaya?

Jawab:

Rasa pegal pada area bekas suntikan vaksin biasa dirasakan segera setelah disuntik sampai dengan 3 hari. Jika rasa pegal atau rasa sakit terus berlanjut hingga lebih dari 3 hari atau bahkan diikuti gejala lainnya, maka sebaiknya Moms memeriksakan diri ke dokter terdekat.

8. Bagaimana jika ternyata ketika diperiksa suhu saya 37,5 derajat celsius, apakah boleh vaksin?

Jawab:

Kontraindikasi penyuntikkan vaksin adalah bila suhu tubuh sama dengan atau lebih dari 38 derajat Celsius pada pengukuran dengan menggunakan termometer digital/raksa pada ketiak/aksila. Jadi bila suhu didapatkan 37,5 derajat Celsius maka pasien masih boleh dilakukan penyuntikkan vaksin.

Khusus bagi pasien dengan suhu tubuh sama dengan atau lebih dari 38 derajat Celsius saat waktu penyuntikkan maka penyuntikkan vaksin akan dijadwalkan ulang H+14 dari tanggal kunjungan tersebut atau dari hari terjadinya demam.

Demam hanyalah kontraindikasi sementara sehingga tetap harus diimunisasi segera setelah sembuh atau saat suhu tubuh kembali normal.

9. Bagaimana jika saya mempunyai alergi obat? Adakah hubungannya dengan vaksin?

Jawab:

Pasien sebaiknya wajib memberitahukan kepada dokter riwayat alergi obat. Dokter yang memberikan layanan juga akan menanyakan riwayat alergi pasien.

Adanya riwayat alergi obat bukan kontraindikasi pemberian vaksinasi, namun dokter yang memberikan layanan vaksinasi ke rumah tetap perlu tahu dan memberikan perhatian khusus adanya kondisi ini.

Baca juga: Apa Saja Efek Imunisasi Bagi Kesehatan Anak?

10. Jenis vaksin apa yang tidak boleh disuntikan bersamaan?

Jawab:

Pemberian vaksin boleh diberikan secara bersamaan pada satu hari yang sama atau bahkan dalam satu kali suntik (khusus bagi penggunaan jenis produk vaksin kombinasi/vaksin kombo, misalnya Hexaxim, Pediacel, Pentabio, dll).

- Vaksin hidup

Vaksin hidup berupa vaksin cacar air/varisela, vaksin MMR, vaksin MMRV, vaksin campak, vaksin herpes zoster, bila diberikan secara terpisah pada waktu yang berbeda, maka perlu diberikan interval minimal 28 hari.

- Vaksin tetes

Vaksin tetes di antaranya vaksin polio oral, vaksin rotavirus, perlu dilakukan pada hari yang berbeda dengan selang waktu minimal 14 hari karena pemberian bersamaan akan menyebabkan vaksin rotavirus tidak dapat bekerja optimal.

- Vaksin MMR

Vaksin MMR atau vaksin MMRV atau vaksin campak, bisa mengganggu hasil tes tuberkulin (tes untuk memastikan diagnosa tuberkulosis pada anak), oleh karena itu, dianjurkan agar tes tuberkulin ini dilakukan selang minimal 28 hari sejak vaksin campak diberikan.

11. Apakah boleh vaksin jika saya sedang konsumsi obat-obatan rutin? Adakah hubungannya dengan vaksin?

Jawab:

Boleh, pasien yang sedang mengonsumsi obat rutin bukanlah kontraindikasi untuk mendapatkan vaksinasi. Namun, penting bagi Moms untuk memberitahukan kepada dokter atau menuliskan lengkap obat-obatan yang rutin Moms atau keluarga Moms minum.

Beberapa jenis obat rutin atau obat penyakit kronis yang butuh perhatian khusus adalah obat kortikosteroid dan obat kemoterapi.

12. Jenis vaksin seperti apa yang sebaiknya saya pilih?

Jawab:

Pilihan vaksin bisa disesuaikan dengan kondisi kesehatan pasien dan keterjangkauan pasien. Semua produk vaksin adalah baik dan mampu melindungi pasien secara optimal dari penyakit bila diberikan sesuai jadwal dan sesuai dosis.

Pilihan vaksin bisa mempertimbangkan keunggulan beberapa merek yang beredar mulai dari: bentuk sediaan (sediaan siap suntik dengan dosis individual atau sediaan tidak siap suntik dengan dosis kelompok), jumlah strain virus/agen infeksi yang dikandung (semakin banyak, semakin lengkap, semakin banyak juga penyakit yang bisa dicegah), kondisi kesehatan pasien, usia pasien dan ketersediaan dana pasien.

13. Apabila saya pernah vaksin dan ternyata vaksin tersebut palsu, apa yang harus dilakukan? Apakah vaksin palsu tersebut akan berbahaya atau akan menimbulkan efek samping di tubuh saya?

Jawab:

Pernyataan sebuah batch produk vaksin yang dinyatakan palsu perlu didukung dari pernyataan resmi dari Kementerian Kesehatan RI dan/atau Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI bahwa produk batch tersebut adalah palsu.

Kalau Moms atau keluarga mendapatkan vaksinasi dengan batch produk tersebut maka sebaiknya tidak panik dan lakukan vaksinasi ulang dengan produk vaksin yang asli. Vaksinasi ulang perlu dilakukan mulai dari dosis awal.

Terkait bahaya vaksin palsu sangat tergantung dari kandungan vaksin palsu yang diproduksi oknum pembuat vaksin palsu ini. Bahaya vaksin palsu juga perlu diperhatikan kerugian komunitas, karena tidak hanya berdampak pada pribadi pasien yang tidak mendapatkan perlindungan tapi juga perlindungan komunitas (herd immunity) menjadi tidak ada sehingga penyakit bisa cepat menular.

14. Bagaimana vaksin yang disuntikkan bekerja dalam tubuh saya?

Jawab:

Vaksin yang disuntikkan akan menciptakan kondisi sedemikan rupa sehingga mendorong sistem imun tubuh untuk membentuk antibodi dan limfosit-T (sel imun).

Antibodi dan sel-sel imun hal inilah yang sering menyebabkan adanya reaksi sistemik pasca penyuntikkan, seperti demam. Setelah proses pembentukan antibodi dan sel imun ini, tubuh akan menyimpan memori atas pembentukan imun terhadap agen infeksi yang disuntikkan dari vaksin.

Sehingga saat terjadi “serangan” infeksi dari agen infeksi penyakit tersebut, tubuh sudah siap untuk melawan “serangan” infeksi yang terjadi karena sudah menyimpan memori ini.

Sudah terjawab kan pertanyaan-pertanyaan Moms? Jangan ragu lagi untuk melakukan vaksinasi ya! Apalagi saat ini sudah tersedia layanan untuk vaksinasi di rumah. Jadi makin mudah dan praktis!

(ADV)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.