16 September 2019

3 Efek Buruk Olahraga Berat Untuk Ibu Hamil

Tidak teraturnya periode menstruasi dapat menjadi pertanda wanita menjalani olahraga terlalu berat.

Olahraga telah terbukti membawa banyak manfaat bagi kesehatan dan kebugaran tubuh. Namun olahraga berat untuk Ibu hamil dapat membawa efek yang buruk pada masalah kesuburan.

Untuk itu, ketahui apa saja faktor yang memengaruhi olahraga berat untuk Ibu hamil dan sampai batas mana olahraga yang dianjurkan berikut ini.

1. Memengaruhi Kerja Ovarium

1 Memengaruhi Kerja Ovarium.jpg
Foto: 1 Memengaruhi Kerja Ovarium.jpg

Foto: unsplash.com

Dikutip dari dailymail.co.uk, sebuah studi di Amerika menemukan bahwa wanita yang berolahraga setidaknya 30 menit sehari lebih sedikit kemungkinannya mengalami gangguan ovulasi yang dapat mengurangi kesuburan wanita.

Sebaliknya, beberapa studi memperlihatkan bahwa olahraga berat untuk Ibu hamil dapat mengganggu kesuburan dalam jangka panjang.

Salah satu pengaruh olahraga berat untuk Ibu hamil adalah dapat menurunkan produksi estrogen dan progesteron dalam tubuh.

Hal ini menyebabkan ovarium berhenti memproduksi telur, karena menjadi kurang aktif dan mengganggu kesuburan.

Baca Juga: Sedang Hamil, Wajib Perhatikan 5 Hal Ini Saat Berolahraga

“Tubuh melihat olahraga sebagai bentuk stres dan membawa sinyal ini ke hipotalamus di otak sebagai tanda bahwa ini bukan waktu yang aman untuk bereproduksi,” ungkap pelatih physiologist asal Australia, Sarah King, seperti dikutip dari dailymail.co.uk.

Proses ini pada akhirnya dapat menyebabkan perubahan siklus menstruasi hingga kegagalan ovulasi.

Wanita yang ingin hamil disarankan mengurangi latihan berat, seperti latihan interval dan angkat beban, lalu beralih ke olahraga tingkat medium.

Misalnya: pilates, yoga atau berenang, dan dilakukan tidak lebih dari satu jam sehari.

2. Berat Badan Kurang

2 Berat Badan Kurang.jpg
Foto: 2 Berat Badan Kurang.jpg

Foto: livestrong.com

Olahraga berat untuk Ibu hamil dapat mengganggu kesuburan jika dilakukan terlalu berlebihan dan terlalu sering, karena dapat membuat seseorang menjadi kekurangan berat badan.

Body mass index (BMI) yang disarankan adalah 18.5 hingga 24.9, karena saat BMI berada di bawah angka tersebut, maka merupakan tanda seseorang kekurangan berat badan, menurut American Journal of Obstetrics & Gynecology.

“Saat kekurangan berat badan, otak mungkin tidak akan memicu pelepasan hormon yang diperlukan untuk ovulasi. Hormon ini, disebut hormon gonadotrophin-releasing (GnRH), merupakan satu dari beberapa hal yang seharusnya membuat ovarium menghasilkan satu atau lebih telur setiap bulan,” ungkap Dr. Morag Martindale seperti dikutip dari babycentre.co.uk.

Baca Juga: Ini 5 Jenis Olahraga yang Direkomendasikan Selama Kehamilan

Tanpa GnRH, telur mungkin tidak berkembang dan ovulasi pun tidak akan terjadi. Akibatnya, wanita akan memiliki periode menstruasi yang tidak teratur atau bahkan tidak sama sekali.

Hal inilah yang membuat olahraga berat untuk Ibu hamil dapat mengganggu keberhasilan program hamil.

3. Tanda Terlalu Berat Berolahraga

3 Tanda Terlalu Berat Berolahraga.jpg
Foto: 3 Tanda Terlalu Berat Berolahraga.jpg

Foto: runningmagazine.ca

Ada beberapa hal yang dapat menjadi pertanda seseorang melakukan olahraga terlalu berat.

Dikutip dari verywellfit.com, terlalu banyak olahraga akan membuat menstruasi tidak teratur atau tidak menstruasi sama sekali.

Namun hal ini bukan berarti bahwa semua wanita yang memiliki periode menstruasi tidak teratur, melakukan terlalu banyak olahraga. Karena tidak teraturnya periode menstruasi juga dapat dipicu oleh hal lainnya.

Baca Juga: Ini 11 Manfaat Berolahraga Untuk Ibu Hamil

Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa olahraga berat untuk Ibu hamil lebih dari tujuh jam seminggu dapat memengaruhi tingkat kesuburan. Olahraga berlebih dapat meningkatkan stres pada tubuh.

Meski periode menstruasi masih berjalan normal, namun perhatikan tanda-tanda tubuh seperti: kelelahan, rasa sakit atau nyeri yang berkelanjutan, insomnia hingga kinerja yang buruk.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.