Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Balita | Jun 12, 2018

4 Cara Mengajarkan Anak Keberagaman dan Bertolerasi Agama

Bagikan


Sebagai negara yang terdiri dari banyak suku bangsa dan agama, di Indonesia memang rawan terjadi intoleransi baik di dunia nyata maupun dunia maya.

Moms sendiri mungkin sudah sering melihat perilaku rasis bahkan menghina agama dalam komentar di media sosial. Nah, itulah tanda bahwa toleransi agama di Indonesia masih rendah.

Jika tidak sejak dini menumbuhkan sikap toleran pada balita, bukan tidak mungkin dia bisa tumbuh dengan pemikiran radikal dan sempit lho, Moms.

Baca Juga : Moms, Begini Cara Mengajarkan Anak Menghargai Sesama

Jangan sampai dia berpikiran kolot dan menganggap bahwa orang lain yang berbeda dengannya adalah salah dan layak untuk dihina bahkan dicaci.

Yuk Moms, mulai mengajarkan anak keberagaman dan bertoleransi agama dengan 4 cara mudah ini:

1. Ajarkan Untuk Tidak Menilai Orang Dari Agamanya

pinterest.com

Mungkin dulu Moms sering kali diberitahu oleh orang tua untuk tidak menilai seseorang berdasarkan agamanya saja. Ajaran ini benar adanya, karena agama seseorang memang tidak bisa dijadikan tolak ukur mutlak atas kepribadian individu.

Ajarkan pada balita untuk bermain dengan siapa saja tanpa memandang agama. Beritahu balita untuk melihat hal yang lebih penting, seperti cara seorang bersikap dan memperlakukan orang lain. Dengan begitu balita nantinya akan mengerti, bahwa baik atau jahatnya seseorang tidak ditentukan oleh agamanya.

2. Pahami Kalau Dunia Penuh Dengan Keberagaman

rockandrolldaycare.com

Dunia ini sangat luas, terdiri dari milyaran orang dengan berbagai macam ras dan suku bangsa. Kalau kita mengajarkannya untuk berpikiran sempit, bagaimana mungkin balita bisa mengerti arti dari toleransi beragama?

Moms bisa mengajarkan keberagaman pada balita sejak dini, dengan membawanya melihat berbagai macam tradisi dan budaya daerah yang berbeda. Jangan lupa berikan contoh bahwa kita tetap bisa bersilaturahmi dan menjalin persaudaraan dengan orang yang berbeda agaa atau budaya dengan kita.

3. Hindari Debat & Pembicaraan Buruk Tentang Agama

pinterest.com

Kalau debat dan pembicaraan buruk tentang agama sih rasanya sering sekali kita lihat di media sosial ya, Moms? Pasti ada saja yang diributkan, mulai dari kebiasaan dan tradisi hingga hal-hal yang sebenarnya remeh dan tidak perlu dibahas.

Sebisa mungkin hindari terlibat dalam perdebatan tentang agama atau budaya hadapan balita. Ini sangat penting, supaya dia tidak tumbuh menjadi orang dewasa yang bersifat pembenci, penghasut, dan senang mengolok-olok agama orang lain.

4. Berikan Contoh Nyata Tentang Toleransi Beragama

thoughtco.com

Menjadi contoh nyata tentang toleransi beragama tentu merupakan hal yang mutlak dilakukan oleh orang tua. Percuma saja mulut kita berbusa mengajari Si Kecil tentang toleransi beragama, tapi memberikan contoh perilaku yang bertentangan.

Coba ajak balita untuk bersilaturahmi ke tetangga yang berbeda agama, biarkan dia melihat cara Moms tersenyum, berinteraksi, dan menjalin hubungan baik dengan tetangga tersebut. Semakin sering Moms melakukannya, maka balita akan semakin mengerti bahwa toleransi beragama itu damai dan indah.

Yang terpenting, selalu tanamkan pada balita kebiasaan untuk berbuat baik terhadap siapapun. Moms juga bisa memberikan contoh pada balita untuk menilai seseorang hanya dari perilaku serta kepribadian, dan bukan semata karena agamanya saja.

Apa Moms punya cara lain untuk mengajarkan Si Kecil tentang toleransi beragama?

(WA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.