Newborn

NEWBORN
15 April 2019

6 Fakta Seputar Hipospadia pada Bayi Laki-laki

Operasi adalah satu-satunya pilihan pengobatan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Hipospadia adalah cacat lahir atau kondisi bawaan di mana pembukaan uretra berada di bagian bawah penis, bukan di ujung.

Uretra adalah saluran di mana urin mengalir dari kandung kemih untuk dikeluarkan dari tubuh.

Hipospadia umum terjadi dan operasi biasanya dilakukan untuk mengembalikan penampilan normal penis bayi.

Dengan pengobatan yang tepat, sebagian besar bayi laki-laki dengan kondisi bawaan ini dapat melakukan buang air kecil dan reproduksi yang normal.

Berikut ini kami rangkum beberapa fakta yang dapat membantu Moms mengenal hipospadia pada bayi laki-laki lebih lanjut.

1. Belum Diketahui Penyebab Pastinya

xx fakta seputar hypospadias pada bayi laki 1

Foto: romper.com

Hipospadia pada bayi laki-laki adalah kondisi bawaan, yang berarti bahwa kondisi ini terjadi ketika bayi masih dalam tahap perkembangan di dalam rahim Moms.

Saat janin berkembang, jaringan di bagian bawah penis yang membentuk uretra tidak sepenuhnya tertutup, sehingga salurannya menjadi lebih pendek.

Dalam banyak kasus, kulit khatan – lipatan kulit yang menutupi ujung penis atau kelenjar – juga tidak berkembang dengan baik.

Akibatnya, terdapat kulit khatan akan tumbuh berlebih di sisi atas penis, tetapi di bagian bawah penis justru tidak ada.

Kondisi bawaan ini bukanlah disebabkan oleh gangguan apapun selama masa kehamilan.

Faktanya, meskipun jumlah kasus hipospadia terus meningkat sejak tahun 1970-an, penyebabnya masih belum diketahui.

Namun, para dokter dari Boston Children’s Hospital mengatakan bahwa ada penelitian yang menemukan bahwa beberapa bayi laki-laki dengan hipospadia cenderung lahir dari ayah atau memiliki saudara laki-laki dengan kondisi serupa.

Baca Juga: Bayi Rewel Karena Kulit Gatal? Ini 6 Cara Mengatasinya!

2. Terbagi Menjadi Tiga Jenis Berdasarkan Pembukaan Uretra

xx fakta seputar hypospadias pada bayi laki 2

Foto: safebee.com

Jenis hipospadia pada bayi laki-laki berbeda-beda, tergantung pada lokasi pembukaan uretra yaitu:

- Subkronal: Pembukaan uretra terletak di suatu tempat dekat kepala penis.

- Poros tengah: Pembukaan uretra terletak di sepanjang batang penis.

- Penoscrotal: Pembukaan uretra terletak di tempat penis dan skrotum bertemu.

3. Dapat Dikenali dari Penampilan Penis Bayi

xx fakta seputar hypospadias pada bayi laki 3

Foto: istock.com

Pembukaan uretra di lokasi selain ujung penis, kurva penis ke bawah, penampilan penis yang seperti berkerudung karena hanya setengah bagian atas penis yang tertutup kulit khatan, dan penyemprotan urin yang tidak normal saat buang air kecil merupakan tanda atau gejala yang ditunjukkan bayi dengan hipospadia.

Baca Juga: Mengenal Pertusis Alias Batuk Rejan Yang Membahayakan Nyawa Bayi

4. Menyebabkan Komplikasi Jika Tidak Ditangani dengan Benar

xx fakta seputar hypospadias pada bayi laki 4

Foto: parents.com

Jika hipospadia pada bayi laki-laki tidak diobati atau ditangani dengan benar, dapat mengakibatkan berbagai komplikasi seperti penampilan penis yang tidak normal, masalah saat bayi belajar menggunakan toilet, kelengkungan penis yang tidak normal saat ereksi, hingga masalah dengan gangguan ejakulasi.

5. Tidak Ada Pengobatan Selain Tindakan Operasi

xx fakta seputar hypospadias pada bayi laki 5

Foto: myucdblog.com

Tindakan operasi merupakan cara terbaik dan satu-satunya untuk menyelesaikan kesulitan buang air kecil pada bayi laki-laki yang lahir dengan hipospadia.

Operasi dilakukan untuk meluruskan dan memperbaiki penis bayi sehingga akan terlihat lebih normal.

Selain itu, operasi juga membantu memastikan bahwa penis bayi akan memiliki fungsi seksual normal saat mereka dewasa nanti.

Baca Juga: Lidah Bayi Putih, Akibat Susu Atau Sariawan?

6. Tidak Semua Bayi dengan Hipospadia Harus Dioperasi

xx fakta seputar hypospadias pada bayi laki 6

Foto: workingmother.com

Menurut para ahli di Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, bayi laki-laki dengan hipospadia dengan kasus yang sangat ringan cenderung tidak perlu dioperasi karena kondisinya tidak akan berdampak besar terhadap kehidupan dewasanya.

Namun, terkadang orang tua dari bayi laki-laki yang lahir dengan hipospadia ringan masih memilih operasi karena alasan kosmetik atau untuk memperbaiki penampilan penis bayinya.

Demikianlah beberapa fakta penting terkait hipospadia pada bayi laki-laki. Semoga dapat membantu Moms untuk memahami dan mengetahui tindakan yang tepat jika si kecil didiagnosis memiliki kondisi bawaan ini.

(RGW)

Artikel Terkait