ADVERTISEMENT

GIZI
01 Maret 2022

Sering Makan Kol Goreng? Hati-hati, Ini 6 Bahayanya untuk Kesehatan Moms dan Dads!

Bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke, lho!
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Widya Citra Andini

Makan seporsi ayam goreng atau pecel lele dengan sambal rasanya kurang lengkap tanpa kol goreng ya, Moms? Pendamping makanan ini semakin populer dan disukai orang Indonesia akhir-akhir ini.

Jika dulu kol dihidangkan dalam bentuk lalapan segar bersama selada dan mentimun, kol yang digoreng kini menjadi favorit banyak orang karena rasanya yang gurih.

Sayuran kol mentah mungkin tidak banyak disukai karena rasanya kurang sedap, baunya yang aneh, dan teksturnya keras. Ini juga yang menjadi alasan mengapa kol goreng memiliki banyak penggemar.

Walau demikian, Moms tetap harus waspada. Di balik lezatnya kol goreng, ada potensi masalah kesehatan yang dapat membahayakan kondisi tubuh, lho.

Apa sajakah bahaya dari kol goreng jika dikonsumsi terlalu sering? Simak penjelasannya berikut ini!

Baca Juga: Awas, Ini 5 Dampak Buruk Kalau Anak Terlalu Sering Makan Gorengan

Bahaya Mengonsumsi Kol Goreng

ADVERTISEMENT

Foto: kol goreng.jpg

Foto: kumparan.com

Walaupun sayuran ini memiliki banyak sekali manfaat yang menyehatkan, bukan berarti Moms bisa makan kol goreng sepuasnya. Karena justru hal ini bisa memicu berbagai masalah kesehatan.

ADVERTISEMENT

Dampak buruk kol goreng bagi kesehatan dapat menimbulkan berbagai penyakit. Terlebih, jika sayur ini dimasak dengan minyak, yang tentunya akan memicu kolesterol tinggi.

Proses penggorengan juga akan menghancurkan dan menghilangkan beberapa jenis vitamin yang terkandung pada kol, seperti vitamin A B, C, dan K.

1. Menambah Jumlah Kalori

Seperti jenis sayuran pada umumnya, kol sangat rendah kalori. Setengah bonggol kol mentah seberat 100 gram bahkan hanya mengandung 22 kalori.

Hal ini disebabkan karena sekitar 92 persen dari seluruh bobot kol merupakan air.

ADVERTISEMENT

Kalori kol goreng lebih tinggi karena adanya kalori ekstra dari minyak goreng. Saat digoreng, kol menyerap banyak minyak.

Jika sesendok makan minyak goreng memberikan hampir 45 kalori, bayangkan jika Anda memakan banyak kol goreng dalam satu waktu.

Wah, bahaya banget untuk Moms yang sedang melakukan diet, ya?

2. Memicu Kanker

Tahukah Moms, bahwa kol yang digoreng terlalu lama dapat menjadi pemicu kanker? Terlebih bila berada dalam suhu yang tinggi dan minyaknya telah dipakai berkali-kali.

Kol memiliki senyawa antikanker yang disebut sulphoraphane. Sulphoraphane bekerja dengan menghambat enzim histone deacetylase.

Enzim ini berperan dalam perkembangan berbagai jenis kanker, termasuk kanker kulit pankreas, dan prostat.

Proses menggoreng dengan suhu panas dan memakai minyak banyak atau yang digunakan berkali-kali dapat menyebabkan kolatasi oksidasi.

ADVERTISEMENT

Scroll untuk melanjutkan

Sehingga, kadar radikal bebas yang bersifat karsinogenik (pemicu tumbuhnya sel kanker) akan meningkat.

Baca Juga: Bolehkah Ibu Hamil Makan Gorengan?

3. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Kol mentah sebenarnya bermanfaat bagi kesehatan jantung lantaran tidak mengandung kolesterol dan lemak jenuh yang berbahaya.

Namun, apabila digoreng dengan suhu yang tinggi, sayuran ini akan menyerap sebagian minyak goreng.

Kandungan lemak jenuh serta kolesterol jahat (LDL) dalam minyak goreng dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti obesitas dan serangan jantung.

4. Obesitas

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, dampak buruk kol goreng selanjutnya adalah dapat menyebabkan obesitas. Kol goreng sangat tidak dianjurkan bagi Moms yang ingin memiliki berat badan ideal.

Sayuran yang baik dikonsumsi untuk penambah serat ini, setelah digoreng justru dapat menambah berat badan.

ADVERTISEMENT

Kol yang digoreng otomatis akan mengandung lemak jenuh dan kolesterol jahat lantaran dapat menyerap kandungan tidak sehat dari minyak.

Jika Moms mengonsumsinya dalam porsi banyak atau frekuensi yang sering, risiko untuk mengalami kenaikan berat badan semakin tinggi, sehingga berisiko terkena obesitas. 

5. Tidak Baik untuk Kulit

Selain itu, dampak buruk kol goreng selanjutnya berkaitan dengan kesehatan kulit. Kol goreng tidak baik bagi kesehatan dan kecantikan kulit.

Pada dasarnya, kulit membutuhkan ragam nutrisi yang terkandung dalam sayur kol. Namun jika kol digoreng, nutrisi tersebut akan hilang.

Menggoreng kol juga dapat membuat dapat membuat kulit mudah berminyak dan berjerawat. Kol goreng juga akan menambah sel mati pada kulit, sehingga meningkatkan risiko penuaan dini.

Baca Juga: 8 Makanan Sehat Untuk Membuat Kulit Cantik

6. Merusak kandungan Nutrisinya

ADVERTISEMENT

Kol sangat kaya akan nutrisi. Seratus gram kol segar mengandung 2,1 gram protein, 0,5 gram lemak, dan 3,6 gram karbohidrat.

Sayuran ini juga kaya serat, vitamin C vitamin B kompleks, vitamin K, serta mineral seperti kalsium, fosfor, dan mangan.

Sayangnya, proses menggoreng suhu tinggi bisa merusak nutrisi, seperti dilansir dari studi Journal of Agricultural and Food Chemistry.

Mengukus, merebus, dan menumis merupakan cara memasak yang lebih sehat untuk menjaga nutrisi sayuran.

Tips Mengolah Kol Goreng yang Sehat

Foto: sayur kol.jpeg

Foto: pinterest.com

Setelah tahu bahaya kol goreng terhadap kesehatan tersebut, sebaiknya Moms tidak sering-sering mengonsumsi kol goreng, ya.

ADVERTISEMENT

Namun, jika sesekali memang ingin mengonsumsinya, Moms bisa membuatnya sendiri di rumah dengan memakai minyak yang lebih sehat.

Yuk, Moms simak cara mengolah kol goreng yang sehat berikut ini!

Baca Juga: 5 Snack Sehat dari Sayuran dan Buah, Enak Lho!

1. Menggoreng Tanpa Minyak

Segala makanan yang digoreng tanpa minyak tentu akan lebih baik bagi kesehatan maupun kecantikan, termasuk dengan sayuran kol.

Nah Moms, berikut adalah cara memasak kol goreng tanpa minyak yang pastinya lebih sehat:

  • Membakar kemudian memanggangnya dengan mentega sehat.
  • Menggunakan metode air frying yakni cara memasak tanpa minyak. Namun untuk cara ini, Moms harus menggunakan alat air fryer.

2. Tidak Menggunakan Minyak Bekas

Satu di antara penyebab yang membuat kol goreng menjadi tidak sehat adalah penggunaan minyak berulang alias minyak bekas yang kerap dilakukan penjual di warung-warung makan.

Menggoreng dengan minyak bekas dapat menyebabkan berbagai dampak negatif bagi tubuh, di antaranya:

  • Kandungan gizi dan antioksidan pada kol akan hilang saat digoreng.
  • Meningkatkan penyerapan lemak tidak jenuh yang dapat menyebabkan kolesterol jahat dalam tubuh juga naik.
  • Meningkatkan risiko paparan pada zat penyebab kanker.

Mengacu pada hal tersebut, Moms harus hindari menggunakan minyak berulang saat menggoreng kol dan makanan lain, ya!

3. Tidak Menggoreng Terlalu Lama

Sayur apa pun memang tidak dianjurkan diolah terlalu lama. Kandungan vitamin dan zat gizi pada sayuran akan mudah rusak karena suhu yang panas. Tak terkecuali sayur kol.

Oleh karena itu, Moms tidak boleh menggoreng kol terlalu lama. Selain itu, perhatikan juga kondisi kol tersebut.

Jika tekstur kol sudah cukup layu atau sedikit kering, segera angkat dan tiriskan kol goreng tersebut.

Baca Juga: 5 Resep Makanan Sehat untuk Penderita Kolesterol, Nikmat tanpa Digoreng

Itu dia Moms informasi seputar kol goreng dan bahayanya untuk kesehatan. Sesekali Moms boleh saja mengonsumsi sayuran goreng termasuk kol sebagai pendamping menu makan.

Namun, tetap ingat untuk membatasi jumlahnya dan jangan mengonsumsinya terlalu sering guna mencegah risiko terkena berbagai penyakit ya, Moms!

  • https://pubs.acs.org/doi/10.1021/jf072304b
  • https://www.healthline.com/nutrition/benefits-of-cabbage
  • https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3637100/makan-kol-goreng-memang-nikmat-tapi-ada-dampaknya-tidak-ya
  • https://www.alodokter.com/komunitas/topic/terong-dan-kubis-goreng-masih-aman-kah

Sebelumnya

9 Manfaat Jeruk Purut untuk Kesehatan,Salah Satunya Bisa Mengurangi Stres!
Fia Afifah R • 28 Feb 2022

Selanjutnya

9 Jenis Minuman Herbal untuk Diet yang Menyehatkan, Mudah Dibuat di Rumah Lho!
Nurul Aulia Ahmad • 02 Mar 2022

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

Artikel Terkait
Artikel Pilihan Editor

ADVERTISEMENT