19 November 2021

7 Aktivitas Pendukung Perkembangan Anak Usia Dini di Masa Pandemi, Yuk Ikuti!

Di usia dini, anak berkembang secara fisik, mental, dan emosional dengan lebih pesat

Ada banyak aktivitas perkembangan anak usia dini yang sebelum pandemi bisa kita lakukan dengan bebas, tapi kini harus beralih pada kegiatan lain. Contohnya adalah bermain di alam bebas.

Kita memang mesti hati-hati agar anak tidak tertular COVID-19. Namun, jangan biarkan hal tersebut menghalangi Moms melakukan kegiatan yang bisa mendukung perkembangan buah hati Moms.

Sebab, di masa-masa yang juga disebut golden age ini, anak berkembang secara fisik, mental, dan emosional.

Lantas, apa saja kegiatan pendukung untuk perkembangan anak usia dini? Yuk simak deretannya di bawah ini.

Baca Juga: Mengenal Sinus Preauricular dari Gejala, Penyebab, Diagnosis, hingga Pengobatannya

Kegiatan Pendukung Perkembangan Anak Usia Dini

Simak kegiatan yang bisa mengoptimalkan perkembangan anak usia dini berikut ini, yuk, Moms!

1. Membacakan Buku

Perkembangan Anak Usia Dini - Membaca Buku
Foto: Perkembangan Anak Usia Dini - Membaca Buku

Foto: Orami Photo Stock

Dengan membacakan buku, Moms melatih perkembangan kognitif buah hati yang masih berada di rentang anak usia dini. Walau anak belum bisa membaca, Moms bisa mulai membacakan buku kepada sang buah hati untuk melatih kemampuan berbahasa si Kecil.

Sebuah penelitian ilmiah SAGE Open menunjukkan bahwa, semakin cepat anak mendengar kata-kata yang Moms bacakan dari buku edukasional, ia akan semakin cepat mengenal kata hingga berkembang kecerdasannya.

Selain itu, rutin membacakan buku untuk anak dapat meningkatkan imajinasi dan merangsang kreativitasnya. Kreativitas sangat penting untuk mengembangkan minat dan ide serta membantu anak mengelola emosi kelak ia dewasa.

2. Memasak Bersama Anak

Perkembangan Anak Usia Dini - Memasak
Foto: Perkembangan Anak Usia Dini - Memasak

Foto: Orami Photo Stock

Moms bisa mengajari buah hati alat-alat memasak dengan membelikan peralatan masak-masakan. Aktivitas role-playing atau berpura-pura melakukan sesuatu ini bisa mengasah kemampuan pra-literasi dan mengabstraksi anak. Tentunya juga bisa mengembangkan kemampuan motoriknya.

Jika anak Moms sudah di atas umur 4 tahun, Moms juga bisa mengajari anak membuat hidangan mudah seperti sandwich atau salad dengan bahan yang sudah disiapkan dan dipotong. Hal ini juga menyenangkan dan dapat melatih sifat bertanggung jawab si buah hati tercinta, lho, Moms.

3. Mendengarkan Musik

Perkembangan Anak Usia Dini - Musik
Foto: Perkembangan Anak Usia Dini - Musik

Foto: Orami Photo Stock

Sebuah penelitian University of Southern California menyatakan bahwa, mengekspos anak usia dini ke berbagai jenis musik bisa mendukung perkembangan otaknya.

Musik bisa mempengaruhi kemampuan motorik, kognitif, sosial, dan bahasa anak. Bahkan, musik juga bisa mempengaruhi minat anak untuk belajar.

Sebab, tidak hanya bagi orang dewasa, musik juga bisa menurunkan level stres anak-anak sejak usia dini, lho.

Jika Moms melihat minat anak yang tinggi di musik, coba saja beri anak alat musik sederhana seperti set drum kecil, atau bahkan marakas dari botol yang diisi dengan beras. Siapa tahu, anak memiliki bakat di sana.

Baca Juga: 7 Langkah Ajarkan Anak Membaca Jam Analog

4. Bermain Tekstur

Perkembangan Anak Usia Dini - Permainan Tekstur
Foto: Perkembangan Anak Usia Dini - Permainan Tekstur

Foto: Orami Photo Stock

Untuk mendukung kemampuan sensorik anak, coba Moms mengajak anak melakukan permainan tekstur. Penggunaan permainan anak sensory play bisa membantu anak melalui sentuhan, bau, dan bermain dengan tekstur.

Moms bisa menggunakan alat peraga berupa spidol gelap untuk menjiplak huruf-huruf atau angka ke kertas berukuran A3.

Kemudian, minta buah hati untuk menghias huruf dengan benda bertekstur seperti pasir berwarna, biji-bijian, bola kapas, pasta berukuran kecil seperti macaroni atau fusilli, hingga potongan kertas berwarna.

Menyentuh huruf memberi anak kesempatan untuk merasakan bagaimana sebuah huruf terbentuk. Untuk si Kecil yang sedang belajar menulis, jari-jarinya bisa bereksperimen dengan bentuk huruf sebelum memegang alat tulis.

5. Mengajak Anak Membereskan Rumah

Perkembangan Anak Usia Dini - Membereskan Rumah
Foto: Perkembangan Anak Usia Dini - Membereskan Rumah

Foto: Orami Photo Stock

Kedengaran menyenangkan untuk Moms, bukan? Namun, Moms mesti bersabar karena pada kenyataannya, mengajak anak membereskan rumah justru bisa agak memperlambat Moms. Tidak apa, ya?

Menurut Bridge A. Barnes dan Stephen M. York, penulis Common Sense Parenting of Toddlers and Preschoolers, tugas merapikan rumah ini bisa mengajari anak-anak Moms tentang tanggung jawab, pentingnya membantu orang lain, dan bagaimana caranya berkontribusi jadi bagian dari sesuatu yang lebih besar, contohnya keluarga.

Baca Juga: Yuk, Kenali Tahapan Perkembangan Sosial Emosional Anak Sesuai Usianya

6. Menyusun Balok

balok.jpeg
Foto: balok.jpeg

Foto: Orami Photo Stock

Kegiatan pendukung perkembangan anak usia dini selanjutnya adalah ajak anak menyusun balok.

Ketika anak bermain susun balok dan bisa membuat bangunan, tentu anak akan merasa puas dan gembira. Pencapaian ini akan menumbuhkan rasa percaya diri akan kemampuannya.

Selain itu, Moms juga bisa memberi si Kecil kebebasan untuk menciptakan berbagai macam bentuk bertujuan untuk melatih daya khayal mereka. Moms juga bisa memperkenalkan berbagai macam warna dan bentuk pada si Kecil.

Setelah selesai bermain, jangan lupa untuk bertanya pada si Kecil tentang warna dan bentuk apa saja yang sudah mereka ketahui. Mintalah mereka menunjuk benda lain sesuai dengan warna dan bentuk yang mereka tahu.

7. Olahraga Bersama

olahraga
Foto: olahraga

Foto: Orami Photo Stock

Olahraga bisa menjadi kegiatan pendukung perkembangan anak usia dini. Sayangnya, saat pandemi kita memang diharuskan untuk membatasi aktivitas di luar rumah, termasuk olahraga bersama si Kecil.

Namun, tidak perlu khawatir Moms karena olahraga bersama si Kecil bisa tetap dilakukan di rumah, seperti melakukan yoga.

Sebuah penelitian ilmiah The Collaborative for Academic, Social and Emotional Learning (CASEL) menunjukkan bahwa, berbagai gerakan yoga akan menguatkan sendi dan tulang anak dan juga berguna untuk melatih kesabaran si Kecil.

Frisian Flag Primagro Bantu Dukung Perkembangan Anak Lewat Gizi Baik 

Selain mendukung perkembangan si Kecil dengan beraktivitas, agar tumbuh kembang anak usia dini lebih optimal, Moms bisa memberikan buah hati gizi penunjang selain dari makanan seimbang, yaitu Frisian Flag Primagro.

Frisian Flag Primagro merupakan susu pertumbuhan yang dilengkapi dengan formula aktif AAE, yaitu 9 Asam Amino Esensial, untuk tumbuh kembang si Kecil yang lebih optimal.

Sumber protein dan AAE Frisian Flag Primagro berasal dari susu sapi berkualitas tinggi dari peternakan milik sendiri. Jumlah AAE dalam Frisian Flag Primagro juga sesuai dengan anjuran dari FAO (badan WHO) untuk kebutuhan nutrisi anak.

Jika asupan harian si Kecil tidak ada AAE, tentu akan berdampak pada melambatnya tumbuh kembang anak.

Frisian Flag Primagro juga sudah meningkatkan jumlah laktosa, Omega-3 dan Omega-6 di dalamnya untuk mendukung perkembangan otak. Kandungan DHA di dalamnya juga tinggi, yaitu dengan 0.47% kandungan minyak ikan.

Ada juga nutrisi bermanfaat lainnya untuk membantu anak lebih kuat, seperti zat besi, seng, dan inulin.

Ditambah protein, kalsium, magnesium, dan vitamin D3, Frisian Flag Primagro turut membantu pertumbuhan tinggi si Kecil.

Terdapat dua jenis produk, pertama Frisian Flag PRIMAGRO 1+ yang diformulasikan khusus untuk anak usia 1-3 tahun, sedangkan Frisian Flag PRIMAGRO 3+ untuk anak usia 4-6 tahun.

Ayo Moms, beri buah hati gizi yang baik demi mendukung perkembangan anak usia dini yang lebih optimal dengan memberikan Frisian Flag Primagro.

(ADV)

  • https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/2158244016672715
  • https://casel.s3.us-east-2.amazonaws.com/Sample-Teaching-Activities-to-Support-Core-Competencies.pdf
  • https://news.usc.edu/102681/childrens-brains-develop-faster-with-music-training/
  • https://www.boystownpress.org/common-sense-parenting-of-toddlers-and-preschoolers-2nd-edition/
  • https://www.healthline.com/health/the-importance-of-play#ideas-for-play
  • https://www.healthline.com/health/parenting/types-of-play
  • https://www.premieracademyinc.com/7-play-based-learning-activities-to-do-with-child/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.