ADVERTISEMENT

PASCAMELAHIRKAN
23 Oktober 2022

Begini Cara Menyimpan ASI yang Benar agar Kualitas ASI Tetap Terjaga dengan Baik

Ketahui juga jangka waktu penyimpanan dan cara menghangatkannya
Artikel ditulis oleh Nurul Aulia Ahmad
Disunting oleh Aprillia

Banyak Moms yang tidak bisa menyusui Si Kecil secara langsung karena pekerjaan atau hal lainnya. Sehingga harus memerah ASI (Air Susu Ibu) dan punya stok ASI. Jadi, penting untuk tahu cara menyimpan ASI yang benar.

Cara menyimpan ASI memang tidak bisa sembarang. Ada aturan yang harus diikuti agar kualitas ASI tetap terjaga dengan baik.

ASI termasuk yang riskan dalam hal penyimpanannya. Salah wadah penyimpanan atau terlalu lama di kulkas bisa membuat kualitas ASI menurun atau bahkan basi.

Baca Juga: Ketahui Penyebab Jumlah ASI Sedikit dan Tanda Bayi Kurang ASI

Cara Menyimpan ASI yang Benar

Foto: Wadah Menyimpan ASI Perah (Universityofcalifornia.edu)

Begitu cara menyimpan asi yang benar tidak diikuti, ASI yang diberikan ke Si Kecil bisa jadi bermasalah.

ADVERTISEMENT

Yuk, Moms, cek bagaimana cara menyimpan ASI yang benar berikut ini!

1. Pilih Wadah Menyimpan ASI Perah

Cara pertama menyimpan ASI yang benar adalah dengan memperhatikan wadah atau tempat penyimpanan yang tepat.

Dikutip dari Mayo Clinic wadah yang tepat untuk menyimpan ASI ada beberapa macam, antara lain:

  • Botol Plastik
ADVERTISEMENT

Botol plastik banyak digunakan untuk menyimpan ASI perah. Ini karena bahannya plastik sehingga tidak terlalu berat jika dibawa bepergian.

Pastikan memilih botol plastik yang BPA free ya, Moms. Hal ini bertujuan agar kandungan atau material pada botol plastik tidak membahayakan kesehatan bayi.

Selain itu, pilih juga botol dengan tutup rapat untuk mengurangi risiko bocor.

  • Botol Kaca

ADVERTISEMENT

Cara menyimpan ASI dengan botol kaca juga solusi yang tepat. Harga botol kaca untuk ASI yang dijual dipasaran cukup terjangkau.

Moms dapat menggunakannya meski bobotnya lebih berat dari botol plastik.

Perhatikan saat menyimpannya di kulkas karena rentan pecah jika diisi terlalu banyak ASI.

  • Kantong Plastik Khusus ASIP

Wadah penyimpanan paling praktis, paling ringan, dan paling terjangkau harganya adalah kantong plastik khusus ASIP.

Moms pun tidak perlu mensterilkannya sebelum memasukkan ASI karena biasanya kantong plastik khusus tersebut sudah steril.

Namun, kantong plastik ini juga masih rentan sobek, bocor, dan lebih mudah terkontaminasi daripada wadah berupa botol.

Baca Juga: 9 Cara Memperbanyak ASI Secara Alami serta Makanan Pelancar ASI untuk Ibu Menyusui

2. Tempat Penyimpanan ASI Perah

ADVERTISEMENT

Cara menyimpan ASI yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah tempat penyimpanannya. Ada beberapa tempat penyimpanan ASI yang bisa Moms siapkan, antara lain:

  • Cooler bag atau cooler box. Simpan bersama dengan ice gel beku.
  • Kulkas. Simpan di kulkas dengan suhu 4 derajat Celsius atau lebih rendah.
  • Freezer di kulkas. Suhu -10 derajat Celsius atau lebih rendah.
  • Freezer khusus. Suhu -18 derajat Celsius atau lebih rendah.

Baca Juga: 12 Makanan Pelancar ASI yang Enak serta Bergizi, Bikin ASI Deras dan Nggak Seret!

3. Ketahui Jangka Waktu Penyimpanan ASI Perah

Foto: ASI Perah di Kulkas (Flo.health)

Cara menyimpan ASI yang benar di kulkas memang tidak sembarangan. Termasuk jangka waktu ASI perah bisa disimpan.

Jangan sampai Moms menyimpan ASI perah terlalu lama sehingga kualitasnya jadi kurang baik.

Karena itu, perhatikan beberapa hal di bawah ini.

  • Suhu Ruangan

Jika meletakkan ASI di suhu ruang, ASI tidak dapat disimpan lama.

Aturan praktisnya adalah ASI yang tidak disentuh, aman untuk bayi jika sudah berada pada suhu kamar selama empat jam atau kurang.

ADVERTISEMENT

Jika sudah lebih dari 4 jam, Moms harus membuangnya. Pernyataan ini berdasar saran Deborah Campbell, neonatologis di Rumah Sakit Anak-Anak di Montefiore di Bronx, New York.

  • Cooler Bag atau Cooler Box

Untuk cooler bag ASI dapat disimpan 8-12 jam tergantung pada ketahanan ice gel yang digunakan. Sementara pada ice box durasi penyimpanan bisa lebih lama.

  • Kulkas

Untuk menjaga ASI tetap dingin, pastikan untuk menyimpannya di rak paling bawah bagian belakang kulkas, bukan di pintu.

Melansir Centers for Disease Control and Prevention di kulkas, ASI yang baru diperah dapat disimpan selama 5-8 hari.

“Namun, ada baiknya untuk memberikan susu dalam 4 hari pertama karena saat itulah lemaknya, aktivitas enzim pencernaan dan manfaat anti infeksi berada pada kualitas tertingginya,” kata Deborah Campbell.

  • Freezer Kulkas dan Khusus

Melansir Women's Health dalam cara menyimpan ASI yang benar, beri label pada wadah susu dengan tanggal susu diperah.

Cantumkan nama anak jika menitipkan atau memberikan susu ke pengasuh di rumah.

ADVERTISEMENT

Bekukan ASI dalam jumlah kecil (¼ hingga ½ cangkir) untuk diberikan pada buah hati nanti.

Setelah itu, sisakan ruang sekitar 2,5 cm dari susu ke atas wadah karena susu akan membesar saat dibekukan.

Tunggu dan kencangkan tutup botol hingga susu benar-benar membeku. Simpan susu di bagian belakang freezer bukan di rak pintu agar tidak mudah mencair.

Penyimpanan ASI di freezer kulkas bisa bertahan 3–4 bulan lamanya. Namun, dengan freezer khusus, ketahannya bisa mencapai 6–12 bulan.

Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Payudara Sakit saat Menyusui, Yuk, Lakukan agar Nyeri Hilang!

Tips Menyimpan ASI yang Tepat

ADVERTISEMENT

Foto: Tips Menyimpan ASI yang Tepat (Verywellfamily.com)

Adapun beberapa tips di bawah ini dapat membantu Moms untuk menyimpan ASI dengan benar. Apa saja?

1. Sesuaikan Jumlah ASI

Pastikan tangan sudah bersih saat akan menyimpan ASI.

Masukkan ASI ke wadah sesuai dengan jumlah yang biasanya diminum oleh Si Kecil dalam satu kali.

Jangan terlalu banyak karena ini akan memengaruhi kualitas ASI itu sendiri. Atur sesuai ukuran Si Kecil minum pada umumnya.

2. Memberikan Labeling

Tak kalah penting dalam cara menyimpan ASI yang benar di kulkas adalah dengan labeling.

Jangan lupa memberikan label pada wadah penyimpanan. Label tersebut berisi nama bayi serta kapan ASI tersebut diperah dan disimpan ke tempat penyimpanan.

Hal ini agar Moms tahu sejak kapan ASI itu disimpan dan untuk menentukan ketahanan dari ASI itu sendiri.

ASI yang terlalu lama disimpan tidak layak lagi untuk diberikan pada Si Kecil.

3. Menghangatkan ASI

Jika Moms memilih untuk menghangatkan ASI setelah disimpan, pastikan agar wadah tetap tertutup saat prosesnya.

Memilih untuk memanaskan dengan air hangat? Taruh wadah berisi air hangat dan letakkan botol ASI di atasnya. Diamkan beberapa saat hingga mulai mencair.

Jangan pernah memasukkan botol atau kantong ASI ke dalam microwave. Microwave menciptakan titik panas yang dapat membakar lidah bayi dan merusak kualitas ASI.

Uji suhu sebelum memberikannya kepada bayi dengan meletakkannya di pergelangan tangan. Susu harus terasa hangat, bukan panas ya, Moms.

Baca Juga: 10 Manfaat ASI Eksklusif untuk Ibu dan Bayi, Luar Biasa!

4. Hindari Mengocok Susu

Untuk mencampurkan lemak yang mungkin telah terpisah, jangan kocok susu.

Melansir WYN Obygn ketika menghangatkan botol ASI dan mengocoknya, hal ini akan menciptakan gelembung udara di dalam ASI.

Biarkan botol mengendap selama beberapa menit sebelum diberikan karena ini akan menghilangkan sebagian besar gelembung udara.

Dengan begitu Si Kecil tidak mengonsumsi udara terlalu banyak yang bisa membuat perutnya kembung.

5. Waktu ASI Dikonsumsi

Gunakan ASI dalam waktu 24 jam setelah dicairkan dari lemari es. Ini berarti 24 jam sejak ASI tidak lagi membeku, bukan sejak dikeluarkan dari freezer.

Setelah ASI dicairkan atau dihangatkan, sebaiknya berikan dalam waktu 2 jam.

Jika Moms memiliki sisa susu saat bayi selesai menyusu, pastikan untuk membuangnya setelah 2 jam.

Jika ASI beku sudah dicairkan, jangan lagi dibekukan ya, Moms!

Baca Juga: 9 Rekomendasi ASI Booster untuk Melancarkan Produksi ASI

Cara Mencairkan atau Menghangatkan ASI yang Beku

Foto: Tempat Penyimpanan ASI Perah (Verywellfamily.com)

Selain mengetahui cara menyimpan ASI yang benar, Moms juga perlu mengetahui bagaimana langkah-langkah saat akan mencairkan atau menghangatkannya agar bisa dikonsumsi Si Kecil.

Saat akan memberi makan pada Si Kecil utamanya dengan ASIP beku atau dingin, Moms eprlu meengetahui beberapa hal seperti, selalu mencairkan ASI yang telah lama disimpan terlebih dahulu.

Ingatlah bahwa ASIP pertama masuk dalam tempat penyimpanan, adalah ASIP yang pertama dikeluarkan ketika akan memberi asupan untuk bayi.

Melansir dari laman Centers for Disease Control and Prevention ada beberapa cara untuk mencairkan ASI, yakni:

  • Disimpan di kulkas semalaman.
  • Taruh dalam wadah berisi air hangat atau suam-suam kuku.
  • Ditaruh di bawah air mengalir yang suam-suam kuku.

Jangan pernah mencairkan atau memanaskan ASI dalam microwave. Microwave dapat merusak nutrisi dalam ASI dan dapat membakar mulut bayi.

Jika Moms mencairkan ASI di lemari es, segera gunakan ASI tersebut dalam waktu 24 jam. Mulailah menghitung 24 jam saat ASI benar-benar mencair, bukan sejak Moms mengeluarkannya dari freezer.

Setelah ASI dibawa ke suhu kamar atau dihangatkan, segera gunakan dalam waktu 2 jam. Selain itu, jangan pernah membekukan kembali ASI setelah dicairkan.

Itulah beberapa cara menyimpan ASI yang baik untuk diperhatikan. Semoga tidak keliru ya, Moms!

  • https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/breast-milk-storage/art-20046350
  • https://www.cdc.gov/breastfeeding/recommendations/handling_breastmilk.htm
  • https://www.womenshealth.gov/breastfeeding/pumping-and-storing-breastmilk
  • https://wny-obgyn.com/2018/08/easing-gas-pain-babies/

Sebelumnya

Moms, Ini 5 Tips Mengencangkan Otot Perut setelah Melahirkan
Nydia • 22 Okt 2022

Selanjutnya

5 Jenis Susu Pelancar ASI dan Rekomendasi Merek Susu untuk Ibu Menyusui
Nurul Aulia Ahmad • 24 Okt 2022

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

Artikel Terkait
Artikel Pilihan Editor

ADVERTISEMENT