20 Februari 2023

10+ Cara Meredakan Payudara Sakit saat Menyusui, Moms dan Bayi Jadi Nyaman!

Jangan sampai proses menyusui jadi pengalaman menyakitkan bagi Moms, ya!

Menyusui adalah momen yang paling berharga dan berkesan bagi banyak ibu, meskipun payudara sakit saat menyusui adalah hal yang kerap Moms rasakan.

Proses menyusui adalah bentuk bonding terbaik yang dirasakan oleh Moms dan Si Kecil. Namun, terkadang tidak selalu proses ini bisa berjalan dengan baik.

Moms pun akan dihadapkan dengan beragam permasalahan. Mulai dari susahnya latching atau pelekatan, ASI (Air Susu Ibu) yang tidak keluar atau keluar terlalu sedikit, termasuk adanya rasa nyeri saat menyusui.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), menyusui seharusnya tidak sakit di minggu pertama.

Lalu, bagaimana jika Moms mengalami payudara sakit saat menyusui? Yuk, cari tahu penyebab dan cara mengatasinya.

Baca Juga: Beda Baby Blues dengan Postpartum Depression, Apa Saja?

Penyebab Payudara Sakit saat Menyusui

Mastitis
Foto: Mastitis (Orami Photo Stock)

Saat pertama kali mulai menyusui bayi, tidak jarang Moms akan mengalami rasa tidak nyaman pada payudara.

Moms dan bayi mungkin memerlukan sedikit waktu untuk belajar dan bekerja sama, mendapatkan pelekatan menyusui yang baik, dan menjadi lebih nyaman dengan kegiatan menyusui.

Tetapi ada perbedaan antara ketidaknyamanan atau nyeri payudara normal dan nyeri yang mengaharuskan Moms berkonsultasi dengan ahli laktasi.

Terkadang pada saat menyusui, payudara dapat terasa nyeri karena adanya let down reflex, yaitu kondisi payudara mengencang dan ASI menyembur deras.

Ibu yang jarang menyusui bayinya pada saat awal dapat merasakan nyeri karena menumpuknya ASI dalam payudara.

Melansir National Health Service, berikut beberapa penyebab umum dari nyeri payudara saat menyusui, antara lain:

1. Pembengkakan Payudara

Payudara sakit saat menyusui bisa disebabkan karena terjadinya pembengkakan.

Payudara bengkak ditandai dengan payudara yang terasa ketat, penuh, dan terasa sangat menyakitkan.

2. Terlalu Banyak ASI

Memproduksi terlalu banyak ASI juga dapat memicu nyeri pada payudara.

Itulah sebabnya rutinlah memberi bayi ASI, dan selalu menyusui Si Kecil bergantian di kedua sisi payudara.

3. Saluran ASI Tersumbat

Kelenjar penghasil susu di payudara ibu terbagi menjadi beberapa saluran.

Saluran-saluran tersebut dapat tersumbat jika bayi tidak menghisapnya dengan maksimal. Ini bisa jadi salah satu penyebab payudara sakit saat menyusui

Saluran ASI yang tersumbat ditandai dengan adanya benjolan kecil dan lunak di payudara.

Untuk mencegah terjadinya sumbatan, hindari memakai pakaian ketat atau bra agar ASI bisa mengalir dengan bebas dari setiap bagian payudara.

4. Mastitis

Mastitis (peradangan pada payudara) terjadi ketika saluran yang tersumbat tidak kunjung diatasi.

Kondisi ini membuat payudara terasa sakit dan meradang, dan bisa membuat penderitanya merasa tidak nyaman, yang dapat menimbulkan gejala seperti flu.

Payudara sakit saat menyusui dapat juga disebabkan oleh luka pada puting atau area sekitar payudara.

Apabila terdapat luka, maka dapat menyebabkan mastitis atau peradangan payudara.

5. Abses Payudara

Jika infeksi mastitis tidak segera diobati, maka dapat menyebabkan abses payudara, yang untuk mengatasinya memerlukan operasi.

Selain hal di atas, terdapat beberapa penyebab lainnya yang menimbulkan nyeri pada payudara, yang dilansir dari Hopkins Medicine, meliputi:

  • Perubahan hormon.
  • Luka pada payudara.
  • Pemakaian bra yang tidak nyaman.
  • Nyeri dinding dada (adanya peradangan di sekitar tulang rusuk, patah tulang, otot yang tertarik, dan lainnya).
  • Infeksi payudara.
  • Efek samping dari obat-obatan.
  • Kista payudara.
  • Komplikasi implan payudara.
  • Kanker payudara.

Bila Moms merasakan nyeri yang tak tertahankan, segera lakukan pemeriksaan ke dokter, ya.

Baca Juga: Puting Hitam pada Payudara, Normalkah? Simak Penjelasannya!

Gejala Payudara Sakit saat Menyusui

Ilustrasi Puting Sakit
Foto: Ilustrasi Puting Sakit (Orami Photo Stock)

Gejala yang dirasakan biasanya seperti:

Jika Moms merasakan hal tersebut, coba lakukan beragam cara meredakan payudara sakit saat menyusui yang akan dijabarkan lebih lanjut berikut ini.

Baca Juga: 7 Cara Mengencangkan Payudara Agar Tidak Mudah Kendur

Cara Mengatasi Payudara Sakit saat Menyusui

Ibu Menyusui Bayi
Foto: Ibu Menyusui Bayi (Orami Photo Stocks)

Payudara dengan puting yang nyeri sebaiknya juga diistirahatkan terlebih dahulu.

Moms dapat mencoba beberapa langkah berikut untuk mengurangi payudara nyeri saat menyusui.

Meskipun langkah-langkah ini tidak selalu memperbaiki masalah jika ada masalah dengan latching saat menyusui.

Namun, beberapa cara ini dapat membantu mengurangi rasa sakitnya.

1. Mengonsumsi Obat

Moms dapat menggunakan obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas, konsultasikan juga dengan dokter obat apa yang sebaiknya dikonsumsi.

2. Kompres Payudara

Lakukan kompres secara bergantian baik dengan air hangat maupun air dingin untuk membantu meredakan ketegangan di payudara.

3. Memerah ASI

Saat payudara sudah dirasa lebih nyaman, cobalah memerah ASI supaya ASI tidak menumpuk dalam payudara dan mengakibatkan nyeri semakin hebat.

4. Melakukan Teknik Relaksasi

Cobalah teknik pernapasan relaksasi yang mungkin telah dipelajari selama kelas persalinan sebelum melahirkan.

Ini bisa jadi cara yang mudah untuk mengatasi payudara sakit saat menyusui.

5. Meredakan Nyeri dengan Bahan Alami

Ibu Menyusui Bayi
Foto: Ibu Menyusui Bayi (Healthline.com)

Moms bisa menggunakan kantong teh hitam yang direndam ke dalam air hangat dan kemudian oleskan ke puting untuk mengurangi pembengkakan dan rasa sakit.

Selain itu, madu atau minyak kelapa juga bisa membantu melembapkan, terutama jika ada kulit yang kering dan luka. Oleskan setelah menyusui Si Kecil.

Jangan lupa untuk mengelapnya terlebih dulu ketika akan menyusui bayi lagi.

Baca Juga: 5 Vitamin untuk Mengencangkan Payudara selain dengan Berolahraga

6. Membiarkan Puting Payudara Terbuka Setelah Menyusui

Membiarkan puting terbuka setelah menyusui dapat benar-benar membantu meringankan rasa sakit dari puting yang pecah atau berdarah.

7. Lakukan Proses Menyusui Secara Perlahan

Lakukan proses menyusui secara perlahan dan hati-hati.

Jika Moms ingin mengganti posisi payudara, putuskan isapan dengan hati-hati sebelum mencoba menarik atau melepas mulut bayi.

Caranya, selipkan jari yang bersih di antara gusi bayi. Setelah itu, Moms bisa mulai mengeluarkan mulut bayi lalu geser ke payudara satunya atau ke posisi menyusui yang berbeda.

8. Bergantian Menyusui di Kedua Payudara

Cara ini juga bisa membantu meredakan payudara sakit saat menyusui. Cobalah menyusui Si Kecil pada kedua sisi payudara secara bergantian.

Ketika kelenjar susu penuh dengan ASI, payudara bisa terasa keras dan terjadi pembengkakan.

Untuk meredakan rasa sakit, cobalah menyusui lebih sering setiap hari berturut-turut.

Ini membuat tubuh harus menyesuaikan produksi ASI sehingga sesuai dengan apa yang dibutuhkan bayi.

Jangan lupa untuk bergantian dari payudara kiri dan kanan ketika menyusui agar ASI keluar seimbang.

Baca Juga: 5 Adab Menyusui Bayi Menurut Islam, Salah Satunya Baca Basmalah Sebelum Menyusui

9. Terus Mencoba Ragam Posisi

Ibu Menyusui
Foto: Ibu Menyusui (Freepik.com/nastyaofly)

Agar terhindar dari rasa nyeri, cobalah menggunakan beragam jenis posisi menyusui.

Jika puting Moms terasa sakit, cobalah beralih posisi menyusui untuk dapat membantu meredakan nyeri tersebut.

Carilah posisi menyusui yang membuat Moms dan bayi paling nyaman.

10. Mandi Air Hangat

Payudara sakit saat menyusui juga bisa diatasi dengan cara mengalirkan air hangat yang dapat membuat tubuh nyaman sekaligus meredakan sumbatan dan nyeri.

Menurut studi di Journal of Clinical Medicine, mandi air hangat sebelum menyusui dapat memperlancar keluarnya ASI dari payudara.

Mandi air hangat juga tentunya membantu membuat tubuh Moms menjadi lebih relaks.

11. Mengoleskan Nipple Cream

Seperti yang sudah disebutkan di atas, payudara sakit saat menyusui bisa disebabkan karena adanya luka, lecet di area payudara.

Lecet ini biasanya akan bertambah perih ketika kulit kering dan pecah-pecah.

Untuk membantu melembapkan area payudara, nipple cream bisa digunakan.

Moms bisa pilih nipple cream yang mengandung bahan alami seperti PUREMOM Nipple Cream dengan tekstur halus dan sangat lembut khusus dibuat untuk dioleskan di area puting dan areola, memiliki formula food grade dan tanpa lanolin sehingga tidak perlu dibilas.

Produk ini dapat mengobati sekaligus mencegah luka atau lecet pada puting akibat menyusui.

Kandungan di dalamnya bermanfaat untuk menutrisi, melindungi, melembapkan, dan melembutkan puting susu sehingga aktivitas menyusui akan lebih nyaman.

Mengutip studi di The Journal of Dermatological Treatment, dexpanthenol adalah prekursor (bahan baku) provitamin B5 (panthothenic acid) memiliki sifat pelembap yang dapat membantu ketahanan skin barrier.

Provitamin B5 juga dapat merangsang regenerasi kulit dan mempercepat penyembuhan luka, sehingga sering ditemukan dalam kandungan produk perawatan kulit.

Kandungan provitamin B5 ini terdapat juga dalam PUREMOM Nipple Cream.

Dengan kandungan olive oil, vitamin E dan provitamin B5, PUREMOM Nipple Cream bekerja sinergis mengatasi lecet atau luka pada puting dengan mekanisme kerja sebagai berikut.

  1. Menenangkan kulit puting yang lecet dari rasa perih.
  2. Melunakkan kulit yang rusak sehingga dapat membersihkan permukaan kulit dengan sangat baik tanpa membuatnya kering.
  3. Menstimulasi regenerasi sel kulit.
  4. Menutrisi dan melembutkan puting dan areola.

PUREMOM Nipple Cream aman digunakan oleh ibu menyusui karena dibuat tanpa tambahan lanolin.

Lanolin yang disebut juga lilin wol, minyak wol atau lemak wol adalah zat yang terbuat dari ekstrak kulit hewan, paling banyak dari domba.

Penelitian di The British Journal of Dermatology menyebutkan, lanolin dapat menyebabkan alergi pada kulit yang ditandai dengan sensasi terbakar, kemerahan, atau warna kulit berubah menjadi lebih putih.

Teksturnya yang berminyak juga tidak cepat diserap oleh kulit, sehingga kemungkinan meninggalkan residu sangat tinggi.

Selain itu, penggunaan PUREMOM Nipple Cream tidak disertai zat pewangi dan perasa. Jadi, Moms tetap bisa menyusui bayi tanpa khawatir Si Kecil mengalami bingung puting.

Cara penggunaannya pun mudah. Moms hanya perlu mengoleskan PUREMOM Nipple Cream di area puting dan sekitarnya setelah menyusui.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Kursi Menyusui yang Nyaman

Itu dia Moms, penyebab payudara sakit saat menyusui serta cara mengatasi nyerinya. Jika nyeri terus berulang dan menimbulkan masalah kesehatan lainnya, sebaiknya Moms segera ke dokter.

Konsumsi apa pun baik itu obat atau krim yang dioleskan pada payudara juga sebaiknya bisa Moms konsultasikan terlebih dulu dengan dokter.

Jangan sampai Moms jadi kesulitan memberikan ASI pada Si Kecil akibat masalah ini, ya.

Yuk, semangat menyusui Si Kecil!

(ADV)

  • https://www.nhs.uk/conditions/baby/breastfeeding-and-bottle-feeding/breastfeeding-problems/breast-pain/
  • https://www.acog.org/clinical/clinical-guidance/committee-opinion/articles/2021/02/breastfeeding-challenges
  • https://www.todaysparent.com/baby/breastfeeding/ouch-how-to-deal-with-painful-breastfeeding/
  • https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/breast-pain-10-reasons-your-breasts-may-hurt
  • https://www.sbi-online.org/endtheconfusion/Blog/TabId/546/ArtMID/1586/ArticleID/564/My-breasts-hurt-Should-I-be-worried.aspx
  • https://www.healthline.com/health/breastfeeding/11-benefits-of-breastfeeding
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22978082/
  • https://www.sciencedaily.com/releases/2017/06/170604115807.htm
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11453903/
  • https://www.healthline.com/health/lanolin-oils
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7465810/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28503966/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.