Kesehatan

7 Desember 2020

Selain Hamil, Ini 6 Penyebab Telat Menstruasi yang Harus Diwaspadai

Kehamilan bukan faktor utama wanita telat menstruasi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Intan Aprilia

Siklus menstruasi normal pada wanita rata-rata setiap 28 hari, meskipun ini dapat bervariasi.

Di mana siklus yang terjadi setiap 24 hingga 35 hari masih dianggap sebagai siklus yang normal. Lamanya setiap periode menstruasi normalnya dua sampai tujuh hari.

Telat menstruasi kerap terjadi hampir setiap wanita. Kehamilan bukan faktor utama penyebab telat menstruasi, lho. Penyebab umumnya berasal dari ketidakseimbangan hormon pada tubuh, kondisi kesehatan dan stres menjadi pemicu utama.

Haid tidak teratur juga bisa terjadi pada wanita sebagai tanda menopause dini. Saat inilah tubuh mengalami peralihan dan hormon tidak stabil. National Health Service mengutarakan, menopause umumnya terjadi antara usia 45-55 tahun, seiring penurunan kadar estrogen wanita.

Baca Juga: Moms, Simak 8 Cara Alami Mengatasi Gejala Menopause Ini, Yuk

Tetapi sekitar 1 dari 100 wanita mengalami menopause sebelum usia 40 tahun. Ini dikenal sebagai menopause dini atau insufisiensi ovarium prematur.

Banyak wanita melakukan test pack saat telat menstruasi, namun ternyata hasilnya negatif.

Tidak hanya itu, kasus lain juga sering ditemukan, seperti mengalami keputihan dan payudara terasa sakit saat telat menstruasi.

Lantas apakah ini normal dan faktor apa sajakah penyebab telat menstruasi?

Berikut ini penjelasan mengenai telat menstruasi atau telat haid yang kerap dirasakan setiap wanita.

Baca Juga: 6 Tanda Awal dari Kehamilan Selain Telat Menstruasi

Faktor Penyebab Telat Menstruasi

Telat menstruasi tapi tidak hamil, penyebabnya apa?

Foto: Orami Photo Stock

Kehamilan bukan faktor utama penyebab telat menstruasi yang dialami wanita.

Banyak faktor lain yang memengaruhi kondisi tubuh seseorang, lho. Namun, telat menstruasi adalah hal yang normal dan tak perlu dikhawatirkan ya, Moms!

Setelah pubertas, banyak wanita memiliki siklus menstruasi yang teratur. Siklus biasanya bervariasi beberapa hari setiap kali.

Menurut American Academy of Family Physicians (AAFP), antara 9-14% wanita mengalami menstruasi tidak teratur pada periode awal mulai menstruasi dan saat fase menopause.

Untuk mengetahui lebih jelasnya, berikut ini faktor penyebab telat menstruasi.

1. Stres

Stres menjadi pemicu terbesar telat menstruasi pada wanita. Hormon stres dapat memengaruhi menstruasi dan stres yang berkelanjutan dapat menyebabkan haid tertunda atau melewatkannya.

Memiliki pikiran berat saat memasuki fase menstruasi perlu dihindari agar hormon pada tubuh berjalan dengan lancar.

Menurut studi yang dilakukan oleh Journal of Clinical & Diagnostic Research, stres dapat menyebabkan penurunan berat badan dan mengganggu kondisi kesehatan seseorang, khususnya siklus menstruasi yang normal.

Untuk meredakan stres, lakukan aktivitas positif atau hobi yang membuat pikiran lebih lega. Olahraga juga menjadi alternatif pilihan dalam menenangkan pikiran.

Baca Juga: 6 Cara Agar Tetap Sehat saat Sedang Stres

2. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)

Faktor penyebab telat menstruasi, apa saja?

Foto: Orami Photo Stock

PCOS adalah kelainan hormon pada wanita yang rentan terjadi di usia reproduksi.

Wanita yang mengalami sindrom ini biasanya sering telat menstruasi atau haid yang berkepanjangan, ini menurut studi Mayo Clinic.

Ovarium mengembangkan cairan dalam rahim dan gagal dalam melepaskan sel telur secara normal.

Telur ini membentuk kista kecil di ovarium. Kondisi ini juga dapat menyebabkan kemandulan, tapi kabar baiknya penyakit ini dapat diobati.

Diagnosis dan pengobatan dini diiringi dengan penurunan berat badan dapat mengurangi risiko komplikasi jangka panjang seperti diabetes dan penyakit jantung.

3. Berat Badan Tidak Stabil

Kenapa Berat Badan Tidak Stabil Saat Telat Menstruasi?

Foto: Orami Photo Stock

Baik kelebihan atau kekurangan berat badan, juga menjadi pemicu wanita mengalami telat menstruasi.

Perubahan berat dalam tubuh seseorang memengaruhi siklus haid setiap bulannya.

Wanita dengan gangguan makan, seperti anoreksia nervosa atau bulimia, mungkin mengalami haid yang terlewat.

Jika berat badan 10% di bawah rata-rata normal, ini dapat mengganggu fungsi tubuh dan ovulasi.

Penambahan berat badan tidak terkontrol atau obesitas juga menyebabkan perubahan hormonal.

Maka dari itu, olahraga sangat dianjurkan setiap orang agar berat badan dapat terjaga dengan baik.

Menurut National Institutes of Arthritis and Musculos Skin Disease, target optimal berolahraga adalah setidaknya 30 menit aktivitas fisik setiap hari.

Baca Juga: 6 Manfaat Mengejutkan dari Menstruasi

4. Gangguan Hormon Tiroid

Gangguan pada kelenjar tiroid akan mempengaruhi siklus menstruasi.

Tiroid adalah kelenjar yang menghasilkan hormon untuk mengontrol metabolisme tubuh.

Kurangnya hormon menyebabkan banyak masalah lain termasuk terlambat haid.

Gejala seperti keterlambatan menstruasi, perubahan frekuensi dan aliran menstruasi tidak lancar dan tidak adanya menstruasi semua bisa karena masalah tiroid.

5. Kontrasepsi Hormonal

Gangguan hormon sebabkan telat menstruasi pada wanita, lho!

Foto: Orami Photo Stock

Mengonsumsi pil KB dapat memengaruhi hormon estrogen dan progestin pada wanita.

Diperlukan waktu hingga enam bulan agar siklus haid kembali konsisten setelah menghentikan penggunaan pil.

Jenis kontrasepsi lain seperti implan, tubektomi dan Intrauterine System (IUS) yang ditanamkan atau disuntikkan juga dapat menyebabkan menstruasi terlewat.

Baca Juga: Menstruasi Normal dan Teratur, Kenapa Tidak Kunjung Hamil?

6. Penyakit Kronis

Penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit lainnya dapat memengaruhi siklus menstruasi wanita.

Perubahan gula darah terkait dengan perubahan hormonal, meskipun tidak terjadi setiap orang, diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan telat menstruasi.

Menurut studi Diatribe Learn, wanita dengan kadar gula tinggi berisiko mengalami kelainan siklus haid dan telat menstruasi yang disebut sebagai anovulasi. Anovulasi adalah di mana ovarium tidak menghasilkan sel telur.

“Jika seseorang mengalami diabetes, siklus haid dapat terganggu. Seperti telat menstruasi, mengalami pendarahan hebat, atau melewatkannya sama sekali dan ini perlu penyelidikan lebih lanjut ke ahli kesehatan,” kata Dr. Jungheim profesor kebidanan dan ginekologi di Fakultas Kedokteran Universitas Northwestern Feinberg.

Siklus haid tidak teratur juga dapat memengaruhi kesuburan wanita dan kehamilan. Maka jangan ragu untuk Moms cek ke dokter sejak dini ya.

Keputihan Sebelum Haid

Mengalami Keputihan apa hubungannya dengan telat menstruasi?

Foto: Orami Photo Stock

Wanita yang telat menstruasi, tak sedikit mereka juga merasakan keputihan.

Cairan berwarna putih ini disebut sebagai leukore. Berasal dari cairan vagina dan kadang terlihat sedikit kuning.

Saat inilah hormon progesteron wanita sedang meningkat dan ini normal terjadi di setiap wanita.

Menurut Sutter Health, keputihan dengan tekstur elastis, licin dan tidak berbau ini menandakan ia akan haid tidak lama lagi.

Lama kelamaan, lendir putih ini akan berubah menjadi cairan berwarna coklat dan bercak darah menandakan menstruasi.

Namun, apabila keputihan terus terjadi dan darah haid belum keluar, ada baiknya melakukan tes kehamilan.

Mungkin ini pertanda kehamilan atau kondisi kesehatan lainnya. Sebab, keputihan merupakan ciri gejala haid dan gejala kehamilan, lho!

Baca Juga: 7 Gangguan Menstruasi yang Wajib Moms Ketahui

Test Pack Negatif, Namun Telat Menstruasi

test pack negatif tapi tidak hamil

Foto: Orami Photo Stock

Sudah melakukan test pack dan hasilnya negatif, namun mengalami telat menstruasi?

Tenang Moms, gejala ini dirasakan setiap wanita. Gejala mendekati siklus menstruasi memang mirip dengan gejala kehamilan.

Hal ini yang sedikit membingungkan wanita karena hormon progesteron dan estrogen sedang tinggi-tingginya.

Rasa sakit pada payudara, badan linu, kram perut, dan keputihan juga gejala menstruasi dan kehamilan.

Jika Moms telah melakukan test pack negatif dan belum haid, mungkin uji kehamilan masih terlalu dini.

Tubuh belum mendeteksi adanya hormon kehamilan. Jika masih ragu, boleh menunggu beberapa minggu kemudian untuk melakukan tes ulang.

Telat menstruasi, seperti yang kita ketahui tidak selalu kehamilan menjadi faktor utama.

Seperti yang telah diutarakan di atas, mungkin Moms sedang mengalami gejala itu salah satunya. Maka dari itu, tetap tenang dan pahami kondisi tubuh masing-masing, ya!

Baca Juga: Bahaya Jarang Ganti Pembalut Saat Menstruasi

Mengingat hasil test pack negatif dan ternyata tidak kunjung haid, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, misalnya USG, sehingga bisa diketahui penyebab keluhan diri dan pengobatan lebih lanjut.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait