04 April 2022

Memahami Cara Penggunaan Ovula Tanpa Aplikator, Mudah Kok!

Cuma butuh bantuan satu jari

Ovula biasanya memiliki aplikator untuk memudahkan penggunaannya. Namun, penting juga untuk tahu cara penggunaan ovula tanpa aplikator.

Ovula adalah bentuk sediaan obat yang digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam vagina. Obat jenis ini disebut juga vaginal suppository atau supositoria vagina.

Meski bentuknya padat, ovula akan meleleh perlahan di dalam vagina saat terkena suhu tubuh. Obat jenis ini biasanya digunakan untuk mengatasi kondisi kesehatan langsung pada area yang ditargetkan.

Baca juga: Agar Tidak Menjadi Masalah, Ini 4 Cara Membersihkan Sisa Ovula

Tujuan dibuatnya bentuk sediaan obat seperti ini adalah agar obat bisa diserap dan bekerja dengan lebih cepat.

Cara Penggunaan Ovula Tanpa Aplikator

Baik dengan atau tanpa aplikator, cara penggunaan ovula adalah sama, yaitu dimasukkan ke dalam vagina.

Jika disediakan aplikator dalam kemasan obat, tentu proses memasukkan obat bisa jadi lebih mudah.

Namun, beberapa merek obat mungkin saja tidak memberikan aplikator untuk digunakan. Jadi, penting bagi Moms untuk mengetahui cara penggunaan ovula tanpa aplikator.

Berikut ini langkah-langkahnya:

1. Langkah 1: Cuci Tangan

cara penggunaan ovula tanpa aplikator
Foto: cara penggunaan ovula tanpa aplikator (ctocrx.com)

Foto: ctocrx.com

Sebelum mulai menggunakan ovula, cucilah tangan terlebih dahulu dengan sabun dan air hangat.

Gosok tangan secara menyeluruh setidaknya selama 20 detik. Kemudian, bilas tangan di bawah air hangat yang mengalir sampai semua sabun hilang.

Kuman dan bakteri bisa saja menempel di tangan. Langkah ini penting agar Moms tidak memindahkan kuman atau bakteri apa pun ke dalam vagina.

2. Langkah 2: Buka Kemasan Ovula dengan Hati-Hati

cara penggunaan ovula tanpa aplikator
Foto: cara penggunaan ovula tanpa aplikator (ctocrx.com)

Foto: ctocrx.com

Bukalah kemasan ocula dan periksa apakah itu cukup kuat untuk dimasukkan ke vagina.

Lakukan pengecekan dengan menekan ovula secara hati-hati dengan jari. Jika terasa sangat rapuh, cobalah untuk mendinginkannya di lemari es selama beberapa menit.

Ovula biasanya mudah meleleh di suhu hangat. Jadi, tanganilah obat ini dengan hati-hati agar tidak meleleh di tangan.

3. Langkah 3: Lepaskan Celana Dalam dan Cari Posisi Nyaman

gejala hamil yang mengganggu, tapi merupakan pertanda kehamilan sehat (flek di celana dalam)
Foto: gejala hamil yang mengganggu, tapi merupakan pertanda kehamilan sehat (flek di celana dalam)

Foto: Orami Photo Stock

Lepaskan pakaian bagian bawah dan celana dalam, lalu cari posisi nyaman. Paling baik adalah berbaring telentang dengan kaki sedikit ditekuk ke arah perut. Posisi ini akan membantu membuka lubang vagina.

Pilihan lainnya Moms bisa berdiri, lalu tekuk lutut sedikit dan buka kaki beberapa inci.

Baca juga: Alopecia Areata, Gangguan Autoimun yang Diderita Istri Will Smith

4. Langkah 4: Celupkan Ujung Jari ke Air

cara penggunaan ovula tanpa aplikator
Foto: cara penggunaan ovula tanpa aplikator (ctocrx.com)

Foto: ctocrx.com

Cara penggunaan ovula tanpa aplikator sangat mengandalkan jari, terutama jari telunjuk.

Jika khawatir ovula sulit dimasukkan, sediakan air untuk mencelupkan ujung jari sebelum memasukkan ovula.

5. Langkah 5: Masukkan Ovula Perlahan

cara penggunaan ovula tanpa aplikator
Foto: cara penggunaan ovula tanpa aplikator (ctocrx.com)

Foto: ctocrx.com

Dengan hati-hati, dorong ovula menggunakan ujung jari. Usahakan posisi ujung yang runcing masuk terlebih dahulu.

Jika menggunakan ujung jari saja tidak berhasil, pegang ovula di pintu masuk saluran vagina. Kemudian, letakkan ujung jari di belakangnya untuk mendorongnya ke dalam vagina.

Ingatlah untuk menggunakan sentuhan ringan saat memegang ovula. Sebab, obat ini dapat dengan mudah meleleh di tangan.

Jika sudah berhasil memasukkan ovula, dorong obat ini sejauh mungkin ke dalam vagina. Kemungkinan sedalam jari telunjuk bisa masuk ke dalam vagina.

Jika merasakan sakit atau resistensi, berhentilah mendorong dan tinggalkan supositoria di tempatnya.

Cara penggunaan ovula tanpa aplikator seharusnya tidak menyebabkan rasa sakit selama prosesnya.

Jika ada rasa sakit, berhentilah mendorong ovula dan lepaskan jari dari vagina.

Bila tidak ada kendala dan ovula berhasil masuk, lepaskan jari secara perlahan agar obat tidak ikut keluar lagi.

Meski kemungkinan ovula menempel di jari, Moms bisa mendorongnya kembali jika ini terjadi. Tekan obat di dinding samping vagina untuk membantunya menempel.

6. Langkah 6: Berdiam Sejenak

awas, sesak napas saat berbaring bisa jadi pertanda penyakit jantung
Foto: awas, sesak napas saat berbaring bisa jadi pertanda penyakit jantung

Foto: Orami Photo Stock

Setelah selesai mempraktikkan cara penggunaan ovula tanpa aplikator tadi, jangan langsung banyak bergerak.

Sebaiknya duduk atau berbaring diam terlebih dahulu selama sekitar 10 hingga 15 menit agar obat benar-benar larut.

Baca juga: 12 Penyebab Meriang Setelah Berhubungan Seks, Bisa Karena Kurang Minum Air Putih, Nih Moms!

7. Langkah 7: Cuci Tangan Lagi

Produk Pembersih Rumah Bisa Sebabkan Kanker Payudara - 5 Triclosan.jpg
Foto: Produk Pembersih Rumah Bisa Sebabkan Kanker Payudara - 5 Triclosan.jpg (shutterstock.com)

Foto: Orami Photo Stock

Setelah semua proses selesai, jangan lupa untuk cuci tangan lagi dengan air hangat dan sabun hingga bersih.

8. Langkah 8: Pastikan Obat Tidak Bocor

Beberapa obat mungkin bocor kembali setelah dimasukkan ke dalam vagina. Jika ini menjadi masalah, pembalut atau produk penyerap serupa dapat digunakan di pakaian dalam.

Apa Fungsi Ovula?

cara penggunaan ovula tanpa aplikator
Foto: cara penggunaan ovula tanpa aplikator (healthline.com)

Foto: healthline.com

Itu tadi langkah-langkah atau cara penggunaan ovula tanpa aplikator. Seperti disebutkan di awal, ovula adalah jenis atau salah satu bentuk sediaan obat.

Manfaat ovula tergantung pada jenis obat yang digunakan dan kondisi yang dialami.

Namun umumnya, obat jenis ini digunakan untuk mengatasi infeksi jamur dan kekeringan pada vagina.

Ada juga jenis ovula lainnya, yaitu ovula kontrasepsi, yang digunakan sebagai bentuk pengendalian kelahiran. Namun, ini tidak populer digunakan di Indonesia.

Untuk mengatasi kondisi vagina kering, ovula yang biasa digunakan adalah ovula hormonal.

Sebuah uji klinis pada 2016 di jurnal Menopause menunjukkan bahwa ovula hormonal mungkin merupakan pengobatan yang efektif untuk kekeringan vagina.

Hal ini terutama jika dipakai pada wanita yang tidak dapat menggunakan terapi penggantian hormon (HRT).

Selain ovula hormonal, kekeringan vagina juga bisa diatasi dengan ovula vitamin E.

Keefektifan ovula jenis ini diuji dalam penelitian pada 2016 di Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research.

Dalam laporan tersebut, para peneliti menemukan bahwa penggunaan ovula vitamin E selama 12 minggu bermanfaat untuk mengobati kekeringan vagina dan gejala atrofi vagina lainnya.

Studi kecil tersebut membandingkan kemanjuran ovula vitamin E dan krim vagina yang mengandung hormon estrogen, di antara 52 wanita.

Baca juga: 18 Cara Mengobati Selangkangan Gatal Secara Alami, Salah Satunya Gunakan Aloe Vera!

Kedua perawatan menawarkan perbaikan gejala yang signifikan setelah 4 minggu. Meski krim estrogen masih jadi yang paling efektif, ovula vitamin E masih bisa dipertimbangkan.

Pertimbangan ini terutama berlaku bagi wanita yang sensitif terhadap terapi hormon. Ovula vitamin E berpotensi menjadi alternatif yang cocok dan aman.

Tips Penggunaan Ovula Lainnya

cara penggunaan ovula tanpa aplikator
Foto: cara penggunaan ovula tanpa aplikator (pristyncare.com)

Foto: pristyncare.com

Selain memahami cara penggunaan ovula tanpa aplikator, penting juga untuk tahu tips penggunaan obat ini. Berikut ini di antaranya:

  • Ovula sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk atau di lemari es agar tidak meleleh.
  • Selalu sedia pembalut setelah menggunakan ovula, karena obat ini bisa keluar dari vagina dan mengotori celana.
  • Jika malas atau tidak memungkinkan cuci tangan, gunakan sarung tangan steril saat menggunakan ovula. Ini juga bisa membuat risiko kuman masuk ke vagina berkurang.
  • Sebaiknya pastikan kuku jari yang digunakan untuk memasukkan ovula tetap pendek. Ini agar vagina tidak terluka saat ovula dimasukkan.
  • Cobalah untuk menghindari olahraga atau gerakan berlebihan selama kurang lebih 1 jam setelah memasukkan ovula.
  • Hindari penggunaan produk seperti body lotion saat menggunakan ovula. Jika ingin licin, celupkan jari pada air saja, atau pelumas yang larut dalam air.
  • Jangan gunakan tampon saat menggunakan ovula. Tampon dapat menyerap beberapa obat dan membuat efektivitas ovula berkurang.
  • Simpan ovula jauh dari jangkauan anak-anak.

Baca juga: 5 Cara Mengobati Kencing Batu dan Tips Pencegahannya, Yuk Simak!

Nah, itulah pembahasan mengenai cara penggunaan ovula tanpa aplikator, dan tips penting lainnya. Semoga bermanfaat ya, Moms!

  • https://journals.lww.com/menopausejournal/Abstract/2016/03000/Efficacy_of_intravaginal_dehydroepiandrosterone.6.aspx
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5114791/
  • https://www.wikihow.com/Insert-Progesterone-Suppositories-Without-an-Applicator
  • https://ctocrx.com/how-to-use-vaginal-suppositories/
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/322908

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.