10 Oktober 2022

Mengenal Pankreatitis, Peradangan di Pankreas, Berikut Ini Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Waspada jika terasa nyeri yang hebat di ulu hati

Pankreatitis akut adalah peradangan akut di organ pankreas yang berkembang dengan cepat dan tiba-tiba.

Gejala kondisi ini bisa berupa nyeri ulu hati yang menjalar ke punggung, mual, muntah-muntah hebat berwarna kehijauan, demam, serta denyut nadi menjadi lebih cepat.

Sebagai informasi, pankreas adalah organ kecil yang berperan dalam pencernaan.

Melansir dari Medical News Today, pankreatitis akut ringan bisa sembuh tanpa pengobatan. Sebaliknya, kondisi parah bisa berisiko komplikasi dan berakhir fatal.

Organ ini berada di belakang perut bagian atas serta menghasilkan enzim pencernaan dan hormon untuk mengatur tubuh dalam memproses glukosa.

Yuk, simak selengkapnya mengenai masalah pankreas satu ini, di sini!

Baca Juga: 10 Makanan dan Minuman untuk Menyehatkan Pankreas

Perbedaan Pankreatitis Akut dan Kronis

Ilustrasi Sakit Perut Akibat Pankreatitis
Foto: Ilustrasi Sakit Perut Akibat Pankreatitis (Orami Photo Stock)

Pankreatitis kronis dan akut tentu berbeda. Ini dia perbedaannya.

  • Pankreatitis Kronis

Kondisi kronis terjadi ketika pankreas rusak secara permanen dan fungsinya menjadi tidak sempurna akibat peradangan.

Orang yang mengalami kondisi akut menahun, bisa berubah menjadi pankreatitis kronis.

Kondisi ini bisa menyebabkan jaringan parut permanen atau luka permanen dan kerusakan di pankreas.

dr. Taufiq, Sp.PD-KGEH Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi Hepatologi RS Pondok Indah – Pondok Indah dan RS Pondok Indah – Bintaro Jaya menjelaskan, jenis akut lebih berbahaya dari kronik.

"Meski pankreatitis akut lebih berbahaya dibandingkan pankreatitis kronis, bukan berarti pankreatitis kronik dapat diabaikan.

Apabila mengalami gejala pankreatitis, sebaiknya segera dikonsultasikan dengan dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi hepatologi agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat," jelasnya.

Baca Juga: Ketahui Gejala Pankreas Bermasalah yang Mengancam Kesehatan

  • Pankreatitis Akut

Kondisi akut sudah dijelaskan secara singkat di atas, ya Moms. Kondisi ini terjadi secara tiba-tiba dan dapat berlangsung selama berhari-hari.

"Penderita pankreatitis akut akan mengalami kesulitan makan, berpotensi mengalami gangguan elektrolit, hingga gangguan ginjal karena dehidrasi," kata dr. Taufiq.

Melansir dari National Health Service, kebanyakan orang dengan kondisi akut akan merasa membaik sekitar 1 minggu.

Tapi, tidak menutup kemungkinan bahwa jenis akut bisa berubah menjadi lebih parah hingga mengakibatkan komplikasi.

Nah, Moms sudah bisa membedakan keduanya ya. Secara sederhana, pankreatitis akut terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung singkat.

Sementara pada kronis bersifat tahunan dan memengaruhi fungsi pankreas secara menyeluruh.

Keduanya tentu sama-sama parah jika tidak ditangani dengan segera.

Baca Juga: Mengenal Fungsi Kelenjar Endokrin dan Eksokrin dalam Pankreas

Penyebab Pankreatitis

Ilustrasi Sakit Perut
Foto: Ilustrasi Sakit Perut (Freepik.com/Jcomp)

Umumnya, peradangan pankreas terjadi karena adanya batu empedu di saluran empedu yang berujung pada hilangnya fungsi pankreas.

Hilangnya fungsi pankreas, memengaruhi kesehatan pencernaan dan mengakibatkan diabetes.

"Pankreatitis dapat disebabkan oleh adanya batu empedu pada saluran empedu, infeksi virus, tifoid, konsumsi alkohol, serta gangguan metabolisme lemak," ungkap dr. Taufiq.

Berikut kondisi lainnya yang bisa menyebabkan pankreatitis, seperti melansir dari Mayo Clinic,

  • Batu empedu
  • Penggunaan alkohol secara berlebihan
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu
  • Kadar trigliserida yang tinggi dalam darah (hipertrigliseridemia)
  • Kadar kalsium tinggi dalam darah (hiperkalsemia), yang bisa saja disebabkan oleh kelenjar paratiroid yang terlalu aktif (hiperparatiroidisme)
  • Kanker pankreas
  • Pasca operasi perut
  • Cystic fibrosis
  • Infeksi
  • Cedera pada perut
  • Obesitas atau kegemukan
  • Trauma

Selain itu prosedur endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP), atau prosedur yang digunakan untuk mengobati batu empedu, bisa meningkatkan risiko pankreatitis.

Bahkan, kondisi ini tidak jarang tidak diketahui penyebabnya.

Baca Juga: 9 Akibat Kekurangan Vitamin E, Lemah Otot hingga Penyakit Pankreas

Gejala Pankreatitis

Ilustrasi Sakit Perut
Foto: Ilustrasi Sakit Perut (Freepik.com)

Menurut dr. Taufiq, gejala pankreatitis bisa berupa berikut ini,

  • Nyeri ulu hati hebat
  • Muntah-muntah kehijauan
  • Demam
  • Denyut nadi menjadi lebih cepat
  • Diare
  • Kesulitan makan
  • Berpotensi mengalami gangguan elektrolit
  • Gangguan ginjal karena dehidrasi.

Gejala Pankreatitis Akut

  • Sakit perut bagian atas
  • Sakit perut yang menjalar ke punggung
  • Sensasi lembut saat menyentuh perut
  • Demam
  • Denyut nadi cepat
  • Mual
  • Muntah

Gejala Pankreatitis Kronis

  • Sakit perut bagian atas
  • Sakit perut akan terasa lebih parah setelah makan
  • Penurunan berat badan tanpa diet atau mengurangi makan
  • Kotoran atau feses berminyak dan berbau (steatorrhea).

Cara Mengobati Pankreatitis

Ilustrasi Cairan Infus
Foto: Ilustrasi Cairan Infus (Orami Photo Stock)

Peradangan pankreas bisa diobati jika sudah mengetahui akar dari penyebab kondisi ini, Moms.

Misalnya jika karena batu empedu, maka pengobatannya akan mengobati batu empedu dan juga masalah-masalah lainnya di pankreas.

"Pankreatitis dapat diobati dengan cara mengatasi masalah utamanya terlebih dahulu.

Jika kondisi akut disebabkan oleh adanya infeksi tifoid atau virus, maka infeksi primer tersebut yang perlu diatasi untuk mengembalikan fungsi pankreas.

Jika disebabkan oleh batu di sistem empedu, maka perlu dilakukan pengangkatan batu dan pemeliharaan saluran empedu," kata dr. Taufiq.

Sementara, untuk peradangan pankreas yang tidak parah, pengobatannya juga tidak akan terlalu rumit, seperti

Baca Juga: Serba-serbi Hormon Tiroid Serta Fungsinya Bagi Tubuh

1. Makan Lebih Awal

Melansir dari Mayo Clinic, makan lebih awal atau mengonsumsi makanan ringan dan hambar, bisa membantu memulihkan rasa sakit.

Dengan kata lain, mengistirahatkan pankreas agar bisa lebih cepat pulih. Jika gejala tidak membaik, menghentikan makanan dan diberikan cairan infus bisa menjadi solusi.

2. Mengonsumsi Obat Pereda Nyeri

Peradangan pankreas bisa menyebabkan rasa sakit yang parah, lho Moms.

Apabila rasa sakit tidak tertahankan, dokter bisa memberikan obat untuk mengendalikan rasa sakit.

3. Pemberian Infus Intra Vena

Saat pankreas harus diistirahatkan dengan tidak mengonsumsi makanan berat dan cairan berat, pemenuhan nutrisi bisa dilakukan dengan pemberian infus.

Tapi, pemberian infus ini harus didapatkan di rumah sakit, ya Moms.

Baca Juga: Menjalankan Program Kehamilan Pasca Kanker Payudara

Faktor Risiko Pankreatitis

Ilustrasi Rokok Elektrik
Foto: Ilustrasi Rokok Elektrik (Orami Photo Stock)

Siapa saja tentu bisa mengalami masalah kesehatan ini. Tapi, berikut yang paling berisiko.

1. Mengonsumsi Alkohol

Penggunaan alkohol berlebihan memiliki peningkatan risiko pankreatitis. Mengonsumsi alkohol berat berupa 4 hingga 5 minuman sehari.

2. Perokok

Perokok memiliki risiko 3 kali lebih tinggi terkena pankreatitis kronis dibanding yang bukan perokok. Berhenti merokok bisa mengurangi risiko setengahnya.

3. Obesitas dan Diabetes

Obesitas dan diabetes memang kerap dikaitkan. Bagi penderita obesitas dan diabetes meningkatkan risiko pankreatitis.

4. Riwayat Keluarga

Faktor genetik memainkan peran besar dalam kondisi ini. Terlebih jika memiliki faktor risiko lainnya.

Nah, itu dia Moms informasi seputar pankreatitis. Semoga membantu!

  • https://www.nhs.uk/conditions/acute-pancreatitis/#:~:text=Acute%20pancreatitis%20is%20a%20condition,and%20have%20no%20further%20problems.
  • https://www.healthline.com/health/chronic-pancreatitis
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pancreatitis/symptoms-causes/syc-20360227
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/160427#treatment

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.