Newborn

NEWBORN
8 April 2019

Aritmia Pada Bayi: Penyebab, Gejala dan Cara Menanganinya

Ditandai dengan pucat dan mudah lelah
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Intan Aprilia

Aritmia adalah irama jantung yang tidak normal. Aritmia ditemukan pada 1-5 persen bayi baru lahir selama 10 hari pertama kehidupan. Sebagian besar dari aritmia pada bayi adalah kontraksi atrial prematur yang tergolong jinak.

Lalu, apa penyebabnya? Bagaimana gejala yang ditimbulkan? Apakah berbahaya bagi bayi dan harus segera diobati? Moms dapat menemukan jawabannya dalam pembahasan yang ada di bawah ini!

Apa Penyebab Aritmia Pada Bayi?

Foto: nhs.uk

Aritmia dapat terjadi sebagai akibat dari faktor internal, seperti penyakit otot jantung (kardiomiopati) itu sendiri atau kelainan jantung yang dialami ketika bayi dilahirkan (penyakit jantung bawaan). Penyebab umum aritmia pada bayi antara lain:

1. Infeksi

2. Ketidakseimbangan senyawa kimia

3. Demam

4. Obat-obatan

Baca Juga: Transient Tachypnea of Newborn (TTN): Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Bagaimana Cara Mengenali Gejala Aritmia Pada Bayi?

Foto: thebump.com

Berikut ini adalah berbagai gejala aritmia yang paling umum pada bayi. Namun, setiap bayi mungkin mengalami gejala yang berbeda. Adapun gejala-gejala yang ditunjukkan meliputi:

1. Bayi tiba-tiba menjadi pucat dan lesu; tubuhnya terasa lemas

2. Tampak kelelahan ketika bermain atau beraktivitas

3. Palpitasi jantung

4. Tekanan darahnya menurun

5. Pusing

6. Kesulitan menyusu atau makan

7. Pingsan

Gejala-gejala aritmia mungkin terlihat seperti kondisi medis lain. Sehingga Moms harus berkonsultasi dengan dokter jika Si Kecil menunjukkan salah satu gejala di atas.

Pasalnya, bayi dengan gejala yang mengarah pada penyakit jantung bawaan, sianotik, atau gagal jantung kongestif harus segera dirawat di unit neonatal dan ditangani sesuai dengan kondisi klinis mereka.

Baca Juga: Mengenal Lanugo Pada Tubuh Bayi, Haruskah Dihilangkan?

Bagaimana Penanganan dan Pengobatan Aritmia Pada Bayi?

Foto: babygaga.com

Pada penelitian Nenonatal Arrhythmias: Diagnosis, Treatment, And Clinical Outcome, yang ditulis oleh Ji-Eun Ban, MD, PhD, Divisi Kardiologi, Departemen Pediatri, School of Medicine di Ewha Womans University, Seoul, Korea, menunjukkan bahwa kontraksi atrial prematur (PAC) yang paling umum pada bayi baru dapat dikontrol dengan baik menggunakan terapi obat antiaritmia.

Sementara, pada bradiaritmia tidak jinak yang disebabkan oleh blok atrioventrikular (AV) komplit harus dilakukan implantasi alat pacu jantung permanen.

Meskipun frekuensi aritmia tidak jinak pada bayi sangat jarang terjadi, prognosisnya tergantung pada pengenalan dini dan penatalaksanaan kasus aritmia neonatal yang serius.

Jika diperlukan, penanganan serius akan diberikan tergantung pada usia bayi dan jenis serta penyebab aritmia. Beberapa penanganan aritmia pada bayi termasuk:

1. Pemberian obat

Banyak kasus aritmia yang merespons pengobatan dan tidak memerlukan perawatan lain. Namun, obat-obatan memiliki efek samping dan harus diawasi dengan ketat.

2. Ablasi frekuensi radio

Prosedur ini melibatkan kateterisasi jantung dan menggunakan energi frekuensi radio yang diterapkan pada area tempat aritmia dimulai, memanaskannya, dan menyebabkan kematian jaringan. Penanganan ini umumnya digunakan untuk menyembuhkan berbagai bentuk takikardia.

3. Kardioversi

Prosedur untuk mengubah irama jantung yang tidak teratur atau cepat menjadi normal.

4. Implan

Implan pacu jantung digunakan untuk mengontrol irama jantung yang tidak normal. Sementara implan cardioverter defibrillator (ICD) untuk mengendalikan aritmia yang mengancam jiwa.

5. Operasi

Prosedur pembedahan labirin dapat digunakan untuk mengobati fibrilasi atrium. Selama operasi labirin, ahli bedah membuat luka kecil di atrium untuk mencegah penyebaran sinyal yang tidak teratur.

Mekanisme penanganan aritmia juga mencakup berbagai diagnosis yang mungkin dibutuhkan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi potensi bahaya aritmia pada bayi dan untuk menentukan jenis pengobatan yang tepat.

(WA/INT)

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait