09 Agustus 2022

BAB Berlendir, Ketahui Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya!

Infeksi usus bisa jadi salah satu penyebabnya

Tak jarang Moms, Dads bahkan Si Kecil mengalami buang air besar atau BAB berlendir. Namun perlu diingat bahwa hal ini tidak normal dan biasanya hanya disebabkan oleh komplikasi pada sistem pencernaan.

Sebenarnya, lendir memaikan peran protektif yang berkontribusi pada kesehatan secara keseluruhan. Lendir sendiri dalam sistem pencernaan melindunginya dari enzim, bakteri, dan racun terkait makanan.

Tapi, ketika mengalami BAB berlendir maka kalian harus mengenali hal tersebut karena langkah penting dalam menentukan penyebab dan pengobatan.

Penyebab BAB Berlendir

Penyebab BAB Berlendir
Foto: Penyebab BAB Berlendir (Orami Photo Stocks)

Foto ilustrasi BAB berlendir (Sumber: Orami Photo Stock)

Dua penyebab umum BAB berlendir adalah dehidrasi dan sembelit. Kedua kondisi ini dapat menyebabkan lendir normal di usus besar meninggalkan tubuh.

Lendir yang disebabkan oleh masalah ini dapat hilang dengan sendirinya atau dengan pengobatan. Tapi, ada juga beberapa kondisi penyebab BAB berlendir menurut Medical News Today, antara lain:

1. Penyakit Crohn

Penyakit crohn adalah penyakit radang usus yang memengaruhi saluran gastrointestinal (GI). Gejala awal mungkin termasuk diare atau kelelahan, serta kelebihan lendir di tinja karena penghalang lendir yang terganggu di usus yang meradang.

Baca Juga: 10 Arti Mimpi Buang Air Besar yang Perlu Moms Ketahui

2. Fibrosis Kistik

Fibrosis kistik adalah kelainan genetik yang menyebabkan penumpukan lendir yang kental dan lengket di paru-paru, pankreas, hati, atau usus. Fibrosis kistik juga dapat menjadi penyebab BAB berlendir.

3. Kolitis Ulseratif

Seperti penyakit Crohn, kolitis ulserativa adalah penyakit radang usus. Ini adalah kondisi kronis yang menyebabkan peradangan di usus besar atau rectum.

Peningkatan sekresi lendir sering terjadi ketika tubuh menghadapi gejala kolitis ulserativa, yang pada gilirannya dapat meningkatkan potensi penyebab BAB berlendir.

4. Sindrom Iritasi Usus

Irritable bowel syndrome (IBS) atau sindrom iritasi usus adalah nama untuk sekelompok gejala seperti sakit perut, kram, dan perubahan kebiasaan buang air besar yang terjadi di luar diagnosis penyakit.

Saat ini, penelitian menunjukkan bahwa BAB berlendir mungkin berhubungan dengan diare yang dialami seseorang sebagai gejala IBS mereka.

Baca Juga: 4 Penyebab Buang Air Besar Berdarah Pada Balita

5. Infeksi Usus

Infeksi usus juga dapat menyebabkan BAB berlendir. Contohnya termasuk infeksi dari bakteri seperti salmonella dan shigellosis, yang dapat terjadi dari makan makanan yang terkontaminasi.

Para peneliti berpikir bakteri dapat merangsang produksi lendir, menyebabkan tinja berlendir. Diare yang parah juga dapat meningkatkan lendir dalam tinja.

6. Masalah Malabsorpsi

Masalah malabsorpsi terjadi ketika usus tidak dapat menyerap nutrisi tertentu dengan baik. Kondisi yang berhubungan dengan malabsorpsi termasuk intoleransi laktosa dan penyakit celiac.

7. Kanker Usus Besar atau Dubur

Kanker usus besar atau rektum dimulai di usus besar atau rektum dan dapat menyebabkan gejala seperti darah di tinja, lendir di tinja, pendarahan dubur, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.

Baca Juga: Mengenal Intususepsi, Usus Terlipat dan Menyebabkan Sakit Perut Parah

8. Keracunan Makanan

Moms dan Dads dapat mengetahui apakah BAB berlendir disebabkan oleh keracunan makanan jika mengalami gejala seperti flu yang disertai dengan darah di feses. Biasanya kondisi ini akan membaik dalam 1 atau 2 hari.

9. Fistula Anal

Juga dikenal sebagai ulkus dubur, fistula anal adalah lubang yang terinfeksi di sekitar kulit anus yang terhubung dengan saluran dubur melalui terowongan. Fistula dapat menyebabkan lendir berbau tidak sedap mengalir melalui saluran dubur menemukan jalannya ke tinja.

10. Kolitis Alergi

Kolitis alergi terutama terjadi ketika anak-anak atau bayi bereaksi terhadap susu sapi. Reaksi alergi ini menyebabkan lendir muncul di tinja anak.

Gejala BAB Berlendir

Buang air besar berlendir
Foto: Buang air besar berlendir

Foto ilustrasi BAB berlendir (Sumber: Orami Photo Stock)

Bab berlendir biasanya disertai gejala lain yang bervariasi tergantung pada penyakit, kelainan atau kondisi tubuh dilansir dari Gut Care. Gejala BAB berlendir diantaranya:

1. Gejala di Saluran Pencernaan

Bab berlendir dapat menyertai gejala lain yang mempengaruhi saluran pencernaan termasuk:

  • Sakit perut atau kram
  • Perut bengkak, distensi atau kembung
  • Kotoran berbau busuk yang tidak normal
  • Kotoran berdarah (darah mungkin berwarna merah, hitam atau teksturnya seperti lem)
  • Perubahan warna atau konsistensi tinja
  • Diare
  • Inkontinensia tinja (ketidakmampuan untuk mengontrol tinja)
  • Gas
  • Mual dengan atau tanpa muntah
  • Gerakan usus yang menyakitkan
  • Kebutuhan mendesak untuk buang air besar

2. Gejala di Sistem Tubuh

Gejala BAB berlendir juga dapat berkaitan dengan sistem tubuh lainnya termasuk:

  • Pegal-pegal
  • Demam
  • Perasaan sakit umum
  • Gatal-gatal

Baca Juga: 5 Buah untuk BAB Berdarah, Yuk Konsumsi Moms!

3. Gejala Serius

Dalam beberapa kasus, gejala BAB berlendir mungkin merupakan gejala dari kondisi yang mengancam jiwa yang harus segera dievaluasi dalam keadaan darurat. Cari rumah sakit terdekat jika Moms, Dads atau Si Kecil, memiliki salah satu dari gejala yang mengancam jiwa ini termasuk

  • Kotoran berdarah (darah mungkin berwarna merah, hitam atau teksturnya seperti lem)
  • Perubahan tingkat kesadaran atau kewaspadaan, seperti pingsan atau tidak responsif
  • Perubahan status mental atau perubahan perilaku mendadak, seperti kebingungan, delirium, lesu, halusinasi dan delusi
  • Demam tinggi
  • Tidak menghasilkan urin, atau bayi yang tidak menghasilkan jumlah popok basah yang biasa
  • Nanah dalam tinja
  • Detak jantung cepat (takikardia)
  • Kekakuan perut
  • Sakit perut, dubur atau dubur yang parah
  • Muntah darah atau pendarahan dubur

Baca Juga: Jangan Panik! Ini Gejala dan Cara Mengatasi BAB Berdarah

Cara Mengatasi BAB Berlendir

Ilustrasi buang air besar
Foto: Ilustrasi buang air besar

Foto ilustrasi BAB berlendir (Sumber: Orami Photo Stock)

Moms dan Dads, perawatan untuk BAB berlendir ini tergantung pada masalah yang menyebabkannya. Berikut ini cara mengatasi BAB berlendir yang bisa dilakukan:

1. Mengunjungi Dokter

Moms dan Dads ada baiknya berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan penyebab BAB berlendir. Dalam memastikan diagonis tersebut, selain pemeriksaan fisik. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang sebagai cara mengatasi BAB berlendir.

Pemeriksaan penunjang itu seperti:

  • Tes darah
  • Analisis tinja
  • Tes urine
  • Kolonoskopi dan endoskopi
  • Tes pencitraan seperti rontgen, mri, usg dan CT Scan

Setelah didapatkan hasil pemeriksaannya, dokter akan memberikan pengobatan sesuai diagnosis penyakit yang menyebabkan BAB berlendir.

Perawatan yang didapatkan untuk lendir di kotoran tergantung pada masalah yang menyebabkannya. Beberapa kondisi akan membutuhkan obat dan yang lainnya tidak.

Baca Juga: Susah Buang Air Besar Bukan Hanya Karena Kurang Serat Lho, Kenali Penyebab Lainnya

2. Jaga Kebersihan

Moms dan Dads juga dapat mencegah BAB berlendir akibat diare dengan mempraktikan kebersihan dengan baik. Selain itu, sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air, terutama sebelum makan, sebelum menyiapkan makan dan setelah menggunakan kamar mandi.

3. Hindari Makanan Setengah Matang

Karena beberapa penyebab BAB berlendir disebabkan oleh keracunan makanan, hindari makan daging setengah matang, makanan laut mentah, atau makanan yang ditinggalkan selama beberapa jam. Jika diare jarang terjadi, penyebab spesifik mungkin tidak ditemukan. Namun, jika BAB berlendir terjadi berulang, cobalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memicu gejala seperti reaksi terhadap obat atau makanan tertentu, dan hindari.

4. Rehidrasi Tubuh

Ketika mulai mengalami BAB berlendir, cobalah untuk perbanyak beristirahat dan rehidrasi diri. Minum air, jus, kaldu untuk menghindari dehidrasi. Ganti cairan dan elektrolit yang hilang.

Hindari kopi atau minuman ringan yang mengandung kafein, karena kafein meningkatkan hilangnya air dan garam. Jika mengalami mual selain diare, minumlah sedikit cairan sesering mungkin dan isap batu es.

5. Konsumsi Makan Kaya Prebiotik dan Probiotik

Cara mengatasi BAB berlendir lainnya yaitu dengan konsumsi makanan kaya prebiotic dan probiotik. Mengonsumsi makanan yang kaya prebiotik dan probiotik, misalnya buah-buahan dan sayuran. Bila perlu, Moms atau Dads bisa mengonsumsi suplemen yang mengandung probiotik, seperti Bifidobacterium atau Lactobacillus.

Penanganan buang air besar berlendir sangat bergantung pada penyakit yang mendasarinya. Jika Anda mengalami peningkatan lendir dalam tinja, terutama yang bercampur darah atau nanah, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Bab berlendir ketika seseorang menderita kolitis ulserativa belum tentu menjadi penyebab alarm, karena itu bisa menjadi tanda dari kondisi tersebut. Namun, mengeluarkan lendir dalam tinja, terutama jika itu adalah gejala baru, tetap harus diberitahukan kepada dokter.

Bab berlendir tanpa penyebab yang mendasari adalah perubahan kebiasaan buang air besar yang harus diperhatikan dan datangi rumah sakit sesegera mungkin.

  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/310101#when-doctor

  • https://cara.care/digestive-disorders/symptoms/mucus-in-stool/
  • https://www.drugs.com/health-guide/diarrhea.html
  • https://www.gutcare.com.sg/mucus-in-stool-why-it-happens-and-what-does-it-mean/
  • https://www.webmd.com/digestive-disorders/what-do-different-poop-colors-mean
  • https://www.medicinenet.com/why_would_i_have_mucus_in_my_stool/article.htm
  • https://www.healthline.com/health/mucus-in-stool#takeaway
  • https://www.webmd.com/digestive-disorders/causes-mucus-diarrhea
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/310101#when-doctor

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.