Gaya Hidup

GAYA HIDUP
29 Maret 2020

Bahaya Mengonsumsi Frozen Food Terus Menerus saat WFH

Coba kita cari tahu, yuk
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

Di tengan situasi pandemi virus corona (COVID-19), pemerintah menghimbau agar masyarakatnya tidak banyak melakukan aktivitas di luar, bekerja dari rumah, dan melakukan social distancing sebisa mungkin, untuk menekan angka penyebaran virus corona.

Alhasil banyak kantor-kantor yang ditutup sementara dan memperbolehkan karyawannya untuk work from home (WFH) atau bekerja dari rumah.

Baca Juga: Nikmatnya Ayam Goreng Bumbu Terasi, Begini Cara Membuatnya!

Situasi WFH ini membuat masyarakat harus menyetok setidaknya sedikit cadangan makanan di rumah agar tidak perlu sering berbelanja ke luar. Nah, salah satu jenis makanan yang banyak dipilih karena proses memasaknya yang mudah adalah makanan beku atau frozen food.

Namun apakah aman mengonsumsi frozen food secara terus-menerus dalam jangka waktu yang panjang?

Amankah Mengonsumsi Frozen Food?

konsumsi frozen food

Foto: Orami Photo Stock

MengutipAcademy of Nutrition and Dietetics, tindakan pembekuan tidak akan membuat makanan sehat atau tidak sehat. Hal ini sangat tergantung pada kandungan nutrisi dari makanan yang menjadi beku.

Buah-buahan dan sayuran beku bisa sangat sehat, tetapi pizza beku, makanan ringan, dan makanan pembuka lainnya bisa sangat tidak sehat.

Mengutip Centre for Food Safety, U.S. Department of Agriculture berpendapat bahwa keamanan dari frozen food yang disimpan dengan benar dapat bertahan hampir tanpa batas waktu. Meskipun pembekuan menjaga makanan tetap aman untuk dikonsumsi, kualitas organoleptik makanan dapat memburuk setelah pembekuan jangka panjang.

Baca Juga: 4 Resep Frozen Food yang Mudah untuk Dimasak

Mungkin ada perubahan dalam tekstur daging, lemak dapat hancur dan warna daging juga dapat berubah karena pembekuan melambat. Tetapi tidak sepenuhnya menghentikan aksi enzim tertentu yang secara alami ada pada hewan dan sayuran yang akan menyebabkan komponen makanan menurun atau teroksidasi.

Apakah Berat Frozen Food sama dengan Makanan Segar saat Menghitung Kalori?

konsumsi frozen food

Foto: Orami Photo Stock

Wadah makanan yang tertutup memiliki berat yang sama sebelum dibekukan dan setelah dibekukan. Tetapi, jika ada banyak cairan yang terkuras dari makanan saat dicairkan, makanan yang disajikan mungkin sedikit lebih ringan.

Jika cairan yang hilang adalah air, jumlah kalori tidak akan berubah untuk porsi makanan tersebut, tetapi bisa mengubah ukuran porsi yang kelihatan.

Cara Memilih Frozen Food yang Sehat

konsumsi frozen food

Foto: elements.envato.com

Saat membeli frozen food, cari produk yang tidak mengandung banyak gula, natrium, atau saus berkalori tinggi.

Pilih sayuran biasa (banyak yang bisa dikukus dalam microwave), daripada produk yang mengandung saus. Jika Moms benar-benar menyukai sayuran dan saus, carilah saus yang dibuat dengan sedikit lemak dan natrium. Moms harus melihat label kandungan gizi dan ingat untuk mempertimbangkan ukuran sajian.

Baca Juga: Resep Sayur Lodeh yang Mudah dan Enak, Moms Pasti Bisa Memasaknya!

Sama halnya untuk buah-buahan, pilih buah yang dibekukan tanpa tambahan gula atau sirup. Dan perhatikan kalori ekstra dalam campuran smoothie buah beku karena sering dibuat dengan tambahan gula yang tidak dibutuhkan.

Memilih frozen food dan camilan sehat tentu tidak mudah. Makanan ini sering mengandung lemak jenuh, natrium, gula, dan kalori, tetapi tidak semua kaya akan vitamin dan mineral.

Pizza, roti gulung, sandwich, makan malam ayam goreng, dan makanan lainnya biasanya bukan pilihan yang baik. Tetapi, jika Moms membandingkan label atau mencari di bagian makanan alami di toko, dapat menemukan makanan beku dan camilan yang lebih baik untuk dikonsumsi.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait