12 Juli 2023

Lap Dapur Bisa Jadi Sarang Bakteri Penyebab Keracunan Makanan, Waspada!

Terlihat sepele namun bahaya untuk kesehatan

Salah satu perlengkapan di dapur yang bisa menjadi bakteri penyebab keracunan makanan adalah lap.

Lap atau kain sering kali digunakan untuk membersihkan beragam benda mulai dari peralatan masak hingga permukaan meja.  

Karena sering dipakai untuk membersihkan berbagai permukaan, lap dapur memang tak mungkin selalu bersih.

Oleh sebab itu, lap bisa menjadi bakteri penyebab keracunan makanan Moms. Yuk simak penjelasan lebih lanjutnya!

Baca Juga: 11 Makanan Sumber Alergi yang perlu Diwaspadai, Catat!

Lap Menjadi Bakteri Penyebab Keracunan Makanan

Lap Dapur
Foto: Lap Dapur (Nytimes.com)

Penyebab keracunan makanan yang paling umum adalah kontaminasi bakteri dan kuman penyakit pada makanan.

Keracunan makanan juga bisa disebabkan oleh peralatan yang Moms pakai untuk bersih-bersih, salah satunya lap dapur.

Sebuah penelitian American Society for Microbiology, mengungkapkan bahwa lap dapur yang biasanya digunakan untuk mengelap alat-alat masak, mengangkat panci panas, atau mengeringkan tangan ternyata menyimpan banyak bakteri.

Hal ini dibuktikan dari 100 lap dapur yang diteliti, sebanyak 49 di antaranya positif mengandung bakteri penyebab keracunan makanan.

Lap dapur yang positif mengandung bakteri kebanyakan digunakan untuk banyak hal sekaligus.

Misalnya, Moms mengelap alat-alat masak sekaligus mengeringkan tangan dengan lap yang sama.

Sisa-sisa air dari tangan atau alat-alat dapur yang basah akan mudah terserap oleh serbet dan membuatnya lembap.

Nah, kain yang lembap inilah yang menjadi tempat favorit bagi bakteri untuk tumbuh dan berkembang biak.

Ketika Moms menggunakan lap dapur untuk mengelap alat masak kemudian dipakai lagi untuk mengeringkan tangan, ini memungkinkan untuk terjadinya kontaminasi silang.

Maksudnya bakteri yang berasal dari alat masak akan berpindah ke lap, lalu pindah lagi ke tangan.

Akibatnya, bakteri tersebut dapat masuk ke tubuh melalui mulut saat Moms makan hingga menyebabkan keracunan makanan.

Baca Juga: Mengenal Penyakit Minamata, Kondisi Saat Seseorang Keracunan Merkuri dalam Kadar yang Tinggi

Jenis Bakteri Penyebab Keracunan Makanan dari Lap Dapur

Ilustrasi Keracunan Makanan
Foto: Ilustrasi Keracunan Makanan (Istockphoto.com)

Dari 49 lap dapur yang positif terkontaminasi bakteri, ada tiga jenis bakteri yang paling banyak ditemukan, yaitu:

1. Escherichia Coli (E. coli)

Bakteri Escherichia coli (E. coli) adalah bakteri yang hidup di dalam usus manusia untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Bakteri ini umumnya tidak tidak berbahaya. Namun, ada jenis E. coli tertentu yang menghasilkan racun dan menyebabkan diare parah.

Bakteri ini memproduksi racun yang dapat merusak lapisan usus kecil, sehingga bisa menyebabkan BAB berdarah.

Gejala terjadinya infeksi E. coli berbeda pada setiap orang. Namun, umumnya gejala yang terjadi seperti:

  • Diare
  • Rasa sakit perut yang parah hingga kram
  • Mual dan muntah
  • Perut kembung
  • Kehilangan nafsu makan
  • Demam
  • Menggigil
  • Pusing
  • Nyeri otot

2. Enterococcus spp

Enterococcus faecalis adalah bakteri yang menyebabkan 85-90% infeksi enterococcal atau infeksi saluran kandung kemih.

Gejala ISK tak selalu terlihat atau terasa. Tapi gejala umumnya meliputi:

  • Keinginan kuat dan konstan untuk berkemih, sehingga frekuensi berkemih meningkat atau sering disebut anyang-anyangan
  • Ada sensasi terbakar saat berkemih
  • Sering berkemih tapi dalam volume sedikit
  • Urine tampak keruh
  • Urine berwarna kemerahan atau coklat
  • Bau urine tidak sedap dan menyengat
  • Disertai nyeri perut bawah ataupun nyeri pinggang

Jika ISK tidak diobati, dapat menyebar ke ginjal.

Selain itu, bakteri ini juga dapat menyebabkan infeksi luka dan bakteremia.

3. Staphylococcus Aureus (S. aureus)

Gejala Keracunan Makanan
Foto: Gejala Keracunan Makanan (Freepik.com)

Bakteri staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri patogen yang bisa menyebabkan beragam penyakit.

Umumnya, bakteri ini tidak menyebabkan bahaya apapun.

Namun, melansir StatPearls Journal, staphylococcus aureus dapat mengakibatkan infeksi jika masuk ke aliran darah atau jaringan di dalam tubuh.

Dikutip dari Mayo Clinic, berikut gejala-gejala infeksi yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus:

  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Dehidrasi
  • Tekanan darah rendah
  • Bakteremia

Dilihat satu persatu, sebanyak 37 persen lap mengandung bakteri E. coli, 37 persen mengandung bakteri Enterococcus, dan 14 persen lainnya mengandung bakteri Staphylococcus aureus (S. aureus).

Baca Juga: Infeksi Bakteri: Penyebab, Gejala Setiap Infeksi, dan Pengobatannya

4. Salmonella

Bakteri penyebab keracunan makanan ini merupakan patogen yang umumnya terkait dengan penyakit pada manusia dan hewan.

Salmonella biasanya ditemukan pada hewan, terutama unggas dan mamalia.

Bakteri ini dapat berada dalam saluran pencernaan hewan dan dikeluarkan melalui kotoran.

Penularan ke manusia biasanya terjadi melalui makanan yang terkontaminasi oleh kotoran hewan yang mengandung Salmonella.

Makanan yang sering dikaitkan dengan infeksi Salmonella meliputi:

  • Produk unggas (seperti ayam dan kalkun)
  • Daging sapi dan babi
  • Susu dan produk susu yang tidak dipasteurisasi dengan baik
  • Telur mentah atau telur setengah matang
  • Produk makanan yang terkontaminasi secara silang oleh bahan makanan yang terinfeksi Salmonella

Infeksi Salmonella, yang dikenal sebagai salmonelosis, dapat menyebabkan gejala seperti diare, mual, muntah, demam, kram perut, dan kadang-kadang menggigil.

Gejala biasanya muncul dalam waktu 12 hingga 72 jam setelah terpapar bakteri dan dapat berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu.

Pada kasus yang parah, infeksi Salmonella dapat menyebabkan dehidrasi, kerusakan organ, atau bahkan kematian.

Terutama pada kelompok rentan seperti bayi, anak-anak kecil, orang tua, dan individu dengan sistem kekebalan yang lemah.

Campylobacter jejuni termasuk salah satu bakteri penyebab keracunan makanan lainnya yang perlu kita...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb