25 Agustus 2022

Ketahui Batas Telat Haid pada Remaja, Kapan Moms Perlu Waspada?

Siklus haid remaja memang sering kali tidak teratur, tetapi ada hal yang perlu diwaspadai

Siklus haid yang tidak menentu, kadang lebih cepat atau terlambat seringkali membuat remaja perempuan bingung. Sebenarnya, kapan batas telat haid pada remaja?

Pembicaraan mengenai haid memang tidak ada habisnya. Perlu dipahami bahwa tubuh setiap wanita bisa berbeda-beda, sehingga tidak heran bila siklus haidnya pun bervariasi.

Siklus haid yang tidak teratur adalah hal yang sangat umum terjadi. Terutama pada tahun-tahun awal seorang remaja perempuan mendapatkan haid pertamanya.

Baca juga: Mengenal Gangguan Haid (Amenorrhea): Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Siklus Reguler dan Batas Telat Haid pada Remaja

Siklus Reguler dan Batas Telat Haid pada Remaja
Foto: Siklus Reguler dan Batas Telat Haid pada Remaja

Foto: siklus haid (Orami Photo Stock)

Kebanyakan remaja perempuan mendapatkan haid pertama mereka antara usia 10–15 tahun.

Namun, ada juga yang mendapatkannya lebih awal, atau justru lebih lambat. Periode pertama haid ini dikenal sebagai menarche.

Studi pada 2008 di The Medscape Journal of Medicine mengungkapkan, siklus haid normal berkisar antara 20–45 hari.

Dengan rata-rata panjang siklus 32,2 hari pada tahun-tahun pertama dan kedua sejak haid dimulai.

Rentang siklus haid pada remaja lebih luas daripada pada orang dewasa, di mana panjang siklus normal didefinisikan antara 21–34 hari.

Jadi, sebenarnya sulit untuk menetapkan batas telat haid pada remaja, karena normal bagi siklus haid untuk tidak teratur di masa ini.

Seorang remaja mungkin memiliki siklus yang panjangnya berbeda setiap bulannya, dan ini tidak bisa dikatakan terlambat atau tidak normal.

Tubuh seorang remaja mungkin tidak mengikuti jadwal yang tepat. Hal ini umum terjadi, terutama dalam 2 tahun pertama setelah seorang remaja mulai mendapatkan haid pertamanya.

Namun, ada beberapa penyebab yang membuat siklus haid menjadi kacau. Misalnya:

Hal ini karena bagian otak yang mengatur haid dipengaruhi oleh hal-hal tersebut.

Masih disebut normal juga jika remaja perempuan memiliki durasi haid yang bervariasi. Kadang-kadang hanya 2 hari, dan bisa juga hingga seminggu.

Ini karena tingkat hormon yang dibuat tubuh bisa berbeda dari satu siklus ke siklus berikutnya, dan ini memengaruhi jumlah dan lamanya pendarahan.

Gejala Gangguan Haid pada Remaja yang Perlu Diperiksa ke Dokter

Meski batas telat haid pada remaja sulit dikatakan dengan jelas, ada beberapa tanda peringatan yang perlu dikenali.

Segeralah memeriksakan diri ke dokter jika mengalami:

  • Berhenti mendapatkan haid.
  • Memiliki pertumbuhan rambut ekstra di wajah, dagu, dada, atau perut.
  • Mengalami haid yang berlangsung lebih dari 7 hari yang berat, atau datang kurang dari 21 hari.
  • Haid datang terlambat lebih dari 45 hari.
  • Mengalami kram atau sakit perut parah.
  • Mengalami pendarahan di antara siklus haid.
  • Haid tidak teratur selama 3 tahun atau lebih.

Baca juga: 5 Posisi Tidur untuk Mengurangi Nyeri Haid, Yuk Coba Malam Ini!

Tips Membuat Haid Menjadi Teratur

Setelah mengetahui batas telat haid pada remaja dan kapan harus waspada, ada beberapa tips mudah yang bisa dicoba untuk membuat haid lebih teratur, yaitu:

1. Kurangi Stres

Melakukan yoga dapat mengecilkan payudara
Foto: Melakukan yoga dapat mengecilkan payudara (Orami Photo Stocks)

Foto: yoga (Orami Photo Stock)

Sebuah riset pada 2015 di Journal of Clinical and Diagnostic Research mengungkapkan, seseorang dapat mengatur siklus haidnya dengan mengurangi stres.

Sebab, tingkat stres emosional yang tinggi berpengaruh terhadap haid yang tidak teratur.

Cobalah hindari situasi stres, atau lakukan aktivitas yang bisa membatasi dampaknya pada tubuh. Misalnya:

  • Meditasi
  • Yoga
  • Melakukan dan mencari hobi

2. Jaga Berat Badan Sehat

Kenapa Berat Badan Naik saat Haid?
Foto: Kenapa Berat Badan Naik saat Haid?

Foto: menimbang berat badan (Orami Photo Stock)

Perubahan berat badan dapat memengaruhi siklus haid seseorang. Jadi, cobalah jaga berat badan tetap ideal, tidak kekurangan ataupun kelebihan.

Caranya adalah dengan menerapkan diet sehat dan olahraga teratur.

Baca juga: Moms Wajib Tahu! Ini Pentingnya Sunscreen untuk Remaja

3. Hindari Olaharaga Berlebihan

waktu terbaik untuk olahraga
Foto: waktu terbaik untuk olahraga (pexels.com/@olly)

Foto: olahraga (Orami Photo Stock)

Meskipun olahraga teratur bermanfaat, jika terlalu banyak juga dapat mengganggu siklus haid. Bahkan, bisa juga membuat seorang wanita berhenti haid (amenore).

Jadi, olahragalah secara teratur, tetapi secukupnya.

4. Penuhi Asupan Vitamin D

3 Sumber Vitamin D yang Paling Utama, Murah dan Mudah Didapatkan!
Foto: 3 Sumber Vitamin D yang Paling Utama, Murah dan Mudah Didapatkan!

Foto: vitamin D (Orami Photo Stock)

Vitamin D membantu penyerapan kalsium di usus yang penting untuk kesehatan tulang.

Selain itu, vitamin ini juga dapat membantu mengatur ovulasi. Oleh karena itu, cobalah pastikan asupan vitamin D tercukupi, ya. Vitamin ini bisa didapatkan secara alami dari:

  • Ikan berlemak
  • Salmon
  • Tuna
  • Produk susu

Selain itu, vitamin ini juga bisa dihasilkan oleh tubuh ketika kulit terkena sinar matahari. Namun, tetap jangan berlebihan, ya.

Itulah pembahasan mengenai batas telat haid pada remaja dan tips yang mungkin bisa membantu.

Bila mengalami indikasi masalah serius seperti yang tadi disebutkan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2644006/
  • https://jcdr.net/article_fulltext.asp?issn=0973-709x&year=2015&volume=9&issue=3&page=QC01&issn=0973-709x&id=5611
  • https://kidshealth.org/en/teens/irregular-periods.html
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/324781

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb