Kesehatan

KESEHATAN
4 Februari 2021

Penyebab dan Cara Mengatasi Bayi Susah BAB

Berikan anak asupan yang tepat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Adeline Wahyu

Saat bayi mengalami susah BAB atau sembelit, efeknya dapat membuat bayi tidak nyaman, kesakitan, rewel, menolak makan hingga minum susu.

Balita yang sudah bisa berjalan, juga mungkin akan berada di sudut ruangan, berjongkok, dan sekuat tenaga mengeluarkan BAB yang mengeras.

“Jika bayi tidak mengalami pergerakan usus (BAB) setiap hari, itu belum tentu penanda masalah. Apa yang lebih kami pedulikan adalah jika bayi kelihatan kesulitan BAB, maka itulah yang mengindikasikan bayi sembelit,” ungkap praktisi keperawatan pediatrik sekaligus Direktur Medis di John Hopkins Hospital’s Pediatric Chronic Constipation Clinic, Lisa Santo Domingo.

Baca Juga: Ini 5 Cara yang Harus Moms Lakukan Saat Anak Susah Buang Air Besar

Penyebab bayi sembelit tentu beragam dan tidak bisa digeneralisir. Salah satunya adalah karena asupan yang dikonsumsinya tidak cukup serat.

Mari cari tahu penyebab dan cara mengatasi bayi susah BAB berikut ini.

Penyebab Bayi Susah BAB

Ketika bayi sembelit, sebagian bayi terlihat seperti mengejan saat buang air besar. Itu mungkin karena bayi menggunakan otot perut untuk membantunya buang air besar.

Jika seorang bayi memiliki kotoran yang cerah, kuning (bukan coklat tua atau hijau), ada sesuatu yang salah pada tubuhnya.

Terlepas dari apakah ia mengonsumsi ASI atau susu formula.

Penyebab bayi susah BAB ini biasanya berkaitan dengan bayi yang tidak cukup makan.

Berikut penyebab bayi susah BAB yang perlu Moms tahu. Jangan disepelekan, ya!

1. Mengonsumsi Keju

Mana yang Lebih Sehat Mentega atau Keju -1.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Ketika bayi telah beranjak usia 6 bulan ke atas, ia akan dikenalkan dengan MPASI sebagai asupan pelengkap dari ASI.

Olahan susu seperti keju ataupun yogurt menjadi salah satu yang dikonsumsi Si Kecil.

Keju mengandung kalsium dan tinggi protein untuk kebutuhan gizi anak seiring pertumbuhannya.

Namun, susu dan keju adalah salah satu makanan yang dalam jumlah tinggi bisa menyebabkan bayi susah BAB. Ini menyebabkan tinja berwarna pucat keras, menurut Seattle Children's.

Inilah mengapa Si Kecil diperlukan makanan yang seimbang saat memulai MPASI.

2. Tidak Cukup Serat

Serat ditemukan dalam sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian.

Serat membantu kotoran tetap lembut, besar, dan mudah dikeluarkan.

Ketika Si Kecil tidak cukup serat dalam makanan sehari-harinya, ini menyebabkan feses keras dan bayi susah BAB.

Perbanyaklah mengonsumsi sayuran hijau dan buah-buahan potong untuk memperlancar pencernaan anak.

3. Cairan Tubuh Kurang

Penyebab Bayi Susah BAB

Foto: Orami Photo Stocks

Asupan cairan rendah bisa menjadi penyebab bayi susah BAB. Hal ini juga dapat menyebabkan tinja menjadi kering dan sulit dikeluarkan.

Ini menjadi penyebab bayi susah BAB yang sering dijumpai pada bayi ataupun anak.

Jurnal dalam Biological Trace Element Research menemukan, cairan mineral sangat diperlukan dalam nutrisi tubuh dan kandungannya di dalam tubuh bergantung pada asupan sehari-hari.

Kekurangan dan kelebihan mineral dapat menyebabkan efek buruk pada kesehatan, misalnya dehidrasi.

Baca Juga: Bayi Sering Gumoh: Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

4. Infeksi

Menahan kotoran hingga kesakitan bisa jadi penyebab bayi susah BAB karena adanya infeksi.

Jika buang air besar menyebabkan rasa sakit, banyak anak yang kesulitan buang air besar merasakan sakit di area perut ataupun anus.

Hal ini dapat terjadi karena infeksi di sekitar anus. Bisa juga terjadi dengan ruam popok yang parah atau fisura anus (robek).

Selain itu proses cerna makanan yang terlalu lambat melalui usus juga dapat menyebabkan infeksi.

Paling sering, penyebab bayi susah BAB ini diturunkan dalam genetik.

5. Susu Formula

susu formula bisa menyebabkan bayi susah BAB

Foto: Orami Photo Stocks

Beberapa bayi susah BAB karena mereka tidak dapat mentolerir protein dalam susu sapi.

Susu formula tampaknya menjadi penyebab umum sembelit, setidaknya bagi sebagian orang.

Bayi, balita, dan anak-anak tampak sangat berisiko, kemungkinan karena pencernaan yang belum sempurna dalam memproses terhadap protein yang ditemukan dalam susu sapi.

Jika pengobatan lain untuk mengatasi bayi susah BAB tidak membantu, usahakan agar anak menghindari semua susu formula susu sapi setidaknya selama dua minggu.

Ini Caranya Mengatasi Bayi Susah BAB

Kasus yang jarang terjadi, bayi susah BAB atau sembelit dapat disebabkan oleh kurangnya saraf atau masalah struktural di usus besar bagian bawah.

Menurut Nationwide Children's, jangan berikan bayi enema, laksatif, atau supositoria sebagai obat pencahar bayi kecuali dokter anak telah menyarankannya.

Untuk membantu mengatasi bayi susah BAB, Moms bisa lakukan beberapa cara berikut ini.

1. Beri Minum Cukup

Sama seperti orang dewasa, mengatasi bayi susah BAB dapat diawali dengan memberikannya minuman untuk membantu melancarkan BAB.

Hal ini terutama dilakukan pada bayi yang sudah berusia enam bulan ke atas.

Dikutip dari Mayo Clinic, Jay L. Hoecker, M.D. yang merupakan anggota di Department of Pediatric and Adolescent Medicine merekomendasikan untuk memberi sedikit air putih atau jus buah alami sebagai cara mengatasi bayi susah BAB. Contohnya buah apel dan pear.

Jus buah ini mengandung sorbitol, yaitu kandungan pemanis yang memiliki manfaat laksatif. Mulailah dengan memberi 60-120 ml, lalu jika diperlukan, maka Moms dapat menambahkan atau menguranginya sesuai kondisi pencernaan bayi.

Baca Juga: Pentingnya Membiasakan Anak Minum Air Putih

2. Ganti Menu

2 Ganti Menu.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Untuk bayi yang sudah mendapatkan menu MPASI (biasanya berusia enam bulan ke atas), maka Moms bisa memasukkan menu kaya serat dalam menu Si Kecil. Misalnya: gandum utuh, sereal, buah pear, apel, brokoli, peach, dan plum.

Selain menu bayi, menu Moms yang memberikan ASI juga perlu disesuaikan. Ada baiknya, Moms menghindari konsumsi produk susu (keju, susu, yoghurt, mentega,dll) selama bayi masih mengalami susah BAB.

Selain melalui makanan, cara mengatasi bayi susah BAB juga dapat dilakukan dengan mengganti susu formula bayi sementara waktu.

Jika ingin mengganti susu formula bayi, ada baiknya Moms berkonsultasi terlebih dahulu dengan Dokter agar mendapatkan rekomendasi yang tepat sesuai masalah pencernaan bayi.

Baca Juga: 4 Tips Mengatasi Balita Susah BAB

3. Termometer Rektal

Untuk mengatasi bayi susah BAB, Dokter mungkin menyarankan stimulasi rektal dengan bantuan kapas atau termometer rektal.

“Cara ini biasanya dapat mengeluarkan buang air besar setelah beberapa menit di-stimulasi,” ungkap Dokter anak yang berbasis di Atlanta dan salah satu penulis Food Fights: Winning The Nutritional Challenges of Parenthood Armed with Insight, Humor, and A Bottle of Ketchup, Jennifer Shu, M.D.

Saat mengatasi bayi susah BAB, pastikan untuk tidak menggunakan metode termometer rektal terlalu sering, karena hanya akan membuat konstipasi semakin memburuk.

Bersiaplah untuk mendapati bayi rewel dan menolak saat melakukan termometer rektal, karena prosesnya akan membuat bayi tidak nyaman.

4. Memijat Bayi

pijat bayi untuk mengatasi susah BAB

Foto: Orami Photo Stocks

Ada beberapa cara memijat perut bayi untuk meredakan bayi susah BAB atau sembelit.

Caranya mudah Moms. Gunakan ujung jari untuk membuat gerakan melingkar pada perut dengan pola searah jarum jam. Oleskan minyak zaitun atau minyak pijat lainnya yang biasa digunakan Si Kecil.

Selain itu, pegang kedua lutut dan kaki bayi dan dorong perlahan ke arah perut. Buat gerakan bersepeda untuk memperlancar pencernaan.

5. Mandi Air Hangat

Memandikan bayi dengan air hangat dapat mengendurkan otot perut dan membantunya berhenti mengejan.

Ini juga dapat meredakan beberapa ketidaknyamanan yang berkaitan dengan sembelit ataupun bayi susah BAB.

Baca Juga: Susah Buang Air Besar Bukan Hanya Karena Kurang Serat Lho, Kenali Penyebab Lainnya

Itulah penyebab dan beberapa cara mengatasi bayi susah BAB yang dapat Moms terapkan pada Si Kecil.

Jika bayi masih mengalami susah BAB meski telah menerapkan cara-cara di atas, Moms dapat mencoba berkonsultasi dengan Dokter mengenai solusi lain yang dapat dilakukan.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait